Kisah Hidupku episode 8

Bagian 8 Pengalaman Mistis Kala SMA

Malam hadir ditemani kelap-kelip bintang berpadu dengan alunan suara khas jangkrik menjadi pembuka malam kami yang sedang asyik berburu ke rumah-rumah kosong ataupun tempat yang katanya angker. Adrenaline remaja yang baru akil baligh ditunjang pula dengan beredarnya acara-acara mistis dibeberapa stasiun tivi swasta. Lagipula, kami dimasa itu juga sering sembunyi-sembunyi nonton trek-trekan yang sedang marak saat itu. Bayangan kami malah lebih seram jika ketahuan orang tua ternyata nonton trek-trekan. Kami berempat berangkat menuju salah satu rumah kosong yang telah lama ditempati, rumah pertama adalah rumah kosong yang konon sekeluarga meninggal karna dibunuh. Setelah tiba di lokasi dan mengecek keadaan. kami urungkan niat tersebut karna ternyata rumah itu sudah dikelilingi tembok yang tinggi. Bahkan saat memanjat tembok tersebut, kami dikejutkan dengan pemandangan atap rumah dibawah kami. Bagaimana bisa???…. Rumah yang lain posisinya sejajar dengan tanah ini malah atapnya yang sejajar dengan tanah….. Brarti bangunan rumahnya ada dibawah kami. Bisa jadi karna seringnya proyek pengaspalan jalan jadi posisi rumah ini tenggelam dan kemungkinan memang dahulu posisi rumahnya agak dibawah jalan raya. Bahkan nampak jelas masih ada sebuah mobil yg terparkir di garasi beratap kanopi. Tak mendapatkan hasil, kami meluncur ke tempat berikutnya. Rumah angker yang konon jika kita berdiam diri lama di depan rumah tersebut akan muncul penampakan kuntilanak dan gendruwo. Letaknya di Tukad Citarum kawan dan itu sudah jadi urban legend bagi mereka yang pengen uji nyali, kalo sekarang saya nggak tau rumah itu masih kosong atau sudah ada makhluk kasat mata yang nempatin???…..

Uji nyali sedang trend, terlebih kami yang masih darah muda kala itu. Penasaran??…. Pasti itu kawan. Masuk melalui gerbang belakang tercium bau amis dan anyir darah. Konon rumah ini dulu sekeluarga mati dibantai dan anehnya tidak ada barang yang dicuri oleh pelaku. Memasuki garasi, bulu kuduk kami berdiri tegak secara spontan tanpa dikomando dan saya merasakan energi yang begitu kuat dan jahat. Teman-temanku malah pada asyik mainin senter sambil berkata: serreem rumah ini ya Jal…. Sebutan kami, jika menyebut teman dengan panggilan rizal/rijal atau disingkat jadi jal untuk panggilan anak lelaki. Kaca pecah dan banyak eternit yang hancur dibeberapa bagian, ditambah lagi sarang laba-laba makin menambah kesan angker rumah yang tak jarang digunakan oleh entah itu padepokan silat atau apa??…. Untuk sekedar nguji ilmu. Ketika akan mendekati lantai dua kami berempat dikejutkan dengan sinar terang berwarna orange. ASTAGFIRULLAH!!!!…..si Topan nyebut kemudian berkata ayoo pulang aja Jal.

ini banaspatinya udah ndak suka kita datang. Samar-samar terdengar eraman suara yang beraatt dan jauh, Aaaaarrrgh….. Aaarrgh…. Waduh Jal, mending pulang yukz!!!… Aku merasakan hawa kesedihan yang mendalam di rumah ini, kepala mulai pening dan mual ingin muntah. Ya udah….. kita balik aja Jal. Secepatnya kami bergegas keluar rumah tersebut, begitu sampai di parkiran kami menoleh ke rumah mewah berlantai dua itu. Nampak jelas sosok Kuntilanak sedang memandang kami dengan tatapan tajam dan wajahnya yang pucat sembari melambaikan tangan kearah kami. Anehnya motor kami distater nggak mau nyala…. Daripada kelamaan, mending kabur sambil dorong motor ramai-ramai. Sempat noleh lagi ke rumah tersebut terlihat lagi satu penampakan gendruwo dengan wajahnya yang seram dengan bentuk muka seperti Anjing dan badannya yang penuh bulu kayak gorilla, tatapannya siap menerkam kami. Akhirnya motor bisa nyala normal dan kami pun ngacir meninggalkan rumah tersebut.

Untuk menghibur diri kami memutuskan main ke daerah Kuta, menikmati dentuman musik DJ. Nongkrong doang, kumpulan pelajar kantong cekak mana bisa beli minuman. Masuk ke jalan Patih jelantik Kuta hujan tiba-tiba mengguyur kami malam itu, keanehan terjadi ketika kami melihat sebuah pohon besar di kiri jalan itu terlihat terbakar bagian atasnya seperti habis tersambar petir namun tetesan hujan tak membuat api itu padam. Kami masih cuek mencari tempat berteduh, setelah ketemu tempat berteduh.

Saya bertanya….. Eeehhh tadi lihat ada pohon kebakar nggak???…..
Toriqh: iya Jal…. Kok aneh??? hujannya mendadak deras tapi pohon yang kebakar tersebut nyala apinya nggak terpengaruh oleh hujan ya….
Saya: gimana Jal???…. Kita lanjut apa balik aja???
Toriqh: mending habis hujan reda kita pulang aja yukz….
Yang lain pun setuju dengan usul Toriqh, sembari menunggu hujan reda kami saling cerita pengalaman di rumah angker tadi. Tak terasa hujan sudah reda dan jam sudah menunjukkan pukul 2 pagi. Kami cabut pulang dan rencana menginap di rumah Toriqh, rumah Toriqh ini jadi basecamp bagi kami. Sesampainya di rumah si Kadek bikin kopi buat kami semua. Mumpung ada bola Jal…. Aku mau nonton bola, apa lawan apa nie??…. Jawab si Topan, udah nonton aja ini musuh bebuyutannya MU. Aku yang nggak begitu paham liga sepak bola memilih memejamkan mata yang sudah lelah ingin terlelap. Saat aku dan Toriqh udah nyenyak tertidur, sekonyong-konyong si Kadek membangunkan kami.

Kadek: Bro…. Tivinya kok aneh tiap nonton bola channel tivi pindah sendiri, aku matiin tivinya malah nyala lagi padahal remote aku pegang
Saya: dengan mata masih ngantuk berat…… Sini!! ta cabut stop kontaknya dulu kali aja ini tivinya Toriqh error??….
Setelah aku cabut colokan tivinya, tiba-tiba nyala sendiri. Langsung kubangunkan Toriqh.
Saya; Jal!!!…. Bangun Jal!!!… Tivi ente kesambet nie Jal???….
Toriqh: terbangun dengan mata merah karna tidurnya terganggu….. Sempruulll, mana coba aku lihat???….. ASTAAGAAA!!!….. Aneh ini Jal. Mending kita ke depan dulu aja.
Saya: mau kabur kemana???…. Rumahku udah ke kunci.
Kadek: udah biarin aja….. Mending kita tidur, ntar juga kalo setannya kalo udah kelar nonton dimatiin.
Topan yang habis nonton bola asyik memainkan irama suara ngorok, tidur di lantai beralaskan matras. Kami semua diatas kasur tidur dengan perasaan takut, bersembunyi dibalik selimut saling berpelukan kayak Telet*b**s sampai akhirnya kami terlelap.

Kami terbangun jam 11 siang, harum kopi bikinan Topan memang paduan yang pas. Lalu si Topan dengan entengnya berkata:
Topan: eeehhh….. Semalem. Aku kebangun, mau p[indah keatas kok disebelah atas sudah ada orang pake pakaian kaos item celana jeans item dipojokkan sebelahnya Kadek sambil nonton bola siaran ulang.
Toriqh: Siapa Pan??…. Kita udah pada tidur, ngelindur palingan kamu??…..
Topan: nggaklah….. Aku kebangun kebelet pengen buang air kecil, anehnya pas balik kamar itu orang aku lihat tidur disebelah Kadek
Kadek: Aku memang merasa ada yang naik ke kasur Pan tidur disebelahku, kirain koe Pan???…..
Topan: mana Mungkin Dek…. Orang jelas aku lihat ada yang tidur, otomatis kasur penuh makanya aku lanjut tidur dibawah.
Toriqh: serius Pan??….. Semalem itu tivi udah dicabut colokannya masih nyala sendiri dan pindah-pindah channel dan baru berhenti pas disiaran ulang Bola.
Topan: lhaaa….. Terus orang yang aku lihat siapa???
Toriqh: entahlah……(sambil mengangkat kedua bahunya) wong samar kali Pan??…..
Topan: Seeemb….. Tapi kok aku nggak takut ya???
Kadek: ya lihat aja Pan, orangnya punya belahan bibir atas yang pas dibawah hidung nggak?? Kalo nggak ada ya jelas itu wong samar
Topan: waduuh…. Aku nggak perhatiin jeh….

Selanjutnya kami semua membahas rencana hari ini, mumpung libur panjang semester sekolahan. Jadi biar nggak bingung mau ngapain.
Pernah ketika itu kami lagi ingin main ke kota Negara untuk mengunjungi ibunya Toriqh dan adiknya yang lagi liburan di kampung. Sebagai informasi, jika melewati jembatan dan tempat-tempat yang dirasakan angker mending pencet klakson sebagai tanda kita numpang lewat. Kebetulan kami berencana berangkat sorean biar sampai kota negara menjelang isya, diperjalanan menuju Negara ketika akan melewati daerah Soka, tepatnya di selemadeg dengan kontur jalan yang saat itu masih berkelak-kelok, tidak seperti sekarang sudah ada jalan tembusan jadi tinggal jalan lurus aja. Perasaan saya sudah nggak enak sebelum berangkat, sempat bilang ke Topan karna dia yang bawa motor, sedangkan saya hanya jadi pembonceng. Pan…. Ntar klakson aja ya….
Topan: halaaah!!!…. Gampang, udah tenang aja Jal. Kita turing santai nggak ngejar waktu jugaan.
Saya: udah!!!! ntar mending nglakson aja terutama mulai daerah Bajra sampai Selemadeg.
Bukannya nurut…. Topan tak mengindahkan perkataanku, benar saja…. ketika masuk maghrib tatkala jingga senja merona menjemput malam. Kami telah sampai di sekitar selemadeg. Terlihat agak jauh di depan kami, ada sosok seorang Petani sedang memikul cangkul setelah pulang dari sawah.

Saya: Pan…. Klakson Pan…..
Topan: apaan sich??…. Orang Pak Tani nya dipinggir jalan ngapain diklakson??…..
Saya udah Pan…. Klakson aja!!, ini kita udah masuk daerah yang nggak ada sawahnya.
Begitu sinar lampu motor menyinari pak Tani tersebut, semakin jelas terlihat jika Dia berjalan sambil melayang. Pas motor kami tepat berada disebelahnya, seketika reflek noleh kearah Pak Tani yang membalas tatapan kami dengan senyum dingin dan jelas terlihat tidak ada garis bibir antara hidung dan bibir atas. ASTAGFIRULLAH….. Langsung seketika Topan tarik gas sekencang-kencangnya. Hingga motor bebek yang kami pakai jarum kecepatannya menyentuh diangka 80 kilometer per jam. Penasaran???…. Kami kompak noleh ke sebelah kiri dan ternyata tepat disamping saya, Pak Tani tersebut berjalan dengan santai memikul cangkulnya. Langsung aku berucap: Mbah….. Cucu numpang lewat mbah, mohon maaf kalo cucu ada salah mbah. Sekedipan mata langsung ilang. Toriqh yang membonceng Kadek akhirnya bisa nyusul kami dan bertanya.

Toriqh: Jal….. Perut ente mules ya??? Naik motor kayak lihat setan aja
Topan&saya: (kompak menjawab) emang iya Jal !!!!l….
Toriqh: Kapan Jal??? Pas dimana tadi lihatnya???
Saya: pas tanjakan tadi itu Jal…. Lihat pak Tani mikul cangkul, pas kita salip ternyata wong samar. Makanya Topan langsung tancap gas cuman motor udah lari kencang eeehhh…. Pak Taninya masih ada disebelahku.
Toriqh: sokoorrr!!!!!….. Makanya kalo ada tikungan ama jembatan kudu klakson, tandanya permisi.
Saya: Tau tuch…. Topan ngeyel kalo dikasih tau.
Kami melanjutkan perjalanan kurang lebih 2 jam dari Denpasar menuju Negara dan akhirnya kami sampai di rumah neneknya Toriqh dengan selamat tanpa kurang satu apapun.


cerbung.net

Kisah Hidupku

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2018 Native Language: Indonesia
Semasa kecil pasti punya yang namanya teman khayalan, entah itu sekedar khayalan atau memang makhluk tak kasat mata yang berkawan dengan kita kala itu sebagai teman bermain.saya juga memiliki kawan khayalan semasa kecil yang ternyata setelah saya ketahui "DIA" adalah mahkluk gaib dan juga beberapa pengalaman gaib yang saya alami hingga saat ini.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset