Juragan Untir-Untir Kepuntir Cinta episode 27

Kecemburuan Sherley dan Kyung Soon.

Roger Casugay dan istrinya Jeong Da Rae menyambut kedatangan Bu Rani dan pak Nanang dengan baik mereka mengira kalau pak Nanang suami bu Rani dan baru tahu kalau pak Nanang kakak ipar bu Rani makanya meminta kamar sendiri-sendiri. Lusi dan Ambar minta tidur di pabrik yang kebetulan masih satu kamar.

Sherley          : ” Bagaimana ujiannya di klas model Lus…?”

Lusi                : ” Alhamdulillah baik, orang butik pekalongan mencari kak Ramli , dia ngotot banget meminta telepon kak Ramli…, terpaksa Bu Rani memberikan nomor kakak…karena gak enak dikiranya mempersulit hubungan kerja”.

Ramli             : ” Oh ..itu pak Burhanudin fotografer dari Batik keris…iya kakak lupa dan belum kakak balas, trima kasih Lus pemberitahuannya nanti akan kakak balas WA nya”.

Ramli merasa tak enak pada pak Burhanudin karena masih bingung saat bersama Park Kim Sun makan di kedai Tteokbokki dan dikelilingi fans nya, ” Ah…maafkan aku pak Burhanudin aku masih amat sibuk saat itu ” Lusi mendengar Ramli kakaknya menyesalinya, Lusi menyarankan meneleponnya agar tak terjadi salah paham.

Park Kim Sun datang bersama Putri sejatinya Kyung Soon di antar Roger Casugay  yang meminta Ramli dan Sherley melatihnya karena akan mengikuti pagelaran mode di Busan , tapi akan mencoba mengikuti show hijaber bersama Lusi dan Ambar di Seoul.

Sherley           : ” Bagus papah, aku punya teman untuk keliling kemanapun aku mau…”.

Kyung Soon   : ” Tapi tidak untuk selamanya Sherley,  karena aku harus menemani papa aku Lee Daeyol untuk meneruskan usaha makanan tepung beras bahkan aku mulai membuat Kimchi dan ayam goreng krispy kesukaan papa Lee Daeyol.

Sherley           : ” Benar kau ingin menekuni dunia masak memasak….?”

Kyung Soon  : ” Iya benar aku ingin meneruskan cita-cita mamaku Chin Sun Yeong “. Sherley tersenyum matanya memandang Park Kim Sun tida-tiba Sherley mengeluarkan air mata karena merasa perbedaan kasih sayang….mulutnya merapat menahan tangis..Ramli yang menemani Sherley tahu hati Sherley tertekan…maka Ramli mengajak Kyung Soon ke taman agar Sherley  dan Park Kim Sun bisa lebih terbuka perasaannya.

Sherley           : ” Papah jahat…….”. Park Kim Sun memeluk Sherley dan mengusap kepalanya

Park Kim Sun  : ” Papa tak akan pernah berbuat jahat sayang……”. Sherley merajuk sambil menangis

Sherley            : ” Papah tak pernah menceritakan mamah Chin Sun Yeong……?!” Sherley menangis tersedu-sedu…Park Kim Sun serba salah Ia memangku Sherley yang lagi ngambek…Ia mengaku bersalah hanya mendidik Sherley sebaik-baiknya karena sudah tak memiliki ibu dan tak tahu ternyata , ” Papapun sakit saat tahu kamu ada ikatan darah dengan bapak/ibu Darmawan”.

Sherley            : ” Tidak papah aku amat menyayangi papa….juga sayang ibu dan bapak Darmawan…?!”

Park Kim Sun  : ” Kalau begitu kita sayang semua dan termasuk kamu akan menyayangi Kyung Soon…”. Sherley berdiri dan mencium Park Kim Sun lalu berlari mencari mencari Ramli.  Sherley mendengar Ramli menasihati Kyung Soon kadang memakai bahasa Inggris kadang Indonesia dan bahasa Korea untuk meyakinkan Kyung Soon,: ” Sherley amat menyayangimu…sampai jauh..jauh Ia membantu mencarimu agar Park Kim Sun bertemu dengan putri sejatinya…sungguh Sherley amat tulus orangnya kau tak perlu cemburu “. Kyung Soon menangis dan ia berucap,

” Sherley maafkan aku…betapa setianya kamu padaku…aku tak boleh cemburu…..”. Sherley mendengar pengakuan Kyung Soon menjadi terharu dan sambil menuju ke arah Ramli Sherley bertatapan dengan Kyung Soon .  Sherley dan Kyung Soon  saling berpelukan serta merta menangis sesenggukan di dada Sherley, ” Maafkan aku Sherley …kamu begitu tulus padaku…aku salah kalau cemburu padamu”. Park Kim Sun yang mencari Sherley dan bertemu Ramli di taman. Park Kim Sun melihat Sherley dan Kyung Soon saling berpelukan. Ramli menceritakan akan kecemburuannya Kyung Soon pada Sherley, Park Kim Sun memeluk Ramli karena hatinya merasa damai melihat putri-putrinya saling berpelukan.

Ramli           : ” Maafkan Sherley Mr Park Kim Sun….dia agak tertekan perasaannya  tadi “.

Park Kim Sun : ” Ramli anakku…engkau  tetap anakku juga…janganlah memanggilku seperti itu …panggil aku papa seperti yang sebelum-belumnya agar hati kita sama-sama lega ” . Ramli jadi canggung juga tadi sampai terbawa perasaan mereka.

Ramli           : ” Iya papa…terima kasih masih mempercayai Ramli..”.

Park Kim Sun : ” Tentu Ramli kamu baik orangnya bisa menjaga perasaan dan tulus seperti Sherley”.

Ramli           : ” Ayuk kita latihan Kyung Soon, Sherley,… “. Park Kim Sun berjalan sambil memeluk ke dua putrinya dan Ramli paling depan menuju tempat latihan.

***

Lusi dan Ambar ternyata lebih dahulu berlatih, dan kini bergantian Sherley dan Ramli. Saat istirahat pak Sarwo menelepon karena kangen sama anak-anaknya yang melanglang buana.

Pak Sarwo   : ” Sore anak-anak bapak….lagi apa sekarang….?”

Ambar          : ” Bapak…kita lagi latihan ini…”

Pak Sarwo   : ” Mana kakak-kakakmu….?”

Ambar          : ” Itu kak Ramli masih latihan bersama miss Sherley…” Pak Sarwo melihat Ramli masih berjalan sambil membopong Sherley.

Pak Sarwo   : ” Lo…itu siapa cewek satunya…?”

Ambar bingung dan menjawab sekenanya , ” Sahabatnya miss Sherley pak namanya……Kyung Soon…?”. Bapaknya tertawa.

Pak Sarwo   : ” Ya sudah nanti kak Ramli suruh telpon bapak kalau sudah latihan ya….?”

Ambar         : ” Inggih pak….”.

Lusi dan Ambar berfoto ditaman yang penuh bunga mugunghwa  berwarna – warni .

Ambar         : ” Bunga ini mirip bunga sepatu ya kak..?”

Lusi              : ” Iya cuma warnanya tidak sepekat bunga sepatu, bunga ini ada yang pekat di bagian putik mahkotanya, dan warnanya pink, putik kemerahan tidak seperti bunga sepatu warnanya merah dominan termasuk benang sarinya, kalau bunga mugunghwa benang sarinya berlainan”.

Ambar meminta foto selfi bersama bunga mugunghwa. Seseorang pekerja mengamati Ambar dan Lusi, Ambar yang merasa diawasi segera masuk ke dalam karena hatinya berdebar-debar ternyata disamping kaca terlihat lagi laki-laki itu mengamati Ambar , saat itu juga Ambar terdiam karena kakinya terasa gemetaran mau pingsan.  Lusi yang melihat adiknya gontai segera memapahnya dan mengajaknya ke taman lagi menghirup udara segar.

Ambar         : ” Kak..itu siapa…?”

Lusi              : ” Yang itu yang memakai seragam kerja…?! ” Lusi tolah toleh kanan kiri tapi Ia tak melihat seseorang…hanya tukang bersih-bersih yang melihat Lusi dan Ambar. Kini Ambar sudah nyaman dan kembali ketempat kakaknya latihan . Sherley  dan Kyung Soon mengenakan baju malam yang indah rancangan papahnya. Ramli ikut membenarkan cara jalan Kyung Soon yang ragu-ragu..sehingga tidak fokus. Ramli gantian melatihnya setelah Sherley istirahat.

Ramli menggandeng dengan perhatiannya sehingga Kyung Soon mulai bisa berjalan menggunakan sepatu high heels, dan terus berjalan memakai sepatu dengan model yang berlainan . Kyung Soon akhirnya mampu berjalan sendiri tanpa bantuan Ramli. Park Kim Sun bertepuk tangan karena keberhasilan Kyung Soon,  Sherley agak cemburu tapi segera menepisnya dan memberi semangat Kyung Soon. Ramli menerima telepon dari fotografer Burhanudin dan tak berapa lama karena disambung dengan WA nan.

Park Kim Sun ikut memberikan semangat juga sehingga Sherley merasa hatinya tertekan. Saat memakai gaun malam Kyung Soon terpeleset dan menubruk Ramli yang masih mendapat telpon dari Burhanudin secara spontan Park Kim Sun agak marah, Kyung Soon menangis dan ngambek tak mau latihan lagi. Sherley tak tega dan membantu Kyung Soon yang menubruk Ramli. Sherley mengganti sepatu dengan ketinggian berkurang dari yang tadi karena rayuan Sherley akhirnya Kyung Soon bersemangat lagi dan mau mengulang dari awal. Ramli yang ditubruk Kyung Soon tertawa dan menyemangati lagi. Meski Kyung Soon agak jengkel pada papanya dia tetap berusaha karena Sherley mendukungnya.

Jam tujuh malam latihan selesai, Park Kim Sun memberikan sepatu high heel yang sesuai keinginan Sherly untuk  dipakai Kyung Soon dengan agak cemberut Kyung Soon menerimanya. Saat mengantar pulang Kyung Soon Sherley ikut bersama Ramli dan Min Do Yoon yang menyetirnya, sayang Lusi dan Ambar sedang mandi jadi tak bisa ikut. Park Kim Sun meminta maaf pada Kyung Soon atas bentakannya tadi karena terlalu emosi tapi Kyung Soon diam saja dan malah telepon papa Lee Daeyol agar menyiapkan Kimchi dan ayam kripsy untuk papa Park Kim Sun. Hati Park Kim Sun merasa lega ternyata putrinya tidak marah.

Sekali lagi Park Kim Sun meminta maaf dengan tulus, akhirnya Kyung Soon menerimanya permintaan maafnya asal Park Kim Sun jangan melakukannya sekali lagi


cerbung.net

Juragan Untir-Untir Kepuntir Cinta

Score 0.0
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2019 Native Language: Indonesia
Ramli menatap sepeda motornya dengan tajam, ia heran kenapa ban motornya kempes padahal baru saja dipompakan, terpaksa ia mendorongnya sampai ketemu tempat tambal ban. Gandum 2 zak yang diatas sedel ia turunkan disamping keranjang yang berisi gula pasir, telur dan daun pisang. " Kenapa mas motornya?" tanya tukang tambal ban". " Ini kenapa ban motor saya kok kempes lagi padahal baru saja dipompakan " jawab Ramli, dan pak tambal ban memeriksa ban sepeda motor Ramli. "Mas ini bannya kempes karena ada yang bocor, coba saya pereksa kebocorannya " Tukang ban memeriksanya ternyata ada dua kebocoran di ban motornya. Ramli duduk di kursi kayu dan menelepon ibunya," Buk , Ramli akan telat sampai tumah" " laaaah kenapa ... apa yang terjadi nak..?" tanya ibunya setengah kecewa. "Penasaran dengan kalajutan ceritanya? yuk segera simak petualangan Ramli disini

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset