Kehidupan Tiga Sahabat episode 6

Chapter 6 : Mereka dan yang ‘lain'

Kurang lebih sudah satu semester terlewati masa-masa Adi, Didi, dan Ade merantau untuk menimba ilmu di kampung orang. Selain mereka bertiga, mereka memiliki beberapa teman satu kos karena yang punya kos memiliki 8 pintu kamar kos dimana 5 pintu lainnya ditempati oleh orang yang beda pulau dari Adi, Didi, dan Ade, sehingga mereka bertiga dapat mengenal karakter dan sifat masing-masing putra daerah.

Mereka sering mendengar cerita-cerita seram dari penghuni sebelum mereka, tapi karena padatnya aktifitas masing-masing maka tidak ada yang memperhatikan bahkan menggubris cerita tersebut, namun karena adanya semester pendek membuat beberapa mahasiswa dan mahasiswi mengurungkan niat berlibur menjadi tetap mengikuti perkuliahan yang untuk mata kuliah khusus. Adi, Didi, dan Ade mengambil semester pendek tersebut dengan alasan biar cepat lulus atau lebih tepatnya belum bisa pulang karena belum ada hasil alias belum lulus. Bagus sih pemikiran mereka bertiga, dan penghuni kos ternyata mempunyai pemikiran yang sama. Waktu perkuliahan semester pendek hanya empat hari dalam seminggu artinya tidak ada perkuliahan pada hari jumat, hanya senin sampai dengan kamis. Setelah makan malam bersama di warung terdekat dan murah meriah serta bisa di utangin ^_^ akhirnya seluruh penghuni kos berkumpul bersama dan becerita-cerita, hal ini sangat jarang sekali karena perbedaan fakultas dan jurusan membuat mereka jarang sekali berkumpul dalam edisi lengkap.

“elo target berapa tahun lulusnya De?” Tanya Ibnu salah satu penghuni kamar kedua dari depan

“ya paling lama tiga tahun lah, jangan lama-lama biar nanti bisa magang-magang atau jadi volunteer setelah lulus” jawab Ade

“woy, main kartu remi yuk, gw udah beli nih” ajak Iyon penghuni kamar keenam dari depan

“ayo…” serentak dijawab bersama

“emang elo pada bisa?” Tanya Didi

Wajar Didi bertanya seperti itu, karena di kampungnya si Didi, Adi, dan Ade sudah sangat mahir bermain kartu seperti itu, apalagi bila ada acara tujuh belasan atau tahun baru atau libur panjang sekolah, otomatis itu mainan mereka saat larut malam untuk begadang.

“ya tau dikit tapi ajarin lah, jangan serius-serius amat mainnya” jawab Yose penghuni kamar pertama dari depan

“iya ntr gw ajarin, kita main-mainan aja gak usah serius-serius” ujar Kelik penghuni kamar kedelapan dari depan

“emang langsung delapan orang bisa apa?” serentak Tanya Aril, Kamen, dan Ridwan yang masing-masing penghuni kamar ketujuh, ketiga, dan kelima

“iya gampang dah, ini kan udah ge beli tida kotak nih, diatur aja” jawab Iyon

Semalam suntuk mereka bermain kartu, dimana yang kalah harus mau terima di jepit beberapa bagian di muka dengan jepitan jemuran. Dan yang paling banyak jadi korban adalah si Aril, karena dia doang yang satu-satunya baru pertama kali main remi. Akhirnya mereka bosan bermain kartu terus, selain bikin lapar, juga karena sudah tidak ada lagi bagian muka yang bisa di jepit pakai jepitan jemuran. Karena sudah tidak ada kegiatan akhirnya si Iyon buka omongan.

“elo semua tau gak kalau ada ‘sesuatu’ di kos-kos-an ini” Tanya Iyon kesumua penghuni kos

Serentak pertanyaannya membuat dahi mengkerut tanda heran atas pertanyaan tiba-tiba yang seperti itu

“maksudnya apaan nih Yon?” Tanya Aril mulai melototkan matanya

“maksud gw di kos ini ternyata ada kejadian-kejadian aneh loh, pas kemaren maghrib gw mandi, gw langsung nimba trus gw guyur badan trus sabunan pas mau ambil tuh ember buat nimba lagi masa embernya ilang, padalah gw taro di depan mata gw, karena muka gw disabunin makanya gak melek matanya, eh habis itu gw cari-cari sambil merem pas gw raba-raba tiba-tiba ada di belakang gw pas gw mau ambil eh gw ngerasa ke pegang telapak tangan gitu” cerita Iyon

“terus…terus…” ucap Ridwan penasaran

“ya gw pikir diantara elo semua ada yang isengin gw, ya udah gw buru-buru bilas, pas gw melek eh kagak ada siapa-siapa, lampu kamar mandi pojok juga tiba-tiba kelap kelip gitu, makanya gw langsung buru-buru ke kamar deh” lanjut Iyon

Ternyata cerita Iyon di iya-kan oleh Kelik dan Yose. Kata mereka juga sewaktu mandi terkadang ada odol atau sikat gigi yang berpindah, mereka pikir itu karena mereka lupa, tapi setelah mendengar cerita Iyon kejadian yang mereka berdua alami benar adanya. Dalam sekejap waktu aura malam itu berubah menjadi lebih dingin sampai-sampai hembusa angin yang menyentuh dedaunan pohon pisang sangat terdengar jelas. Memang dilokasi kos memang banyak dikelilingi pohon pisang, tapi selama satu semester ini belum terlihat buah pisang yang muncul.

GOCLAAK… BYUURR…

Sontak semua penghuni kos kaget, seperti bunyi ember yang penuh air jatuh ke sumur. Semua saling pandang menyiratkan kekhawatiran.

“tadi siapa yang mandi paling terakhir?” Tanya Ade ke semua penghuni kos

“gw De, tapi seinget gw tadi habis mandi gw taro ember sumur dibawah kok, bukan di bibir sumur” akunya Yose

Dan semua akhirnya saling pandang kembali serta mulai memepetkan badan ke satu sama lain. Sangat terasa angin tiba-tiba berhembus kencang tapi cuma persis didepan kamar tempat mereka semua berkumpul, tiba-tiba…

JEDAANG….

Semua penghuni yang ada dikamar langsung kaget dan serentak keluar kamar karena mendengar suara gerbang depan yang di tendang orang, Ridwan langsung mengambil sapu, yang lain langsung mengambil apapun barang yang ada didekatnya, secara tidak sadar mereka sedikit berani setelah kejadian itu.

“woy siapa itu?” teriak Yose
Dan tidak ada suara yang menyahut, akhirnya mereka duduk di luar kamar yang ada pelatarannya karena diluar lebih terasa adem ya mungkin karena tadi sempat keringat dingin seolah napas tercekik. Tanpa ada yang mengaba-aba ternyata si Iyon melanjutkan ceritanya

“gw rasa sumur itu ada penghuninya, liat aja banyak pohon pisang kan di luar sana?”

“udah lah Yon, ganti topik, serem tau, kan katanya kalau kita omongin, ‘mereka’ jadi dateng tau” ucap Aril sambil memegang erat tangan Ade

Emang dasarnya si Iyon yang emang berani atau emang dia pengen cerita pengalamannya, entah tapi dia lah yang paling semangat cerita.

“dulu kos ini khusus cewek tau, tapi karena banyak yang kesurupan akhirnya dikosongin dan dijual sama pemilik lama, dan ahirnya di beli lah sama pemilik baru, di renovasi, tapi sumur dibiarkan ada dan gak ada renovasi apapun” cerita Iyon

“kenapa ya gak sekalian di renovasi?” Tanya Didi

“katanya sih pas mau di renovasi udah dipasangin pipa paralon terus pasang toren eh airnya gak pernah naik” tegas Iyon

Usut punya usut ternyata di sumur itu pernah ada penghuni kos cewek bunuh diri karena dia hamil di luar nikah, karena bingung harus berbuat apa akhirnya dia lompat ke sumur. Satu minggu kemudian baru ketahuan kalau ada mayat di dalam sumur. Baru ketahuan karena saat itu sedang semester pendek jadi banyak penghuni yang pulang kampung, otomatis kos kosong. Akhirnya air sumur belum bisa digunakan apalagi dikonsumsi karena bau busuk dan anyir darah. Karena ketakutan, akhirnya pemilik menjual kosnya tapi pas dua tahun di iklan-in baru ada yang minat beli.

Tak lama setelah cerita itu bunyi ember jatuh ke sumur kembali terdengar

GOCLAAK… BYUURR…

Sontak mereka semua kembali kaget dan panik dan tak lama kemudian

JEDAANG….

Suara pagar depan di tendang muncul lagi

Dan… mulai bau anyir tercium dihidung masing-masing, dan tanpa menunggu aba-aba semua langsung masuk ke kamar Ridwan yang paling dekat, karena dengkul sudah mulai gemetar dan sulit bangun dari tempat mereka semua duduk rebahan di ubin. Ada yang kejedot tembok ada yang ke sangkut gagang pintu ada kesandung kaki sendiri, semua campur aduk demi tujuan untuk segera masuk ke dalam kamar. BRAAKK… dan pintu kamar pun tertutup, semua ngos-ngos-an mengatur napas dan sudah mulai berkeringat. Hening dan senyap dan tiba-tiba…

GRRRUUUKK…GRUUUKKK…

Suara tembok dekat jendela kamar luar seperti ada yang mencakar-cakar, suaranya sangat terdengar sekali, membuat mereka semua meringkuk dalam lindungan sarung serta mengigil ketakutan.


cerbung.net

Kehidupan Tiga Sahabat

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2017 Native Language: Indonesia
Didi, Adi, dan Ade adalah sahabat seperjuangan hidup, selalu bersama kemana pun. Lucu dunia masa kecil yang apa adanya tanpa dibuat-buat. Kisah mereka bertiga yang amat menyenangkan, tumbuh dan bertumbuh terus. Fitri sedikit bingung karena sebelumnya si Ade sudah menawarinya lebih dulu dan sebelum Ade si Ade sudah lebih dulu karena Ade datang ke sekolah lebih pagi demi bertemu Fitri lebih dulu. Kisah kasih mereka penuh tanda tanya tanpa ada yang tahu akhir kisah mereka. Apakah seperjalanan mereka mendapatkan cinta atau nestapa, atau kisah yang tidak pernah berujung.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset