Juragan Untir-Untir Kepuntir Cinta episode 25

Park Kim Sun bertemu Lee Daeyol

Ramli menelepon bapaknya kalau akan berangkat ke Korea hari ini sambil menunggu Ivan dan Siska. Sherley membantu Park Kim Sun untuk mengepak bahan pakaian yang dibawa di pagelaran.

Ramli             : ” Pak doakan Ramli lancar menjalani ujian ini “.

Pak Sarwo     : ” Yo anak bapak…semoga Gusti Alloh selalu melindungimu…aamiin , ini ibu mau bicara”.

Bu Sarwo       : ” Ati-ati yo Le….lakukan yang terbaik dan penuh semangat, ibu selalu berdoa untukmu anakku….ini Laras mau bicara..”

Laras               : ” Kak…sudah pamit sama bu Rani dan pak Nanang kan ?”

Ramli              : ” Ya sudah dong…sampaikan bu Rani nanti kalau mobil pegangan kakak sudah ada biar ditaruh di diealer mobil dulu…akan kakak cek sebelum sampai rumah..”

Laras               : ” Okey kakaku sayang… ini bontot mau ngomong ..”

Ambar            : ” Kak ..cepet pulang…jangan lupa oleh-olehnya ya…” Ramli tertawa dan mengiyakan. Ambar sekarang sudah besar tapi manjanya masih kayak dulu dan amat menyayangi Ramli kakaknya juga Sherly calon kakak iparnya. Ramli dan rombongan berangkat dari Semarang menuju Jakarta dan lanjut ke Incheon. Jam 21.49 mereka semua tiba di mes pabrik di Incheon dan menginap di sana.

Park Kim Sun menelepon  Adam Lee kalau dirinya sudah berada di pabrik, mendengar itu Adam Lee segera meluncur ke pabrik dan selisih beberapa menit Roger Casugay dan istrinya Jeong Da Rae tiba lalu menanyakan kepada Sherley dengan menggunakan bahasa Korea yang artinya

” Mengapa kamu tak menghubungi kami sayang…?” tanya Jeong Da Rae

” Maaf tante..kami ingin menikmati keindahan Incheon di China Town Incheon sambil makan BBQ serta Bupe karena Ramli amat menginginkannya”. Ramli memang amat menginginkannya setelah makan mereka menuju pabrik dan mempelajari sketsa rancangan Park Kim Sun.

” Bener ini tak mau tidur di tempat tante….?” tanya Jeong Da Rae

” Maaf tante sekalian kita mengatur strategi dan melihat mekanisme cara kerja mesinnya”. Sahut Ramli

” Ya sudah…tante tidur disini menemani kalian “. Lalu Jeong Da Rae meminta keamanan mengambilkan kunci kamarnya. Ivan dan Siska  tersenyum dan senang melihat keramahan Jeong Da Rae.

Pagi itu mereka sarapan Sandwich roti tawar  yang dimasakkan koki pabrik, hmm.. harumnya… Sherley  mengetuk pintu kamar Ramli yang tidur bersama Park Kim Sun sementara Siska sedang membantu Sherly menyiapkan sarapan. Tante Jeong Da Rae kaget melihat Sherley sudah menyiapkan sarapan.

Jeong Da Rae  : ” Waaah rupanya di Indonesia kamu juga belajar membiasakan diri menjadi seorang istri yang baik…bagus itu…”.

Sherley              : ” Sewajarnya saja tante….Sherley mulai gemar memasak sejak dikontrakkan ibu Rani dan pak Nanang di Semarang yang merupakan kota kuliner yang disegala penjuru kota beraneka orang menjajakan kuliner…mau sate, tongseng, nasi goreng ada dimana-mana…”

Jeong Da Rae  : ” Hebat ya…kota Semarang…..pingin deh ke sana…?!” Sherley tersenyum lalu menanyakan keadaan Kyung Soon

Sherley             : ” Bagaimana pesanan Tteokbokki , apakah sudah dipesankan…?”

Jeong Da Rae  : ” Nanti jam 10 pagi mau diantarkan”.

Sherley             : ” Okey trima kasih tante….”.

Ramli selesai mandi dan memakai baju lengan pamjang yang sudah dipersiapkan Siska dengan warna hijau mint dan bercelana panjang coklat muda sedangkan Sherley memakai rok pendek dengan warna hijau lime kainnya satin lokal silk England. Jeong Da Rae memandang Ramli tak berkedip, ” Ramli memang ganteng…pantas Sherley begitu tergila-gila” begitu guman Jeong Da Rae dalam hati .

Roger Casugay mempersilahkan Ramli duduk disamping Sherley dan mencium keningnya ia pun tersenyum. Sambil menunggu Park Kim Sun  selesai mandi Ivan memoles muka Ramli lalu memvideokannya juga menjelaskan kain dan motif serta model pakaian yang dipakainya. Park Kim Sun yang baru keluar kamar menyaksikannya, sungguh amat serasi mereka berdua semoga banyak yang memesan pakaian tersebut begitu keinginan Park Kim Sun. Adam Lee amat senang sekali dengan tampilan mereka dan mengklaimnya untuk pagelaran di Busan.

Sarapan pagi ini sangat menyenangkan sekali, Roger Casugay baru pertama kali makan bersama Ramli yang amat menyenangkan kalau diajak bicara karena amat sopan serta ramah pokoknya amat menyenangkan begitulah penilaian Roger Casugay dan istrinya. Adam Lee mengucapkan terima hasihnya karena kedatangan Ramli dan akan mengadakan sukuran ulang pertunangannya dengan Sherly sambil mengadakan peragaan busana. Ramli berterima kasih juga sama Park Kim Sun dan menganggap kegiatan ini sebagai hadiah pertunangannya. Mereka memasuki ruang kerja cutting , Adam Lee menjelaskan bagaimana cara memotong  dengan menggunakan robot.

Dari keamanan mengabarkan ada seseorang mengirimkan Tteokbokki dan ingin bertemu dengan Sherley, Park Kim Sun yang dari tadi menunggu kabar itu segera mengajak Sherley keluar ruang cutting dan menyuruh keamanan mengantarkan ke divisi cutting . Alangkah kagetnya Park Kim Sun melihat Lee Daeyol mengantar Pteokbokki lalu Ia memeluknya, Lee Daeyol keheranan dan memandanginya….” Mr Park Kim Sun….Ya Tuhan anda sehat-sehat saja…?” Lee Daeyol membalas memeluk Park Kim Sun .

” Katanya engkau akan membantuku tentang putriku”, tanya Park Kim Sun

” Iya..iya…tapi ia masih bekerja di tokonya”, jawab Lee Daeyol

” Mengapa engkau tak membawanya ke Busan…?”

” Ceritanya panjang…kau mampirlah ke toko , aku akan menceritakannnya…karena hari ini malam Minggu banyak pelanggan dan ramai jadi aku tak bisa lama-lama disini…ayo mampirlah..” begitu jawab Lee Daeyol dan buru-buru pulang setelah menerima pembayaran dari Jeong Da Rae. Sherley memandang papahnya Park Kim Sun seperti patung Ia merasa tak diperhatikan lalu Sherley menangis perlahan dan terpaku memandang papahnya. Jeong Da Rae merasakan keanehan melihat Sherley menangis dan membawanya kembali masuk tapi Sherley menunggu papahnya sementara Ramli berlari mengejar Park Kim Sun.

Park Kim Sun  lupa meminta nomor telepon Lee Daeyol karena amat emosional dan melihat Sherley sendirian ia merasa kasihan.

Park Kim Sun   : ” Maafkan papah putriku….papah begitu kesetanan…maafkan ya….?!” sambil memeluk putrinya dan mencium jari tangan Sherley .

Sherley               : ” Nanti pada waktu istirahat kita ke sana papah…menengok Kyung Soon”. Ramli membawa masuk ayah dan putrinya.

Roger Casugay memulai membuat produk baju dan celana Ramli serta pakaian yang dikenakan Sherley dengan bahan satin lokal silk England

Roger Casugay  : ” Bukan main…aku juga akan ikutan parade besok di Busan bagaimana kalau kita memakai satin maxmara..sayang..?”

Jeong Da Rae    : ” OK, aku suka…tapi aku gak pernah ikut parade….”.

Adam Lee           : ” Ikuti saja apa yang dilakukan Sherley dan Ramli dan jangan lupa senyum dan bergaya sedikit”, begitu pesannya.

Saat istirahat Park Kim Sun menikmati Pteokbokki buatan putri sejatinya, sambil meneteskan air matanya  Park Kim Sun  teringat saat dipenjara di Pyongyang, Ia harus menerima perlakuan Do Young Myung untuk memakan makanan yang sudah dimuntahkannya, Park Kim Sun sendiri tak tahu mengapa dia berada disini… ketika tak mau memakannya muka Park Kim Sun  ditamparnya dan tumpahlah makananya dilantai. Park Kim Sun dipaksa memakan memakan yang tumpah di lantai tersebut sampai habis. Park Kim Sun ditolong oleh Lee Daeyol yang masih memiliki hati nurani. Air mata itu semakin deras …Sherley  memeluk papahnya dan menenangkannya.

Sherley           : ” Papah…ada apa…?”

Park Kim Sun : ” Papah ingin segera berjumpa Kyung Soon…”.

Sherley           : “Iya papah…. kita akan segera ke sana sabar ya….”.

Park Kim Sun  : ” Aku ingin sekarang…dada ini amat sesak tuk menumpahkan air mata yang terbendung “.  Ramli tak tega melihat Park Kim Sun lemas menahan derita, maka bersama Roger Casugay dan Sherley mengantar Park Kim Sun menuju sekolahan  di Guwol Dong. Sherley melihat Lee Daeyol memasuki parkiran dan Ia menunggunya, Park Kim Sun lalu turun dan menemuinya. Park Kim Sun memakai bahasa Korea yang artinya:

Lee Daeyol       : ” Hai sudah sampai sini…?”

Park Kim Sun  : ” Tolong pertemukan saya dengan anakku…..”

Lee Daeyol      : ” Tentu ..masuklah…dan bersantailah dulu…agar hatimu tenang….” Semua memasuki resto tersebut , Lee Daeyol memesankan makanan yang ada di situ beserta minuman, dada Park Kim Sun serasa bergetar didampingi Ramli dan Sherley, Lee Daeyol masuk kedalam dan keluar sambil membawa makanan Injeolmi yang melambangkan ikatan yang erat dan  diharapkan hubungan orang yang memakan bisa selengket Injeolmi yang seperti koe moci, Lee Daeyol menceritakan usaha putrinya dari kedai kaki lima sampai sekarang ini berkat ketekunannya.

Kyung Soon keluar sambil membawa teh hangat yang mengagetkan Park Kim Sun dan berteriak ” Chin Sun Yeong…?! ” karena wajah Kyung Soon mirip mendiang istrinya Chin Sun Yeong


cerbung.net

Juragan Untir-Untir Kepuntir Cinta

Score 0.0
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2019 Native Language: Indonesia
Ramli menatap sepeda motornya dengan tajam, ia heran kenapa ban motornya kempes padahal baru saja dipompakan, terpaksa ia mendorongnya sampai ketemu tempat tambal ban. Gandum 2 zak yang diatas sedel ia turunkan disamping keranjang yang berisi gula pasir, telur dan daun pisang. " Kenapa mas motornya?" tanya tukang tambal ban". " Ini kenapa ban motor saya kok kempes lagi padahal baru saja dipompakan " jawab Ramli, dan pak tambal ban memeriksa ban sepeda motor Ramli. "Mas ini bannya kempes karena ada yang bocor, coba saya pereksa kebocorannya " Tukang ban memeriksanya ternyata ada dua kebocoran di ban motornya. Ramli duduk di kursi kayu dan menelepon ibunya," Buk , Ramli akan telat sampai tumah" " laaaah kenapa ... apa yang terjadi nak..?" tanya ibunya setengah kecewa. "Penasaran dengan kalajutan ceritanya? yuk segera simak petualangan Ramli disini

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset