Kesetiaan Yang Ternoda episode 5

Mengenang Masa Lalu

Salim mengirim pesan lewat WA , ” Terima kasih Naila sudah berbagi nomor padaku, aku terkesan foto profilmu menerima plakat logam sebagai tim medis “. Salim mengucapkan selamat atas kesuksesannya Naila.

Yah …lagu lama Salim berawal dari perhatian dan sanjungan lalu pendekatan alias pdkt, Naila masih teringat saat Salim akan merenggut kesuciannya ketika diajaknya ke Telaga Sarangan lalu kemalaman dan mencari penginapan di sana. Saat itu selesai ujian Salim mengajak ke Telaga Sarangan dan menggunakan mobil yang biasa Ia pakai kuliah , mulanya ada teman yang ikut tapi ketika hari keberangkatan tiba temennya tak jadi ikut akhirnya Naila dan Salim berangkat berdua.

Salim mengajak naik boot , berkuda dan makan sate. Semua yang mentraktir Salim .. maklum Salim anak orang kaya pedagang cengkeh asal kota Tegal dan memiliki rumah di Semarang di daerah candi lama. Ibu Salim bekerja di Bank Niaga dan ayahnya mengurus bisniz cengkeh. Sebenarnya Salim adalah cinta pertama Naila dan sudah sering Naila diajak pergi ke Tegal sebagai gudang cengkeh juga ke Malang Jawa Timur sebagai kebun cengkeh dan pengeringnya.

Salim sebenarnya amat teliti dan mewarisi keahlian mengurus cengkeh dari panen, mengeringkannya sampai diajak bapaknya menjual ke pabrik rokok yang memproduksi rokok kretek. Tapi sang Ibu menginginkan Salim menjadi seorang farmasi yang mengurus segala macam obat dan mengolahnya karena berbakti maka Salimpun kuliah di Akademi Farmasi demi ibu tersayang dan berkenalan dengan Naila anak seorang pensiunan.

Karena harta berlimpah dan Salim putra bungsu dari 3 bersaudara dan kedua kakaknya wanita menjadikan Salim amat disayang keluarga segala kebutukan Salim dipenuhi dan diberikan seorang pelayan yang mengurus segala keperluan Salim dan juga dilengkapi alat keperluan rumah tangga seperti mobil ataupun motor. Nailapun kecripatan ketajiran Salim tapi Naila tidak silau harta karena keluarga pensiun hidup hanya untuk cukup saja tak berlebihan.

Banyak cewek yang mengejar Salim dan Salimpun terlena karena serba ada sehingga  Nailapun mulai menjauh. Tapi Salim masih amat mencintai Naila karena Naila selalu menasihatinya kalau salah dalam bergaul. Salah seorang teman wanita Salim tak menyukai Naila dan ingin menjauhkan Naila dari Salim. Desi nama wanita itu dia mengatakan terus terang mencintai Salim dan ingin Naila menjauh dari Salim.

Desi          : “Eh.., kamu  yang sok alim berapa kali kamu tidur dengan Salim..?” sambil bertolak pinggang Desi menghardik Naila.

Naila        : ” Maaf mbak, siapa mbak ini…?”

Desi          : “Aku calonnya Salim dan yang selalu menjadi teman tidur kalau Salim ke Malang”.

Naila         : “Oh, rupanya Salim sudah ada calonnya…maaf kalau begitu, saya teman kuliah Salim saya kira mbak tahu”. Uluran tangan Naila di tolak Desi. Naila tak menjadi gusar karena dalam hidup Naila tak ingin merebut pacar orang meskipun hati Naila dongkol pada Salim.

Naila yang malam itu tidur dengan putri ke-2 kakaknya Salim yang bernama Najwa,  sedangkan kakaknya Salim bernama Fatonah petani cengkeh di Desa Sidodadi  Malang mengolah lahan seluas 2 hektar . Kakak pertama Salim bernama Sarah tinggal di Tegal seorang pemasok cengkeh yang di didik Husain (nama ayah Salim) agar kuat jadi pedagang dia memiliki tanah 2 hektar pula dan di urus tanaman cengkehnya oleh sepupunya.

Salim mengajak Naila kekebun cengkehnya kak Fatonah  yang hampir  berbunga dan perlu penjagaan ekstra hati-hati. Naila dikuntit Desi  saat mengecek kebun dan Naila berhenti minta pulang karena merasa tak nyaman, Salim jadi heran kenapa tiba-tiba dingin begitu sikap Naila.

Salim          : “Ada apa kamu tiba-tiba seperti ini Naila..?”

Naila           : “Tanyakan saja pada wanita itu…aku merasa tak nyaman”.

Salim          : “Desi…?, ada apa dengan Desi….?”.

Salim bencoba memenggil Desi tapi Desi  berlari begitu terlihat Naila dan lebih kencang larinya ketika Salim memanggilnya.

Salim merasa keheranan ” Ada apa sebenarnya?” Salim kembali menuju Naila tapi dia sudah tak ada dan kembali ke rumah Fatonah kakaknya.

Salim          : “Kak  Naila sudah sampai..?”

Fatonah     : “Iya barusan….”. Salim menuju kamar Najwa dilihatnya Naila sedang menata pakaian karena hendak pulang. Salim bertanya lagi tentang apa yang sudah terjadi.

Naila          : “Terus terang Salim aku minta Desi harus tahu percakapan saya dan kamu, kalau kamu tak bisa menghadirkan Desi aku pulang sendiri tak apa”. Fatonah mendengar keributan antara Naila dan Salim dan menyebut-sebut Desi, Fatonah coba mendengarkan masalah.

Salim         : ” Naila…aku amat mencintaimu…aku tak ingin kamu marah, aku akan memanggil Desi saat ini juga”. Fatonah  menyadari keadaan ini dan melarang Salim memanggil Desi .

Fatonah    : “Biar aku yang memanggilnya, mungkin ia tak mau datang kalau kamu yang memanggilnya”.

Salim         : “Kenapa kak….apa yang kakak tahu tentang Desi…..”.

Fatinah      : “Maafkan kakak Salim….Desi itu amat mencintaimu dan tiga bulan yang lalu saat kamu dan Naila kesini dia mau bunuh diri, dia cemburu pada Naila, ini permintaan bapak Desi sebagai mandor cengkih kakak , sementara meminta kalau Desi adalah calonnya Salim.

Salim          : “Kenapa kakak tak menceritakan padaku…mempermainkan perasaan orang lain saja”.  Salim marah pada kakaknya

Fatonah     : “Kamu tak tahu situasi saat itu….Desi mau bunuh diri…dan mandor Kasman mengancam kakak akan membakar pohon cengkeh, sedangkan mas Broto belum pulang kerja, maka kakak yang bertanggung jawab semua itu.

Naila           : “Maafkan Naila kak, Naila gak apa-apa dan Naila iklas kalau memang harus seperti ini yang terjadi. Akhirmya Naila pulang diantar Salim.

Mulai saat itu Naila tak mau bicara pada Salim , sampai kelulusan tiba dan Salim membuka suara untuk memperbaiki keadaan sampai Salim membuat jebakan mengadakan tur dan Naila tak bersama bis karena penuh dan terpaksa bareng Salim ternyata bis menuju Yogya dulu dan Naila harus menginap di Telaga Sarangan. Malam yang dingin itu membuat Naila tak bisa tidur. Salim memberikan minuman wedang jahe yang dibelinya di depan hotel sambil menonton tivi . Salim tak ngantuk-ngantuk  padahal Naila amat capek sampai akhirnya Naila tertidur. Salim kasihan dan memindahkan Naila ke dalam.

Salim bingung karena kamar tak bisa di kunci dari luar maka Salim mengunci kamarnya dan tidur sekamar dengan Naila. Karena dingin Naila memeluk Salim sampai akhirnya Salim tak tahan dan menciun serta memeluk Naila. Saat itulah Naila terbangun lalu  mengusir Salim sambil menangis.

Salim         : “Maafkan aku ….aku tak melakukan apa-apa padamu…tadi itu aku tak sadar…karena kau tertidur diluar”.

Naila          : “Kamu memang jahaaat…dasar cowok suka nidurin wanita…keluaaar…”. Salim diusir dan di pukul pakai bantal.

Naila mengunci pintu  dan menangis dalam kamar sementara Salim amat menyesali perbuatannya, tapi itu memang kesalahannya Ia amat mencintai Naila tapi bingung untuk mengawalinya apalagi Naila bilang *dasar cowok suka nidurin wanita* semakin bingung dibuatnya…” Emang aku niduri siapa…?, dan dimana..? lalu kapan…?”. Salim berfikir tapi semakin dipikir malah pusing jadinya. Salim memainkan games di aplikasi hape karena merasa amat bersalah sampai akhirnya tertidur.

Naila menemukan dompet Salim dikasur dan iseng ia membukanya, ada uang, ATM  ada KTP miliknya serta STNK juga SIM ketika mau memasukkan kembali ada foto yang mengganjal ketika dilihat toto itu adalah miliknya yang sedang duduk di kursi bangku kuliah. Naila heran kok bisa dia ambil foto aku..?, maka Naila memfoto ulang foto tersebut dan foto asli dikembalikan lagi.

Jam delapan pagi Naila sudah sarapan pagi pakai nasi pecel dan kerupuk gendar , Naila membangunkan Salim dengan mengetuk pintu dan Salimpun bangun Naila memasukkan pecel dan krupuk gendar juga sate sepuluh tusuk  lalu , Naila membayarnya.

Naila membeli mainan boneka winnie the poh dan stiker Bismillah dan ditempelkan di setir mobilnya.

Salim          : “Terima kasih Naila.., kamu baik sekali”.

Naila           : “Ini biar selalu selamat dalam perjalanan, meskipun tanpa aku”. Salim bergetar hatinya terharu sekali, seolah Naila akan meninggalkannya lama sekali.

Salim tak berani memandang Naila dan Nailapun merasakannya kalau Salim merasa bersalah.

Naila           : “Ayuk kita pulang”.

Salim          : “Ayuk” suara Salim masih dingin. Sampai rumah Naila , Salim mengucapkan kata perpisahan dan sekali lagi meminta maaf atas kejadian semalam.

Naila           : “Lupakan apa yang sudah terjadi dan kita masih selalu berteman, semoga hari-harimu selalu menyenangkan.

Naila terbangun dari tidurnya karena Herlian membangunkannya dari kursi sofanya karena kelelahan.


cerbung.net

Kesetiaan Yang Ternoda

Score 0.0
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2020 Native Language: Indonesia
Naila belum bisa tidur meski hari menjelang subuh, wajah HarLian suaminya mengganggu terus. Dua hari berturut-turut hapenya gak diangkat padahal posisi masuk ...ingin ia menelepon Cris sahabat Lian menanyakan keberadaan suaminya tapi Naila mengurungkannya karena tak enak menanyakan masalah rumah tangganya pada Cris yang masih bujangan. Naila dan Lian sudah 25 tahun berumah tangga saat ini Naila berusia 45tahun dan Lian suaminya berumur 50 tahun selisih 5 tahun tak kelihatan perbedaannya dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Perlahan air matanya mengalir suara adzan subuh memaksa Naila berwudhu dan melakukan shollat subuh. Air matanya tumpah ruah Naila mengadu pada Tuhannya memohon agar suaminya selalu dilndungiNya. Naila hendak membaca Alquran tapi hapenya berdering .... dari mana ? Naila tak mengenalnya . Berkali-kali hape berdering ...Ia biarkan, Naila baru sadar jangan-jangan itu suaminya..mungkin hapenya hilang dan ganti baru maka Nailapun mengangkatnya, tapi apa yang terjadi..? Naila mendapatkan suara lengkingan ketawa wanita dan mengejeknya..."Dasar wanita bodoh ...tolol...tak bisa melayani suami dengan baik...! ha..ha...ha...tolol..." . Naila mematikan hapenya dengan gemetaran. Masih menggunakan mukena Naila mengadu lagi pada Tuhannya " Ya Allah....cobaan apakah yang Engkau berikan padaku..mengapa hatiku terasa tak enak sekali ...tolonglah hambaMu Ya Allah..". Naila menutup doanya dan memberesi kamar tidur karena anak perempuannya akan segera sekolah. Naila menuju dapur mempersiapkan sarapan dibantu Ratemi yang sudah membuat nasi goreng. " Selamat pagi ibuk Naila , susu sudah hangat dan bisa segera diminum " " Terima kasih mbok Ratemi, Andin sudah bangun ?.......

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset