Juragan Untir-Untir Kepuntir Cinta episode 24

Mencari Putri Yang Sejati

Park Kim Sun bersama pak Sarwo membicarakan tentang putri sejatinya dibantu Sherley,  karena dia merasa ada sesuatu yang lain tentang gadis itu sang penjual makanan dari tepung beras Tteokbokki dan namanyapun kembar dengannya. Park Kim Sun terperanga mendengar kisah  Sherley semasa SMA di Busan, Park Kim Sun menelepon Roger Casugay yang masih mengawasi bagian sewing yang amat berisik dan mencoba keluar sebentar.

Roger Casugay   : ” Hallo ..aku mendengarmu…kapan baliknya ke Incheon segera ditunggu…”.

Park Kim Sun     : ” Segera balik…tapi bisakah aku telepon Jeong Da Rae istrimu…?”.

Roger Casugay   : ” Tentu , tapi dia masih ada di departemen cutting …nanti aku hubungi biar ia telepon balik…okey…?”

Park Kim Sun    : ” Okey siap menunggu….see you….”.

Lima menit kemudian Jeong Da Rae menelepon Park Kim Sun.

Park Kim Sun    : ” Hallo Jeong Da Rae…..terima kasih dah menghubungi…ini Sherley mau bicara…?!” telpon diberikan Sherley .

Sherley                : ” Tante masih ingat penjual makanan Tteokbokki yang berada di sekolah SMA Sherley…dan namanya sama dengan aku….?”.

Jeong Da Rae    : ” eeeemmmm…iya… masih ingat yang jualan sama bapaknya …?!” Jeong Da Rae agak berfikir sedikit.

Sherley               : ” Iya betul sekali , Kalau dia masih ada tolong pesankan…papah dan Sherley serta tunanganku akan segera menyambanginya..”.

Jeong Da Rae   : ” Okey Sherley…tante akan segera menuju sekolahan SMA kamu sekarang….semoga kamu sehat-sehat selalu dan selamat ya atas pertunanganmu…sun sayang tante..see you..”.

Sherley               : ” Alhamdulillah ayah…tante langsung meresponnya…?!”. Ramli melongo dengar Sherley mengatakan *Alhamdulillah*.

Park Kim Sun tak pernah tahu tentang ini kalau tidak Sherley yang menceritakannya, Park Kim Sun memeluk Sherley dan mengalir air matanya…”Seperti apakah wajah anakku sekarang….dia darah dagingku…dia begitu mungil …semoga dia baik-baik saja …dan bersedia menemui aku”  diantara tetes air matanya Park Kim Sun memuji Sherley yang amat perhatian pada dirinya dan ketulusannya terpercaya, betul kata Ramli….Sherley tak ingkar janji.

Ramli persiapan ujian sekolah modelnya yang akan maju ke jenjang tes seleksi calon model yang akan di gembleng oleh Siska dan Ivan dari Rani Intertain bersama Sinta dari Soraya Modeling dan crew karena Ramli akan mengikuti peragaan model di Seoul Korea Selatan bersama Sherley . Seluruh siswa sekolah model mengucapkan selamat pada Mr Ramli atas pertunangannya  bersama miss Sherley dan akan segera mengikuti peragaan model di Seoul dan serentetan pagelaran di Korea Selatan.

Jeong Da Rae menghubungi Park Kim Sun karena hape Sherley tidak aktif, mereka masih pada makan malam di rumah pak Sarwo kebetulan Park Kim Sun ikut pula makan malam dan minta dipertemukan  dengan Sherley.

Sherley               : ” Hallo tante…apa kabar…apa sudah bertemu dengan Kyung Soon ?”

Jeong Da Rae  : ” Iya …sudah… dia sekarang membuka kedai yang cukup besar dekat sekolahan SMA kamu dulu, kelihatanya semakin maju usahanya karena pelanggannya banyak , tante sudah sampaikan pesan kamu yang akan menemuinya bulan-bulan ini….bagaimana Sherley apakah masih ada yang perlu di bantu…?”

Sherley             : ” Terima kasih Tante Jeong Da Rae, rencana minggu-minggu ini kami akan langsung ke Incheon , dan akan kami hubungi jika akan berangkat ke sana, terima kasih tante…love you so much see you…” .

Sherley memberikan kabar baik ini pada papahnya, Park Kim Sun dalam hati memuji Sherley atas ketulusannya sebagai ungkapan rasa cinta kasinya selama ini padanya.

Pak Sarwo     : ” Jadi kapan akan ke Korea anakku Ramli…?” Bapak bertanya pada Ramli yang amat lahab makannya sehingga tak konsen dan bingung,  dan yang menjawab Park Kim Sun

Park Kim Sun  : Sherley…kapan ini kita berangkatnya sayang….?”.

Sherley              : ” Iya pak, hari Jumat tiketnya dari Jakarta ke Incheon karena papah sudah di tunggu Mr Adam Lee dan Roger Casugay maupun tante Jeong Da Rae “.

Pak Sarwo         : ” Waaah tinggal tiga hari di Indonesia, Lusi tolong nanti kakakmu dibantu tentang sekolah modelnya bersama miss Sherley ” .

Lusi                    : ” Iya tentu pak…?!”

Park Kim Sun  : ” Ternyata pak Sarwo care sama kegiatan anak-anaknya”.

Pak Sarwo        : ” Ha.ha..cuma ngingetkan saja…mari kita nonton sepak bola di SCTV  mumpung Chelsea lawan Villarreal pasti seru nih dalam pertandingan uji coba jelang UEFA

Park Kim Sun mengikuti dan pindah ke ruang keluarga meskipun kurang menarik menonton sepak bola itu tapi mencoba berbagi pengetahuan. Sherley dan Lusi membersihkan piring dan kotoran di meja, Ibu melarang Sherley membersihkannya tapi Ramli memperbolehkan dan Sherley amat senang bisa membantu ibu. Nenek sedang shollat, Sherley memperhatikannya…dia ingin belajar shollat dan Lusi mengajarinya. Ramli melihat Sherley melakukan shollat ikut senang karena tak ada yang memaksakannya penuh kesadaran Ia lakukan,  lalu Ramli kembali menonton sepak bola tapi sayang saluran terputus sehingga pak Sarwo kecewa….. Pak RT Marwoto dan pak Tugino ngekek karena gak jadi pesta mie Jowo dan sate ayamnya …juga pea nya Cak Yatno.

Karena penasaran tiem sepak bolanya yang berlaga tak bisa ditonton pak Serwo meminta Ramli mengaplikasikan di hapenya siaran lansung tersebut, alhasil nyala itu hape masih dengan skor 1-1 kini babak ke dua sedang berlangsung. Karena hasil seri maka dilakukan finalty, hape pak Sarwo brebet-brebet dan oo..oo…baterainya mati. Sambil dicarjer pak Sarwo menggoyangkan badannya dan menari karena idolanya memenangkan pertandingan itu.

Park Kim Sun , Ramli dan Sherley jam 23.00 pulang ke PandanaranII untuk persiapan ke Korea . Bu Sarwo termenung….memandang kepergian Ramli anak sulungnya.

Pak Sarwo     : ” Sudaaahhh….doakan saja anakmu semoga mendapatkan kemudahan dalam mencari jati diri keluarga kecilnya…”.

Bu Sarwo       : ” ‘Gak nyangka ya pak…bukan Erlita yang dipilih……”

Pak Sarwo     : ” Itulah pilihan…semoga saja tak ada halangan kehidupannya….misalkan ada yaaa…biasa-biasa saja lah semoga….Aamiin…”.

” Dulu bu Kunandar mertua kamu juga sama perasaannya seperti kamu saat ini, jika aku ke rumah kamu dan menemui nenek (ibumu) selalu cemburu…tapi ayahku pak Kunandar selalu mengingatkan..kalau anak lelakinya harus meninggalkan rumah dan menjaga istrinya agar menjadi keluarga sakinah…mawadah…warahmah…itu sudah takdir bune…..”, nasihat pak Sarwo pada istrinya agar banyak bersabar dan berdoa semoga menantunya akan selalu mengingatkan untuk berkunjung dan menengok kita disini dan kita harus menerima apa yang terbaik untuknya dan untuk kita….istriku..kamu adalah tanggung jawabku selama hidupku…tak usah kamu bersedih…kita masih harus membimbing Lusi dan Ambar untuk menata kehidupannya.

Dengan berlinangan air mata Bu Sarwo digandeng pak Sarwo dia tak menyadari kalau Ramli segra berangkat memakai masda 2 nya. Lusi dan Ambarpun memeluk ibunya sambil melambaikan tangan ke kakaknya Ramli dan klakson Ramli bunyikan sambil berucap “AssalamuAllaikum” dan dijawab “WaAllaikumusalam”. Lusi menutup pintu dan menonton tivi sambil ngemil roti yang masih ada sisa pertunangan Sherley dan kakaknya Ramli. Ambar menemani sambil membaca buku Biologi.

Jumat pagi Sherley menelepon bu Sarwo mengabarkan kalau sudah ada di Ahmad Yani dan segera terbang ke Jakarta. Ramli memberikan pesan WA untuk bapak, ibuk dan adik-adiknya yang intinya minta pamit menuju Incheon Korea Selatan, pesawat isi BBM di Singapura dan langsung terbang ke Incheon International Airport. Min Do Yoon sudah menunggu di Bandara dan siap menjemput Park Kim Sun,  Ramli,  dan Sherley dengan melewati tol.

Jan 15. 10 mereka  sudah sampai kekediaman Park Kim Sun yang sudah diperbaiki dan tanaman indah menghiasi taman , Min Do Yoon yang menjaga rumah dan kebersihannya. Ramli langsung istirahat karena amat capek demikian juga Park Kim Sun. Sherley sudah mandi dan sekarang sedang telepon dengan Tante Jeong Da Rae.

Jeong Da Rae  : ” Istirahatlah dulu nanti tante kirim makanan dan besok baru aktifitas…okey..?”

Sherley              : “Terima kasih tante, Ramli sudah aku buatkan makanan super bubur bersama ayah”.

Jeung Da Rae  : ” Baiklah besok agak sorean tante akan berkunjung ke tempatmu, semoga harimu menyenangkan sayang…”

 


cerbung.net

Juragan Untir-Untir Kepuntir Cinta

Score 0.0
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2019 Native Language: Indonesia
Ramli menatap sepeda motornya dengan tajam, ia heran kenapa ban motornya kempes padahal baru saja dipompakan, terpaksa ia mendorongnya sampai ketemu tempat tambal ban. Gandum 2 zak yang diatas sedel ia turunkan disamping keranjang yang berisi gula pasir, telur dan daun pisang. " Kenapa mas motornya?" tanya tukang tambal ban". " Ini kenapa ban motor saya kok kempes lagi padahal baru saja dipompakan " jawab Ramli, dan pak tambal ban memeriksa ban sepeda motor Ramli. "Mas ini bannya kempes karena ada yang bocor, coba saya pereksa kebocorannya " Tukang ban memeriksanya ternyata ada dua kebocoran di ban motornya. Ramli duduk di kursi kayu dan menelepon ibunya," Buk , Ramli akan telat sampai tumah" " laaaah kenapa ... apa yang terjadi nak..?" tanya ibunya setengah kecewa. "Penasaran dengan kalajutan ceritanya? yuk segera simak petualangan Ramli disini

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset