Juragan Untir-Untir Kepuntir Cinta episode 4

Ramli mengamati Mukidi bekerja, usianya 45 tahun lebih tapi tenaganya masih semangat dan rajin, nenek amat memperhatikannya karena ibu Mukidi teman baik nenek yang selalu mengambil dagangan nenek untuk dijual kembali dan dibantu Mukidi setelah menggoreng untir-untir mengantarkan dagangan ibunya ke kantin sekolah , Mukidi yang saat ini belum menikah karena membiayai sekolah adik-adiknya tak patah semangat sejak nenek berhenti membuat jajanan Mukidi bekerja menarik becak membiayai lima orang adiknya yang tiga sudah menikah , satu orang sudah bekerja dan adik bungsunya masih SMA. Nenek sering menasehatinya agar menikah untuk teman hari-harinya yang mulai sepi, Mukidi ingin adiknya lulus dan menikah baru ia akan menikah. Ramli kasihan mendengar cerita nenek tentang Mukidi, tapi itulah nasib hanya diri Mukidilah yang bisa merubahnya. Sneck Sarwo Ono mulai ramai pembeli , Ramli membantu Lusi dan mengajari di keuangannya, tagihan makanan dari penitip makanan serta pembelian sneck sudah bisa Lusi atasi sambil menghitung uang dan menggendelnya tiap seratus ribu sambil melayani, Mukidi dan bapak menata tempat dan membersihkan tempat yang sudah habis ditatanya untuk dibawa kembali pulang. Ramli pulang bersama bapak dibantu Mukidi mengangkati tempat baki-baki yang sudah habis dan kembali naik ke lapak. Ramli ingin neneknya tak ikut jualan bersana Ambar dirumah saja, karena ada Mukidi yang serabutan, biar bapaknya yang menerima titipan dan mencatatnya serta Lusi yang menyerahkan uang uang kepelanggan berdasarkan catatan bapak, Lusi masih bisa bantu ibu melayani pembeli juga bapak dan Mukidi jadi nenek dan Ambar bisa menata waktu dan istirahatnya.

Ramli pagi ini bersiap berangkat ke kampus STIKUBANK perasaannya begitu mantap , mobil sudah dipanasi dan sarapan pagi bersama keluarga. Ramli mengantar Ambar dulu selanjutnya Lusi karena arah kuliahnya sama. Sampai di kampus bertemu dengan Kirana dan Warti ketiga temannya ternyata di fakultas lain. Mereka bertiga bersama mengambil di Komputerisasi Akuntansi mereka dikumpulkan di lapangan untuk mendengarkan pidato penyambutan dan orientasi fakultas lalu memasuki klas masing-masing dengan dosen pengampu nya. Ramli bergetar hatinya jantung berdegup -degup mendengar namanya disebut dosen nomor satu karena hasil ujian masuk kemarin mendapat nilai paling tinggi ucapan selamat diberikan Warti dan Kirana serta teman lainnya sambil berkenalan dan bertukar nomor hape. Ramli mulai tak tenang ketika ada panggilan dari Sisca yang meminta jam dua nanti ngantor karena ada ketemuan dengan Soraya modeling yang meminta diundur hari Sabtu dan Minggu .Ramli tenang lagi dan mengiyakan selesai kuliah langsung ngantor. ” Ternyata begini berat mental pekerja sambil kuliah “, begitu fikir Ramli. Segala daya upaya ia lakukan untuk cita-citanya . Selesai kuliah ia langsung ke Rani intertain mengikuti rapat dan menerima scedule kerjanya yang akan datang dan disuruh mempelajari karena esok hari harus sudah deal pelaksanaannya. Ramli segera pulang kerumah dan bertemu neneknya juga Ambar. ” Kak besok temanku akan belajar kelompok disini, Ambar mau pakai ruang garasi boleh? “, begitu tanya Ambar ” Boleh dong, tapi diatur sendiri bagaimana ruangan itu bisa nyaman dan yang penting tetap bersih.. Oke..? “. ” Yes, makasih kak pasti akan Ambar bersihin garasinya ” Ambar senang sekali mendapat izin Ramli dan menelepon teman kelompoknya juga membantu nenek menyiapkan makan siang Ramli. Nenek meminta mereka pergi ke toko melihat juga membantunya karena tak biasa dengan aktivitas sekarang yang banyak istirahatnya, Ramli membolehkan asal jangan capek-capek karena malam nanti harus membeli perlengkapan kuliah sarana dan prasarananya. Ambar ingin ikut ke mall sambil bantu kakaknya Ramli. Akhirnya selesai makan mereka berangkat ke toko. Ambar duduk didepan disamping Ramli sambil membaca buku pelajaran. ” Waah rajinnya adik kak Ramli.. ” ucap Ramli sambil mengelus kepala Ambar. “Makasih kak, Ambar jadi banyak waktu untuk belajar sekarang “. ” Tapi suatu saat gantian ya sama kak Lusi karena kak Lusi bentar lagi ujian lo… “. ” Siaaap kak, Ambar siap bantu ibuk dan bapak ya kan neek…? ” Nenek meng iyakan kemauan Ambar yang baik. Mereka sampai di toko langsung membantu terutama nenek membantu ibu melayani pelanggan, Ambar membantu Lusi menghitung uang , Ramli bernegosiasi dengan bapak sambil melayani pelanggan yang memesan bolang-baling. Mukidi mengangkat dan memindah makanan yang sudah habis dan mengganti yang baru sambil mendengarkan cerita bapak yang bangga dengan Ramli anaknya. ” Ingat Ramli, keluarga nomor satu jadi bapak minta jangan kamu terlalu capek memfokuskan aktivitasmu , istirahat dan bersenanglah karena itu baik buatmu ” bapak memberikan nasihat pada Ramli dengan tulus dan mengajak keluar Lusi dan Ambar ke Java Mall untuk membeli laptop yang sesuai spesifikasi kuliahnya. Setelah mendapatkan laptop mereka makan KFC digerai. Lusi dan Ambar senang dan bahagia dibelikan pakaian baru kakaknya , di mall bertemu dengan Erlita dan adiknya Laras. Menambah kebahagiaan Ramli mengingat masa SMAnya ” Jadi kamu betul – betul ambil akuntansi Ramli? , kamu memang konsisten dengan pilihanmu sejak dulu dan kamu hebat ” , Erlita amat kangen dengan pertemuan ini. Sedangkan laras cemburu dengan Lusi yang selalu menggelayut lengan Ramli . ” Aku merindukan kamu Erlita” ,mulut Ramli berkata tanpa sadar yang membuat Erlita merah pipinya. Mereka ngobrol sambil makan , Erlita menatap Ramli sambil curi-curi pandang khawatir kalau Ramli melihatnya dan menunduk kala Ramli memandangnya. “Kak sudah jam sembilan ayuuk pulang ibuk dan bapak pasti nunggu kita “, kata Ambar tergesa-gesa. Ramli menelepon bapak kalau mereka agak malam pulangnya dan bapak menjawab: ” Gak apa sudah tutup dari tadi karena ada yang borong makanannya, bahkan mereka memesan lagi besok untuk untir-untir juga jakuwenya ” Bapak senang sekali karena yang borong temennya Mukidi yang akan buka lapak di pasar Johar dekat MAJT ( Masjid Agung Jawa Tengah)

Jam setengah sebelas malam Ramli dan adik-adiknya sampai rumah , ibu dan bapak di oleh – olehin KFC , Lusi dan Ambar memamerkan pakaian yang baru saja dibelikan kakaknya pada ibu dan bapaknya. Ramli langsung mengecek laptop yang dibelinya walaupun tadi sudah Ia cek dan mencoba menggunakannya, dan menyelesaikan tugas dikantornya “Alhamdulillah selesai sudah tugasku hari ini tinggal tugas besok yang sudah kupersiapkan juga ” . Ramli merebahkan tubuhnya di kasur. Lusi dan Ambar masih menghitung keuangan toko ditemani ibuk dan bapak sambil makan KFC. Nenek terbangun dan ikut ngincipin KFC.

Erlita sampai rumah masih terbawa pertemuannya dengan Ramli , Laras menggodanya ” Kak, aku masih kangen sama kak Ramli… kakak kangen gak…? ” Yang ditanyain malah ngeloyor langsung masuk kamar dan menguncinya. ” Hoi kak, bukain dong.. ” Laras jengkel didiemin sama kakak perempuannya Dan segera masuk kamarnya dengan dongkol ” Awas gue kerjain kamu , baru tahu rasa!” Erlita senyum-senyum sambil berkaca , laki-laki Yang dulu di gandrunginya ternyata masih cinta padanya. Erlita merebahkan tubuhnya dikasur matanya menatap langit-langit sambil senyum-senyum sendiri , matanya lelah pingin tidur tapi tak bisa tidur …akhirnya Erlita membaca buku anatomi tubuh manusia bagian kandungan Dan kehamilan. Tapi sama saja gak bisa tidur, Erlita ke kamar Laras siapa tahu bisa diajak ngobrol. Baru mau ketuk pintu terdengar suara Laras masih ngobrol “Sama siapa dia bicara kok manja sekali setahuku dia manja hanya pada Ramli dan nada bicaranyapun mirip dengan manjanya sama Ramli coba aku cek Ramli… tapi tak enak telpon malem-malem. ” Erlita kembali ke kamarnya kali ini matanya tambah melotot , ” kenapa aku ingin telpon Ramli ya.. ” antara ingin Dan enggak mengganggu fikirannya. Dan terdengar panggilan lewat wa ” Aih dari Ramli.. ada apa ya…? Apa dia merasakan apa Yang aku rasa atau dia emang pingin telpon aku karena kangen? Kelamaan mengangkat telpon akhirnya mati panggilan tersebut. Erlita bingung “kenapa tadi enggak aku angkat…? jahatnya aku.. ” pikir Erlita dalam bingung panggilan itu nongol lagi kali ini Erlita langsung angkat ” Hallo.. Malem Ram, tumben malem ginian ngebel.. , maaf tadi baru dari kamar mandi blm bisa angkat hape.. “. “He.. he.. gak apa aku kira sudah tidur maaf kalau ganggu kamu ” ” Gak apa emang kenapa? Lama banget gak hubungi aku..? ” Hapeku hilang jadi nomormu ikut hilang, untung tadi aku minta nomor kamu ” “Nomorku gak ganti sejak kita lulus sekolah tapi kamu nglupain aku, maaf ternyata hape kamu hilang, aku jadi salah sangka untul adik kamu Lusi ikut njelasin aku lega Ram ” kekecewaan Erlita berganti dengan senyuman manjanya membuat Ramli gemes. Hubungan yang terputus hampir dua tahun bersambung lagi.

Sinta model dari Soraya Modeling akhirnya datang bersama kru memasuki hotel Patrajasa diikuti Ramli dan kru mereka segera dimake up dengan merk terbaru yang seminggu sudah dicoba dan tak bermasalah, kebetulan hotel yang memenangkan tempat adalah Patrajasa dan pengunjungnya sudah membeludak dimulai dari model lokalan yang belum terkenal memamerkan lipstick dan perawatan skin care jam 21.00 Sinta dan Ramli sebagai Bintangnya model mulai persiapan keluar. Sinta begitu cantik dan Ramli yang ganteng menggandeng tangan Sinta dengan santun sekali memikat hati para pengunjung kosmetik yang menempel ditubuh kedua model amat serasi. Erlita yang ikut hadir karena undangan Ramli jadi melongo melihat ketampanan Ramli , Laras memegangi kakaknya jangan sampai cemburu melihat Ramli beradu akting. Bener juga Erlita mengeluarkan air mata.. Laras mengajak keluar sebentar tapi tak jadi Erlita masih bertahan. Moment terakhir Soraya Modeling dan Rani Intertain di daulat oleh kosmetik Sriti merk terbaru itu menanda tangani kontrak modelnya dengan menjalin kerjasama selama dua tahun. Ramli mendapat telepon dari Erlita dengan ucapan selamat atas kontrak barunya Rani Intertain dan Sriti Kometik. Ramli senang dan minta waktu untuk keluar sejenak menemui Erlita dengan berganti kostum biasa memakai twoo shirt, Erlita menyambutnya di loby dan Laras berteriak memeluk Romli. Laras amat memuja Ramli dan senang kakaknya jadian dengan Ramli.

cerbung.net

Juragan Untir-Untir Kepuntir Cinta

Score 0.0
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2019 Native Language: Indonesia
Ramli menatap sepeda motornya dengan tajam, ia heran kenapa ban motornya kempes padahal baru saja dipompakan, terpaksa ia mendorongnya sampai ketemu tempat tambal ban. Gandum 2 zak yang diatas sedel ia turunkan disamping keranjang yang berisi gula pasir, telur dan daun pisang. " Kenapa mas motornya?" tanya tukang tambal ban". " Ini kenapa ban motor saya kok kempes lagi padahal baru saja dipompakan " jawab Ramli, dan pak tambal ban memeriksa ban sepeda motor Ramli. "Mas ini bannya kempes karena ada yang bocor, coba saya pereksa kebocorannya " Tukang ban memeriksanya ternyata ada dua kebocoran di ban motornya. Ramli duduk di kursi kayu dan menelepon ibunya," Buk , Ramli akan telat sampai tumah" " laaaah kenapa ... apa yang terjadi nak..?" tanya ibunya setengah kecewa. " Ban motornya bocor harus ditambal dulu. " "kira-kira kapan selesainya...?" tanya bu Ramli minta kepastian, Ramli tanya pada tukang ban tersebut dan dijawab satu setengah jam " Buk kira-kira jam 10.00 baru nyampai rumah " " Ya sudah cepet nyampainya ya, ibu akan olah yang lainnya" " Iya buk beres. " Ramli melihat-lihat disekitarnya, ternyata tukang tambal ini namanya pak Ramelan, lima puluh meter dari sini ada orang jualan nasi bungkus Ramli pamit sebentar untuk beli sarapan. " Mbok Lami nasi bungkusnya berapa - an" tanya Ramli pada mbok Lami yang namanya tertera di dinding papan kayu. " Tiga ribuan mas tinggal pilih saja" jawab mbok Lami, " Kalau jajanan ini berapaan ?" lanjutnya " Jajanan yang sebelah sana seribuan, yang itu seribu lima ratusan yang depan itu dua ribuan dan yang ini dua ribu lima ratusan" demikian mbok Lami menjelaskan . Ramli makan disitu dan mengamati jenis makanan yang dijual. " Mbok kok disini gak ada gorengan macam gelek, bolang-baling, untir-untir " " Waaahhh makanan itu sulit carinya disini lagian gak ada yang antar kemari" jawab mbok Lami cepat " Kalau aku kirim bagaimana mbok " Kelihatannya mbok Lami setuju dengan harganya dan minta dikirim dua puluh untuk uji jualannya. Ramli makan dengan lahab, hatinya begitu berbunga mendapatkan pelanggan baru untuk ibuknya.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset