Kehidupan Tiga Sahabat episode 4

Chapter 4 : Merantau

Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) sudah dimulai, Adi, Didi, dan Ade semangat belajar demi mendapatkan Universitas Negeri yang di idam-idamkan yaitu Universitas nomor satu di Indonesia. Namun yang jadi pembeda mereka untuk mengejar targetnya adalah mengikuti tempat les khusus untuk SPMB, Adi gabung ke Prima**** dan Ade gabung ke BT*** sedangkan Didi konsentrasi belajar otodidak dan hanya berdasarkan buku-buku yang berisi bank soal SPMB yang sudah dibelikan semua oleh Bapaknya.

“gw les dulu ya Di, De” ucap Adi sambil menepuk pundak kedua sahabatnya

“oke gw juga cuy, sampai ketemu besok” balas Ade

“gw pulang duluan ya” sambung Didi

Ketiganya berpisah diujung jalan sekolah, mereka semangat hanya untuk satu tujuan masuk perguruan tinggi negeri karena terlihat lebih keren dan perjuangan masuk kesana harus melawan puluhan ribu orang. Entah di Indonesia masih meng-image-kan bahwa perguruan tinggi/ universitas negeri adalah suatu kebanggan tersendiri, mungkin karena biaya pendidikan yang murah dibandingkan swasta dan akan mudahnya diterima kerja setelah lulus kuliah.

Karena SPMB ini mereka bertiga jadi sangat jarang berkumpul, mereka berkutat dengan contoh-contoh soal SPMB, kecuali hari minggu kalau mereka ikut pengajian bersama di kampungnya.

“De, gimana hasi try out lo? Bagus gak?” Tanya Didi ke Ade

“masih belum masuk sih, tapi kalau ke universitas yang lain udah masuk grade-nya” jawab Ade

“elo gimana Di?” Tanya Didi ke Adi

“masih di bawah target nih, doain aja deh” jawab Adi

Sehabis ngaji di musolah kampung mereka bertiga kembali berpisah untuk melanjutkan rutinitasnya masing-masing. Kalau dilihat mereka sudah mulai gila dengan beban SPMB-nya, heran dengan Pemerintah kenapa hal ini yang harus dilakukan, apakah bisa kalau lulus SPMB hanya dengan materi pelajaran yang memang di pakai di jurusan yang akan dipilih.

Berangkat pagi pulang malam, begitu seterusnya selama satu tahun ke depan, hampir mirip dengan orang pulang kerja. Berjibaku dengan rutinitas dunia untuk menggenggam sebuah impian dan menjadi kebanggan kedua orangtua. Hingga masa-masa pengumuman SPMB tiba, dag dig dug jantung mereka berdebar menanti Koran pagi yang mengumumkan siswa yang lolos SPMB dan menuju harapan masing-masing.

“Koran…koran…pengumuman SPMB Koran…” teriak keras loper Koran yang lewat diperkampungan

TAP…TAP…TAP… GRAP…GRAP…GRAP (langkah kaki yang berlari mengejar sumber suara)

HAFF…HAFF…HAFF… napas Didi tersengal-sengal mencari sumber suara itu.

“Didi, Adi…kita semua lolos” teriak Ade keras menuju basecamp
“serius lo De?” Tanya Didi dan Adi serentak

“sabar-sabar gw lihat dulu mana nomer ujian SPMB elo berdua, biar gw cocok-in” Tanya Ade

Sambil mengurut nomor-nomor yang serba kecil tertulis di dalam Koran, sambil sama-sama memicingkan mata mencari nama masing-masing dan nomor ujian. Keringat dingin serta suara detak jantung yang terasa menggelegar ke luar.

“Ada…ada…ada…” teriak Didi lantang sambil menunjuk-nunjuk jari di kertas Koran yang mulai lusuh karena mereka bertiga

“mana…mana?” jawab Ade

“ini pret…mata lo buta apa nama elo ada di 10 nama setelah nama gw” jawab Adi

“nama gw mana?” lirih sedih Didi menanyakan ke kedua sahabatnya

Sambil terus mereka bertiga mencari dan semakin memicingkan mata dan akhirnya….

“ini nama elo Di, cocok kok sama nomor ujian SPMB lo” ucap Ade

“Yeaayy…..Uyeahhhh….” teriak keras Didi

“Hore….finally…” teriak mereka bertiga bersama

Kebahagian terus menggelayuti mereka bertiga, maklum ekspektasi mereka berhasil dan memberikan kebahagaian tersendiri khusus kepada orangtua mereka massing-masing. Memang perjuangan dan upaya serta usaha semaksimal mungkin tidak pernah mengkhianati hasil. Kemudian mereka kembali membuka lembaran Koran yang telah tertulis nama serta nomor ujian mereka bertiga, sekali lagi dibaca dan terus berulang-ulang.

Saat mereka membaca kembali dan melihat universitas apa yang bisa meloloskan mereka, dan saat itu dengan jelas bahwa mereka masuk universitas mana, dan saat itu mereka tertawa terbahak-bahak

HAHAHAHAHAHAHAHA….

Ternyata selama ini, takdir mereka untuk selalu bersama tidak pernah terbantahkan dan memang sudah di atur sedemikian rupa oleh Yang Maha Kuasa.

Ya mereka bertiga sama-sama lolos ke universitas negeri, ya universitas negeri yang ada di pulau Sumatera, meski beda jurusan tapi mereka satu KAMPUS….

Kedepan mereka bertiga akan merantau ke tanah orang untuk mengapai cita-cita lebih lanjut. Dunia memang penuh misteri, penuh keajaiban bagi yang percaya bahwa ada yang Maha Mengatur Segala-Nya.


cerbung.net

Kehidupan Tiga Sahabat

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2017 Native Language: Indonesia
Didi, Adi, dan Ade adalah sahabat seperjuangan hidup, selalu bersama kemana pun. Lucu dunia masa kecil yang apa adanya tanpa dibuat-buat. Kisah mereka bertiga yang amat menyenangkan, tumbuh dan bertumbuh terus. Fitri sedikit bingung karena sebelumnya si Ade sudah menawarinya lebih dulu dan sebelum Ade si Ade sudah lebih dulu karena Ade datang ke sekolah lebih pagi demi bertemu Fitri lebih dulu. Kisah kasih mereka penuh tanda tanya tanpa ada yang tahu akhir kisah mereka. Apakah seperjalanan mereka mendapatkan cinta atau nestapa, atau kisah yang tidak pernah berujung.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset