Kisah Hidupku episode 12

Bagian 12 Teror Baksos Kuliah

Masa SMA ini berakhir dan yang paling berkesan saat itu EBTANAS berganti menjadi UAN dan saya salah satu murid SMA yang ikut ujian dengan rambut cukup panjang dan disemir Pink, iyaa…. Semir pink. Bahkan, sudah jadi target pengawas sekolah lain agar saya tidak diperbolehkan ujian akhir saat itu. Untungnya…. Wakasek pas sidak ke ruangan kami ujian, malah saya mendapatkan pembelaan karna di aturan ujian juga tidak ada larangan siswa semir rambut untuk tidak bisa ikut ujian, selain itu kami (wakasek) sengaja memberi kelonggaran bagi siswa yang sudah kelas 3. Jadi anda disinikan tugasnya hanya sebagai pengawas ujian, ngapain mencampuri aturan sekolah kami, yang penting mereka bisa ikut ujian dan lulus. Saat itu kepala sekolah sedikit memberikan kelonggaran bagi siswanya yang sudah kelas 3. Diperbolehkan rambut panjang dan disemir, tapi tetap pakaian kudu rapi dan ikut aturan sekolah.

Di kelas 3 jurusan bahasa ini emang paling enak kawan, jadi contohnya saat guru Bahasa Indonesia tidak bisa hadir dan mengajar serta memberikan tugas. Kami tidak bolos malah semua kompak mengerjakan tugas secepatnya selesai lalu mencari guru mata pelajaran berikutnya, jika guru tersebut masih mengajar di kelas lain maka kami minta diberikan tugas soal duluan jadi pulang cepat tapi tugas semua terselesaikan. Paling apes kalo jam terakhir yang mengajar adalah wali kelas kami guru bahasa Prancis, dijamin…. nggak bakal bisa minta tugas karena Beliau pasti mengajar tepat waktu dan selesai mengajar tepat waktu. Eeeiittzz…. Jangan salah, biar kata killer tapi guru bahasa Prancis kami, orangnya paling santai. Saat dia mengajar kita diperbolehkan sambil makan atau nyemil, kalo bosen boleh tidak ikut pelajaran Beliau tapi tetap dihitung absen dan kalo ngantuk boleh tidur di kelas. Saya salah satunya yang sering tidur di kelas, untungnya nilai bahasa Prancis saya masih diatas angka 7.

UAN telah usai…. Kami mengalami libur yang cukup panjang di tahun 2005. Bahkan, aku ingat betul saat ujian masuk Universitas ijazah SMA belum keluar karena pergantian EBTANAS menjadi UAN, kalo sekarang jadi UN. Aku bersyukur sekali bisa diterima di universitas negeri di Bali program extensi jurusan hukum. Sebenarnya aku sudah daftar di salah satu sekolah pariwisata di Bali, saat itu hari terakhir daftar ulang. Namun di perguruan tinggi negeri yng aku incar disaat bersamaan malah baru pengumuman, jadi… Saat itu benar-benar gambling dan sudah pasrah jika tidak dapat maka akan mengulang ujian tahun depan. Di Universitas ini semua urusan administrasi aku selesaikan sendiri, jadi begitu pengumuman keterima aku langsung ke kampus jurusanku dan kuselesaikan semuanya sore sampe hampir tengah malam. Bahkan untuk Ospek dan lain sebagainya urusan administrasi juga sudah beres semua.

Saat ospek atau Mos di perkuliahan tak merasakan hal yang ganjil, jangan salah kejadian menyeramkan terjadi saat kami mengadakan bakti sosial. Walaupun jaman saya ospek masih disuruh bawa yang aneh-aneh, tapi frekuensinya sudah tidak seperti angkatan sebelum saya.
Hari itu saat nya kami semua pergi baksos ke suatu desa yang masih sangat asri dan sejuk, bahkan untuk MCK pun kami harus ke kali atau sungai terdekat kawan. Yaa…. Boleh dibilang sekalian refreshinglah biar nggak stress, meskipun yang kami lakukan disana nanti lebih banyak membantu penduduk desa. baksos masih diadakan di Pulau Bali dan nama tempat kami baksos saat itu adalah………..

Tugas kami ketika baksos adalah memperbaiki saluran irigasi dan ikut membantu membangun penyengkar/pagar untuk pura desa. Kami disana menginap selama 5 hari 4 malam. Saat hari pertama disana…. kami membuat tenda dan ada tenda yang sengaja dibuat terpisah di khususkan untuk para wanita yang sedang datang bulan, karena pantang bagi wanita datang bulan untuk berada dekat dengan areal Pura.
Malam itu karena kami baru tiba dan baru saja selesai mendirikan tenda, maka kami semua langsung diarahkan ke balai desa untuk diberikan arahan oleh kepala desa dan pemuka adat di balai desa. Sebelum keberangkatan ke Balai Desa, Pihak panitia sudah mengantisipasi dengan menginfokan kepada seluruh anggota ospek untuk membawa alas tidur masing-masing karena ditakutkan kemalaman, sedangkan lokasinya lumayan jauh antara tenda yang kami dirikan dengan balai desa. Benar saja begitu acara selesai, jam telah menunjukkan pukul 1 malam dan kami diharuskan menginap dulu di balai desa serta tidak diijinkan untuk balik ke tenda masing-masing.

Rasa lelah dan penat yang mendera tubuh membuat kami tidak banyak berbicara menjelang tidur dan segera masuk ke dalam sleeping bag masing masing, kebetulan saat itu temanku ada yang memiliki sleeping bag yang bisa muat untuk 2 orang. Jadi saya ikut numpang sekalian dan matras kemah yang saya punya sengajaku pinjamkan ke teman yang lainnya. Ketika itu saya sudah hampir terlelap, seketika dikejutkan dengan harum wangi bunga melati dan sedap malam yang amat menyengat dan hal tersebut juga diamini oleh teman-teman yang lain. Tapi kami tidak curiga apa-apa dan merasa aman karena ada beberapa penduduk desa dan panitia serta dosen ada yang berjaga malam, jadi buat apa takut??
Ketika sudah setengah terlelap, temen saya yang tidur bareng dalam 1 sleeping bag, membangunkan dan berbisik

“BRO BANGUN BRO… ACARANYA BARU DIMULAI..”

“HAH? APAAN SIH? ACARA APA? TANYAKU SETENGAH BERGUMAM.

“SSSTT UDAH PERHATIIN AJA…” UJARNYA LAGI

Bersamaan dengan selesainya ucapan kawan senasib sepenanggung di baksos ini, tiba-tiba terdengar suara lolongan anjing yang amat lirih dan panjang…AAAAUUU…….AAAAAUUUU…. Disertai dengan bau busuk yang amat sangat menyengat! Seperti bau bangkai tikus bahkan lebih parah!!

“YA AMPUN!! BAU APAAN INI?! BAUNYA BUSUK SEKALI..!! TANYAKU KE TEMAN SATU SLEEPING BAG

“SUDAH, DIAM SAJA, PERHATIKAN SAJA,…. INI BISA BERBAHAYA BRO. IKUTIN APA YANG AKU BILANG YA, KITA TETAP DALAM POSISI SEPERTI INI, JANGAN SAMPAI BANGUN DARI TIDUR!!!! JAWABNYA.

Setengah bingung, saya hanya bisa melakukan apa yang diperintahkan teman saya satu sleeping bag ini. Mencoba melihat sekeliling, beberapa kawan sudah tertidur lelap, namun para penjaga terlihat terjaga dan aware dengan situasi yang mendadak tersebut. Tak lama kemudian terdengar seperti suara bendera berkibar yang tertiup angin bersamaan dengan munculnya suara itu tiba-tiba saja lolongan anjing pun hilang! Dan tiba tiba saja entah dari mana datangnya muncul 4 buah kain mori/kain kafan berterbangan diatas kami semua!


cerbung.net

Kisah Hidupku

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2018 Native Language: Indonesia
Semasa kecil pasti punya yang namanya teman khayalan, entah itu sekedar khayalan atau memang makhluk tak kasat mata yang berkawan dengan kita kala itu sebagai teman bermain.saya juga memiliki kawan khayalan semasa kecil yang ternyata setelah saya ketahui "DIA" adalah mahkluk gaib dan juga beberapa pengalaman gaib yang saya alami hingga saat ini.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset