Kisah Hidupku episode 9

Bagian 9 Selamat Dari Kiriman Gaib

Sore itu selepas maghrib segera kuraih kunci motor bebek yang tergantung di tembok ruangan depan di ruang tamu, tak ingin menyia-nyiakan karna hari ini mau ada janji dengan teman karib atau lebih tepatnya sahabatku sedari SMA ini. Papa yang melihat gelagatku hanya berkata: Pulang jam berapa Le???………. Kujawab jam 11 Pah,……. sambil memakai jaket lalu kucium tangan papaku dan pamit berangkat. Aku terlalu takut mengajak Ririe keluar, lagipula mau diajak jalan kemana???…… duit juga pas-pasan, selain itu Ririe juga lebih suka menghabiskan waktu dengan keluarganya. Sesampainya di Rumah sahabatku di bilangan jalan Ahmad Yani Denpasar, ternyata disana sudah berkumpul beberapa temanku yang lain. Agenda malam itu bagi yang tidak punya pasangan hanya sekedar putar-putar keliling kota, sambil godain cewek cantik mengendarai matic yang mulai marak di kotaku. Sampailah di tempat nongkrong kami, sebagian teman-temanku menyukai game online CS yang lagi marak saat itu. aku hanya sekedar melihat saja, ikutan main juga nggak pernah bisa dan selalu kalah duluan kena tembak.

Perut lapar dan aku segera mencari penjual nasi goreng didekat situ, sambil menawarkan diri pada teman-teman kali saja ada yang mau nitip sekalian. Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 12 lewat, aku pamit duluan karna janji pulang jam 11 malam ini malah sudah kelewatan jam pulang. Semoga saja Papaku sudah tidur (batinku berkata begitu)……. Kupacu motor bebekku dengan cepat agar segera sampai di rumah, beruntung jalanan Denpasar di tahun itu lewat jam 10 malam sudah sangat sepi.

Sesampainya di rumah, pelan-pelan ku buka pintu gerbang…. Kumasukkan motor dengan didorong pelan-pelan agar tak menimbulkan kegaduhan. Motor akhirnya sukses aku parkir di lorong yang posisinya berada diantara rumah dan gudang. Setelah memarkirkan motor. Kutengok dari balik pintu dengan berhiaskan kaca rada hitam yang menjadi pintu utama masuk ke rumahku, terlihat dengan jelas papaku sudah lelap dalam tidurnya hingga dengkurannya dapat kudengar. Yaahh!?!?!!…….. Tivi nonton orang ini, tapi untunglah. Kalo belum tidur bisa dipijat sapu ini punggungku. Sambil perlahan-lahan membuka kunci pintu terdengar suara eraman Aaaaarrrrggh….. Aaaarrgghh……. Aaaaarrrgghhh….. begitu kutengok sebelah kananku ASTAGFIRULLAH!!!!……. gemetar sekujur tubuh saat dengan jelas melihat Papaku menyeringai dengan tatapan matanya yang tajam.

Masih tak percaya dengan yang aku lihat, kembali pandangan kualihkan ke ruang tamu dan disana masih jelas terlihat papaku yang tertidur dengan tivi masih menyala. mana mungkin bisa ada dua orang papaku. AARRRGGHHH……. teriakan itu terdengar tepat disebelah kananku yang hanya berjarak kurang dari dua meter, disertai bau busuk seperti bangkai tikus mati. karna saking kaget dan takutnya, aku pun tergesa-gesa masuk ke dalam hingga akhirnya membangunkan Papaku yang tertidur. tentu kalian tahu sendiri….. Setelah itu aku kena omelan, kuping kena jewer dan yang parah kunci motor disita otomatis selama seminggu ke depan aku berjalan kaki ke sekolah. Untungnya besok minggu jadi masih ada kesempatan buat rayu Papaku. setelah itu segeraku sikat gigi dan ambil wudhu karna tadi belum sholat isya. Aku ceritakan pengalaman itu ke sahabat-sahabatku di komplek perumahan, jawaban mereka ternyata sama. Pernah melihat penampakan Papaku saat mereka menginap di rumahku. Padahal jelas-jelas saat itu Papa dan Mama sedang mengantarkan adekku berobat ke Jakarta, ada rasa penasaran menghinggapi hatiku.

Malam pun tiba, selepas sholat isya sengaja pindah ke kamar sebelah. kamar yang biasa dipakai sebagai mess untuk pegawai Papaku yang hari itu sedang tidak ada orang karena sedang pergi keluar. tivi kunyalakan kemudian genjrang-genjreng gitar sayur menyanyikan beberapa lagu. Tak terasa jam di kamar menunjukkan pukul 10 malam, segeraku ambil wudhu lalu balik lagi ke kamar karyawan Papaku. Gelar sajadah lanjut Wiridan sembari mengkhususkan untuk penunggu rumah tersebut, sekedar ingin berinteraksi secara batin saja. DEEGH…… Batinku berdesir lalu ada seorang lelaki yang berat dan berwibawa dalam hati bertanya…..

Penunggu: Ada apa memanggilku….. mau nantang???
saya: bukan mbah….. ( keringat mulai terasa membasah badan dan bulu kuduk berdiri) hanya mau nanya aja. Sering ada penampakan bangsanya Mbah menyerupai Papaku itu sebenarnya siapa??……..
Penunggu: Itu aku……. Aku yang menjaga keluargamu secara gaib
Saya: Lantas kenapa harus menyerupai Papaku???…….
Penunggu: yaa…. Karna Papamu kepala keluarga di rumah ini dan sudah tugasku memantau jika ada yang mencurigakan.
Saya: Apakah keluarga di rumah ini pernah lihat ketika mbah berubah wujud menyerupai Papaku??…..
penunggu: Tidak…… Aku lebih sering menampakkan diri kepadamu karna kamu ini bandel dan sering pulang melewati persetujuan dengan orang tuamu.
Saya: Biklah mbah….. makasih banyak sudah memberitahu saya….. Assalamu’alaikum
Penunggu: Yaa….. Wa’alaikumsalam.
Akhirnya ada sedikit jawaban yang kutemukan walaupun sebenarnya ingin bertanya lebih banyak lagi tapi sengaja aku urungkan niat karna teringat saat di sebuah Khutbah Jumat, Khatib berkata bahwa sebaik-baiknya bangsa Jin adalah seburuk-buruknya manusia, tetap berhati-hati karna mereka diciptakan dengan penuh tipu daya.

Namanya orang usaha pasti ada saja gangguan, baik itu secara langsung atau “lewat belakang” dan beberapa kali pernah terjadi pada keluarga kami. Alhamdulillah kami masih dalam Lindungan Tuhan sehingga tidak sampai kena gangguan gaib. Sekali aku pernah kena “kiriman Gaib” (katanya ya ) dibagian betis sebelah kanan, oleh orang yang tidak suka dengan usaha Papaku. seperti biasa aku yang badung pulang lewat tengah malam dan anehnya sosok yang menyerupai Papaku tidak hadir menggangguku. saat akan melangkahkan kaki masuk ke ruang tamu tiba-tiba betis sebelah kanan terasa nyeri, panas dan kesemutan hebat. Segera aku masuk ambil air wudhu dan setelah itu mengurut betisku sambil mengucapkan Istigfar berkali-kali. Saat itu aku tidak tahu, kalo terkena gangguan kiriman gaib dan setelah kejadian itu betis kanan serasa mati rasa, sampai aku coba tusuk pake jarum jahit hingga masuk lebih dari satu centimeter tetap tak kurasakan. Bodohnya kejadian ini sengaja aku rahasiakan dari kedua orang tuaku, hingga ketika saya pulang jumatan dengan membonceng Papa, ingin rasanya menceritakan kejadian yang ku alami bila nanti sudah sampai rumah. Begitu sampai rumah dan masuk garasi mobil, kami dikejutkan dengan suara salam yang santun dan hangat dari seorang lelaki tua mengendari sepeda onthel dengan kemeja koko putih, peci putih, tesemat kain Rida’ dipundak dan bersarung kotak-kotak coklat. jika menaksir umurnya bisa jadi sudah diatas 70 tahun namun fisiknya masih terlihat bugar, kemudian percakapan pun berlanjut:

Kami: Wa’alaikumsalam
Papa: Iya mbah,….. mencari siapa ya???………
mbah: begini Pak, saya seperti diarahkan kesini oleh oleh Gusti ALLAH…. ijinkan saya untuk masuk dan melihat-lihat rumah Bapak??….
Papa: emang ada apa ya mbah???….. kok pengen masuk Rumah saya??
mbah: jika Bapak mengijinkan, mungkin kita nanti akan tahu maksud kedatangan saya kesini.
Papa: ( dengan wajah heran melihatku dan aku hanya menganggukkan kepala tanda setuju )………. Ayo kalo gitu mbah kalo pengen lihat-lihat rumah saya.
Mbah dan kami pun masuk ke rumah kemudian Mamaku bertanya pada Papa, siapa itu Pah??….. Entahlah??? katanya pengen lihat rumah ini dan bantuin kita kata Papaku. Mamaku hanya memperlihatkan wajah heran dan menggelengkan kepala, lalu kembali melanjutkan memasak di dapur. Suasana halaman belakang ramai oleh kegiatan karena orderan Papa lagi ramai saat itu. kakek itu kembali ke garasi kemudian menyusuri halaman depan, sejurus kemudian terhenti di pagar tembok dekat gerbang. Segera kakek itu berjongkok dan mengambil sesuatu yang ternyata sebuah botol kecil persis botol parfum tester ukuran 1 mililiter. Kakek pun berkata padaku: Nak….. coba kamu bakar di dalam tungku bara api tempat Bapakmu itu (sambil menunjuk kearah tunggu yang menyala diatasnya ditaruh drum besar yang sudah diisi air, berfungsi untuk meluruhkan malam dan obat kain agar menempel di kain).

Aku pun menuruti lalu kubuang kedalam tungku yang berisi kayu bakar yang sedang menyala, lalu aku pun kembali bergabung dengan Papa dan Kakek tersebut. lalu kakek berkata: Pak…. Banyak yang tidak suka dengan usaha Bapak ini, ini anak Bapak jadi korban kiriman gaib. untungnya kena dibetis sebelah kanan dan anak Bapak ini ternyata kuat menahan kiriman gaib yang ada dibetisnya.

Papa: (dengan wajah kaget) kamu kena kiriman gaib Nak???…..
Saya: entahlah…. Pah??? Cuman betis ini serasa mati rasa, jangankan dicubit…. ditusuk jarum aja nggak kerasa, kalo malam kadang serasa ketarik-tarik uratnya cuman ya aku tahan aja Pah….
Mbah: Sini Kakek coba bantu obatin ya Nak…….
saya: Boleh mbah, jika saya bisa sembuh
Mbah: saya hanya berusaha masalah bisa tidaknya hanya ALLAH SWT yang punya kuasa Nak….. Tolong belikan saya telur ayam kampung 3 atau 5 butir ya….

diminta tolonglah adekku untuk membeli telur ayam kampung di warung dekat rumah, setelah adekku datang membawa 5 butir telur ayam kampung, dibersihkan dan direndam kedalam baskom berisi air biasa saja….. iyaa air biasa saja tanpa embel-embel apapun. Lalu kakek terebut menegadahkan tangan sambil berdoa setelah itu mulailah diambil salah satu telur yang ada di baskom sambil digosokan ke betisku….. Aaaaarrrr…. Aduuuduhh…… Aaaaarrrggh….. Sakit, Mbah hanya tersenyum. kakek tersebut lalu berkata:…. tolong ambilkan piring atau mangkok, saya mau pecahkan isinya. bergegaslah Mamaku mengambilkan piring lalu diberikannya pada kakek itu. Kemudian dipecahkannya telur ayam kampung itu, serempak kami berucap ASTAGFIRULLAH HAL AZIM…… Sungguh aneh tapi nyata, telur yang dipecahkan itu berisi 2 buah Paku berukuran kurang lebih 7 centimeter. Tak masuk diakal telur sekecil itu berisi paku sebesar itu. Kembali digosokkannya telur berikutnya dan aku pun kembali meringis kesakitan dan seperti yang pertama kawan, lagi-lagi telur itu berisi 2 buah paku namun agak kecil kira-kira paku 5 centimeter. Tahan ya Nak!!… ini yang terakhir, kata si Kakek itu……..Aaaaarrrr…. Aaaarrrghh…. Aduuuduhh…… Aaaaarrrggh….. dan isinya juga sama paku besi lagi seperti yang kedua kawan. Setelah selesai kami berdoa bersama dan Kakek berkata kembali pada kami yang sedang berkumpul di ruang tamu.

Mbah: botol kecil yang kamu bakar tadi gimana nak???….
Saya: nggak tahu mbah tadi saya tinggal gitu saja
Mbah: Ayoo…. sama-sama kita lihat
Begitu ditungku untuk merebus kain, kakek tersebut meminta kepada karyawan Papaku untuk menyingkir dan meminta sebuah kayu untuk mencari botol yang aku buang ke dalam tungku tadi. Setelah agak lama mencari ternyata botol tersebut masi utuh dengan warna membara seperti bara arang. Diambillah botol itu menggunakan sekop oleh salah satu pegawai Papaku lalu disiram dengan air kemudian kembali Kakek itu menengadahkan tangan dan berdoa, kemudian memberikan aba-aba…… Setelah aku masukkan kedalam tungku kita semua harus menyinggir. Benar saja tak berapa lama terjadi sebuah ledakan BUUMBBB….. bunyi ledakan tidak keras seperti BOM akan tetapi diikuti oleh sebuah gumpalan api yang besar dan tinggi mengarah ke langit, untung saja tungku tempat merebus kain saat itu atapnya sudah tidak ada dan belum sempat diperbaiki.
Alhamdulillah….. Insya Allah sekarang bapak sekeluarga sudah aman, kalo begitu saya mohon pamit dulu. Papaku lalu berkata….. saya antar sampai rumah ya mbah??…… Tidak usah saya pulang naik sepeda saja kata si Kakek menimpali ucapan Papaku. Assalamu’alaikum…… Pak Ibu saya mohon pamit dulu, lalu dikayuhnya sepeda itu hingga sampe di depan jalan rumahku Kakek itu belok ke kiri. Papaku masih penasaran, maka segeralah mengambil kunci motor dengan maksud ingin mengejar kakek itu. Logikanya orang naik sepeda gayung dengan sepeda motor, tentu yang naik sepeda motor akan dengan mudah menyusul pengendara sepeda gayung. Akan tetapi yang terjadi malah sebaliknya kawan, Papaku tak menemukan Kakek itu, bahkan bertanya kepada tetangga dimana jalan itu dilewati mereka mengatakan tidak ada kakek-kakek lewat pakai sepeda gayung.


cerbung.net

Kisah Hidupku

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2018 Native Language: Indonesia
Semasa kecil pasti punya yang namanya teman khayalan, entah itu sekedar khayalan atau memang makhluk tak kasat mata yang berkawan dengan kita kala itu sebagai teman bermain.saya juga memiliki kawan khayalan semasa kecil yang ternyata setelah saya ketahui "DIA" adalah mahkluk gaib dan juga beberapa pengalaman gaib yang saya alami hingga saat ini.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset