Kisah Hidupku episode 33

Bagian 33 mereka yang Tak Terlihat

Hari dimulai acara pun tiba, selama lima hari berturut-turut pengunjung silih berganti datang memenuhi venue. Keramaian terjadi selepas isya hingga artis ibukota tampil. Kejanggalan agak sedikit terlihat saat closing harian. Jumlah pengunjung sedari lepas magrib hingga bubar jam 11 malam mencapai lebih dari dua ribu pengunjung. Tapi dilihat secara kasat mata, sebenarnya ada beberapa makhluk gaib yang ikutan nimbrung. Keanehan berikutnya saat pementasan sendra tari daerah. Ketika itu mendadak angin bertiup sangat kencang dan petir tiba-tiba menyambar bersahutan. Aneh sekali, padahal sebelum pentas tari itu cuaca sedang cerah di malam hari. Tak ada indikasi akan turunnya hujan dan setelah sendra tari lokal selesai, cuaca mendadak kembali tenang. Beberapa cerita dari man power atau buruh event yang kerap diganggu oleh makhluk astral juga cukup banyak, Kukira hanya aku saja.

Untungnya, saat event dimulai…. Aku sudah bisa santai. Tugasku hanya duduk manis menunggu komplain, jika ada listrik yang padam baik itu di tenda peserta maupun di aera taman lampion. Saat itu tak ada komplain berarti bagi team kami. Malah team produksi lebih banyak menghabiskan waktu untuk ustirahat, dimana tiga hari sebelum pembukaan event. Team produksi cman dapat jatah tidur tak lebih dari tiga jam, itupun diecer jam tidurnya. Sesungguhnya…. Aku suka pekerjaan ini, tak harus formil dan yang jelas bisa sekalian cuci mata. Yang jelas, jika event outdoor siap-siap saja kulit belang terjemur matahari.

Tak terasa, tibalah dipenghujung acara. Penutupan berlangsung sangat meriah. Tak lupa hadirnya pesta kembang api menambah semarak acara penutupan event tersebut. Selama event berlangsung, kami bagaikan keluarga. Banyak kenangan terpatri didalam otakku. Semoga dapat berjumpa di event berikutnya. Apakah setelah ini aku bisa bersantai sejenak?? Ternyata tidak kawan. Selang seminggu kemudian, kami sudah harus digempur dengan event salah satu kantor pemerintahan dalam meluncurkan produk terbaru. Tak tanggung-tanggung, artis yang didapuk untuk mengisi acara adalah M*rc*ll* T*h*t* alias El** saat itu. Event diadakan di salah satu mall dipinggir pantai Kuta.

Peraturan di mall itu cukup rumit, kami loading barang jam 11 malam dan jam 8 pagi tak boleh ada kegiatan loading dan persiapan stage. Aku ingat saat bersama dengan kepala bagian dari pihak mall yang mengurusi event. Saat mengambil beberapa barang yang kami pinjam di basement B2 terlihat jelas ada sosok penampakan kuntilanak. HII….. HIIHIIII…. Hiihiiihiii…. Suara tertawa khas pun tersdengar. Tak hanya aku saja yang melihat, tapi kami berlima melihatnya dengan jelas. Melihat teman-temanku pada kabur, akhirnya kami semua lintang pukang menuju lift untuk kembali ke venue event. Persiapan membutuhkan waktu dua hari untuk event ini. Beruntungnya semua berjalan dengan lancar, yaa…. Walaupun ada sedikit gesekan dalam berlangsungnya acara, itu wajar kawan. Setelah event ada sedikit jeda waktu, aku kedapatan tugas sebagai misterious shopper yang diadakan oleh salah satu perusahaan air minum ternama di Indonesia yang bekerjasama dengan minimarket berlogo K. Waktu yang diberikan adalah satu setengah bulan untk menyelesaikan 60 titik lokasi yang telah ditentukan. Dari titik itu hanya 5 mini market yang sesuai dengan kriteria kami untuk mendapatkan voucher hadiah.

Tak terasa…. Aku sudah setahun lebih berkecimpung di pekerjaan baruku ini. Hingga akhirnya, dengan sangat terpaksa aku eeehhh!!!! Maksudku, kami semua pekerja freelance event berhenti dari mas Hendri. Dialah yang mengumpulkan kami menjadi satu team yang solid, namun sayangnya dia sendiri yang menghancurkannya. Masalah klasik kawan, apalagi kalo bukan gaji yang kami terima ternyata tak sesuai. Seharusnya mendapatkan 500 ribu per hari, nyatanya kami hanya menerima 225 ribu per orang. Okelaaah…. Jika dia bilang diawal, bagian kamu aku minta sekian!!! Kalo setuju ambil kalo nggak ya nggak masalah. Jika jelas seperti itu kan enak, bukan asal main potong seenak. Apalagi hasil keringat orang, sungguh hal yang tak terpuji bukan!!!

Daripada makan hati mulu ya lebih baik hengkang. Bali itu kecil Bung!!!, sekali kau berulah ya hancur sudah usahamu. Terbukti sepeninggal kami semua, mas Hendri banting setir jadi sopir taxi online dan guide liar???…. Aku pun kembali menganggur. Kembali lagi menekuni usaha jualan sparepart motor bekas dua tak Honda demi memenuhi kebutuhan hidupku.

Malam itu adalah malam minggu dan kugunakan menelepon melalui aplikasi Line untuk saling bertukar suara melepas rindu. Tak ada yang aneh di malam itu, aku kulai mengobrol dari jam 11 malam hingga adzan subuh berkumandang. Lia ini gadis yang sangat dewasa pemikirannya, walaupun usianya terpaut 5 tahun lebih muda dariku. Tapi bisa mengerti keadaanku dan tak pernah menaruh curiga padaku. Karna kita sama-sama memiliki pemikiran yang sama. Menjalin hubungan jarak jauh yang hanya bertemu muka. Kejujuran, kepercayaan dan keterbukaan itu penting. Tak ada yang cemburu berlebihan diantara kami. Aku yang saat itu masih bekerja di event organizer hanya beberapa kali mengirim foto, dimana lokasi event yang kujalani. Selebihnya, hanya saling bertukar aksara. Apalagi saat kerjanku sedang tak dapat diganggu. Maka dengan sabar Lia akan menunggu kabar dariku, begitu pula sebaliknya. Saat Lia sibuk kerja pun tak akan kuganggu.

Malam minggu berikutnya, aku kembali menelepon Lia dengan panggilan video. Tempat paling nyaman ya di parkiran belakang yang biasa digunakan untuk parkir mobil. Bale Bengong orang sini menyebutnya, posisinya dibelakang. Berada ditengah-tengah diapit sebelah kanan ada Pura dan disebelah kiri ada rimbunnya pohon pisang batu. Persiapanku adalah membawa segelas teh ukuran jumbo yang kuisi dengan kopi bubuk hitam asli dan powerbank serta tak lupa pula kabel chargernya dan headset. Aku mulai menelepon dari jam sembilan malam…. Saat asyik menelepon. Perhatianku selalu teralihkan pada pohon pisang disisi kiriku. Kulihat pohon pisang yang temaram bersinarkan lampu taman yang menempel di dinding tembok, hanya ada pemandangan biasa saja. Hati kecilku beberapa kali mengusikku dengan berkata TOLEH KIRI BRO!!!….saat ku toleh tak ada apa-apa.
Hingga saat Lia asyik berbicara denganku melalui panggilan video.

Kembali hati kecilku berkata TOLEH KIRI BRO!!!… Kali ini kupalingkan kembali wajahku ke kiri. Kulihat ada kain mori menutupi lampu taman yang ada di dinding tembok, tak terasa aku pun nyeletuk. ITU APA YA???…. Perasaan nggak ada kain tadi disitu?!?!?!!
Lia: mas….. Mas… Lagi lihat apa?? Kok ngobrol sendiri!!
Saya: anu…. Itu diantara pohon pisang kok ada kain ya?!?!?!….
Lia: mas ini jangan nakut-nakutin aku dech!!!!

Karna penasaran, aku pun berdiri di dalam bale bengong. Ku nyalakan lampu senter yang ada di powerbank untuk memastikan penglihatanku.
Lia: mas lagi apa toh?? Kok kayaknya sibuk sendiri….
Saya: sik!!! Ini aku penasaran, itu apaan sich???

Kuarahkan senter diantara rimbunnya pohon pisang dan tiba-tiba saja. Kain mori yang putih mulus itu menciut membentuk suatu makhluk dan kain itu berubah menjadi kotor penuh tanah plus disertai bau busuk seperti bangkai tikus.

Saya: ASTAGFIRULLAH!!!! Ini sich Pocong!!
Lia: eeehh!!! Jangan becanda mas!!!
Saya: beneran Dek, itu pocong. Lihat tuch mukanya hancur penuh ulat dan ealaaahhh!!! Matanya satu malah mejukur keluar kayak mau lepas lagi
Lia: udah mas!!! Mending pergi dari Bale Bengong sekarang!!!
Saya: (sambil membereskan perlengkapan) mbah…. Putune pamit sik yo, ojo melu yang diartikan jadi gini…. Mbah… Cucu pamit dulu ya, jangan ikut ya mbah…..

Bergegas kuambil gelas kopiku dan melangkah kembali ke kamar kost, karna tergesa-gesa. Aku lupa ambil wudhu sebelum masuk kamar. Saat masuk ke dalam kamarku, mendadak pundakku terasa amat sangat berat sekali. Seperti memikul suatu beban, padahal sebelumnya tidak ada apa-apa. Merasa ada yang tak beres segera aku pamit pada Lia untuk menutup telepon dan mengaji sebentar. Sudah lebih dari setengah jam aku mengaji, tapi pundakku malah terasa makin berat saja. Percy, kucing Ras adekku yang biasanya diam dan cuek saja. Mendadak mengeong dan mencakar-cakar kamarku, pertanda dia ingin dimanja denganku.

Aku sengaja tak menghiraukan keributan percy yang anehnya tidak sedikit oun membut adek perempuanku terbangun dari tidur. Batinku kembali berkata…. Sudahi ngajimu dan temui kucingmu. Karna Percy ribut terus, akhirnya kusudahi mengajiku dan setelah kubereskan Al-Qur’an ku segera kubukakan pintu kamar. Benar saja, Percy langsung mendekatiku ke kasur dan tak berapa lama sudah berada dipelukanku. Entah kenapa?? Percy ini menjilati dagu dan leherku. Jelas terasa aneh dan Geli kawan, tapi yang lebih aneh lagi. Saat Percy menjilati bagian per bagian dari dagu hingga pangkal leher. Terasa ada sesuatu yang ikut rontok bersamaan. Ajaib kucing ini tahu aku ada yang ngikutin, kataku dalam batin.

Hingga tak terasa, mataku yang mendadak berat ini akhirnya. Aku tertidur juga dan lagi-lagi. Paginya Lia ngomel padaku karna tak sholat subuh. Pagi saat terbangun, tubuhku terasa sangat segar dan bugar sekali. Terasa kalo semalam tidur dengan Percy yang hanya kurang dari 5 jam itu, bisa membuat tubuhku kembali segar bugar tak kelelahan karna kurang tidur. Siangnya, aku ditanya oleh Bapak penjaga kost. Katanya berani sekali nelpon di bale bengon belakang sampai selarut itu. Sengaja tak kukatakan kalo aku melihat penampakan. Tapi, dari rekaman CCTV Kost terlihat kalo gelagatku melihat makhluk astral. Akhirnya kukatakan saja kalo semalam diganggu pocong.

Penjaga kost merasa agak heran?!?!…. Karna ini di Bali, masa ada Pocong??? Tapi dibeberapa rekaman lainnya. Terlihat kalo saat malam hari biasanya malah yang nongkrong mbak Kunti. Yaaa….. Aku sich santai saja menanggapinya saat itu. Namun malam minggu berikutnya, malah penghuni kamar atas yang pada malam lainnya. Saat itu sedang nongkrong di bale bengong sambil minum-minum, mereka didatangi oleh kuntilanak. Tapi saat ditunjukkan rekaman CCTV Kost, tak terlihat adanya penampakan kuntilanak. Terlihat di rekaman itu mereka mendadak pergi meninggalkan bale bengong.

Sejak saat itu bale bengong menjadi semakin tak terawat. Bahkan penjaga kost, beberapa kali menemukan ular hijau sedang asyik nongkrong di bale bengong. Paling asyik tentu saat nyepi di Bali kawan, apalagi jika kalian tinggal di desa. Bersiap saja untuk melihat pertunjukan malam gratis, itu pun jika kalian apes ketahuan makhluk gaib. Paling juga dikejar buat dijadikan mangsa atau budak mereka. Jika kalian brani lho!!! Jika tidak ya mending nggak usah, daripada nanti pulangnya diikuti oleh “mereka”


cerbung.net

Kisah Hidupku

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2018 Native Language: Indonesia
Semasa kecil pasti punya yang namanya teman khayalan, entah itu sekedar khayalan atau memang makhluk tak kasat mata yang berkawan dengan kita kala itu sebagai teman bermain.saya juga memiliki kawan khayalan semasa kecil yang ternyata setelah saya ketahui "DIA" adalah mahkluk gaib dan juga beberapa pengalaman gaib yang saya alami hingga saat ini.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset