Kehidupan Tiga Sahabat episode 9

Chapter 9 : Cinlok

Sudah kurang lebih satu tahun Adi, Didi, dan Ade bekerja diperusahaan yang sama. Hal-hal terkait perusahaan sudah di dapat, ada baik dan buruk, pokoknya ada hal-hal yang baik di dapat da nada juga hal buruk yang di dapat. Selama satu tahun ini mereka mengalami semua hal namun tidak yang satu ini, CINTA… ya cinta lah alasan yang membuat mereka bertahan. Didi jatuh hati kepada rekan kerjanya yang bernama Indri, sedangkan Ade jatuh hati kepada rekannya yang bernama Lilis, dan Adi agak sedikit aneh, dia jatuh hati ke orang di luar perusahaan tapi msaih satu gedung namanya Popi.

“Ndri, entar habis absen pulang kita nonton yuk” ajak Didi

“mau nonton apa mas?” jawab Indri

“ya apa aja lah, sepanjang sama kamu Ndri” sambung Didi

Tak lama di tempat yang lain…

“Lis, entar habis kerja kita makan di luar yuk” ajak Ade

“mau makan dimana? Tapi cari yang se arah gw pulang ya?” Tanya dan tawar Lilis

“oke siap” jawab Ade

Dan tak lama di tempat lainnya lagi Adi sedang mengetik sesuatu di salah satu aplikasi smartphone-nya dan mengajak Popi yang sedang bekerja.

Dret… dret… (bunyi getar handphone)

“Pop, entar pulang kerjanya bareng ya?” ajak Adi

“oke, ntar gw tunggu di bawah” jawab Popi

Ketiga sahabat itu sedang di mabuk cinta, cintanya cinta lokasi, lokasinya di tempat cari makan. Akibat itu semua kebersamaan Adi, Didi, dan Ade jadi berkurang drastis, tapi semua itu lumrah dimaklumi karena banyak dirasakan oleh kaum Adam dan Hawa bila sudah memasuki fase-fase tersebut. Cinta itu buta membuat pikiran pelakunya terbutakan, hanya bergerak atas dasar cinta, cinta itu semu, tiiak berwujud tapi terasa.

Mereka bertiga bertemu secara tidak sengaja setelah melaksanakan hajat percintaannya dengan masing-masing perempuannya, bahagia sangat terpancar dari wajah Adi, Didi, dan Ade, masing-masing perasaannya mengawang jauh di atas langit, melangkahkan kaki bagai tidak berpijak padda bumi. Tidak ada kata yang terucap diantara mereka, hanya guratan-guratan cinta yang semu mempermainkan kata-kata di jiwanya.

Sampai suatu saat Adi menghampiri kedua sahabatnya, namun tiada kata yang terucap, hanya tatapan kosong menyiratkan kebingungan akan kehidupannya.

“ada apa Di?” Tanya Ade yang sadar akan keadaan Adi, yang hanya di balas oleh Adi tatapan kosong tak berjiwa

DEEPPP… (Didi pun menepuk pundak Adi) yang menyadarkan lamunan dan tatapan kosong Adi

“elo kenapa Di?” Tanya Ade sekali lagi setelah Adi sadar

“gw bingung bro, binngung banget” jawab Adi

“apa yang elo buat bingung? Elo bisa cerita ke kita berdua” lanjut Didi yang semakin penasaran akan perubahan sifat Adi

“hamil… Popi… Hamil… Popi hamil” lirih Adi tanpa bisa memandang wajahnya ke kedua sahabatnya

“APA???” serentak Didi dan Ade

Suasana saat itu langusng berubah drastis tanpa ada yang mampu melanjutkan pertanyaannya, ceritanya, pengakuannya. Angin menerpa sepoi-sepoi jendela basecamp mereka bertiga yang membuat sedikit kesejukan setelah informasi yang membuat hawa ruangan sedikit tercekat.

“gw kebablasan” ucap Adi lirih

“gw gak tau bagaimana bisa seperti itu, hanya nikmat yang gw rasain bro, kita berdua sama-sama menikmati kok” lanjut Adi

Pepatah yang mengatakan kalau berdua-duaan akan muncul satu makhluk yang membuat jadi bertiga terngiang jelas ucapan pak ustad kampung dulu waktu mereka kecil. “janganlah kalian bermain-main dalam hawa nafsu, “nikmat memang dirasa di awal tapi laknat yang tidak terkira diakhir” lantang pak ustad saat itu. Suara helaan napas Adi, Didi, dan Ade terdengar berirama saat mereka mengingat-ingat kembali ucapan pak ustad itu, sesal tiada habisnya.

“terus Popi maunya gimana?” Tanya Didi ke Adi

“dia belum siap, dan dia setuju untuk ngebuang” jawab Adi

“maksudnya gimana?” sambung Ade

“ya di gugurin” tegas Adi

“GILA LO DI!!!” teriak Didi dan Ade sedikit emosi

“ini gw yang ngejalanin dan bukan elo semua yang jalanin!” lantang Adi sembari keluar dari basecamp mereka, yang sudah dua puluh tujuh tahun mereka sambangi setiap hari, mempersatukan arti kata sahabat.

Setelah kejadian itu Adi sudah jarang terlihat di kampung, di basecamp hanya Didi dan Ade saja. Menurut Didi si Adi sudah sangat berubah setelah semakin dekatnya hubunganya dengan perempuan yang bernama Popi. Tanggung jawab atas pekerjaan Adi di kantor pun sudah mulai terbengkalai, jarang masuk, sekalipun masuk Adi ijin setengah hari. Karena kelakuan Adi di kantornya, membuat ritme kerja teman-teman kantor menjadi berantakan. Beberapa rekan kerja sudah mengeluhkan performance Adi, namun semua itu jadi semua orang memandang Didi dan Ade dan menyalahkan mereka berdua, karena semunya tahu kalau Didi dan Ade adalah kawan dekatnya Adi. Ada yang diplomatis menanyakan mengapa Adi seperti itu perubahannya ke Didi dan Ade, namun hanya diam yang di dapat dari Didi dan Ade.

Didi dan Ade hanya termenung karena sudah tidak ada kabar dari Adi yang sudah dua minggu lamanya menghilang tanpa kabar yang jelas. Terakhir mereka bertemu saat pengakuan Adi atas permasalahannya, entah mengapa perubahan sifat dan tingkah laku Adi sejak akrab dan menjalin hubungan dengan Popi. Dalam batin mereka berdua menuduh Popi yang sudah berbuat yang tidak-tidak ke salah satu sahabatnya itu, Ade bahkan menuduh Popi bermain pelet, hahaha… lucu bila punya pemikiran seperti itu. Dalam lamunan mereka berdua di basecamp tanpa sengaja melihat sesosok yang sebenarnya sudah tidak asing bagi mereka berdua, ya itu tidak salah lagi, itu Adi.

“Di… Adi…” teriak Ade memanggil dengan penuh semangat

Didi pun langsung mengejar sahabat kecilnya itu dengan kecepatan penuh, tapi setiap mereka berdua memanggil Adi, entah mengapa Adi seolah-olah tidak dapat mendengar panggilan namanya atau memang sengaja tidak mendengar.

“Di.. gila loe ya, kagak ada kabar sama sekali” Tegur Ade setelah sempat menahan langkah kakinya Adi

“eh elo De” jawab Adi santai tanpa ada rasa rindu dan biasa saja

“Di, kemana aja loe? Sekarang mau kemana?” Tanya Didi sembari mengajak Adi ke basecamp

Entah mengapa dari segi fisik si Adi sangat terlihat kucel, tidak seperti gayanya dulu yang sedikit perlente apalagi dia anak yang di manja oleh kedua orangtuanya.

“oke dari tadi elo belum jawab pertanyaan kita? Sebenarnya elo kemana aja sih?” Tanya Ade sekali lagi

“gw lagi ada urusan De, gw lagi nyelesaian masalah gw sama Popi biar semua beres” jawab Adi

Didi dan Ade pun tertegun dan dalam batin mereka apakah benar Adi akan menyelesaikan semua urusannya. Terlebih lagi HRD sudah memberikan peringatan ke Adi atas mangkirnya dia di kantor. Sebenarnya urusan semakin panjang dan bisa-bisa si Adi bisa terkena PHK dari tempat bekerja.

“terus urusan loe sama Popi sudah selesai Di” Tanya Didi

“gw kayaknya gak bisa ngelepasin dia Di, soalnya udah sayang banget gw sama dia” jawabnya langsung

“ckckckck…. Gila loe Di” sambar Ade

Tanpa kata-kata si Adi pun segera meninggalkan mereka berdua. Sudah tidak ada perasaan sekali si Adi kepada kedua sahabatnya, perubahan yang sangat drastis. Didi dan Ade pun hanya saling bertatapan dan menggelengkan kepalanya, sedih yang dirasakan mereka berdua atas berubahnya salah satu sahabat kecilnya itu.

Satu kertas HVS A4 diambil oleh Ade yang tertinggal di mesin foto copy bersama di kantor, dan Ade pun terperangah atas tulisan yang tertulis di kertas itu “DIBERHENTIKAN DENGAN TIDAK HORMAT KEPADA SDR. ADI SUF**N*O.

HUUFFTT… hela nafas si Ade yang berat dan panjang.

THE END


cerbung.net

Kehidupan Tiga Sahabat

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2017 Native Language: Indonesia
Didi, Adi, dan Ade adalah sahabat seperjuangan hidup, selalu bersama kemana pun. Lucu dunia masa kecil yang apa adanya tanpa dibuat-buat. Kisah mereka bertiga yang amat menyenangkan, tumbuh dan bertumbuh terus. Fitri sedikit bingung karena sebelumnya si Ade sudah menawarinya lebih dulu dan sebelum Ade si Ade sudah lebih dulu karena Ade datang ke sekolah lebih pagi demi bertemu Fitri lebih dulu. Kisah kasih mereka penuh tanda tanya tanpa ada yang tahu akhir kisah mereka. Apakah seperjalanan mereka mendapatkan cinta atau nestapa, atau kisah yang tidak pernah berujung.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset