Kesalahan Termanis episode 16

Pertemuan Pertama

Sabtu itu bulan Agustus 2017, adalah janjian pertama gw dengan Sasa untuk bertemu. Semalem gw ga bisa tidur. Gw bingung mau ngobrol apa aja besok waktu ketemu. Setelah gw selesai bekerja jam 13.00, gw mencari bis pulang ke rumah. Dan seolah Tuhan mengijinkan gw bertemu dengan Sasa, jalan sabtu itu lancar dan gw sampai di terminal dengan cepat sekitar jam 13.45. Di terminal gw sempat menghubungi Sasa melalui telepon tapi tidak diangkat. Gw akhirnya cuma chat saja untuk mengabarkan gw sudah di terminal dan menuju ke rumah untuk siap-siap. Perjalan gw ke rumah juga tidak ada hambatan. 15 menit gw sudah sampai dirumah. Akhirnya gw siap-siap dari mandi dan makan. Pukul 14.15 gw sudah siap semua. Sebelum gw berangkat gw chat Sasa..

Gw : “Sa. Aku berangkat ya. Setengah 3 aku sampe di sana. Ditunggu.”
Sasa : “Aku agak telat ya ry, masih beli perlengkapan bayi buat anakku. Aku usahain cepet kok.”
Gw : “Iya gpp. Hati-hati di jalan ya.”

Gw menuju cafe XXX siang itu. Sepanjang perjalanan pada ahri itu terasa sepi. Jam 14.30 gw sudah sampai di lokasi. Gw parkir motor gw. Sebelumnya gw sudah sekali ke cafe ini dan menurut gw cukup sepi untuk siang dan sore hari. Tempatnya juga nyaman. Gw masuk ke cafe itu dan melihat ada sepasang kekasih yang lagi ngobrol di dekat meja kasir. Gw akhirnya memilih duduk di sebelah jendela. Jendela tersebut langsung mengarah ke parkiran motor. Jadi ketika Sasa datang, gw bisa tau.

Sekitar 15-20 menit gw menunggu..
Ada satu motor datang dan parkir. Gw yakin itu Sasa dan ternyata benar. Dia melepas helm dan jaketnya. Hari itu dia memakai hijab putih. Dari parkiran motor menuju pintu masuk, mata gw dan mata dia bertemu. Dan dia tersenyum…
Perasaan gw sudah tidak bisa gw gambarin lagi. Gw gugup, senang, bahagia, bingung semua bercampur jadi satu. Sasa masuk cafe dan menghampiri gw. Gw berdiri dan gw mengajaknya bersalaman…

Sasa : “Hai Ry”
Gw masih ingat dia mengucapkan kata itu sambil tersenyum.
Gw : “Oh ini yang namanya Sasa. Akhirnya ketemu nih.”
Sasa : “Salah sendiri dulu bolak balik aku ajak ketemu tapi nolak terus. Hihi”
Gw : “Ya kan dulu gw banyak sibuknya.”

Sore itu gw dan Sasa bertemu. Pembicaraan kami sebatas pekerjaan saja. Bahas gosip di kantor. Semua hal yang baisa kita bahas melalui telepon dan kini kita ngobrol langsung. Gw akhirnya memesan minuman saja karena Sasa bilang dia sudah makan dan masih kenyang. Cafe itu menjadi “saksi bisu” gw dan Sasa bertemu untuk pertama kali. Tidak ada gombalan yang keluar dari mulut gw dan Sasa. Mungkin gw malu mengatakan langsung saat bertemu

Satu jam berlalu, jam sudah menunjukkan empat sore. Gw melirik ke arah jam dan berkata :

Gw : “Cinderella harus pulang kayaknya.”
Sasa : “Iya Ry, ga bisa lama nih. Maaf ya.”
Gw : “Gapapa Sa. Bentar ya.”

Gw menghampiri kasir dan membayar bill minuman gw dan Sasa. Selesai itu, kita sama-sama menuju parkiran motor. Gw sudah menyiapkan uang receh untuk membayar parkir dan gw serahin ke tukang parkirnya.

Sasa : “Makasih ya ry. Jangan sedih. Selanjutnya ketemu lagi ya. Jangan bosen ketemu aku.”
Gw : “Iya beres kok. Hati-hati di jalan ya. Makasih juga sudah mau sempetin ketemu.”

Gw melirik ke arah jam di tangan gw. Waktu menunjukkan 16.10 saat Sasa perlahan meninggalkan cafe itu. Gw berdiri dan melihatnya..
Melihat dia menjauh dari pandangan gw. Setelah selesai, gw bergegas pulang ke rumah. Sepanjang perjalanan gw bahagia tapi tiba-tiba gw teringat sesuatu. Di otak gw teringat satu hal bahwa Sasa adalah istri orang…

Note : Cafe yang gw maksud disini sekarang ternyata sudah tutup. Ada di jalan MERR bagi yang di Surabaya pasti tahu karena tempatnya bagus dan memiliki ciri khusus berupa tempat duduk menyerupai sangkar burung di lantai dua.


Kesalahan Termanis

Kesalahan Termanis

Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2019 Native Language: Indonesia
Hi, perkenalkan nama gw Ryan. Tahun ini aku berumur 27 tahun bekerja di salah satu karyawan swasta di Jawa Timur sebagai Production Planning. Disini gw mau menceritakan kisah cinta “terbaik” yang terjadi ditempat gue bekerja sampai sekarang yang ga akan dilupain seumur hidup.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset