Kisah Hidupku episode 16

Bagian 16 Terpecah-Belah

Mencoba untuk tak panik, kurapalkan wirid Asmaul Husna dan tubuhku dapat kembali kugerakkan. Makhluk Astral berwujud gendruwo ini semakin mendekati, tahan napas dan kupusatkan seluruh energi diperut. Mulai terasa aliran energi terpusat di perutku lalu kubayangkan aliran tenaga itu mengalir di tangan kanan. Kuangkat tangan kananku dan kukibaskan kedepan, membayangkan dari tangan ini keluar seberkas sinar DUUUAAARRR!!!!…. Makhluk astral tersebut terpelanting dan menggeram AAAARRGGHH!!!…. Tanpa banyak kata, makhluk astral ini melompat, menerjang kearahku laksana serigala menerkam mangsa.

Mau menghindar jelas tak mungkin, habis sudah aku…. Tapi segalanya hanya bisa kupasrahkan pada ALLAH SWT. Terbukti makhluk astral itu kembali terpelanting saat akan menerkamku. Tercium seperti bau daging hangus terbakar, serangan balik kulancarkan. Ku berlari kearah mahkluk astral tersebut dan ditepisnya, kami pun terpelanting berlawanan arah. Panas kurasakan tangan ini, makhluk astral kembali bersiap ingin menyerang dan akupun juga bersiap melakukan serangan balik. WUUZZZ…. Cakarnya melayang kearah dadaku, beruntung dapat kuhindari. Kulepaskan tendangan tepat mengenai kepala……

AMPUUN….. AMPUUNN TUAN….. Kenapa kau siksa aku??? KAU!!…. Yang lebih dulu menyerangku, kataku menimpali ucapan makhluk tersebut.
Tolong jangan panah aku Tuan….. Aku mengaku kalah….
Saya: kenapa kau ganggu kami??
Mr. G: tuan mengganggu wilayahku
Saya: wilayah apa???…. Aku tak pernah mengusikmu
Mr. G: kehadiran Tuan buat kami panas disini, lagipula pasukan Tuan banyak sekali. Aku…. Mengaku kalah
Saya: Aku minta bangsamu menyingkir dari rumah ini sekarang!!!
Mr. G: baik…. Aku akan pergi
Setelah kepergian makhluk astral tersebut, terperanjat!!!….. Kulihat tubuhku masih dalam posisi bersila dengan kepala tertunduk dan memegang tasbih. ASTAGFIRULLAH!!! Tiba-tiba tersadar dari dudukku, apakah kejadian tadi itu hanya mimpi???…..
Kurasakan capek dan pegal diseluruh tubuh serta masih selintas tercium aroma seperti daging gosong terbakar. Kantuk teramat sangat kembali mendera tubuh dan kupasrahkan untuk tertidur hingga alarm di hape butut berdering. Menandakan bahwa subuh telah datang, lalu kuambil wudhu dan lanjut subuhan kemudian mengaji hingga masuk waktu dhuha.
Setelah kejadian itu, rumah terasa lebih adem dan tidak terasa singup serta gerah. Anehnya terkadang masih sedikit ada gangguan, pintu depan saat sore hari digedor-gedor dan gagang pintu bergerak naik turun dengan cepat layaknya ada orang yang ingin masuk secara paksa. Saat kudekati mendadak langsung berhenti.

Setelah kejadian ini, keadaan keluarga kami semakin buruk. Bahkan tamu yang rumahnya kutempati mendadak berhenti bekerja sama dengan papaku, padahal tak pernah ada masalah. Sungguh aneh satu demi satu tamu langganan papaku memutuskan kerja sama dengan papaku. Sampai akhirnya kedua orang tua dan adekku si kembar pindah kembali ke kampung nenek dari Ibu serta melanjutkan ke salah satu SMA Negeri disana. Aku dan kedua adek perempuanku menetap di Bali dan kami ngekost terpisah, dimana adekku memilih kost’an khusus putri. Aku juga akhirnya mengetahui kenapa selama ini diperlakukan beda??? Iya berbeda….. Bukan dikhususkan kawan. Terutama papaku yang mempeelakukanku secara beda. Tapi sedari kecil aku selalu kebagian tugas seperti pembantu, mulai bebersih rumah, nyabutin rumput, bantu nyuci baju dan perabotan dapur, hingga urusan keluar untuk sekedar beli makanan atau hanya beli es degan saja pasti aku yang disuruh keluar. Tak jarang ada beberapa tetangga yang kukenal nyeletuk ke saya, masa kamu terus yang disuruh wara-wiri kesana kemari. Malah salah satu sahabat kecilku juga pernah bertanya, kamu kok kayak pembantu, kayak bukan anak kandung aja???….. Sampai sakit kena gejala demam berdarah aja kamu berangkat sendiri dan urus obat sendiri. Untung kamu dua kali kena gejala demam berdarah nggak sampai ngamar di rumah sakit. Aku hanya bisa berikan Alasan saat itu….. Karna aku anak pertama, jadi harus bisa mengayomi adek-adekku. Sejatinya, setelah kebenaran teebongkar ternyata hanya dalih….. Iya hanya Dalih, karna….. Ternyata aku, menemukan Akta kelahiran asli milikku dan disitu tertera kalo aku bukan anak dari papa yang sekarang. Yapp….. Aku ternyata berbeda bapak, pantas saja eyang kakung dari papa begitu membenciku dengan sangat. Akan kuceritakan, nanti tatkala mencari ayah kandungku sebenarnya dan tujuanku bertemu dengannya???……

Selepas kami terpisah…. Ingat betul saat pertama kali kost, duit yang kupegang hanya 400 ribu itupun sudah kupakai bayar uang muka untuk kost sebesar 100 ribu. Sisanya aku mencoba pinjam dari sahabat-sahabatku. Saat itu, dimana lagi aku bisa meminjam uang???…. Mau tak mau…. Sahabat semasa kecil yang kucoba pinjamin duit, mereka berdalih sedang tak ada uang juga. Serasa langit runtuh menimpaku saat itu, tak ada yang membantu meringankan keadaanku. Tapi kuikhlaskan semuanya karna aku yakin bahwa Tuhan tak akan tinggal diam melihat umatnya yang kesusahan. Akhirnya aku mencoba meminjam uang dari sahabat SMA ku dulu, Alhamdulillah!!!…. kudapatkan juga pinjaman uang dari ayah sahabatku. Jumlahnya memang kecil tapi itu amat sangat membantu kehidupanku yang pontang-panting kala itu. Kerja disalah satu perusahaan yang bergerak dibidang alat kesehatan untuk mensuplai ke beberapa rumah sakit. Gajiku di tahun itu hanya sebesar 1.2 juta itupun gaji kotor yang kuterima, padahal UMK saat itu sudah diangka 1.6 juta. Ku tetap bersyukur bahwa dibalik kesempitan yang kulalui selalu diberikan jalan keluar. Bahkan saat akan kukembalikan uang tersebut, ditolak oleh ayah sahabatku ini. Beliau ikhlas membantuku yang sedang kesusahan.

Aku kembali menjalani hobi lama, yaitu memancing dan spot yang kuketahui saat itu hanya di daerah tanah kilap-suwung. Disini aku mancing bisa seharian lebih kawan, mulai sabtu jam 7 malam sampai esok jam 5 sore. Tak jarang sampai hampir tengah malam lagi baru pulang ke kost. Itu sengaja aku lakukan untuk mengusir kegelisahanku dan instrospeksi diri. Kejadian ganjil kembali terjadi di tempat langganan mancingku, tepat ketika rona jingga telah hilang dan malam menjelang bersamaan dengan gemerlap bintang bertaburan di angkasa. Di depan kantor PDAM, secara tiba-tiba…. Didepan sungai tempatku memancing muncul seberkas sinar hijau seperti lampu LED. Semakin naik keatas, semakin terang sinarnya. Hingga batu berwarna hijau zamrud itu mengambang diatas air.

Saat itu aku memancing dengan sahabat yang hobi mancing. Dia bernama Agung, karna lebih tua…. Aku biasa memanggil dengan sebutan Mas Agung. Sahabatku ini asli Bali kawan, dia juga kaget saat melihat munculnya batu mustika berwarna hijau. Tak ada yang berani mengambil mustika tersebut saat itu. Kemudian mustika itu kembali lagi masuk ke dalam air.

Mas Agung: bro….. Minggu depan, kita coba mancing disini lagi ya??
Saya: iya mas….. Aku juga penasaran ama penampakan mustika tadi???
Mas Agung: kali aja…. Minggu depan muncul lagi Bro
Saya: iya mas…. Minggu depan kita coba lagi.
Tak terasa seminggu telah berlalu dan kami kembali memancing ditempat seminggu yang lalu. Ternyata benar…. Mustika itu muncul kembali di tempat yang sama. Tak menyia-nyiakan kesempatan, mas Agung turun dan mencoba mengambil mustika tersebut. BYUUURR!!!…. Batu tertangkap di tangan. Namun saat dibuka batu itu tak ada ditangan. Minggu berikutnya, kami coba lagi dan benar muncul kembali. Kini giliranku…. Saat mustika itu muncul…… BYUUURRRR!!!! Terasa mustika berada digenggaman tangan. Dingin seperti menggenggam es Batu, saat kugenggam dengan posisi tangan masih berada didalam air. Terlihat dari celah genggamanku memancar sinar hijau yang terang.

Kukeluarkan tangan dari dalam sungai, saat kubuka….. Sama seperti mas Agung, mustika itu seketika lenyap dari genggaman tanganku. Masih dengan rasa penasaran….. Kami putuskan lagi untuk minggu depan nyamperin ke tempat tadi. Minggu yang ditunggu pun tiba, kami kembali lagi ke tempat dimana menemukan mustika itu. Kali ini lebih aneh kawan, karna yang muncul kali ini bukan lagi mustika batu hijau. Saat menunggu mustika itu muncul, kami gunakan untuk memancing. Dari arah kanan kulihat seekor ular mendekat, MAS…. AGUNG!!!! Awas!!!! Ada ular lewat, ntar malah kena pancing. Eehhh…. Iya bro, itu ular ngarah kemari!!!….
Saat sudah dekat…. Yang kami lihat ternyata bukan ular??? Tapi sebilah keris tanpa warangka/sarung. Aneh…. Keris itu meliuk-liuk mendekati kami seperti seekor ular.

Dengan tergesa, kami segera cabut tanpa membereskan peralatan pancing. Pokoknya, pancing kebawa udah syukur….. LARRIII!!!! Kataku pada mas Agung. Kami berlari dan sesampainya di motor langsung starter motor. Lagi-lagi kejadian aneh terjadi, motor tak dapat distarter. Udah dorong aja mas!!!!….. Ntar kalo udah jauh distarter lagi, kataku pada mas Agung. Kami dorong motor dengan sangat cepat dan sejauh mungkin. Sampai akhirnya motor dapat kembali distarter dan kami langsung pulang, tanpa peduli beberapa ikan yang sudah kami dapatkan.


cerbung.net

Kisah Hidupku

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2018 Native Language: Indonesia
Semasa kecil pasti punya yang namanya teman khayalan, entah itu sekedar khayalan atau memang makhluk tak kasat mata yang berkawan dengan kita kala itu sebagai teman bermain.saya juga memiliki kawan khayalan semasa kecil yang ternyata setelah saya ketahui "DIA" adalah mahkluk gaib dan juga beberapa pengalaman gaib yang saya alami hingga saat ini.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset