Kisah Hidupku episode 18

Bagian 18 merajut Asa

Sekembalinya aku dari bumi mega mendung, aktivitas tak banyak berubah. Pekerjaanku meningkat cukup pesat, dari yang awalnya hanya sebagai pegawai gudang, lalu naik kebagian Collector dan berakhir menjadi Marketing plus collector. Pekerjaan yang kulakukan cukup mengasyikan, keluar masuk Rumah Sakit bertemu dan berbincang-bincang dengan Kepala Farmasi jadi kegiatan rutinku. Tak jarang pula, aku diminta tolong untuk mengurusi hal-hal sepele, jika Kepala rumah sakit tersebut tak dapat meninggalkan pekerjaannya. Bahkan…. Sering kali diminta untuk menyerahkan berkas laporan Ke BPOM, hingga pegawai BPOM hapal denganku dan dikiranya aku pegawai Rumah sakit tersebut,. Aku juga tak tahu berkas itu apa isinya?? karna tebal dan tertutup rapat. Jadi aku tak ada niat untuk membukanya. Yaaa…. Walaupun, setelah aku tahu isinya dari perkataan salah satu pegawai BPOM, kalo itu isinya adalah sample penggunaan Drugs…. Yang mana setiap bulannya harus secara rutin dilaporkan.

Seharusnya Perusahaan terutama sang Boss beruntung memiliki karyawan seperti aku. Karna…. Jika kalian tahu kawan??, sudah jamak memberikan entertaint pada Pegawai Instansi Rumah sakit, paling nggak. Yaa…. Request Donat atau traktir makan itu hal yang wajar agar orderan tetap lancar. Untungnya semenjak aku memegang bagian marketingdi areaku, pihak rumah sakit….. Terutama kepala farmasi malah tidak minta entertaint padaku. Cukup aku selalu bersedia meluangkan waktu jika diminta tolong untuk sekedar antar berkas ataupun transfer ke rekening dan bahkan tak jarang membeli produk kecantikan.

Sempat kutanyakan….. Mbak??? Uang banyak ini!!! (sambil nunjuk tumpukan duit segepok) nggak takut aku bawa kabur?? Kataku kepada Salah satu Kepala Farmasi di rumah sakit, dan ditimpali: Hallaaah!!!….. Aku percaya ama kamu!!! Lagian bali ini kecil, sekali Jelek nama kamu bakal susah cari kerja dibidang ini lagi!!!…. Udah setor sana ntar aku kasih uang Bensin!!!…. Oke Mbak!! Beres kalo begitu kataku. Aku pun berlalu meninggalkan ruangan dan segera menuju ke bank untuk menyetor uang yang dititipkan padaku.

Aneh bukan???….. Aku sering sekali mendapatkan kepercayaan dari orang-orang yang kukenal, bukannya menyombongkan diri kawan. jika lihat dan membawa tumpukan uang mulai dari ratusan juta hingga sebanyak dua milyar milik perusahaan untuk disetorkan ke Bank pun aku pernah, tapi itu bukan milikku dan Alhamdulillah sesusah apapun keadaanku tak ada hasrat memiliki uang itu. Kerjaan sambilanku kala sore hari adalah jadi marketing Freelance kartu Kredit, Kerjaan sambilan yang tak sengaja kudapatkan dari tetangga kost yang berasal dari Malang. Hasilnya cukup banyak kawan, bahkan…. saat aku lagi mujur, hasil yang didapatkan bisa lebih banyak dari gaji dan insentive bulanan yang biasa kuterima di Salah satu Perusahaan alat kesehatan. Sayangnya….. Saat itu, keadaan berbanding terbalik, kesehatan mamaku menurun drastis hingga terkena serangan Stroke yang menyebabkan sebagian tubuh mengalami kelumpuhan dan kubantu semampuku agar meringankan beban.

dering telepon berbunyi…. Kuangkat telepon dari Eni, Assalamu’alaikum….. Ya Bun, ada apa??? ucapku saat mengangkat telepon dari Eni. inget yah….. cepetan lamar aku!! ntar, keburu orang lain yang lamar aku!!…jawab eni dibalik telepon. setelah mentutup telepon, ada resah berkecamuk didada. bagaimana tidak??? Membayangkan Pernikahan yang diadakan semarak tentu menyesakkan Jantungku, darimana dapat uang sebesar itu???… Lagipula aku juga belum sempat mengajak kedua orang tuaku berkunjung ke rumah keluarga Eni. Tak terasa hari berganti hari dan kini sudah memasuki bulan Ramadhan kembali, Kali ini ingin kuajak serta kedua orang tuaku. namun apa daya???…. dengan kondisi Mama yang belum bisa melakukan perjalanan jauh, otomatis aku batalkan mengajak kedua orang tuaku. Papaku tidak bisa ikut menemani karna harus merawat Mamaku dan kedua adekku, si Kembar telah sibuk dengan Sekolah mereka,….ditambah lagi mereka juga harus mencari tambahan uang untuk biaya sekolah dan kebutuhan hidup.

Libur Lebaran kuhabiskan dengan Eni, bahkan Tak pulang ke kota Gadis. Sebenarnya keluarga eni juga berharap kedua orang tuaku datang kesana. Selama disana, aku sempat magang disalah satu toko kue tersohor di jalan tuparev. Toko yang saban menjelang lebaran antrainnya sampe mengular. Aku disana bekerja sebagai Daily Worker alias DW selama seminggu, tak lupa ketika kusampai disana juga membawakan oleh-oleh khas Bali. kegiatan lainku selama disana jadi tukang antar jemput Eni dan itu kulakukan secara sukarela. Pernah saat itu jam menunjukkan sudah pukul 22.00 dan aku sudah hampir sampai ke rumah Eni. hanya perlu belok ke kiri memasuki gang kecil yang jalannya menanjak, kejadian aneh pun terjadi….. Saat mendaki jalan tersebut dengan Honda 800 dan telah smpai tepat di depan rumah Eni. Hanya tinggal berbelok masuk ke halaman rumah, tiba-tiba…… Motor tak dapat bergerak, anehnya…. ASTAGFIRULLAH!!!….. ASTAGFIRULLAH!!!…… ALLAHU AKBAR!!!….. ALLAHU AKBAR!!!….. Kami berteriak kencang berbarengan, karna merasakan kejadian ganjil ini. Motor seperti tertarik medan magnet yang kuat hingga mundur ke belakang.

Sekuat tenaga kupelintir gas, tetap tak membuahkan hasil. Sampai motor yang kami Naiki meluncur turun kebawah dan kembali di depan gang. Ini Aneh.!!! Kataku pada Eni, Iya Mas….. Nggak masuk akal??? masa motor ketarik dan turun kebawah…. Eni menimpali ucapanku. BISMILLAHI RAHMANNIR RAHIM!!!!….. AYO!!!…. Kita coba masuk gang lagi, Alhamdulillah…. kali ini selamat sampai ke rumah. begitu memasuki rumah, ternyata ada beberapa keluarga Eni yang sedang kumpul. kami ceritakan kejadian tadi….. Mereka tak percaya!!…. karna mereka tak mendengar kami berteriak tadi.
sebagai gambaran rumah Eni ini, tak jauh dengan kota yang terkenal dengan ikon Kuda Jengke (kuda Jingkrak). Untuk sampai ke rumah Eni, kalian kudu menaiki gang menuju keatas. dimana gang itu hanya bisa dilewati satu motor, jadi kalo berpapasan. Terpaksa salah satu harus masuk ke halaman rumah warga dulu. kota ini mengandalkan hasil ertanian dan juga banyak menghasilkan cengkeh kawan. Hampir setiap rumah setaip rumah memiliki balong/kolam ikan, entah untuk diperjual-belikan ataupun hanya sekedar konsumsi sehari-hari.

Selama aku magang menjadi DW di Toko Kue yang kesohor itu, banyak pengalaman dan kawan yang kudapatkan, tak jarang mereka kadang mengerjaiku. meminta untuk memindahkan beberapa kue kering ke ruang penyimpanan di lantai dua. beberapa kalikontak batin terjadi, batinku berkata…. Di tangga menuju ke rooftop ada Kuntilanak yang mengawasi, kemudian dibawah bagian paling belakang, ada tanah kosong yang disana ada sebuah pohon kelor dan di dekat pohon itu ada Gendruwo dan pocong. Uniknya ada salah satu Senior disana yang ternyata Indigo dan kemampuan itu telah diasah dengan sangat baik. dimulai dari sekedar basa-basi, lalu kang Ahmad bertanya….
Ahmad: mas…. udah tahu belum??
saya: apaan kang????….
Ahmad: ada beberapa area disini yang angker!!….
saya: Oohh…. Itu!! Diatas, ada Kuntilanak, dibelakang sana ada gendruwo ama Pocong
Ahmad: lhoo???….. kamu bisa lihat juga kayak aku????….
Saya: Nggak, kang….. Cuman dibisikin sama batin saya
Ahmad: kamu bisa lihat nggak??? yang ikut sama saya???
Saya: (sejenak terdiam dan bertanya pada batinku) Waaahhhh!!!! maaf kang, saya nggak tahu sama sekali
Ahmad: masa??? nggak tahu??? harusnya tahu dong!!!
Saya: maaf kang, batin saya tak mau bersuara….. Nampaknya, Akang ini masih ada keturunan pembesar atau Wali tersohor. jadi batin saya tak berani salah ucap.
Ahmad: Ya sudah….. kalo gitu, kita balik kerja (sekilas, tatapannya menyelidik kearahku)
Jika, Kawan magang dan senior-seniorku dulu membaca kisahku ini…… Aku ucapkan banyak terima kasih atas pertemuan singkat selama disana. walau sebentar, tapi serasa seperti keluarga. Sangat terasa sekali kehangatan dan keramahan serta persaudaraan yang aku rasakan selama bersama kalian, Sekali lagi aku ucapkan Terima kasih.

Jalanku tak mulus kawan, ada beberapa yang tak suka dengan kehadiranku. Yaa….. Wajarlah, Eni ini bisa dikatakan anak Emas. karna seluruh keluarga besarnya orang terpandang di kota yang letaknya dekat dengan kaki gunung Ciremai. Ada juga yang tak setuju karna aku ini berasal dari suku jawa, kawan…. pasti tahu kan maksudku???….. Sepeninggal abahnya, kendali dalam mengambil keputusan keluarga lebih banyak dipegang uwaknya. Kuingat betul saat Abah berpulang ke Rahmatullah dan baru saja acara Yasinan pertama selesai, uwaknya Eni sudah meminta bagian warisan dari keluarga Abah….. padahal jauh hari, sebelum Abah meninggal. Abah sudah membagi rata semua harta yang dipunya, termasuk kepada uwak yang notabene hanyalah kakak dari Ayahnya Eni dan yang diangkat anak adalah ayahnya Eni oleh Abah. Jika menurut hukum yang berlaku di negara ini pun tak mendapatkan bagian itu wajar bukan???…… Tapi sudahlah!!!!….. tak baik, mengungkapkan lebih banyak aib seseorang.

Mentari baru saja terbit dan bulir-bulir embun belum habis jatuh ke tanah, udara teramat sejuk. Namun keadaan rumah sudah riuh ramai pagi itu dengan segala persiapan karna akan melakukan perjalanan yang cukup jauh. Meluncurlah….. Sekeluarga dalam mobil berjenis minibus dari bawah kaki gunung Ciremai menuju ke kota Gadis. Perjalanan kali ini, menemui kedua orang tuaku. hatiku campur aduk kala itu, ada senang, bingung dan juga sedih ketika pulang dan bertemu kedua orang tuaku. Sesampainya disana…. keluarga Eni bisa melihat betapa kekurangannya keluargaku ini dan aku sudah siap dengan kemungkinan terburuk saat itu. Ramah Tamah dan mengutarakan maksud kedatangan pun telah disampaikan, kedua orang tuaku hanya bisa pasrah…. Karna mereka sendiri pun tak mampu berkata banyak, hanya mampu merestui hubungan kami. Aku pun mahfum dengan keadaan yang menimpaku dan kedua orang tuaku. Ada sedikit penyesalan kala itu, Dimana aku belum mampu membahagiakan kedua orang tuaku, tapi malah sudah ingin menikah. Aku beserta keluarga Eni pun kembali ke Kota dibawah kaki Gunung Ciremai dengan meninggalkan kedua orang tuaku.

YA ALLAH…. Berikan hambaMU ini ketabahan, kemudahan dan dilancarkan dalam segala hal. hanya itu yang dapat terucap dari batinku tatkala menuju kembali ke Bumi Mega Mendung. Ada perasaan Malu…. malu karna belum bisa membahagiakan dan membanggakan kedua orang tuaku, tapi niatku baik…. Jika ALLAH SWT, merestui pasti dimudahkan jalan. Hanya keyakinan itu yang selalu kutanamkan pada diriku dan tak lupa diikuti dengan usaha maksimal untuk mencapai tujuanku. Sekembalinya aku ke Bali…. kutekadkan niatku untuk menikahi Eni karna ALLAH TA’ALA, rupiah demi rupiah ku kumpulkan satu-persatu. memang jika ingin menikah ada saja godaannya, aku sempat berkenalan dengan salah satu customer yang kudapatkan saat sedang bekerja freelance kartu kredit, disuatu pasar swalayan yang kebetulan pihak bank membuka stand disana selama hampir setahun. Riyanti namanya….. gadis asal kota gudeg dengan kecantikan khas wanita jogja yang anggun dan mempesona. Wajah oval, hidung mancung dan kulit kuning langsat khas perempuan jawa, siapa pun bakal tertarik melihatnya.


cerbung.net

Kisah Hidupku

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2018 Native Language: Indonesia
Semasa kecil pasti punya yang namanya teman khayalan, entah itu sekedar khayalan atau memang makhluk tak kasat mata yang berkawan dengan kita kala itu sebagai teman bermain.saya juga memiliki kawan khayalan semasa kecil yang ternyata setelah saya ketahui "DIA" adalah mahkluk gaib dan juga beberapa pengalaman gaib yang saya alami hingga saat ini.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset