Kisah Hidupku episode 20

Bagian 20 Bermain Hati

Kurasakan napas hangat Riyanti mulai tak beraturab dan degup jantungnya yang mulai berdetak kencang. Segera kulumat bibir mungilnya dan Riyanti membalas kecupan mesraku dengan lebih hebat….. Kami berpagutan lama sekali saling mempermainkan lidah kami berdua. Semakin kurekatkan dan kurengkuh tubuh Riyanti yang kini terasa memanas. Dengan secepat kilat aku kecup mesra kupingnya dan kugigit lembut. Kulanjutkan permainan dengan memberikan kecupan bertubi-tubi sambil sesekali kujilat dengan ujung lidahku dibagian lehernya. Oouuugghh….. Aaaaahh…. Diremasnya rambut dengan erat oleh Riyanti. Kami terhanyut asmara semakin dalam, kuperhatikan jelas Riyanti tak kuasa menikmati seranganku. Segera…. Kusingkap jumpsuit kemben bermotif bunga yang dikenakan Riyanti, hingga nampaklah pemandangan indah yang diidam-idamkan seluruh umat lelaki di dunia ini. Kusentuh dan mulai meremasnya. Sambil sesekali kumainkan bagian ujung aerolanya yang kemerahan dengan jemariku. Oooouugghhh….. Oooohhh…. Aaagghhh….. Desahan Riyanti yang menikmati peemainanku kembali terdengar. Saat ku bersiap melumat bagian ujung aerola yang menonjol……..

ASTAGFIRULLAH!!!! Apa yang sudah kulakukan??(berkata dalam hati)…. Maaaff!!! Maaafff!!!! Riyanti…. Aku tak bisa meneruskannya. Segeraku beranjak dari kasur dan merapikan pakaianku dan secepatnya bergegas meninggalkan Riyanti. Saat diambang pintu dan kupalingkan wajahku ke belakang, Riyanti tak berkata sepatah kata pun. Hanya tersenyum penuh arti sambil merapikan bajunya yang telah kubuat berantakan tadi. Tanpa berkata lagi, aku segera meninggalkan Riyanti. Kupacu motor secepat yang kubisa, hanya bisa menyumpahi diriku sendiri saat itu. Bagaimana bisa aku berbuat sejahat itu???…. Riyanti adalah gadis baik-baik dan sudah banyak melewati terjal dan curamnya jurang kehidupan.

Sesampainya di kost, badanku terasa lelah. Kubuka satu persatu pesan dari Eni yang masuk di ponsel android pertamaku ini. Setelah itu, kulihat ada pesan masuk dari Riyanti…. Ada rasa ragu untuk membacanya, namun kuberanikan diri untuk membaca. Hanya tiga kalimat singkat dari Riyanti. Terima kasih mas…. Dengan dibubuhi icon emoticon senyum, lalu kubalas pesan Riyanti…. Kembali kasih, tak lupa kusematkan pula emoticon senyum.

Pening di kepalaku ini mengingat kejadian bejatku tadi. Aku rebahkan kepala di kasur hingga tak sadar, aku pun ketiduran. Tiba-tiba….. Sebuah wadah minyak rambut melayang dan tepat mengenai pelipisku. Aku pun terbangun dengan kaget dan lebih herannya lagi, aku di kamar ini sendirian tak ada orang lain bersamaku. Tapi kenapa wadah minyak rambut ini bisa meluncur ke pelipisku??? Saat kulihat jam di dinding, aku pun langsung bergegas untuk mandi besar dan kemudian kulanjutkan untuk sholat maghrib. Selepas sholat magrib kulanjutkan dengan menunggu masuk waktu isya dan setelah itu mengaji sebentar.

Perutku mulai terasa lapar, segera kubereskan sampah-sampah di kamar dan kumasukkan dalam tas kresek. Saat melihat azimat yang dulu sempat dititipkan oleh om Widodo pada mamaku. Aku berpikir???….. Ini azimat apa fungsinya??? Lagipula aku punya ALLAH SWT sebagai pelindungku. Jadi aku tak perlu beginian. Segera saja azimat itu aku masukkan jadi satu dalam tas kresek beserta sampah. Lalu kubuang ke tempat pembuangan sampah umum yang tak jauh dari kost ku. Sesampainya di warung langganan, segera kuambil piring dan mengambil nasi serta lauk pauk yang terhidang di etalase. Aku sudah biasa mengambil makanku sendiri di warung ini. Pemilik warung ini sudah mengenalku semenjak SMP hingga awal kuliah. Beliau sempat pindah dan ternyata setelah aku kost. Secara tak sengaja, aku dipertemukan kembali.

Selesai makan, kulanjutkan dengan ngobrol ngalor ngidul bersama kawan-kawan yang kukenal di warung. Semenjak aku menjalin hubungan dengan Eni, tanpa paksaan dari pihak manapun…. Aku telah berhenti dari kebiasaan merokok. Waktu telah menunjukkan hampir jam dua belas malam. Segera kubayar makanan dan minuman yang kuambil tadi lalu bergegas pulang, karna mataku mulai terasa mengantuk kembali.
Sesampainya di kost, segera kulepaskan jaket yang selalu setia membalut tubuhku saat terik menyengat dan dinginnya malam menghujam tubuhku. Saat kutaruh kunci di meja tivi, aku pun terperanjta kaget. HAAAHHH!!!! Mana mungkin bisa ada disini??? Jimat ini kan sudah aku buang tadi….. Kenapa kembali lagi??? Lalu ku berkata pasa azimat itu…. Kamu mau ikut aku boleh…. Asal!!! Tidak menggangguku dan aku punya ALLAH SWT sebagai Tuhanku. Jangan kau sekali-kali menggodaku, jika sampai berani menggoda??? Akan ku hancurkan kau.

Setelah itu aku masuk kamar mandi untuk sikat gigi dan berwudhu sebelum tidur. Entah mengapa?? Semenjak aku bisa wudhu…. Aku lebih memilih berwudhu sebelum tidur dibandingkan hanya sekedar cuci muka, kaki dan tangan. Perbedaan yang kurasakan setelah berwudhu sebelum tidur adalah…. Kurasakan kenyamanan yang tak bisa kuungkapkan dengan kata maupun aksara.

Dua hari sudah tak kuhubungi Riyanti, hingga Riyanti mengirimiku pesan….mas sudah makan siang?? Kemudian kubalas Sudah Yanti, kalo kamu??….. Alhamdulillah Sudah mas begitu bunyi balasan pesan Riyanti padaku. Lalu kembali ponselku berdering nada SMS masuk, mas ndak marah sama aku kan??? Riyanti kembali mengirimiku pesan.

Nggak kok…. Harusnya kamu yang marah atas perbuatanku tempo hari, balasku pada Riyanti. Kembali Riyanti
Mengirimiku pesan….. Mas, beda dengan lelaki lain…. Sudah sejauh itu masih bisa menahan hasrat, saat itu aku sudah pasrah jika memang harus terjadi. Lalu kubalas lagi pesan Riyanti….. Maaf!!! Maafff…. Kalo aku sudah selancang itu padamu, aku khilaf saat itu.

Iya aku maafin mas….. Mas ini lelaki langka lho. Pesan selanjutnya yang kubaca dari Riyanti dan kubalas….. Makasih banyak ya Yanti atas permohonan maaf dan kedewasaanmu padaku, aku lanjut kerja dulu ya…. Iya mas, semoga lancar kerjaannya hari ini balasan pesan Riyanti padaku.

Setelah kejadian itu, aku mulai perlahan-lahan mulai menjaga jarak. Aku takut menghancurkan cintanya. Tapi yang namanya wanita, insting detektivnya kuat banget. Hingga entah tahu darimana kalo ternyata aku sudah memiliki kekasih. Riyanti pun meminta segera bertemu denganku. Aku pun telah bersiap dengan kemungkinan terburuk. Sesampainya di kost, Riyanti meminta semua penjelasan dariku. Kujelaskan semuanya dan pada akhirnya Riyanti meminta aku pergi dari kehidupannya. Aku sanggupi semua permintaannya dan juga meminta maaf karna aku telah berbohong padanya saat itu.

Setelah pertemuan dengan Riyanti. Ku telepon atasanku dan minta ijin pulang dengan alasan sakit kepala serta tak enak badan. Sesampainya di kost badanku lelah memikirkan kejadian tadi. Ada perasaan sedih karna harus berpisah dengan Riyanti. Namun di satu sisi ada rasa bahagia karna kebohonganku padanya telah diketahui.

Beberapa bulan setelah itu, pertemanan sosial mediaku di add oleh Riyanti dan kulihat. Dia kini sudah memiliki kekasih, seorang calon jaksa. Tampak ada kemiripan wajah yang jelas diantara merek berdua. Aku terima pertemanan Riyanti di sosial media. Tak sekalipun aku pernah mengusik hidupnya lagi. Anehnya…. Saat Dia Putus dengan kekasihnya, aku kena imbas juga. Yaa…. Hanya sekedar di unfriend dari sosial medianya saja sich, tapi aneh aja…. Karna aku tak pernah sekalipun mengganggu hidupnya lagi setelah pertemuan terakhir kami.


cerbung.net

Kisah Hidupku

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2018 Native Language: Indonesia
Semasa kecil pasti punya yang namanya teman khayalan, entah itu sekedar khayalan atau memang makhluk tak kasat mata yang berkawan dengan kita kala itu sebagai teman bermain.saya juga memiliki kawan khayalan semasa kecil yang ternyata setelah saya ketahui "DIA" adalah mahkluk gaib dan juga beberapa pengalaman gaib yang saya alami hingga saat ini.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset