Kisah Hidupku episode 5

Bagian 5 Menutup Penglihatanku

Siang itu panas terik menyengat, tubuhku penuh peluh keringat tak ku hiraukan. Asyik bermain dengan teman-teman disini, aku bersyukur semenjak kepindahanku ke Pulau ini. Akhirnya aku memiliki teman, yaa….. Walaupun kadang mereka mengejekku karna logat Jawa yang kental saat terucap kata dari mulutku. Saat asyik bermain sembunyi-sembunyian, giliran Kadek yang ternyata harus mencari. Aku pun bersembunyi dengan Toriqh, saat bersembunyi dibalik sebuah mobil minibus yang parkir. Ketika Aku ingin mengintip si Kadek yang lagi kebingungan mencari kami, ternyata aku melihat dengan jelas ada penampakan sesosok lelaki di dalam mobil dengan pakaian compang-camping, banyak terdapat luka dan kondisi wajah hancur banyak darah serta terlihat seperti terbakar, memanggil-manggil meminta pertolongan. Aku pun berkata pada Toriqh

Saya: Riq….. Itu ada orang di dalam mobil minta tolong
Didekatnya wajah Toriqh agar dapat melihat kondisi di dalam mobil
Toriq: mana San??….. Mobilnya kosong nggak ada orang kok didalam
Saya: itu lho Riq yang ditempat sopir ada orang berdarah-darah gitu.
Toriq: nggak ada San….. Jangan-jangan kamu lihat Hantu lagi

Toriq pun berlari pulang meninggalkanku sambil berteriak ada SETAN…… Ada SETAAN…. Aku pun ikut lari pulang ke rumah. Sesampainya di rumah aku ceritakan pengalaman yang terjadi barusan, bukannya menerima apa yang kuceritakan , tapi dijewernya kuping ini sambil berkata
Mama: makanya siang itu waktunya kamu tidur…. Sudah sana cuci muka terus baca doa sana sebanyak-banyaknya
Saya: iyaa…. Ampun Ma, aku ndak nakal lagi. Belum bisa Baca doa Ma, bisanya Bismillah aja
Mama: ya udah…. Kamu baca itu yang banyak….

Langsung aku berlari meninggalkan mama menuju kamar mandi untuk cuci, muka, setelah beres urusan di kamar mandi. Masuk kamar berusaha untuk tidur siang sambil baca Basmallah sebanyak-banyaknya. Sebenarnya aku paling benci jika disuruh tidur siang, karna pastinya saat malam menguasai hari. Maka aku pun susah untuk tidur dan tentunya telingaku mulai mendengar banyak suara-suara menakutkan.
Beberapa hari setelah melihat sosok di dalam mobil minibus tersebut, tersiar kabar kalo terjadi kecelakaan pada pengendara mobil tersebut. Bahkan saat aku sedang mencuri dengar pembicaraan mama papaku terdengar kalo si sopir mobil tersebut tewas terbakar di dalam mobil.
Pagi itu mama memboncengku dengan sepeda motor bebeknya menuju ke sekolahan. Yaa…. Aku akan didaftarkan ke salah satu Taman kanak-kanak. Tak banyak yang dapat diingat pada masa itu, bahkan siapa teman-temanku semasa TK aku pun sudah lupa. Setelah itu bersekolahlah aku di TK tersebut, bahkan penampakan-penampakan selama aku di TK tak dapat kuingat.

Masa TK berlalu dan aku pun diantarkan oleh papa mamaku untuk didaftarkan di salah satu SD Negeri. Bersyukur selama di SD ini aku memiliki teman-teman yang sangat baik, bahkan sampai sekarang jika bertemu, kita masih saling bertegur sapa. Bahkan beberapa nantinya ada yang kembali satu sekolah SMA dan Kuliah di jurusan yang sama denganku.
Di tahun 1992 saat aku sudah masuk SD, lahirlah adikku yang ketiga seorang perempuan, disaat itu aku tak pernah bertemu sekalipun dengan Jin Qarin dari adekku ini. Penampakan demi penampakan makin sering aku lihat dan juga visualisasi akan kejadian di masa yang akan datang juga sering terlintas ketika melihat suatu tempat atau seseorang yang lewat didepanku. Sayangnya karna tak ada yang mendengarkan apa yang aku lihat dan tak memberikan solusi atas kelebihan yang ada padaku. Membuatku semakin larut dalam ketakutan. Melihat hal tersebut Mama takut akan kelebihan yang aku miliki, takut jika nanti anaknya dianggap anak tidak waras oleh tetangga dan teman-temannya, hingga mengusulkan untuk membawa ke Pak Ustadz yang sering menetralisir jika ada yang kesurupan di rumahku. Anehnya tak hanya aku saja yang mengalami fenomena ini, adikku perempuan juga mengalami hal yang sama. Karna sering aku temui saat adekku ini sedang bermain dengan teman gaibnya dan teman gaibnya pun tahu kalo aku bisa melihatnya. Maka dibawalah kami ke rumah Pak Ustadz tersebut, yang kuingat sesampainya disana kedua orangtuaku mengutarakan maksud dan tujuannya mengunjungi Pak ustadz. Setelah berbicara panjang lebar Pak Ustadz membacakan doa dan aku serta adekku disuruh mengucapkan AMIIN saja, setelah itu Pak Ustadz berkata:

Pak Ustadz: datanglah kemari beberapa hari lagi pak bu….. Nanti saya berikan air yang sudah diisi dengan Doa
Papa&mama: baik Pak Ustadz….. Kapan kami akan kesini lagi???
Pak Ustadz: nanti saya yang antarkan airnya ke rumah, bapak-ibu tunggu di rumah saja.
Sepulangnya dari rumah Pak Ustadz, penampakan demi penampakan mSih sering aku lihat. Hingga saat yang dinantikan tiba, datanglah Pak Ustadz ke rumahku.
Pak Ustadz: Assalamu’alaikum
Papa: Wa’alaikumsalam….. Eeehhh Pak Ustadz, mari silahkan masuk
Pak Ustadz: ini saya bawakan air yang saya janjikan, semoga bisa mengatasi apa yang ditakutkan selama ini
Papa: Alhamdulilah….. Makasih banyak Pak Ustadz, ayoo ngopi dulu…. Ngobrol-ngobrol sebentar.
Pak Ustadz: gini Pak….. Sebenarnya anak bapak ini memiliki kelebihan yang orang lain tidak memiliki, bahkan orang lain pun sampai rela berguru kesana-kemari demi memiliki kelebihan seperti anak Bapak
Papa: yaa….. Gimana ya Pak Ustadz, anak saya masih terlalu kecil dan saya takut nanti anak saya ketika dewasa nanti akan dijauhi karna dia berbeda sendiri.

Dipanggillah mama dan juga aku oleh papaku untuk ikut duduk di ruang tamu.
Papa: oiya Mah…. Itu Diana dipanggil sekalian sama bawain gelas ya…..
Diana ini adalah nama adik perempian pertamaku, kalian bisa memanggilnya dengan nama itu dicerita ini kawan.
Datanglah mama, aku dan Diana Adekku. Kami duduk bersama dan mulailah pak Ustadz membacakan doa-doa lalu dituangkannya air tersebut ke dalam gelas. Setelah itu disuruhnya aku minum air tersebut sampai habis. Ketika menenggak air tersebut rasanya tidak enak persis seperti bunga melati dan Sekuat tenaga kuhabiskan air berukuran gelas teh tersebut. Setelah habis, dituangkannya air tersebut ke dalam gelas kembali dan kini giliran adekku meminumnya, sempat kulihat hampir muntah saat meminumnya, tapi mamaku memaksanya untuk menghabiskannya. Setelah itu berkatalah pak Ustadz kepada kedua orangtuaku.

Pak Ustadz: saya hanya bisa membantu sebisa kemampuan yang saya miliki, karna nanti saat anak-anak Bapak dan Ibu ini beranjak dewasa, saya tidak dapat menjamin apakah penglihatannya masih tertutup atau tidak???….. Yang ketika mereka dewasa masih akan sering tembus tapi tidak parah, namun jika mereka ingin membuka kembali kemampuan yang dimiliki akan sangat mudah dan tentunya harus mencari guru yang benar agar tidak tersesat dalam kesesatan Karna mereka ini adalah anak-anak pilihan. Setelah itu Pak Ustadz pun pamit pulang.


cerbung.net

Kisah Hidupku

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2018 Native Language: Indonesia
Semasa kecil pasti punya yang namanya teman khayalan, entah itu sekedar khayalan atau memang makhluk tak kasat mata yang berkawan dengan kita kala itu sebagai teman bermain.saya juga memiliki kawan khayalan semasa kecil yang ternyata setelah saya ketahui "DIA" adalah mahkluk gaib dan juga beberapa pengalaman gaib yang saya alami hingga saat ini.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset