Kisah Hidupku episode 35

Bagian 35 Masa Paceklik

Sekembalinya aku dari Jakarta, kembali berjibaku dengan menjadi penjaga lapak milik seorang kawan satu klub. Aku sempat mendapatkan kabar kurang enak dari keluarga di rumah. semalam sebelumnya, aku mendapatkan pertanda sedang bermimpi buang hajat. tapi saat itu aku yang sedang buang hajat, pintu kamar mandinya hanya setinggi satu meter lebih saja. mirip seperti di jamban umum. kulihat dalam mimpiku itu ada Papa dan kedua adekku si kembar sedang mengobrol. Paginya saatku terbangun, mencoba menerka. Akan ada kejadian apa ini?? karna biasanya akan ada barang yang hilang. Anggap saja sebagai pengingat bagiku saat itu, namun nyatanya salah besar. Ternyata Papaku kehilangan sebuah sepeda motor matic, saat menunaikan sholat Subuh di Masjid. Padahal sebelum masuk ke dalam masjid, stang sudah dikunci, piringan cakram digembok dan handle rem dibelikan griplock. tapi tetap saja hilang, padahal siang itu ada janji untuk ke dealer sepeda motor mengambil BPKB motor yang telah lunas cicilannya. ini kali kedua Papaku kehilangan sepeda motor.

Sebelumnya sempat kehilangan saat diparkir di warung, saat itu… Papaku yang telah kembali dari brbelanja kebutuhan warung di pasar. terburu-buru ingin buang air kecil. Motor terparkir di warung dan kunci serta STNK sudah ditangan Papaku, namun saat akan kembali ke depan untuk mengambil barang belanjaan. Ternyata motor matic berwarna putih itu telah raib beserta dengan barang belanjaan Papaku tadi. karna mendapatkan asuransi, maka papaku mendapatkan penggantian uang DP dan cicilan motor yang sudah setahun dengan syarat, kembali membeli sepeda motor. Papaku Kembali membeli sepeda motor dengan cara mengangsur tiap bulannya. Untungnya, sebelum motor matic kedua ini hilang di parkiran masjid, Adekku si kembar selang seminggu sebelumnya mengambil motor maxi skutik. Sengaja mengangsur satu motor matic lagi untuk keperluan adekku wara-wiri, selain itu untuk ukuran tinggi badan 190 centimeter pasti tidak nyaman memakai matic 110cc. Nyatanya malah hilang di parkiran majid motor matic merah yang baru saja lunas sebulan sebelumnya.

lapor pihak berwajib, tentu saja sudah dan bukti-bukti lainnya telah diajukan ke pihak yang berwajib. Namun ya tetap saja hasilnya nihil. Motor yang diambil aja langsung diangkut naikin ke pick up, jadi mana ada sisa-sisa bekas pengambilan paksa. lagi-lagi kremi pemilik warung sebelah papaku berulah, untungnya ku kontak kawanku ikhsan karna saat itu aku sedang berada di Bali. Saat selesai ku telepon, Ikhsan dengan sigap mendatangi warung itu dengan membawa kawan-kawan preman mereka. Saat itu, aku sudah gelap mata mendengar bahwa papaku hampir ditebas parang. Dalam pikiranku saat itu hanya dua ide saja, datangi dan tebas hingga putus lehernya atau kubangkitkan kembali Khodam yang menjaga keluarga kami untuk menghancurkan kehidupannya. Pilihanku jatuh untuk menghabisi saja nyawa seluruh keluarga mereka saat itu. namun belum sampai niatku terlaksana, Ikhsan telah lebih dulu membuat si kremi sembah sujud padanya karna segala bualan si kremi tentang dia jagoan kampung hanya isapan jempol semata. Ternyata Ikhsan yang berperawakan kecil dan lebih kurus dari kremi malah salah satu jawara di pasar tempat dimana dia berdagang. tak heran banyak preman dan anggota yang jadi kawannya.

Akhirnya…. Daripada ribut terus, adek-adek perempuanku meminta Papa dan adekku si kembar pindah saja. Toh!!!….. Warung juga jarang buka sepeninggal mama, walaupun masih datang saja orderan untuk emlengkapi menu disuatu hajatan. Tapi kurasa…. Kasihan Papaku kerja sendirian. Lagipula usia papaku sudah menginjak 55 tahun, lebih baik istirahat di rumah atau pergi ke pengajian maupun ziarah ke makam Wali saja, kataku pada papaku saat itu. Praktis…. Setelah pindah ke tempat baru, harus memulai dari awal. terutama jualan warung papaku lebih sepi, letaknya berada di perumahan. Jadi wajar saja sepi… Berbeda dengan di tempat sebelumnya saat berada di daerah yang banyak pabrik..

Soal hubunganku dengan Lia???…. setelah setahun lebih menjalin kasih dan Lia sempat mengunjungiku di bali, Dia memilih meninggalkanku. Bukan….. Bukan karena ada karena ada lelaki lain, kawan. aku kenal Lia semenjak dari situs jejaring sosial path. Saat itu Lia masih menganggur kerja. Hingga dia diterima bekerja di Jogja. Otomatis harus kost di Jogja Karna kalo Pergi pulang Solo-Jogja tentu akan melelahkan hingga Lia akhirnya resign dari kerjaannya, karna jenuh dnegan pekerjaannya. Seingatku dua bulan kemudian, Lia mendapatkan tawaran untuk bekerja dengan kakak sepupunya yang berada di jantung kota kembang. Lia takut mengecewakanku, Karna selama bekerja dengan kakak sepupunya Lia terlampau sibuk dengan pekerjaannya dan kutahu pasti perasaan seorang wanita. Tentu akan lebih memilih untuk kekasihnya berada dekat dengan Dia daripada hanya bertukar suara dan aksara melalui layar semu, entah bisikan darimana saat itu. kukatakan pada Lia, jika memang nantinya kamu mendapatkan jodoh disana yang lebih baik dari aku. Maka segeralah menikah dan aku ingin kita tetap menjadi kawan baik walalupun sudah tak ada ikatan istimewa lagi. Kenyataan memang tak selalu berpihak padaku, tepatnya dua hari lalu ada sebuah nomer WA tak kukenal mengirimiku pesan. Dia berkata, bahwa dia suami dari Lia dan emintaku menghapus semua semua foto-fotoku dengan Lia di FB, aku lagi malas ribut dengan orang yang baperan jadi kukatakan saja sudah dihapus padahal sebenarnya aku privat foto itu. lagipula hanya foto biasa bukan suatu adegan mesum, ini yang sampai sekarang tak kumengerti??? Padahal aku dan Lia baik-baik saja. bahkan aku sudah hampir setahun tak bertukar kabar dengannya.

Ini malah aku di WA, di Messege FB di SMS suruh hapus foto-foto yang ada di FB, emang kau ini suaminya LIa sekarang. Aku tahu itu!!! dan aku juga tak pernah mencampuri urusan kalian. Kenal juga nggak, tahu-tahu udah nikah. Untung kondisiku sedang lagi baik hati saat itu dan memilih tak ambil pusing, kalo pas stress bisa-bisa tanpa kukendalikan khodam yang mengikutiku bisa mencelakainya. lagian…. Kenapa ya?? begitu mantanku telah hidup bahagia dengan pasangannya. EHHH!!!!!…… suaminya malah nyari perkara, padahal aku juga bukan orang yang suka mencari keributan. Apalagi masalah perempuan, bikin malu saja kata Alm. Mamaku!!!! Entahlaaah…… sudah suratan takdirku mungkin??…. aku hanya lelaki miskin yang bisa dibilang sedikit lebih tampan dari teman-teman seusiaku. tak jarang saat bertemu dengan orang-orang baru. Aku selalu dikira baru lulus SMA.

Begitulah hidupku kawan…. Susah senang kujalani mengalir begitu saja. Teman-teman seusiaku sudah mulai menimang anak dan bahkan ada yang sudah mengantarkan anak mereka ke sekolah. Sedangkan aku masih tetap saja melajang, mungkin aku dan adek-adekku harus bisa memenuhi permintaan Papaku dulu agar bisa memiliki rumah sendiri, agar tak lagi mengontrak rumah dan berpindah-pindah. Kegiatanku lebih banyak kuisi dengan memancing di sawah, Jika kalian memancing air tawar di Bali. Saranku lebih baik langsung ke pedesaan jangan di kolam. karna sungai-sungai di Bali itu masih kaya akan ikan air tawarnya. ikan wader yang jadi salah satu makanan favoritku dapat dengan mudah dipancing disini dan ukurannya pun bisa sampe dua jari orang dewasa. Aku malah sangat jarang mendapatkan ikan wader atau orang sini bilang Be nyalian seukuran kelingking. Jika malam hari, aku dan kawanku Dimas berburu ikan sidat atau orang sini bilang Be Julit sedangkan dibeberapa daerah di Jawa disebut Oleng/Uling. tak tanggung-tanggung, jika sedang mujur, dalam semalam aku bisa mendapatkan tiga ekor ikan Sidat dengan ukuran paling kecil sebesar lengan orang dewasa.

Mancing di Bali mengasyikan dan menyenangkan, jika memancing pada saat malam hari. penunggu gaibnya terbilang ramah, beum sekali pun aku diganggu dengan mereka. Berbeda dengan di Jawa yang penunggunya suka usil saat ada yang memancing tengah malam. tak jarang aku dan kawanku Dimas ini memancing di tempat yang orang lain bilang tempat jin buang anak. kami takutnya bukan sama penunggunya, tapi malah kehadiran ular sawah yang tak jarang panjangnya bisa lebih dari tiga meter. kalo sudah bertemu ular, maka kami memilih pindah lokasi mancing. terkadang hnaya semilir bau orang sedang bakar singkong atau wangi kembang melati saat memancing di area persawahan.

Selama itu aku hanya luntang-lantung, pendapatan yang kudapat dari menjaga lapak terkadang tak cukup. Prosentase yang kudapatkan sedikit, karna lokasinya yang berada di belakang resto italia di denpasar tentu menyulitkan untuk mencari pelanggan dari luar. lebih banyak ojek online yang mengorder dan ada beberapa dari tamu resto yag order. pelanggan tetap biasanya Koko pemilik Resto yang sering sekali membeli, apalagi saat seharian belum ada pembeli. Koko ini merupakan salah satu pemegang saham di resto itu. Jadi Koko ini pemilik gedung yang disewa untuk Resto italia, kemudian uang yang didapatkan dari pembayaran sewa gedung oleh Koko dijadikan modal untuk ikut serta dalam kepemilikan resto itu. Sungguh taktik sederhana yang tak terpikir olehku yang bodoh ini tentunya.

Nyepi di Bali dalah sesuatu yang istimewa, sehari sebelumnya. kalian akan disuguhkan dengan pawai ogoh-ogoh yang sangat menarik dan tentunya detail pengerjaannya pun menyerupai aslinya. Bagi yang lajang, tentu menjadi ajang untuk mencari gebetan. Esok paginya, semua aktivitas terhenti. bumi seperti ikut beristirahat, udara lebih sejuk dan sepi akan hingar bingar lalu lalang kendaraan. Saat malam menjelang, kalian dapat melihat konstelasi rasi bintang dengan sangat jelas, bahkan terlihata sangat dekat sekali dengan kalian. Bagi mereka para pemilik ilmu gaib, tentu moment hari raya nyepi adalah keadaan dimana mereka lebih bebas berkeliaran saat pekat malam tak tersentuh sinar lampu.
Seperti saat nyepi tahun itu, karna ingin merokok, otomatis aku harus keluar kamar. kamar ber AC plus adekku yang ounya sakit asma tentu akan berbahaya jika aku merokok di dalam. maka kuputuskan ke teras depan kamar kost sembari membawa secangkir kopi. sedang asyik membuka jejaring sosial media lewat ponsel jadulku. CRAAZZZHH!!!!….. terdengar seperti bunyi suatu benda tergesek, tiba-tiba dari atas terlihat dengan jelas dua buah banaspati meluncur diatas langit. semakin malam terdengar bunyi cekikikan HIII….HIIHIII…..HII…HIIIHIII…. Daripada makin banyak yang nongol, sebaiknya kuputuskan untuk ke dalam saja, meskipun jam masih menunjukkan pukul sepuluh malam.

setelah masa tak menentu kujalani, akhirnya datanglah tawaran dari sesama rekan blogger di Bali. beliau ini blogger kondang seIndonesia yang terkenal dengan hasil renderan darri spyshot produk terbaru pabrikan motor. Beliau juga terkenal dengan desain stikernya dan tentu sudah barang pasti. Orderan stikernya pun membludak, hingga harus mengundurkan diri dari tempat kerjanya hanya untuk fokus berjualan dan mendesain stiker sepeda motor. Saat itu aku ditelepon dan dikabarkan, jika Beliau ini butuh pegawai untuk lapak yang nanti akan dibuka. Maklumlah…. hampir empat tahun malang melintang didunia stiker motor, lebih banyak dikerjakan di rumah. Karna saat itu banyak konsumen yang kebingungan untuk mencari rumah beliau. maka diputuskan untuk membuka lapak stiker.

Saat aku ditawarkan tak langsung menjadi pegawai, tapi sedari awal sudah dikatakan jika kawannya tak bisa ikut bekerja dengannya. Maka aku akan ikut dengannya, tapi jika kawannya jadi bekerja maka aku tak jadi diterima. Namanya rejeki kita tidak akan pernah tahu kawan, Nyatanya malam hari sebelum esok pagi lapak sudah harus opening, kawan yang ikut bekerja dengannya mendadak pulang kampung dan ketika ditelepon posisi sudah diperjalanan sudah hampir sampai di kampung. Ketika dihubungi kembali, Aku langsung menerima tawaran itu daripada aku memiliki kerjaan yang tak menentu. Hanya jarak saja yang cukup jauh, dimana sekali perjalanan aku memerlukan 22 kilometer untuk sampai ke tempat kerja. Tapi bagiku masih dekat, bukannya sombong. Saat masih bekerja di medical supplier, tugasku adalah hari senin pergi pulang denpasar-negara dengan jarak 120 kilometer sekali jalan dan hari rabu pergi pulang denpasar singaraja dengan jarak sekali tempuh membutuhkan 140 kilometer dan itu kulakukan selama 3 tahun lebih. mtotor bebek bututku kilometernya sampai dua kali kembali ke angka Nol. diluar hari itu aku keliling area denpasar dan badung saja sudah menempuh sejauh lebih dari 30 kilometer.

Jadi saat, ada kawanku ada yang bertanya…. kenapa nggak nyari kerjaan yang dekat saja??? aku hanya cengengesan sambil menjawab…. maklum jiwa biker, masa jalan segitu udah ngeluh jauh??? malu lah ama postingan sosial media yang katanya hobi turing. MAKJLEEB!!!….. Dan menohok tentunya kawan hehehehehe…. Hingga akhirnya aku bekerja ikut dengan kawanku sampai detik ini.


cerbung.net

Kisah Hidupku

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2018 Native Language: Indonesia
Semasa kecil pasti punya yang namanya teman khayalan, entah itu sekedar khayalan atau memang makhluk tak kasat mata yang berkawan dengan kita kala itu sebagai teman bermain.saya juga memiliki kawan khayalan semasa kecil yang ternyata setelah saya ketahui "DIA" adalah mahkluk gaib dan juga beberapa pengalaman gaib yang saya alami hingga saat ini.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset