Juragan Untir-Untir Kepuntir Cinta episode 9

Perjanjian Kontrak Sriti Kosmetik

Erlita bangun dia agak heran kenapa ibuk sudah mempersiapkan makan siangnya , ibuk membantu membenarkan posisi tidur Erlita dan menyuapi makanan.

Erlita menolak makanan karena tak ada nafsu makan tapi ibu memaksanya agar segera minum obat.

Hape Erlita sudah penuh karena di carger Laras, Erlita melihat panggilan tak tejawab dari Ayang Ramli 8x dan wa dua kali Erlita membacanya yang pertama ” Ayang, aku dah di Ahmad Yani segera terbang ke Singapore doakan lancar perjalananku, peluk cium dariku”

Yang kedua ” Ayang aku dah sampai di Changi dan barusan kirim foto di bandara bersama Sisca dan Ivan dan keluar bandara berfoto bersama Bu Rani dan pak Nanang.

Erlita merasa bersalah tak mau mengangkat panggilan wa Ramli, air matanya mengalir lagi ingat pembicaraan Anita dan bawahannya …Erlita meminta Laras memfoto keluarga dikamarnya dan mengirim foto ke Ramli.

Melihat foto Erlita sedang sakit Ramli langsung video call hape yang angkat ayah Erlita. ” Apa kabar nak Ramli, maaf Erlita sedang sakit Ia baru saja ke kamar mandi mau shollat maghrib”

” Iya pak gak apa Ramli tunggu, maaf pak sakit apa gih pak? “. ” Mriyang kelihatannya, wong baru saja sampai rumah terus ambruk “.

” Nah, itu Erlita sudah selesai wudhu silahkan nak Ramli kalau mau bicara. ” Pak Darmawan menunjukkan hape dari Ramli dan Ramli melihat Erlita menuju ayahnya.

” Ayang maaf Erlita sakit “.

” Semoga lekas sembuh ya, ayang jangan sedih lagi maafkan belum bisa antar ke praktek kerjanya, saat ini aku persiapan ketemuan dengan orang Korea dan rencana kontrak besok pagi, ayang senyum dong…. ”

Ramli tak bisa menyakiti Erlita, Ia begitu sakit hati karena kemarin hape yang angkat Anita tapi Ramli tak tahu juga mungkin Erlita marah karena tak bisa menjemput nya pulang.

” Maafkan ya… Erlita shollat maghrib dulu nanti di sambung lagi ” Erlita mematikan hape.

Ramli terdiam dan duduk di kasur hotel fikirannya betul-betul tak enak. Dadanya begitu sesak perasaan menangis mempersalahkan diri sendiri saat ini Ramli seperti limpung fikirannya , panggilan wa Anita tak dijawabnya.

Ivan menemani Ramli menuju ruang meeting di hotel mandarin orchard hape dimatikan agar tak mengganggu jalannya pembicaraan Mr. Byeong Tae sudah siap bersama Bu Rani, Pak Nanang, Sisca bertindak sebagai penterjemah bahasa Korea karena Mr Adam Lee jubirnya pak Andreas sudah berangkat ke Filipina menghadiri pertemuan Bisnis pakaian jadi bersama pak Andreas bos kosmetika Sriti dan Sisca yang menggantikannya.

Sisca menjelaskan bahwa Mr Byeong Tae atau panggil saja Mr Jeon berasal dari Gwangalli Beach, Busan South Korea sesuai perjanjian dengan Mr Andreas menyetujui Sriti Kosmetika di tangani oleh Mr Ramli dari Rani Intertain bersama crew dan berhak memakai segala produk Sriti serta mengadakan show di dalam ataupun di luar negeri Korea Selatan khususnya di Busan.

Perjanjian itu sudah di tanda tangani oleh Mr Andreas dan Mr Byeong Tae alias Jeon kurang tanda tangan Mr Ramli dan dokumen besok pagi baru bisa di tanda tangani karena perjanjian antara Ramli dan Rani intertain masih dipelajari Ramli.

Selanjutnya segera berangkat ke Busan untuk mengadakan pameran dan show bersama model Busan. Bu Rani dan pak Nanang membaca ulang surat kontrak antara Rani Intertain dan Ramli selanjutnya meminta Ivan memfoto pertemuan antara Mr Ramli dan Mr Byeong Tae saat sedang dinner , mereka akrab sekali untung Sisca bisa berbicara Korea jadi lumayan bisa ketawa-ketawa. Teman Mr Jeon datang namanya Park Kim Sun bersama putrinya sebagai model Busan bernama Sherley dan diperkenalkan sama Ramli mereka langsung akrab karena memakai bahasa Inggris sehingga Bu Rani dan pak Nanang mengerti obrolan masing-masing

Singapore negara kecil tapi memiliki kemajuan yang begitu pesat , malam ini Ramli diajak Mr Jeon Byeong Tae di Start Clup Karaoke, Sherley ikut menemani Ramli kebetulan besok berangkat bareng ke Busan dalam acara yang sama dengan Sriti Cosmetic.

Ramli minta izin sebentar di kamar kecil ingin mengobrol dengan keluarganya.

” AssalamuAllaikum pak..?! “.

” WaAllaukum salam anakku bagaimana kabar hari ini..?! “.

” Alhamdulillah pak besok pagi Ramli akan tanda tangan kontrak dengan Mr Jeon Byeong Tae dan Rani Intertain dan dari Singapore akan langsung ke Busan Korea Selatan , ibu dan adik-adik mana pak? “.

” Ini mereka semua ada”. Ramli minta telpon lewat video call terlihat keluarganya sedang berkumpul, dan memberikan salam dengan cium jauhnya, ibuk tersenyum bangga dengan Ramli anaknya.

” Kak kok di toilet sih….? Kata Lusi menanyakan posisi Ramli.

“Iya sementara, nanti kakak tunjukin lokasi kakak.. karena kakak lagi karaoke brisik Lus, kapan kamu ujian? , gak usah ke toko Sarwo Ono dulu.. fokus ujian Lus! “.

” Iya kak, doakan Lusi ya kak, semoga lulus dengan nilai memuaskan ” kata Lusi sambil memberikan jempol dua dan Ambar nambahin,

” Kak Lusi besok Senin ujiannya kak dan belajar bareng sama kak Laras kemarin tapi malah ngobrol teruuus.. ”

Lusi membekam mulut Ambar..dan Ambar berontak.

” Sudah.. sudah… kalakmu mau bicara kok malah kalian pada laporan macam-macam” kata ibu mengingatkan Lusi dan adiknya Ambar yang selalu cari perhatian kakaknya.

” Loh kakak mau ke Korea…? ” tanya Ambar.

” Iya…. nanti kakak kasih videonya bentar ya kakak tak keluar toilet”

Ramli keluar toilet sambil memvideokan, nah… itu Mr Jeong sama Mr Park Kim Sun dan putrinya Sherley ( mereka memberi salam..) yang di sebelahnya Ibu Rani dan pak Nanang ..nah itu kak Siska dan om Ivan ( mereka pada memberi salam, Sherley sedang menyanyi lagu Korea dan tersenyum pada keluarga Ramli)

” Naah.. Nenek mana..? ”

” Nenek masih shollat” kata ibu.

” Sudah ya… besok sambung lagi ya…? Ayah , Ibuk doakan Ramli selalu lancar dalam bekerja dan kuliah ya…?! “.

” Iya le… Bapak dan ibu selalu mendoakanmu juga adik-adikmu”

Ramli mengakhiri pembicaraan dan Sherley menariknya agar duduk disampingnya dan meminta Ramli menyanyikan lagu Sabtu malam ku sendiri miliknya Koes Plus rupanya orang Korea suka lagu-lagu Koes Plus dan Ramli pun tak bisa menolaknya , dilanjut bu Rani, pak Nanang, Siska dan Ivan semua lagu-lagu Koes Plus .

Malam mereka balik ke kamar jam 24.00  waktu Singapore, om Nanang tidur satu kamar dengan Ivan, bu Rani dengan Sisca dan besok pagi setelah sarapan acara tanda tangan kontrak .

Jam 11 .00 menuju Busan Korea Selatan. Sherley pagi-pagi minta Ramli mengantarkan jalan-jalan sebelum tanda tangan kontrak dan menikmati sarapan di Hotel Mandarin Orchard, Ramli dengan senang hati mengantarnya, sungguh amat cantik sekali Sherley dengan memakai baju bergaris hitam putih rambut panjang nya begitu harum dan berwarna mendekati orange Sherley memang cantik, anggun dan sangat percaya diri. Ketika sarapan ayahnya membiarkan anak gadisnya bersama Ramli, Ramli mencuri foto Sherley ketika sedang menikmati roti sarapannya, Sherley agak kaget tapi ia lalu tersenyum.

” My girl friend, so beautyful. ” Ramli mencium foto itu dan Sherley merebut ingin tahu siapa pacar Ramli dan ketika dilihat bahwa itu dirinya, Sherley memeluk Ramli

” Oooh it’s me…. sure…? ” Ramli tersenyum lalu mengangkat dagu Sherley dan berkata: ” while abroad dear..” Sherley faham mungkin Ramli hanya bergurau makanya Sherley mencubit Ramli. Dunia ini penuh dengan wanita cantik dan molek tapi saat ini otak Ramli hanya Erlita yang sedang melanda sanubarinya. Anita menelpon lewat video call, dan Ramli mengangkatnya.

” Pagi mas Ramli sedang apa? ” Dengan senyum ceria Anita menatap Ramli, tahu yang telpon wanita Sherley memeluk Ramli dari belakang dan ikut menatap Anita….sambil bermanja di lengan Ramli. Anita jadi jengkel tapi Anita amat tegar .

” Pagi Anita, belum berangkat kerja? ” Ramli bertanya dan dijawab Anita

” Sulitnya mau bicara sama mas Ramli, malahan sekarang masih berduaan dengan cewek mana ini sayaang? ”

” Iya maaf sebentar lagi juga ada acara dan nanti jam 11 .00 lanjut ke Busan, maaf kalau belum bisa hubungi sayang. “.

” Gak apa, asal jaga diri saja ya.. dan jangan lupa oleh-olehnya. Okey aku berangkat dulu sayang… Met aktivitas ya.. ” Anita memberikan cium jauhnya dan Ramlipun membalasnya. Selesai sarapan acara penanda tanganan kontrak Ivan mengabadikan dengan videonya. Sherley memfoto dan membantu membenarkan dasinya tapi keburu Sisca benerin setelan jas dan dasinya. Mereka semua bertepuk tangan mengakhiri acara tanda tangan kontrak dan segera meninggalkan restoran dan menuju Bandara Changi langsung ke Busan Korea Selatan.


cerbung.net

Juragan Untir-Untir Kepuntir Cinta

Score 0.0
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2019 Native Language: Indonesia
Ramli menatap sepeda motornya dengan tajam, ia heran kenapa ban motornya kempes padahal baru saja dipompakan, terpaksa ia mendorongnya sampai ketemu tempat tambal ban. Gandum 2 zak yang diatas sedel ia turunkan disamping keranjang yang berisi gula pasir, telur dan daun pisang. " Kenapa mas motornya?" tanya tukang tambal ban". " Ini kenapa ban motor saya kok kempes lagi padahal baru saja dipompakan " jawab Ramli, dan pak tambal ban memeriksa ban sepeda motor Ramli. "Mas ini bannya kempes karena ada yang bocor, coba saya pereksa kebocorannya " Tukang ban memeriksanya ternyata ada dua kebocoran di ban motornya. Ramli duduk di kursi kayu dan menelepon ibunya," Buk , Ramli akan telat sampai tumah" " laaaah kenapa ... apa yang terjadi nak..?" tanya ibunya setengah kecewa. "Penasaran dengan kalajutan ceritanya? yuk segera simak petualangan Ramli disini

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset