Juragan Untir-Untir Kepuntir Cinta episode 29

Kesuksesan Keluarga

Dengan amat bangganya Ramli menempati rumah dibukit Asri pak Sarwo beserta ibu menemaninya , dengan mobil RX7 Ramli dan Sherley memakai mobilnya sendiri mengawasi pengisian rumahnya dibantu adikadiknya yang mengembangkan bakat dan kemampuan di modeling. Burhanudin fotografer siap melaksanakan tugasnya dan sedang merenovasi rumah modelnya di Sriwijaya menyambung klas modelnya juga toko kecantikan. Terlihat Wartik sedang melayani pelanggan dan dibantu lima tenaga kerjanya.

Rani Intertain kini yang memegang Sherley kerena bu Rani sudah tak mampu lagi dan memilih pensiun , Ramli yang mengatur semua keuangan dan tetap memberikan pensiunnya bu Rani karena jasa-jasanya dan tetap menggunakan nama tersebut agar tetap abadi.

Nenek Ramli meninggal karena usianya yang lanjut , bu Sarwo memeluk ibunya Lusi dan Ambar amat berduka juga Ramli dan Sherley . Semua warga kampung Bugel kehilang sosok nenek pengumpul tenaga kerja sebagai wanita tangguh pembuat kue mangkok dan untir-untir serta bolang-baling juga jakwe ,Ramli dan pak Sarwo juga warga mengatur prosesi pemakaman meninggalnya nenek .Mukidi menangis bersama istrinya mendoakan dimakam nenek sambil mengendong anaknya yang masih berusia sembilan bulan

Mukidi        : ” Nenek….katanya rindu sama Mustika…ini sekarang sudah bersama kami…”

pak Sarwo  : ” Nenek sudah tahu di…sudah jangan nangis…kamu di tunggu mas Ramli di rumah…dan memberi wasiat dari Nenek…”

Mukidi        : ” Benar…?…Benarkah…mas Ramli masih di Bugel…Mukidi segera berangkat dan balik ke Bugel ” Pak Sarwo amat kasihan dengan Mukidi  tenaga kesayang nenek.Ramli memanggil Mukidi dan berpesan.

Ramli          : ” Mas…nenek bepesan agar mas Mukidi mau merawat rumah Bugel ini dan tinggal disini selamanya karena kami akan pindah di Bukit Asri semuanya “. Mukidi dan istri matanya terbelalak dan bersimpuh pada Ramli karena tak menyangka mendapat rejeki nomplok, ada satu kamar yang diperuntukkan pak Sarwo dan ibu jika ada pertemuan kalau ingin menghadirinya itu kalau bapak dan ibu merindukannya karena akan menjadi tugas Mukidi di kampung ini. Mukidi yang akan merawat makam nenek dan akan meneruskan usaha nenek sebagai bekal hidupnya.

Pak Sarwo  : ” Toko beserta dagangannya tolong dirawat jika kamu ada keperluan telepon bapak atau ibu atau kamu langsung ke Bukit Asri , nah Mukidi itu Ambar dan Lusi sudah menjemput kami segera pulang bersama mas Ramli , kami sudah berpamitan dengan pak RT dan seluruh warga kemarin”.

Pak Sarwo menyerahkan kunci pagar dan pintu rumah kepada Mukidi dan segera berangkat ke Bukit Asri

Ambar yang badannya hampir sama dengan Lusi dan menjemput kakaknya mengendarai RX 7 lalu Ramli yang mengemudikannya, sedangkan Lusi memakai Masda2 dan Pak Sarwo yang mengebudikannya dan menuju Bukit Asri , mereka jalan beriringan tak cepat dan tak kencang . Park Kim Sun menelepon Sherley kalau akan ke Semarang ada banyak pembicaraan tentang sekolahan dan mode di Korea Selatan.  Sherley mempersiapkan kamar untuk papahnya diruang khusus tamu . Pagi ini Sherley mendapat tamu dari yayasan yang menilai kemajuan class modenya yang mengalami kemajuan pendidikannya dan menerima sertivikat , Ramli sebagai mentor dan Sherley sebagai kepala sekolahnya menjadi sekolah percontohan apalagi setelah Ambar lulus sekolah dan Ramli melepas anak didiknya ke kelas nasional, Ambar dan Lusi ke kelas Internasional.

Park Kim Sun sudah bersama Ramli dan Sherley putrinya sedang mengobrol tantang class mode diteras sambil menikmati pemandangan sekitar BukitAsri

Park Kim Sun  : ” Marten teman dari Roger Casugai yang kemarin kerja sama dengan Sriti Kosmetik berencana membika class mode dan ingin bergabung denganmu …bagaimana menurutmu…?”

Ramli                 : ” Yah..boleh-boleh saja pah….asal masuk biayanya..”

Park Kim Sun   : ” Kemarin sudah dihitung biayanya oleh Roger Casugai masuk…”

Ramli                 : ” Jadi ini kongsi bersama Martin apa Roger Casugai papah….?” .

Park Kim Sun menunjukkan fomat perjanjian kerja dan dibaca Sherley dan mengecek semua berkas dari papahnya.

Sherley               : ” Untuk Class Mode Macam Korea Selatan masuk dengan harga segini meskipun kami cuma tatap muka sebulan dua kali dan bersamaan waktunya untuk meringankan biaya pengeluaran akomodasi  kami ya saya tak keberatan papah”

Park Kim Sun    : ” Baiklah anak-anak papah …besok pagi kita akan bicarakan dengan mereka agar comform dan kejelasan yang tak sia-sia aku bertemu anak dan menantu”

Pak Sarwo dan ibu sedang praktek membuat makanan sebagai menu mentor dan anak-anaknya ketika mengajar berupa makanan dimsum serta macam-macam kue mangkok, kue moci dan lainnya dan terkesan elite sebagai cafetaria Rani entertainment bu Sarwo dan pak Sarwo hanya mengawasi saja makanan yang beredar di Rani Entertainmant karena sekaligus menjaga kesehatan mereka anak-anak bapak dan ibu Sarwo. Seluruh makanan yang beredar di Rani Entertainment menjadi tanggung jawab bapak/ibu Sarwo pemesanan juga tanggung jawabnya. Tetepon selalu berbunyi dari relasi-relasinya yang amat membantu tugas-tugas bapak dan ibu Sarwo dan memiliki 4 pembantu sebagai asisten bapak /ibu Jarwo . Perencanaan selalu terkontrol dan rapi atas kebijaksanaan Ramli, Ambar yang mulai mengajar amat membantu jalannya pembelajaran dan perlu pengalaman dimanca negara sebagai pembanding kemampuan Rani Entertainment menghadapi pesaing .

Sherley dan Ramli sebagai mentor Unggulan  amat berbobot dalam menghadapi persaingan usaha pendidikan ini, Ambar dan Lusipun mengakuinya kehebatan kakak-kakaknya dimana selali memenangkan event baik didalam maupun di luar negeri dan kini menjadi ikon kemakmuran dunia model.

Kisah ini sampai disini dan dilanjut pada Gerbang militan, trimakasih sudah membacanya perjuangan cinta yang seru dari dunia model.

 

 


cerbung.net

Juragan Untir-Untir Kepuntir Cinta

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2019 Native Language: Indonesia
Ramli menatap sepeda motornya dengan tajam, ia heran kenapa ban motornya kempes padahal baru saja dipompakan, terpaksa ia mendorongnya sampai ketemu tempat tambal ban. Gandum 2 zak yang diatas sedel ia turunkan disamping keranjang yang berisi gula pasir, telur dan daun pisang. " Kenapa mas motornya?" tanya tukang tambal ban". " Ini kenapa ban motor saya kok kempes lagi padahal baru saja dipompakan " jawab Ramli, dan pak tambal ban memeriksa ban sepeda motor Ramli. "Mas ini bannya kempes karena ada yang bocor, coba saya pereksa kebocorannya " Tukang ban memeriksanya ternyata ada dua kebocoran di ban motornya. Ramli duduk di kursi kayu dan menelepon ibunya," Buk , Ramli akan telat sampai tumah" " laaaah kenapa ... apa yang terjadi nak..?" tanya ibunya setengah kecewa. "Penasaran dengan kalajutan ceritanya? yuk segera simak petualangan Ramli disini

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset