Kontrakan Kampung Leyangan episode 14

Leyangan masa kini

Mince menjemput di Bandara Internasional Cangi lalu menyambut bu Susi dan yang lainnya, Mince memeluk papahnya lalu kakak-kakaknya Guntur dan Anantha, keluarga Susi dan keluarga Rosa mereka semua dibawa ke rumah makan lalu ke mess pabrik untuk beristirahat, Manajer pabrik menyaksikan keluarga Mince dan mengobrol bersama Susi dan Rosa serta diajak berkeliling mess pabrik bersama pak Sing Prakast seorang warga India yang menggeleti dunia roti kering yang sesuai pendidikan Mince.

Mince yang mengambil makanan kering juga kulineran karena Indonesia baru dia satu-satunya yang kuliah dan lulus serta mendapat sertifikat segagai seorang chef bersama Taranoki dari Jepang Mince membuka restoran makanan saji “Leyangan” dan membuka di dekat Rumah Sakit Cangi dan di bandara Udaranya , sementara tokoroti di Paula di kelola mbak Yeti ibunya Arnold yang di pasrahkan Susiyati oleh Mince.

Selesai wisuda Mince hendak cuti beberapa hari untuk menemani pak Andrean dan mengecek toko rotinya,pak Sing Prakast dan Taranoki sudah menyetujui sungguh sayang hujan tiba turun  tanpa diduga dan banjirpun meluap dan menutupi jalanan. Ternyata tak hanya di Indonesia di Singapore pun kebanjiran.

Mince    : ” Tak usah khawatir semuanya, paling tak ada dua jam sudah kembali normal dan air segera menghilang “.

Susiyati  : ” Gak nyangka ya kita dapat sambutan banjir…”

Akhirnya selama seminggu mereka di Singapura dan sekalian bertamasya ke Gardens By The Bay  yang merupakan taman dengan pohon yang unik karena amat besar-besar pohonnya dan terawat nampak menghijau  daunnya yang bisa menampung air dan sinar matahari, Susi heran karena ada pohon yang setinggi hotel bertingkat 16 dan tampak menyala , ada juga kebun bunga yang konservatori  pokoknya apik deh…. Anna dan Bagus menaiki Singapore Flyer suatu wahana seperti Bianglala yang amat besar dan berputar selama 30 menit , bianglala itu amat tinggi berkisar 165 meter tingginya

Sebelum pulang mereka diajak Mince ke Merlion Park yang merupakan taman kota berada di Singapore River dan tak ada pungutan harga macam Tugu Muda di Semarang bisa 24 jam melihatnya sehingga Anna dan Bagus bisa puas berfoto dan berselfi setiap lewat di Marlion Park dengan bermain air mancurnya sambil berperahu. Semua menikmati keindahan Singapura yang indah dan bersih membuat wisatawan nyaman.


 

Sorenya mereka pulang ke Indonesia Susi dan Sugeng baru sampai rumah Safi’i menemui Sugeng memberikan laporan karena bersifat darurat kalau terjadi perkelahian antara siswa yang dipicu rebutan pacar satu angkatan, Safi’i membantu pak Johar karena Abbas sedang keluar waktu itu, tapi sekarang sudah baik lagi keadaannya. Sugeng mengucapkan terima kasih pada Safi’i  yang memberitahukan masalah tersebut dan teratasi oleh pak Johar. Sebenarnya Susi  dan Sugeng   sudah tahu tapi perhatian mereka begitu amat diperlukan sebagai bentuk kepedulian saja terhadap Abdi Negara.

Susi        : ” Yah…ayah sudah selesai berbenah…? ”

Sugeng  : ” Iya…ini sudah selesai …mengatur dan menata jadwal untuk esok hari..” Sugeng sambil menata rak buku yang selesai dibacanya dan menata rak kerja Susi istrinya.

Susi        : ” Menurut ayah, kok bisa ada perkelahian karena apa..? ”

Sugeng  : ” Itu hal biasa terjadi bila ada asrama…besok Rabu kan ujian sebelumnya kita beresi mereka…”

Malam itu Sugeng menyidang Marno dari Bone dan Atikah dari Bandung dan mereka memutuskan hubungan di depan Sugeng karena Marno sudah beristri, mereka membuat pernyataan tertulis tak akan melanjutkan hubungan terlarang lagi , Sugeng segera pulang diantar Abbas dan Safi’i . Sugeng mengingtkan sekali lagi kepada  Safi’i dan Abbas agar  semester depan jangan gegabah lagi menentukan kamar-kamar laki dan perempuan.

Abbas    : ” Pada hal kita sudah mengaturnya dengan baik lo…..tapi kok ya masih saja kecurian…”

Safi’i      : ” Namanya saja mencuri pasti menunggu kesempatan…mencuri kesempatan saat pak Sugeng dan bu Susi pergi untung kita bisa menggagalkan “.

Abbas    : ” Betul Fi…kita sudah menggagalkan pergumulan Marno dan Atikah “.

Esok harinya mereka semua ujian tertulis  diawasi dua mentor depan dan belakang, suasana hening dan tenang sampai hari Sabtu sedangkan praktyeknya mulai Senin . Hari Minggu Safi’i dan Abbas menyiapkan matras untuk praktek esok hari.  Sugeng bersama Gagakrimang sudah mengecek semua peralatannya dan sudah mengatur mekanisme


 

Susi dan Anantha mengecek cerobong yang baru tiba dan segera memasangnya, bagian fermentasi dan pengeringan  libur selama dua hari untuk mengantisipasi perbaikan cerobong , hanya bagian distribusi dan pengadaan yang kerja aktif. Anantha amat cekatan mengatasinya dibantu tenaga tukang ahli dari Jerman yang menggunakan komputer mekanisme pengoperasiannya, dan sudah teratur sistem kerja yang baik , Susi bersama Anantha berbincang dengan tehnisi dari Jerman tentang cerobong asap serta kendalanya juga cara membersihkannya, yang semuanya serba otomatis. Pak Andreas melihat juga dengan menggunakan kursi rodanya dan dibantu bu Rosa.

Pak Andrean  : ” Untung Anantha sekolah di Jerman sehingga ahli perawatannya”.

Anantha          : ” Iya pah.., Jerman gudangnya alat-alat pabrik serta pertanian…”

Mereka semuanya pada makan siang karena sore hari orang Jerman tersebut mau pulang langsung ke Jerman dan dikawal anggota Gagakrimang

 


Akhirnya lulus semua anak didik Sugeng  dengan payung Abdi Negara menjaga kwalitas kelulusannya .

Susi menyerahkan sertifikat kelulusannya dan amat bangga kerena semua sudah mendapat pekerjaan dan diterima di instansi-instansi baik pemerintah maupun swasta.

Perpisahan adalah acara yang ditunggu-tunggu oleh para siswa dan mereka semua mendengar berita kalau banyak yang meminta tenaga security untuk kantornya se Indonesia dan nama yayasan Abdi Negara sudah amat terkenal dan banyak yang memesan dari tanah air bagian barat , tengah, maupun timur sehingga pak kapolsek menambah perluasan lahannya pendidikannya.

Atikah     : ” Selamat jalan Marno, selamat berjuang di Bone, salam buat istrimu semoga selalu bahagia”

Marno     : ”  Sama-sama Atikah maafkan aku ya.. tlah berbuat tak senonoh kepadamu biarlah  semua itu buat kenangan untuk kita dan merupakan kado terindah karena hari ini kita bertanding duel antara pencuri dan majikan di arena perpisahan ”

Atikah      : ” Bersiaplah Marno siapkan kuda-kudamu…ciat…awas tendanganku..! ”  Dengan sigap mereka bertanding sebagai lawan , Marno bisa menangkis tendangan dengan kakinya tapi Marno tak bisa mengelak pukulan kiri Atikah dan mendaratlah dipelipis Marno yang tertawa karena di kalahkan Atikah 1-0 . Kini Marnopun tak mau main-main lagi dan menggunakan saltonya sambil terbang dan kakinya mengarah mengenai lengan kanan Atikah, tak pelak Atikah terjatuh dan scorpun 1-1 Atikah dan Marno saling bersalaman mereka seri dan dilanjut pemain lain.

Mereka amat cekatan dan berambisi mencapai skor nilai terbaik dan mereka akhirnya berhasil dengan baik , kini saatnya mereka pulang kembali ke daerah asal, Safi’i  berpelukan dengan mereka semua ada rasa sedih dan gembira diwajah mereka . Abbas yang sudah biasa menghadapi perpisahan tersebut hanya berucap jangan lupa menghubungi kami di Leyangan, satu persatu pada ‘nggeret koper dan merayakan kelulusannya


Mbak Yeti menyerahkan toko roti Paula pada Mince dan Susiyati karena Arnold  mendapat tugas dokter di Badung Bali  dan semua mengikutinya, karena sudah tiga bulan Arnold sendirian disana dan Zuraida putri pak Zulkarna sebagai penggantinya dan sudah dididik olek mbak Yeti tinggal melanjutkan saja usaha tersebut. Mincepun memberikan bekal ilmunya pada Zuraida sebagai asistennya yang diawasi Susiyati. Kini sudah berganti dan lahirlah regenerasi pengontrak kampung Leyangan yang berpendidikan lebih maju dari pada pendahulunya dan sebagian juga pada pindah ke tempat lain seperti mas Pandu suami mbak Yeti yang ikut hijrah ke Badung Pulau Dewata Bali.

Begitulah manusia seiring kemajuan jaman seiring juga dengan usia , kini kontrakan kampung Leyangan sudah menjadi Yayasan Abdi Negara yang semakin besar dan dikelola Susiyati, SH.MM dan suaminya Sugeng yang melahirkan banyak keamanan sebagai pendukung bangsa dan negara sedangkan pabrik tepung tapioka memperluas perkebunan singkongnya alias ketela pohon yang membuat Leyangan tetap hijau dan alamnya tetap berseri dan subur juga menjadi daerah agrowisata karena lingkungan yang asri dan terbina dengan masyarakat yang sadar lingkungan dan mendekatkan diri pada Tuhannya dan berimbal balik dengan alam sebagai tempat berpijak dan alam kehidupan  sudah mempersatukannya.


cerbung.net

Kontrakan Kampung Leyangan

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2019 Native Language: Indonesia
Susi membuat kopi untuk Sugeng suaminya, yang baru saja pulang jaga malam di Rumah Sakit Umum Ungaran. " Kok gak manis dik...." " Maaf gulanya habis yah, jadi cuma sedikit gula yang ada..." "Maaf ya istriku ...ayah baru bisa kasih ini , tapi untuk makan masih amankah...?" . Dengan menunjukkan ekspresi muka sedih Susi mengatakan: " Ayah..untuk makan masih terjaga, cuma kalau seperti ini terus pendapatannya kita akan jadi orang susah yah...Susi akan bekerja bareng mbak Rosa di pabrik tepung boleh gak yah..?" " Benar yang ajak mbak Rosa..? bukan yang lainnya..? " Bener Yah, emang kenapa kalau bukan mbak Rosa..?" " Karena mbak Rosa orangnya jujur dan lurus..." " Jadi boleh dong Yah, aku diajak kerja bareng mbak Rosa..?" mata Susi berbinar - binar senang tapi sekejap diam lagi karena bingung siapa yang akan memasak dan membersihkan rumah, karena Susi dan Sugeng adalah penganten baru tiga bulan dan masih kontrak rumah di Dukuh Beji Ungaran Timur. " Pikirkanlah dulu, ayah ingin kamu bekerja di rumah agar nanti anak-anak kita tak kelantar pendidikkannya, ayah tak melarang dik Susi bekerja". "Yah.. tapi itukan masih lama apa salahnya Susi bantu ayah bekerja, trima kasih ya Yah sudah menyetujuinya ". Jawab Susiati dengan senang sambil mencium pipi suaminya dengan manja. Sugeng kasihan juga kalau melihat istrinya sendirian di rumah makanya dia menyetujuinya. Ketika jelang sore mbak Rosa main ke rumah Susi sepulang kerja, dan menanyakan keputusannya, " Piye...sido melu kerjo po ra..( bagaimana...jadi ikut kerja 'gak ..?) Iki butuh tenaga loro tinggal siji lo Sus...?

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset