Juragan Untir-Untir Kepuntir Cinta episode 7

Bank Rakyat Semesta

Ramli mendapat telpon dari ibu Ariyanti yang menjadwalkan ujian semester nya agar mengerjakan mata kuliah keuangan dan akuntansi berbasis komputer yang diampunya, kebetulan makalah itu pekerjaan Bank Rakyat Semesta yang kesandung masalah.

Ramli segera berangkat karena status Ramli sudah okey Sisca dan Ivan sudah mengkontrol penampilan Ramli dan berangkat bersama menuju kampus, Ivan dan Sisca menunggu dalam mobil . Kalkulator dan hape menemani Ramli mengerjakan soal yang super sulit yang merupakan masalah dari Bank Rakyat Semesta dan Ramli ditemani Bu Anita bila ada pertanyaan dari Ramli.

Dua jam sudah Ramli mengerjakan soal perutnya kemrocak Bu Anita memberikan kue dan meminta istirahat sejenak , mereka membicarakan sesuatu. Ramli meminta data tanggal – tanggal yang meragukan untuk transaksi dan ada selisih pemasukkannya. Bu Anita merupakan manager Bank tersebut segera meminta asistentnya mengecek tanggal-tanggal yang diminta Ramli diikuti teller dan diawasi security serta minta di scan tanggal-tanggal tersebut.

Jam menunjukkan pukul 10.00 Bu Anita meminta Dekan untuk membawa Ramli ke kantornya, wajah Bu Anita kelihatan marah sekali.

” Ibu Anita jangan marah dulu perlu bukti stroke penerimaan dan petugas teller hari itu. Juga dibutuhkan sistem informasi akuntansi untuk ujian besok saya buk”. Ramli mencoba membuat tenang bu Anita.

” Jadi besok masih dilanjut lagi kan mas Ramli? ”

Bu Anita mulai menemukan titik terang dan membawa Ramli ke Kampus lagi. Ivan mengikutinya bersama Sisca, mereka agak bingung juga kenapa Ramli diajak keluar. Bu Anita melapor kejadian ini dan bisa dilanjutkan ke ujian besok di Informasi Akuntansi. Jam 11.00 Ramli boleh pulang. Bu Anita meminta nomor hape Ramli dan melihat Ramli keluar Sisca lansung mendamping Ramli menuju mobil lalu Sisca kembali bersama Ivan mengikuti Ramli dari belakang menuju di jalan Sriwijaya ke kantor Rani Intertain

Bu Anita fikirannya masih pada Sisca, siapa ya cewek itu? kalau pacarnya kenapa tak semobil? dan selalu menata tampilan Ramli. Anita wanita single, seorang manager cerdas dan penuh semangat lagi cantik. Dia tersenyum apa salahnya aku naksir Ramli yang ganteng, smart, pokoknya okey deh…. Eeehh dia itu model terkenal tentunya pacarnya harus okey juga… Yesss.

Besok kita ketemu lagi mas Ramli sayang dan mulai mengisi hati Anita yang belum memiliki pacar karena fokus bekerja demi masa depan bahagia.

Bu Ariyanti selaku dekan bertanggung jawab dan membina Bank Rakyat Semesta agar permasalahan cepat selesai.

Jika Ramli bisa memecahkan masalah ini Ramli bisa mendaftar KKN dan Scripsi karena materi sudah dianggap memadai.

Pak Kirnadi mempelajari kasus Bank Rakyat Semesta dan menelepon Bu Anita untuk membawa semua berkas data sebagai bahan Informasi Akuntansi. Bu Anita cukup lega dengan hasil pekerjaan Ramli yang akan dilanjut besok pagi , asisten bu Anita sudah mempersiapkan semua berkas yang dibutuhkan Ramli untuk esok hari. Bu Anita menelepon Ramli.

” Hallo met siang Bu Anita ” suara Ramli menggetarkan hati Anita.

” Siang juga mas Ramli, lagi apa sekarang..? ” Ramli tersenyum

” Saat ini lagi urus visa ..”

” Memang siapa yang urusin..? ”

” Ada.. ini mbak Sisca dari kantor “.

” Jangan telat ya besok pagi jam 8.00 tepat ”

” Okey….. tentu sampai besok Bu Anita? “.

” Sampai besok mas Ramli “. Anita tak bisa memungkiri Ia telah jatuh hati mendengar suara Ramli yang ramah menggetarkan hati.

Ramli menyerahkan berkas buat mengurus paspor dan visa pada Sisca yang kini bertanggung jawab seluruh kebutuhan Ramli.

Ramli mendapat telpon dari Erlita katanya :

” Mengapa sih jarang telpon aku? “.

” Lo.. kan baru ujian biar konsen, aku juga sibuk ujian juga kok “.

” Ah masak… mana mungkin..? Baru semester enam…eeh… semoga saja gantengku encer ngerjain ujian deh”.

” Nah.. gitu dong, doa yang baik untukku”.

” Sayang… aku kangen, minggu depan praktek kerja di Puskesmas Genuk, jemput pulang ya…? “.

” Oke…apalagi…?! “.

” Aayaaang!!!.. kok gitu sih”.

” Kok gitu gimana…? Coba dengerin.. nih ada telpon masuk dari boss Lo…? “.

” Eh… maaf, pokoknya minggu jemput ya… sun dulu….?! “.

” Sini.. sini… Hidungnya aku sun.. emuah..sampai minggu kece..sun balik dong….?! “.

” eeemuuaaahhh.. pe minggu gantengku?! ” Baru dimatikan hape bunyi lagi tapi Ramli tinggal dulu karena mau bab dan perutnya kayak kembung dari tadi kentut terus.

Bu Anita menelepon lagi tapi Ramli belum keluar dari kamar mandi Ivan melihat hape Ramli terbaca Bu Anita Bank Rakyat Semesta, Ivan tahu wanita itu yang tadi bersama Ramli Ia terpaksa mengangkat dan menjawab: ” Maaf Bu Anita mas Ramlinya masih di kamar mandi” dan memberi pesan nanti mau telpon lagi.

Bu Anita menunggu Ramli di kantor matanya menatap jam tangannya : ” Sepuluh menit lagi Ramli sampai” gumannya dalam hati, Bu Anita membenarkan dandanannya serta merapikan pakaiannya. Ramli mengetuk kamar kerja Bu Anita. Hati Anita bergetar dan segera membukakan pintu , Ramli tersenyum

” Sudah siap Bu..? “. ” Panggil aku Anita saja karena ini sudah diluar jam kerja bagaimana? kan kita bisa lebih enjoy lagian umur kita selisih tak begitu jauh kan? Aku 25 tahun sedangkan kamu? ” Ramli tersenyum ” Aku 24 tahun, ayuk kita keluar..Annittaa?! ” Deg.. deg.. plas nama Anita dipanggil Ramli , sejenak Ivan menelepon memberikan waktu dua jam keluar bersama Anita karena Ramli bilang ini privasi dan dibilang Sisca dan Ivan agak menjauh dari jangkauan. Mobil Anita dibawa driver kembali ke Damar Utara rumah Anita di Banyumanik dan dimasukkan langsung ke Garasi. Anita ingin berdua bersama Ramli menuju Tanjung mas menikmati indahnya sore. Sambil bercerita Anita mengisahkan keadaan kantor yang dipimpinnya.

” Sebenarnya aku dah jenuh di kantor yang banyak masalah, sebenarnya aku ditugaskan di Bekasi tapi tiba-tiba aku di mutasi di Semarang yang ternyata banyak beban yang ditinggalkan.

Ramli memandang Anita dalam-dalam ia menemukan kepedihan hati Anita dan stres kerja. ” Jalanin saja dulu badai pasti berlalu” Ramli membelai rambut Anita yang tertiup angin dan mengangkat mukanya ” Kamu wanita yang kuat dan tangguh aku Ramli akan membantumu agar bersih namamu ”

Anita menghapus air matanya ” Terima kasih Ramli aku butuh dukunganmu ” Ramli memeluk Anita yang meminta diantar pulang. Ramli menelepon Sisca karena segera antar Anita ke Banyumanik. Perjalanan pulang dari Tanjung Mas dirasakan Anita sungguh nyaman sekali dan Anita memegang jemari Ramli sambil mengucapkan terima kasih atas pertolongannya serta mencium tangan Ramli .

Hati Ramli berdesir rasa iba dan sayang jadi satu atas ketulusan yang Anita ungkapkan. Ketika turun Anita mencium Ramli dan Ramli memeluk Anita , Ayah Anita melihat itu karena menunggu anak perempuannya belum pulang.

Anita anak terakhir dari lima bersaudara pak Suryanto pensiunan TNI dan ibu Listianti pensiunan Pemda. Pak Suryanto mendehem mengagetkan mereka buru-buru Ramli mengantar masuk dan menyalami ayah Anita.

” Enggak mampir dulu mas Ramli sudah ibu buatin teh lo… ” suara bu Lis mengagetkan Ramli .

” Ayolah anak muda ngobrol bentar sama bapak”. Ramli tak enak menolak keinginan orang tua Anita dan Ramli menghormatinya dengan duduk disamping pak Suryanto sementara Anita mohon masuk sebentar. Anita sudah selesai mandi ketika keluar untuk menemui Ramli mereka sedang tertawa sambil ngobrol , hati Anita senang sekali melihat keakrapan Ramli dan orang tuanya. Ketika pulang Ramli mencium Anita sekali lagi perasaan tentram mengalir ditubuh Anita mereka berpelukan dan Ramli meminta izin Anita untuk pulang.

O.. La.. La… Ramli jatuh Cinta di ujung dunia yang sepontan dan perasaan rindu itu mulai memberondong hati yang paling suci. Baru kali ini Ramli mencium wanita yang benar-benar nyantol di jiwa. Hatinya berbunga kegairahan hidup menyelaminya. Telpon berdering dari Ivan ” Trima kasih Ivan atas perhatiannya aku dah didepan rumah sampaikan salam buat Sisca “.

Rumah Ramli masih sepi dan terlihat gempok pagar masih nyanthol, Ramli menelepon bapaknya ternyata mereka masih di toko Ramli menjemput mereka kelihatan nenek ikut membantu melihat Ramli pulang Ambar memeluk kakaknya. ” Ayah kak Ramli dah jemput kita….. Mukidi yang melihat Ramli langsung menyalaminya. ” Sukses ya mas ujiannya” dan dijawab ” Aamiin, trimakasih semuanya mari kita pulang” Mukidi tak mau pulang ia ingin tidur di warung karena paginya harus belanja keperluan dapur dimana kebutuhan untir-untir , jakwe serta bolang -baling banyak peminatnya terutama dari teman Mukidi cs.


cerbung.net

Juragan Untir-Untir Kepuntir Cinta

Score 0.0
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2019 Native Language: Indonesia
Ramli menatap sepeda motornya dengan tajam, ia heran kenapa ban motornya kempes padahal baru saja dipompakan, terpaksa ia mendorongnya sampai ketemu tempat tambal ban. Gandum 2 zak yang diatas sedel ia turunkan disamping keranjang yang berisi gula pasir, telur dan daun pisang. " Kenapa mas motornya?" tanya tukang tambal ban". " Ini kenapa ban motor saya kok kempes lagi padahal baru saja dipompakan " jawab Ramli, dan pak tambal ban memeriksa ban sepeda motor Ramli. "Mas ini bannya kempes karena ada yang bocor, coba saya pereksa kebocorannya " Tukang ban memeriksanya ternyata ada dua kebocoran di ban motornya. Ramli duduk di kursi kayu dan menelepon ibunya," Buk , Ramli akan telat sampai tumah" " laaaah kenapa ... apa yang terjadi nak..?" tanya ibunya setengah kecewa. "Penasaran dengan kalajutan ceritanya? yuk segera simak petualangan Ramli disini

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset