Kisah Hidupku episode 13

Bagian 13 Baksos Mencekam

Sontak saja para peserta Baksos berteriak histeris, suasana yang tadi hening mendadak mencekam, tapi disaat bersamaan terdengar pula suara teriakan panitia dan para warga yg masih terjaga yang meneriakkan agar jangan sampai terbangun dari tidur karena kain kafan tersebut adalah perwujudan dari leak/makhluk gaib yang akan menarik siapa saja yang berani bangkit dari tidur untuk dibawa ke alam gaib dijadikan budak!! Leak tersebut berterbangan mencari korban!!

Waktu terasa sangat lama sekali dimana intimidasi dari mahkluk gaib tersebut terus menerus sambil sesekali terdengar suara tertawa lirih yang menyeramkan dan menggidikan bulu kuduk. Hiiihiiii…… Hiii…..hiiihiiihiiii….. Bahkan Pedanda atau pemuka adat setempat pun tidak sanggup untuk menetralisir keadaan karena saking kuatnya energi dari mahkluk gaib tersebut. Hingga jalan satu-satunya adalah kami semua disuruh untuk tetap tidur atau tiarap agar tidak ditarik dan menunggu sampai makhluk gaib tersebut pergi, karena mereka tidak dapat terbang rendah apalagi sampai menyentuh tanah.

Saya yang saat itu masih di balik sleeping bag sudah gemeteran nggak karuan dan baju basah oleh keringat dingin akibat suasana menegangkan tersebut… tapi teman disebelah tetep tenang saja seperti sudah terbiasa dengan hal tersebut. Sampai akhirnya drama mengerikan selama lebih dari sejam itu akhirnya berakhir juga. Mahkluk tersebut akhirnya pergi dengan sendirinya, bukan karna suara kokokan ayam atau apapun. Tapi karena tidak mendapatkan korban untuk dibawa ke alam gaib untuk dijadikan budaknya. Saat kejadian tersebut nggak sedikit dari kami yang saking takutnya sampai ngompol di celana!!!

Setelah mahkluk gaib tersebut pergi, saya akhirnya bisa terduduk dan mengamati sekitar, ada yang menangis gemeteran karena saking shocknya. Karena bisa saja nyawanya melayang, bahkan ada juga yang diketawain….karena ngompol di celana dan ternyata tidak sedikit yang mengalami hal tersebut. Teman saya bercerita, kalau di pedesaan masih banyak penganut ilmu beginian. Mulai dari yang sekedar malih rupa jadi wujud binatang hingga yang paling sakti seperti kejadian yang dialami.

Dalam kasus ini, para leak yang datang karena merasa terusik oleh orang luar yang melakukan baksos, dan mereka menunjukkan kekuatan dan kekuasaannya. Jika saat itu ada yang berani melawan, maka bisa jadi akan terjadi adu ilmu. Adu sakti calon arang juga sering diadakan pada upacara tertentu, dimana para penonton tidak boleh datang telat dan tidak boleh pulang sebelum selesai dan yang datang telat jangan pernah ikut nonton jika masih sayang nyawa…..

Hari berikutnya kami menginap di sekitar area Pura Desa saja, takut terulang kejadian semalam. Saya kebagian jaga malam dengan kawan, karena panitianya sebagian itu kakak SMA ku dulu. Jadi agak longgar dikitlah bisa sambil merokok. Aku mulai mengenal rokok setelah lulus SMA, dan Rokok itu aku beli dari uang hasil keringatku, bukan meminta-minta. Hanya saja papaku meminta agar aku jangan sekali-kali merokok di depan adekku yang kembar. Kunyalakan rokok Marlboro merah yang sore tadi, sengaja diam-diam aku beli saat akan mandi di sungai, nikmat rasanya. Bagi rokoknya bro…… Begitu kata kawanku yang ikut jaga tenda malah itu. Sesekali kakak Panitia lewat dan sedikit kesal berkata: Dasar kalian ini!!!! Udah tahu dilarang merokok….mulai ospek sampai selesai baksos, ini malah ngerokok….. Mana sini minta sebatang rokoknya??!!??…. Setelah itu berlalu meninggalkan kami.

Lagi enak-enaknya menikmati nikotin yang merasuk ke paru-paru, teman jagaku berkata: eeehhh….. Liat bro!! Itu di sawah ngapain ada orang bawa obor ya???…..
Saya: mana Bro????
Dipto/ itu lihat di sawah depan itu Bro!!….
Saya: ( melihat lagi dengan seksama sambil sedikit memusatkan mata bathin) coba lihat lagi Dip, itu obor napa ndak ada orang yang pegang kayak cuman api melayang doang
Dipto: eeeehhh….. Iya, tadi kayak ada orangnya…. Sekarang cuman api doang
Saya: udah biarin aja itu kemamang atau ada beberapa orang bilang banaspati.
Dipto: mereka mau kemana ya kira-kira???
Saya: mana saya tahu bro???….. Coba aja teriak darisini tanyain
Dipto: kamprrreeettt…. Ntar kayak kejadian kemaren lagi
Saya: ya udah….. Bangunin yang lain gih, udah 2 jam….. Sekarang giliran kita tidur.
Dipto pun membangunkan teman yang lain untuk menggantikan tugas kami jaga malam. Sialnya aku malah kebagian ditengah-tengah tenda. Karna tenda kami dibawah dipakai buat mereka yang sedang halangan, maka kami nyampur dengan grup lainnya.

Dip….. Kamu aja ditengah sono, aku yang pinggir ya….. Dipto pun membalas: ogah…. Koe aja bro, ntar ndak kuat ta grepe-grepe itu cewek. Akhirnya dengan terpaksa kulangkahi teman-teman yang sudah tidur didalam tenda. Tenda ini luas, beratapkan terpal besar bisa muat 20 orang didalamnya. Aneh…. Ini si Theo ngapain bikin jarak ama grup yang punya tenda. Jaraknya malah bisa cukup untuk 2 orang dan kutawarkan Dipto untuk bareng di tengah tenda karna masih cukup ruang, Dipto menyanggupi permintaanku, tapi tetap saja tepat disebelah kananku cewek dari grup pemilik tenda ini. Hawa pedesaan di tengah malam ini dingin sekali, terdengar suara jangkrik bersahutan dan kawanku yang sedang jaga di depan tenda asyik mengobrol. Aku kedinginan dibalik jaketku, terutama bagian kaoskaki yang sengaja aku lepas agar tidak bau ikan asin satu tenda heheheheehhe……

Suara gigiku yang gemratak karna menggigil ternyata membangunkan gadis cantik disebelah kananku. Kamu kedinginan ya??….. Iya nie…. selimutnya udah mentok sampai Dipto aja kataku. Lalu gadis itu membalas lagi ucapanku:
Dian: Aku Dian…. Kamu Siapa???

Saya: J…… santoso ( ku jabat tangannya yang halus )
Dian: udah sini merapat dekat aku aja
Saya: duch… Maaf, saya malu Dian
Dian: halaah…. (Sambil ditariknya badanku agar bisa satu selimut ) sini udah daripada sakit besok
Saya: maaf…. Jadi ngerepotin kamu ( canggung dan kikuk jika berhadapan gadis secantik ini )
Dian: ya udah…. Ayoo tidur, besok pagi kita ada senam pagi sebelum acara ke balai desa.
Saya: iyaaa…. makasih ya Dian

Dian pun membalikkan posisi tidurnya memunggungi aku yang sudah mulai hangat di dalam selimut. Tanpa banyak tanya tiba-tiba Dian menarik tanganku dan dilingkarkan tanganku diperutnya. Persisi seperti sepasang suami istri yang tidur dengan mesra. Kemudian Dian hanya berkata pelan…. Udah!!! jangan mikir yang aneh-aneh??…. Ayo lekas tidur!!. Anehnya, saat itu sama sekali tidak ada napsu yang menguasai hati dan pikiranku. Bayangkan tidur bareng dengan gadis bali asli, kulit putih mulus, dagu sedikit lancip, hidung mancung. Jika melihat sekilas mirip Zaskia Mecca, tapi ini lebih cantik lagi menurutku. Paginya…. Aku jadi bahan omongan satu tenda, ciiyeeehhh!!!!…. Ada yang menang banyak nie semalem!!!. Ada pula yang nyeletuk, padahal semalem ama Dian, nggak boleh ada yang tidur dekat dia harus buat jarak, ini teman satu malah enak, bisa curi-curi kesempatan tidur berpelukan. Aku hanya bisa cengar-cengir nggak jelas saat itu dan di malam berikutnya, Dian tahu aku tidur dengan posisi beda dari kemarin berada diantara teman yang lain. Maka Dian pun juga memilih untuk berada ditengah kawannya. Sempat aku tanyakan ke Dian dan dijawab: kalo boboknya bareng kamu enak nggak mesum kayak yang lain…. Lagi lagi aku hanya bisa cengar-cengir nggak jelas menyembunyikan rasa kikuk dan canggung sambil mbatin….. Ngapain juga aku nanya beginian ke Dian?!?!…

ternyata kejadian saat bermalam di balai deaa tidak berhenti sampai di situ saja Kawan. Teror kembali berlanjut dan membuat kekacauan di grup kami!! Pada hari terakhir saat penutupan baksos malam harinya merupakan malam yang indah dan diisi dgn berbagai acara yg meriah hingga menjelang fajar. Alhasil ketika sebelum pamit pulang kami semua mendengarkan ceramah dari kepala desa, pemuka adat setempat dan aparat kepolisian tentu dikeesokan pagi harinya banyak peserta baksos yang kelelahan akibat kurang tidur.

Efek kelelahan tersebut ternyata berakibat fatal!! Pikiran yang kosong mengakibatkan makhluk astral mudah masuk ke dalam diri, sehingga akhirnya satu persatu peserta baksos mengalami kesurupan (kerauhan dalam bahasa balinya), yang akhirnya berujung pada kesurupan massal di tengah ceramah!!…… Akibatnya acara yang sedianya akan ditutup dengan hikmat dengan sangat terpaksa akhirnya dibubarkan. Karena para pemangku adat yang hadir dan berjumlah sepuluhan orang kewalahan mengatasi kesurupan massal tersebut. Acara pun menjadi kacau balau..!!
Sebenarnya saat apel pamit kepada para tetua desa dan yang terkait di dalamnya, saya merasakan hawa kesedihan dan juga terasa sumpek, serasa tempat ini dipenuhi sangat banyak orang yang ikut berdesak-desakan bersama kami.
Bahkan teman saya satu kelompok yang awalnya masih ikut mengomentari karna mulai banyak yang kerauhan/kesurupan. Terlihat sudah kelelahan dan ketika akan duduk malah terjadi kesurupan pada dirinya. Saya menoleh kearah Dia dan ternyata dia juga ikutan kesurupan!! Tiba-tiba saja dirinya cekikikan tidak jelas dengan nada melengking yang membuat bulu kuduk berdiri, terkadang menangis minta tolong bahkan tak jarang matanya melotot menyeramkan menatap saya, membuat saya segera memanggil pemangku adat untuk membantu!!! Karena semakin banyak yang mengalami kesurupan, akhirnya kami dibubarkan dengan terburu-buru naik ke truk. Pemangku adat berkata, apabila kami telah keluar dari desa tersebut maka pengaruh kesurupannya akan hilang dengan sendirinya.
Setelah diinfokan demikian, saya bersama teman-teman yang lain tanpa berpikir dua kali segera berhamburan naik ke truk, tujuan kami adalah keluar dari desa yang menakutkan ini, dengan harapan kesurupan teman-teman saya segera selesai… Suasana kisruh dan ricuh memenuhi udara, suara lengkingan teriakan terdengar dimana-mana, kacau balau semua…kami yang tidak kesurupan membantu yang kerasukan naik ke atas struk termasuk saya.

Di atas truk, suasana tidak bertambah lebih baik, kami semua didera kepanikan dan ketakutan yang amat sangat… kejadian tersebut terekam seperti adegan slow motion di mata saya… bahkan salah satu peserta cewek yang kesurupan membuat ulah dengan mencoba melompat dari truk yang sedang melaju kencang di jalanan pedesaan!! Beberapa teman yang ada mencoba menahan dan memegangnya tapi… masya Allah!! …tenaganya seperti badak liar!!


cerbung.net

Kisah Hidupku

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2018 Native Language: Indonesia
Semasa kecil pasti punya yang namanya teman khayalan, entah itu sekedar khayalan atau memang makhluk tak kasat mata yang berkawan dengan kita kala itu sebagai teman bermain.saya juga memiliki kawan khayalan semasa kecil yang ternyata setelah saya ketahui "DIA" adalah mahkluk gaib dan juga beberapa pengalaman gaib yang saya alami hingga saat ini.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset