Kisah Hidupku episode 21

Bagian 21 Penunggu kost

Lelah dan penat kurasakan tubuh ini, segera…. Kupacu motorku, agar cepat sampai kost. Sampai di kost aku pun segera mandi dan setelah itu bersiap menunaikan shalat maghrib seperti biasanya. Selepas shalat maghrib, mata ini berat sekali dan kuurungkan niatku mengaji hingga waktu shalat isya. Aku tertidur dengan nyenyak yang hanya beralaskan sajadah dengan posisi kepalaku sandarkan pada kasur. HUUEEEKK!!!! Bau bangkai apa ini???…. (Bau bangkai yang menyengat membangunkan tidurku) kuterbangun dari tidur, kamarku masih terang benderang karna tak sempat mematikan lampu dan jam telah menunjukkan pukul 2 lewat.

Seketika bulu badanku merinding dan Samar-samar pandanganku melihat sesosok makhluk astral didepanku. Sosok pocong dengan kainnya yang berlumuran tanah dan sebuah bola matanya menjulur keluar. ASTAGFIRULLAH!!!…. Segeraku berlari menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Sekembalinya aku dari wudhu, makhluk astral berbentuk pocong anak kecil itu masih didepan pintu kostku yang tertutup rapat. Saatku dekati…. Sekedipan mata menghilang dari pandanganku. Yaahh!!!…. Baru aja mau nanyain, udh ngilang duluan. Akhirnya kulanjutkan dengan shalat isya dan mengaji sebentar.

Esoknya…. Kejadian yang menimpaku semalam tak kuceritakan pada siapapun. Anehnya…. Malam demi malam berikutnya, satu persatu penghuni kost diganggu. Tetangga kost sebelahku. pas tengah malam jendelanya digedor-gedor dengan keras dan saat membuka tirai yang menurupi jendela…. Terlihat jelas. Penampakan sebuah tangan besar sedang menggedor jendela. Dihari berikutnya, kawanku Ronald yang diganggu. Saat itu jam satu malam dan aku baru saja pulang dari warung. BRO!!!! SINI BRO!!!! Aku mau ngomong penting…. Kata Ronald di depan teras kamarnya memanggilku yang baru saja membuka pintu kamar kost. Kukunci kembali pintu kamar dan kusamperin Ronald.

Saya: Ada apa Bro??? Tumben manggil jam segini??
Ronald: ke kamar dulu yuk…. Ntar aku ceritain (aku pun mengikuti Ronald masuk kamarnya)
Saya: emang ada apa sich Bro???
Ronald: aku tadi ketiduran bro, pas bangun tangan kiriku sakit banget
Saya: salah tidur paling kamu!!!…..
Ronald: enggak bro, aku lihat ada kaki besar dan berbulu lebat menginjak tanganku
Saya: waduuh!!!…. Kok aneh ya?? Satu persatu penghuni kost pada diganggu….
Ronald: Lhaaa???….. Loe juga sempat diganggu??
Saya: Iya…. Dua hari yang lalu aku diganggu pocong berwujud anak kecil
Ronald: bussyeeettt dach!!! Aku bakal lari terbirit-birit keluar kamar, lihat ada pocong
Saya: Buru-buru mau lari Nald!!!…. Lhaa, pocongnya aja depan pintu kamar
Ronald: alaamaaak!!!! Seram kali, kejadian loe itu.
Saya: terus sekarang mau kamu apa??
Ronald: loe, tidur sini aja ya?? Gue takut nie…. Takut digangguin lagi!?!?!….
Saya: yaeelllaaaah!!!!! Ini orang penakut juga ternyata.
Ronald: udah….. Loe, tidur sini aja ya malam ini
Saya: ya udah…. Aku tidur sini, dasar cemen loe jadi laki!!!

Aku rebahkan badanku di matras dan Ronald saat itu masih menonton tivi, menunggu pertandingan sepak bola klub kesayangannya. Ketika hampir terlelap, tiba-tiba…. Aku merasakan ketindihan. Seluruh badan tak dapat digerakkan dan napasku mulai sesak. Aku yang sudah pernah berlatih astral projection tahu mengatasi kejadian ini. Kubuka mata, namun badan masih kaku tak dapat bergerak. Pandanganku arahkan ke pintu kamar dan terlihat sesosok makhluk astral berwujud lelaki dan berpakaian persis manusia dengan rambut panjang lurus dan dikuncir kuda menembus tembok. Permisi…. Saya numpang lewat kata makhluk astral itu padaku…. Silahkan mas…. Kataku pada penghuni tersebut. Saat tepat makhluk astral itu lewat disebelahku, kembali kutanyakan…. Mas penunggu disini???…. Iya, saya sudah lama sekali…. Tapi, ini bukan rumah saya…. Saya hanya kebetulan numpang lewat saja….. Kata makhluk astral itu padaku.

Selanjutnya makhluk itu berlalu meninggalkanku. Aku pun terbangun dan kulihat Ronald sedang didalam selimut menggigil seperti orang sakit terkena demam. Loe…. Kenapa??? Kataku pada Ronald.
Ronald: Sialaan (dengan raut muka penuh ketakutan)…. Tadi aku dengar jelas sekali ada dua suara berbicara
Saya: suara apaan??
Ronald: suara loe!!! Ama suara orang lain yang kagak gue kenal
Saya: brarti kamu lihat tadi ada yang nembus tembok???
Ronald: jangan gila loe!!! Gue kagak liat apa-apa??? cuman suara doang
Saya: lhaaa…. Terus??? Loe denger Apalagi???
Ronald: kagak….. Anehnya, pas gue liat loe…. Loe itu masih tidur dan kagak bersuara. Tapi anehnya?!?!?….. Kedengeran suara loe ngomong ama seseorang
Saya: masa sich??? Aku perasaan tidurnya nggak ngiggau
Ronald: ya…. Itu dia maksud gue, kan aneh?!?!….. Orangnya tidur, mulutnya diem nggak ada suara. Tapi bisa ada suara loe
Saya: hallaaah!!!!…. Ngelindur palingan loe??….
Ronald: SUMPAH!!!! Gue masih melek tadi, orang bolanya aja baru mulai
Saya: ya udah…. Aku balik tidur, ngantuk bro…. Besok gawe pagi soalnya.

Malam berikutnya, kamar setelah Ronald kena giliran digangguin dan saat itu, kebetulan anak pemilik kost baru balik dari pulang kampung. Apesnya anak pemilik kost juga kena gangguan makhluk astral tersebut. Akhirnya…. Ditanyakanlah pada pemangku yang dikenal oleh anak pemilik kost. Penyebab utamanya karena anak pemilik kost jarang sembahyang disitu dan “penunggu karang” yang berada di salah satu sanggah protes. Setelah diadakan upacara sederhana, kami semua tak pernah mengalami gangguan makhluk gaib lagi.

Paling malas saat harus visit atau ikut membantu kirim barang ke salah satu rumah sakit negeri di Bali. Tiap masuk ke dalam rumah sakit itu, dari parkiran saja sudah terasa hawa kesedihan. Batinku kadang ikut berkata layaknya pemandu tur. Menjelaskan penghuni yang ada, sudut demi sudut rumah sakit itu. Kegiatan ku selepas kerja….. Jika sedang malas mencari nasabah kartu kredit, biasanya kuhabiskan dengan nongkrong di warung atau di warnet. Menemani kawanku Daniel yang bekerja di Warnet.
Warnet ini di depannya ada pijat plus-plusnya hehehehehe….. tapi para terapisnya profesional, mereka tidak mau memberikan servis pada orang-orang yang sudah dikenal dan menjadi teman ngobrol mereka. Yaa…. Namanya juga pekerjaan seperti itu kawan, mereka biasa mempersenjatai diri dengan susuk agar lebih banyak memikat pelanggan. Aku bisa tahu, tanpa mereka perlu memberitahukannya padaku.

Warnet tempat aku biasa nongkrong ini sebenarnya banyak penghuni gaibnya. Aku bisa merasakan kehadiran mereka, walau tak bisa melihatnya. Mau gimana lagi?? Latihan astral berbulan-bulan cuman mentok disitu-situ aja. Lagipula…. Ada keinginan terpendam dalam hatiku untuk membangkitkan semua kemampuan yang kumiliki. Namun aku tak tahu harus berguru pada siapa, selain itu…. Aku lebih memilih berguru yang mursyid dan semua yang kupelajari jelas sanadnya. Sayangnya masih hanya sebatas keinginan belaka karna terhalang hal-hal yang kusebutkan tadi kawan.
Tapi…. Tak jarang. Saat diperjalanan pulang ke kost selepas dari warnet, aku melihat sekelebatan lewat di dekatku.


cerbung.net

Kisah Hidupku

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2018 Native Language: Indonesia
Semasa kecil pasti punya yang namanya teman khayalan, entah itu sekedar khayalan atau memang makhluk tak kasat mata yang berkawan dengan kita kala itu sebagai teman bermain.saya juga memiliki kawan khayalan semasa kecil yang ternyata setelah saya ketahui "DIA" adalah mahkluk gaib dan juga beberapa pengalaman gaib yang saya alami hingga saat ini.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset