Juragan Untir-Untir Kepuntir Cinta episode 8

Ivan menyerahkan paspor dan visa Ramli selanjutnya bersama berangkat ke kampus untuk memastikan ujiannya. Bu Rani menelepon Sisca tentang keperluan Ramli dan Sabtu minggu ini sebisa mungkin bertolak ke Singapore. ” Iya siap buk paspor dan visa sudah beres saat ini Ramli masih ujian. ” Demikian Sisca melaporkan kegiatan Ramli pagi ini. ” Tiket sudah dikirim lewat email Ivan. Ramli sudah menemukan permasalahan Bank Rakyat Semesta ternyata manajer sebelumnya sudah merubah data palsu serta bukti palsu. Ramli lega bisa menyelesaikan permasalahan Anita. Saking senangnya Anita tak sadar memeluk Ramli, Pak Kirnadi menguji dan mengecek pekerjaan Ramli selanjutnya hasil kerja akan diserahkan pada dekan unruk pengujinya.

Lagi-lagi Anita salah tingkah tangannya diletakkan di atas lengan Ramli sehingga Ramli agak menjauh karena tak enak dilihat pak Kirnadi S. Pd, M. B. A yang langsung mendekat Ramli. ” Uff… maaf pak saya saking gembiranya, ” Trima kasih mas Ramli ” Anita mukanya pucat pasi melihat pak Kirnadi mengecek disamping Ramli dan Ramli melepaskan tangan Anita secara tak sadar. Pak Kirnadi tersenyum sendiri melihat Anita kikuk. Ramli terdiam dan memperhatikan pak Kirnadi mengomentari hasil ujiannya. Kabar baik ini diterima bu Ariyanti SE. MM dan segera membuat laporan manajemen keuangan yang diberikan pak Kirnadi. Sisca menemui Ramli dan memberikan catatan yang isinya *Besok Sabtu sore berangkat ke Singapore diperkirakan satu minggu berada di Singapore * ” Siap mbak Sisca ” jawaban Ramli mengagetkan Anita tapi Anita tak bisa apa-apa karena harus menyelesaikan tugasnya dengan bu Ariyanti. Sisca kembali ke mobil dan menunggu kabar Ramli. Bu Ariyanti meng acc KKN Ramli di Bank Rakyat Semesta tiga bulan kedepan. Suatu kesempatan baik untuk bercarier yang merupakan cita-cita Ramli. Surat tersebut langsung dibawa Ramli dan keluar menemui Ivan dan Sisca mereka ngobrol di mobil cukup lama, Ramli menelpon Anita ” Masih lama…? ” dan dijawab ” Sebentar lagi nih… “. ” Aku tunggu di mobil “. ” Okey… .. ni dah selesai. ” Anita keluar membawa stop map ungu dengan senyum mengembang tapi yang diajak senyum ada dalam mobil. Ramli segera keluar dan menemui Anita lalu mengulurkan tangan dan Anita mencium tangan itu, Ramli hatinya berdesir agak heran dan segera memperkenalkan pada Sisca dan Ivan, Anita begitu anggun dimata Sisca dan sangat tanggung jawab dengan pekerjaannya. Ramli pamit sama Ivan dan Sisca karena akan mengantar Anita ke kantornya dan Ivan menyusul kemudian.

Anita senang sekali surat sanggahan sudah di kirim ke kantor pusat Bank Rakyat Semesta di Jakarta dilampirkan berkas-berkas yang ada dalam dokumen rahasia kantor cabang. Ramli melihat wajah Anita yang ceria dan bahagia selalu memegang tangan kiri Ramli dan mencium tangan itu serta berucap terima kasih membuat Ramli merasa tersanjung, Ramli yang sedang menyetir mobil inventarisnya Anita tersenyum sambil berkata: ” Semoga tak ada masalah lagi dikemudian hari. ” Anita mengangguk pelan dan bersandar di lengan kiri Ramli. Kehangatan tubuh Anita menentramkan hati Ramli, sejenak Ramli ingat Erlita tapi perasaan Indah itu tak ada di benak Ramli karena Ramli sudah menganggapnya sahabat, tapi perasaan Erlita amat menyayanginya begitu tulus terasa dalam sekali . Ramli terdiam handphonenya berbunyi tak diangkatnya , Anita melihat dan menanyakannya kenapa tak diangkat? dan dijawab nanti saja. Hape berbunyi lagi Anita minta izin untuk mengangkatnya dan diperbolehkan ternyata dari Erlita, Anita agak ragu mengangkatnya ” Aah.. ini dari Erlita siapa dia? ” Anita tak brani mengangkatnya dan akhirnya diterima Ramli ” Hallo ayaaang… apa kabar…? ” begitu Ramli biasa panggil Erlita dan dijawab : ” Baik ayaaang, besok minggu jadi jemput jam berapa? “. ” Aduuh.. yang, Sabtu aku dah di Singapore… semingguan kira-kira, maaf ya harus berangkat Jumat nih” Erlita kedengarannya sewot ditambahin Anita dapat telepon dari stafnya dan obrolan itu terdengar Erlita , hati Erlita merasa di duakan dan hape itu dimatikan Erlita. Erlita menangis dalam hatinya karena ada teman sekamar saat ini Erlita berusaha menyembunyikan kegalauannya dan melanjutkan menata pakaiannya untuk dibawa pulang. Sore itu Erlita langsung pulang memesan mobil online dibantu teman sekamarnya Yanti yang pulang besok. ” Waah kita gak jadi nunut kak Ramli nih, Erlita pasti gak ngebolehin , takut kakaknya kita ambil nih yeee….. ” ” Sudah… sudah….. kakakku masih tugasnya banyak, aku tak mau ganggu.. ” Erlita amat sewot banget sama teman sekamarnya yang sok tahu, maklum saja asrama putri.

Ramli istirahat sebentar di kantor Anita sambil menunggu Ivan , Ramli menceritakan keberangkatannya ke Singapore kurang lebih satu minggu , Anita mencoba merayu Ramli agar menunda dulu kepergiannya untuk beristirahat serta jalan santai menemaninya. ” Bersabarlah dulu mungkin belum saatnya karena aku masih amat sibuk saat ini . Pintu diketuk, ternyata Ivan dan Sisca sudah sampai dan mengajak segera memberesi keperluannya karena ada orang Korea yang mengajak kerja sama esok hari. Sisca meminta maaf pada Anita karena harus segera meninggalkan ruangan ini dan Anita tak keberatan karena permasalahannya sudah selesai dan Ramlipun akan pamitpada Anita. Ramli mengatakan sangat mencintai Anita dan akan menikahinya, Ramli mencium kening Anita dan Anita membalas pelukan sambil berucap”Aku akan selalu menunggu kepulanganmu.. ” Anita mengantar sampai mobil Ivan berangkat meninggalkan Bank Rakyat Semesta. Teller pada tersenyum tapi takut dilihat Anita tapi sempat Anita melihat dan mendengar Budiman mendehem sambil menganggukkan kepala. Anita masuk ke kantor dan mulai memanggil stafnya satu persatu untuk meminta laporan hari ini dan kemarin.

Erlita sudah sampai rumah dan langsung mengunci pintu , Laras ingin masuk dan meminta dibukakan pintu. ” Tumbenan kak langsung dikunci mang kenapa? ” Laras melihat Erlita menangis langsung bungkam dan memeluk kakaknya: ” Kenapa kak….. apakah Laras punya salah..? ” Erlita menggeleng dan memeluk adiknya. “kapan kamu ujian Ras ” ” Dua minggu lagi kak, kenapa kakak kok sedih…. dinakalin teman asrama lagi ya..? ” lagi-lagi Anita menggeleng. ” Kakak capek ingin tiduran saja” ” Owh.. ya udah kakak istirahat saja dulu Laras bantu ibuk dulu ya..? ” Anita diam saja matanya dah tertutup rapat. Laras memandang wajah kakaknya yang Ayu dan memang terlihat capek sekali maka buru-buru Ia keluar menemui ibuknya. ” Mana kakakmu…? Ibu membuat bihun goreng special kesukaan kakakmu nih… “. ” Kakak kecapekan dah tidur… kopornya saja belum di beresin buk, jangan-jangan kakak sakit buk….?! ” Ibu Erlita kelihatan bingung lalu mematikan kompor dan menuju kamar Erlita , dirabanya kening dan bahunya terasa panas, ibu menyiapkan air putih dan mencari obat penurun panas, dahi Erlita di kompres dan Laras disuruh nungguin kakaknya sementara ibu menyelesaikan masakan di dapur. Hape Laras berbunyi dari Ambar : ” Hai… hallo… ada apa Mbar…? Lama tak dengar kabarmu..? ” ” Baiik kabarku kak…dah dengar kabar belum kalau kak Ramli akan buka kelas model asuhan Rani Intertain..? “. ” Eh… belum…. belum… katanya tahun depan Mbar…?”. ” Kak Lusi sudah di rekrut dan kak Lusi mau ajak kak Laras juga katanya “. ” Iya aku mau… mau bingit, ngomong-ngomong kak Ramli mana Mbar? ” ” Kak Ramli ke Singapore hari ini katanya kak Erlita sudah dikasih tahu… “. ” Yaaaaa… Aku belum denger dari kak Erlita, malahan sakit sekarang kak Erlitanya ” Ambar kecewa karena Laras belum mengerti keberangkatan kakaknya ke Singapore. ” Ya sudah eh kak nanti Ambar kabari lagi, salam buat kak Erlita ya salam kangen juga buat kak Laras ya…. Bye…. ”

Ramli, Ivan dan Sisca berangkat dari Semarang jam 10.55 menggunakan Singapore Airline. Ramli membaca draff perjanjian kontrak kerja dan mempelajarinya, di pesawat Sisca dan Ivan mengamati Ramli dengan setelan kerja hitam sungguh kece banget. Ramli dah paham dengan draff perjanjian tersebut dan menyerahkan draff tersebut pada Sisca.” Nanti kita dijemput Bu Rani di bandara Changi dan langsung di Hotel Mandarin Orchard Singapore ” kata Sisca Pramugari menawarkan makan siang dan minuman segar tapi Ramli kepikiran Erlita karena hapenya mati terus ” Tak biasanya Erlita seperti ini, ataukah Erlita sakit…? tapi kenapa Laras tak menghubungi aku..? Ah, mungkin Ia sibuk karena jelang ujian SMA sama seperti Lusi yang kemarin gak ikut di toko Sarwo ono sehingga nenek ikut bantu jualan lagi, Lusi absen di toko rencana dua minggu dan akan konsen ujian SMA nya. Dan ketika diberikan tugas merekrut model Bellia Ia senang sekali katanya buat isi waktu kosong selesai ujian. Ramli melihat pemandangan di lautan nan biru sambil menyelesaikan makanannya. Pramugari mengumumkan 15 menit lagi akan landing agar penumpang mencocokkan jam waktu Singapore yang saat ini menunjukkan pukul 13. 40 . Jam 13.55 tepat pesawat sudah landing di Changi mereka langsung menuju bagian emigrasi guna pengecekan paspor dan visa dan pengambilan bagasi . Di pintu keluar sudah menunggu bu Rani dan pak Nanang sambil membawa tulisan Selamat datang Mr Ramli.

cerbung.net

Juragan Untir-Untir Kepuntir Cinta

Score 0.0
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2019 Native Language: Indonesia
Ramli menatap sepeda motornya dengan tajam, ia heran kenapa ban motornya kempes padahal baru saja dipompakan, terpaksa ia mendorongnya sampai ketemu tempat tambal ban. Gandum 2 zak yang diatas sedel ia turunkan disamping keranjang yang berisi gula pasir, telur dan daun pisang. " Kenapa mas motornya?" tanya tukang tambal ban". " Ini kenapa ban motor saya kok kempes lagi padahal baru saja dipompakan " jawab Ramli, dan pak tambal ban memeriksa ban sepeda motor Ramli. "Mas ini bannya kempes karena ada yang bocor, coba saya pereksa kebocorannya " Tukang ban memeriksanya ternyata ada dua kebocoran di ban motornya. Ramli duduk di kursi kayu dan menelepon ibunya," Buk , Ramli akan telat sampai tumah" " laaaah kenapa ... apa yang terjadi nak..?" tanya ibunya setengah kecewa. " Ban motornya bocor harus ditambal dulu. " "kira-kira kapan selesainya...?" tanya bu Ramli minta kepastian, Ramli tanya pada tukang ban tersebut dan dijawab satu setengah jam " Buk kira-kira jam 10.00 baru nyampai rumah " " Ya sudah cepet nyampainya ya, ibu akan olah yang lainnya" " Iya buk beres. " Ramli melihat-lihat disekitarnya, ternyata tukang tambal ini namanya pak Ramelan, lima puluh meter dari sini ada orang jualan nasi bungkus Ramli pamit sebentar untuk beli sarapan. " Mbok Lami nasi bungkusnya berapa - an" tanya Ramli pada mbok Lami yang namanya tertera di dinding papan kayu. " Tiga ribuan mas tinggal pilih saja" jawab mbok Lami, " Kalau jajanan ini berapaan ?" lanjutnya " Jajanan yang sebelah sana seribuan, yang itu seribu lima ratusan yang depan itu dua ribuan dan yang ini dua ribu lima ratusan" demikian mbok Lami menjelaskan . Ramli makan disitu dan mengamati jenis makanan yang dijual. " Mbok kok disini gak ada gorengan macam gelek, bolang-baling, untir-untir " " Waaahhh makanan itu sulit carinya disini lagian gak ada yang antar kemari" jawab mbok Lami cepat " Kalau aku kirim bagaimana mbok " Kelihatannya mbok Lami setuju dengan harganya dan minta dikirim dua puluh untuk uji jualannya. Ramli makan dengan lahab, hatinya begitu berbunga mendapatkan pelanggan baru untuk ibuknya.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset