Kontrakan Kampung Leyangan episode 15

Menghadapi Porda

Sugeng mendapat surat dari KONI yang akan menyelenggarakan Porda  (Pekan  olah raga daerah) untuk mengirimkan anggota sucuritynya untuk melaksanakan pembukaan bertandingan sebanyak 70 orang siswa sebagai pelaksananya dan sugeng juga bertindak sebagai juri laganya.

Susi         : ” Ini suatu kesempatan baik yah, karena suatu kehormatan untuk  membuka atraksi porda” Lalu Susi segera berangkat ke pabrik .

Sugeng   : ” Baik Safi’i akan mewakili dan ditambah angkatan sekarang 70 siswa ,  pak Johar yang mengatur latihannya dan Abbas sebagai komandan”.

Latihan ini diberi waktu 2 bulan amat sangat cukup sekalian menggembleng mental siswa siswinya , pak Johar senang sekali anak didiknya  akan menjadi sorotan dan akan ditunjukkan antraksi kemampuan siswa siswinya .

Pak Johar  : ” Ini seperti saat di Garnisun dan pak Sugeng saat itu masih ada siswa 15 orang tapi sekarang sudah meningkat 70 orang siswa “.

Sugeng       : ” Benar sekali , pak Johar selalu bersama kami walau usia kita sudah tak muda lagi…”

Pak Johar   : ” Usiaku sudah amat jauh …75 tahun tahun ini , dan sudah 20 tahun selalu bersama Abdi Negara ”

Sugeng       : ” Tapi semangat masih enam puluhan dan tambah semangat…!!”

Pak Johar  : ” Ya, sayang istriku sudah tak mendampingiku lagi…… ” Suara pak Johar terasa kelu dan memandang sang merah putih yang berkibar di lapangan dan memberikan penghormatan. Sugeng ikut memberi hormat sejenak hening lalu terdengar suara lonceng tanda istirahat lalu mereka menuju kantor melanjutkan pembicaraan bersama Susiyati yang baru datang .

Susi        : ” Bagaimana pak Sugeng, apakah sudah di bagi menurut rencana? ”

Sugeng  : ” Siap..!, sudah bu.. ”

Susi.       : ” Baik, segera laksanakan hari ini ”

Selesai istirahat Abbas dan Safi’i membagi dua regu , regu satu bersama Abbas sedangkan regu dua bersama dirinya. Safi’i dan Abbas memimpin regunya masing-masing. Suara mereka menggelegar mereka yang dari Boja merasa bangga memiliki Safi’i yang mengentaskan pengangguran menjadi sosok yang berguna. Sebelum dibubarkan pak Johar memberikan wejangan kalau mereka akan mewakili porda dan akan ditempatkan di GOR Jatidiri .  Siswa-siswi menyambutnya dengan antusias dan mulai membubarkan diri .

Andi Negara sudah menjadi besar lokasinya kontrakan kampung Leyangan bangunannya berubah flat-flat dan bertingkat 3 jadi agak mereka meminimaliskan area karena penambahan area Abdi Negara di sana sudah terdapat kolam renang juga.

Terdengar suara Abbas yang lantang mengatur PBB dan diikuti Safi’i  yang mengatur barisannya sungguh amat tegas mereka,

Abbas   : ” Hadap kanan, hadap kiri…grak…!”

Safi’i     : ” Langkah tegap…maju jalan..! ”

Suara-suara itu begitu menggema di lapangan dan siswa-siswi begitu disiplin berlatih ,latihan dilanjut sore hari karena istirahat makan siang dan shollat dan jam 16 giliran Abdi Negara berlatih bela diri karena di dalam ruangan Susiyati sekeluarga bisa menikmati acara latihan , Safi’i begitu senang karena kekasihnya menyaksikan latihan itu dan Parmipun amat senang karena kekasihnya bersuara lantang dan membuat hatinya rindu serta bangga tapi Parmi dan Safi’i tak boleh saling bicara bahkan mengobrol di latihan dan pendidikan dalam lingkup Abdi Negara. Cukup mendengar suaranya serta hentakan kakinya Parmi merasa terobati rasa rindunya.

————————————————————————————————————————————————————————————————————————————-

Sementara itu Mince bersama papah Andrean menuju toko roti Paula yang di kelola Zuraida.

Zuraida   : ” Bu roti keringnya untuk penderita diabetis sudah saya buat sesuai formulanya dari ibu, cuma belum ibu cek”.

Mince       :” Sudah… sudah saya incip dan papah senang sekali ini kesini mau melihat koki barunya “.

Zuraida diberikan katalog  makanan kuliner untuk dicoba di toko Paula kuliner yang mudah dibawa-bawa pergi dipakai sebagai oleh-oleh.

Katalog tersebut merupakan rahasia olahan Mince tentang makanan olahan yang dimiliki dan Mince berada didapur Paula mencoba masakannya agar Zuraida mempraktekannya.

Zuraida  : ” Ini mau bikin apa bu ? ”

Mince     : ” Kita akan praktek buat Taco,  dimana bahannya dari daging ayam dan kulitnya sudah ada”

Zuraida memperhatikan dan ikut membantu mempersiapkan topingnya lalu diberikan secara gratis pada pelanggan yang selalu membeli di toko roti Paula, ternyata banyak yang menyukainya dan memesan taco daging ayam, Mince senang sekali dan gantian Zuraida ( Rida ) mengolahnya dan diincip Mince…ternyata enak  maka resep itu dibuat sebagai menu pesanan dan di jual online. Dari 10 sampling yang dibagikan 5 diantaranya mau menunggu taco rasa ayam dan memesan yang rasa daging sapi. Maka akhirnya banyak yang memesan online dan Zuraida meminta pembantu dan diperbolehkan.

Mince tak akan menambah menu karena kepayahan dan cukup mengandalkan Toko Paula untuk mengurusi papahnya dan semuanya yang mengerjakan Rida yang begitu dipercaya. Susiyati amat tercengang karena  Mince berencana mengundurkan diri dan tak memperpanjang masa kerjanya

Susiyati     : ” Kenapa kamu memutuskan pekerjaanmu, terus rekan kerjamu bagaimana…?”

Mince        : “Chef Singh Prakast kembali ke India , Chef Taranoki kembali ke Jepang mungkin setelah itu ke Indonesia untuk mengembangkan bisniznya , sedangkan Mince akan menjaga papah Andrean sambil usaha di hotel Arwana yang siap merekrut Mince di Ungaran dan Mince bisa setiap saat pulang rumah “.

Susiyati     : ” Bagus kalau begitu kamu akan lebih nyaman bersama keluargamu”

Mince        : ”  Cuma Mince menunda menikah dengan Cremlin Lavrop yang berkebangsaan Rusia dimana saat ini Singapore masih ada selisih paham dengan Rusia, demi amannya Mince pulang ke Indonesia dan Lavrop menyetujuinya ”

Susiyati     : ” Jadi kamu masih berhubungan dengan Lavrop…? ”

Mince        : ” Iya bu…meskipun suasana masih tegang tapi Lavrop menunda pernikahan kita sampai situasi benar-benar aman.

Ternyata urusan kewanitaan Susi amat paham dan melindungi Mince soal pilihan hati dalam kehidupannya percintaan mereka berdua dimulai sejak awal kuliah dan kemarin waktu Susi ke Singapore bertemu dengan Cremlin Lavrop dan memiliki kepribadian yang baik. Saat ini Lavrop sedang melayani menu roti sebagai makanan kala  berperang. Susi menerima keputusan tersebut dinilai lebih baik tinggal di rumah sendiri sambil merencanakan ke depan.


Sugeng sedang melatih siswa siswinya bersama Gagakrimang , mereka sedang bergulingan dan memperagakan adu senjata tajam serta melompat dan menendang dengan cepat , berbagai senjata tajam dipergunakan termasuk tombak. Segeng amat piawai belatih anak buahnya yang membantu melatih siswa siswinya di Abdi Negara. Karena cuaca amat panas maka Sugeng mengajak berenang pas saat kolam selesai dikuras dan Sugeng sudah menyewa hari Jumat untuk Abdi Negara . Seluruh siswa bersorak karena khawatir jam pelajaran berenang akan di liburkan ternyata tetap ada dan berlangsung terus . Mereka pada kegerahan dan berlompatan menyerbu kolam renang.

Antok      : ” Aku kira gak ada berenang kari ini…”

Bambang  : ” Aku kira juga tak ada soalnya pelatihnya mas Ruli kemarin bilang libur ” Ketika siswa sedang membicarakannya ternyata mas Ruli datang bersama Rustiana Damayanti dan adiknya Sasongko yang mengikuti latikan rutin saja.

Mas Ruli membunyikan peluit tanda perhatian dan siswa memperhatikan semua keterangannya dan membagi regu menjadi 10 masing-masing berisi 7 orang anggota dan akan bertanding kecepatan dengan gaya bebas dan estafet. Di sisi lain mas Ruli sedang memperhatikan Anna dan Sasongko yang bermain di kolam setengah meter dan meminta Safi’i menemani mereka yang masih belajar berenang.


Anantha sedang membicarakan dengan temannya dari Jerman yang bernama Lucas tentang keadaannya perihal perang saudara antara Ukraina  dan Rusia. Lissa dari Swedia  ikut nimbrung dan kerena kangen mereka tak lagi memperbincangkan peperangan meskipun sebenarnya mereka mengerti tapi bukan urusan mereka tetapi itu urusan intern negara antara Rusia dan Ukraina.

Lucas   : ” Aku berniat ke begaramu yang damai…”

Lissa    : ” Betul…aku juga dan ingin mengembangkan usaha ke Indonesia ”

Anantha : ” Saat ini cuaca masih buruk jangan melancong dulu dan tetaplah tinggal dirumahmu masing-masing  “.

Lissa     : ” Tapi kami butuh pekerjaan yang nyata dan berharap padamu Anantha..”

Lucas    : ” Benar Anantha…bantu kami dan kami akan membangun usaha disana ,kami sudah siap surat-surat untuk memasuki Indonesia”

Anantha  : ” Tapi Jawa amat padat penduduknya….”

Lissa    : ” Tidak Anantha …kami masih ada celah tempat untuk berlindung….beri kami tumpangan barang dua bulan saja, kami akan mandiri..”

Lucas   : ” Kami siap berangkat minggu ini bukankah begitu Lissa…?”  Pembicaraan mereka amat tegang jadinya dan amat berharap sekali lalu Anantha berkonsultasi dengan Susiyati.


cerbung.net

Kontrakan Kampung Leyangan

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2019 Native Language: Indonesia
Susi membuat kopi untuk Sugeng suaminya, yang baru saja pulang jaga malam di Rumah Sakit Umum Ungaran. " Kok gak manis dik...." " Maaf gulanya habis yah, jadi cuma sedikit gula yang ada..." "Maaf ya istriku ...ayah baru bisa kasih ini , tapi untuk makan masih amankah...?" . Dengan menunjukkan ekspresi muka sedih Susi mengatakan: " Ayah..untuk makan masih terjaga, cuma kalau seperti ini terus pendapatannya kita akan jadi orang susah yah...Susi akan bekerja bareng mbak Rosa di pabrik tepung boleh gak yah..?" " Benar yang ajak mbak Rosa..? bukan yang lainnya..? " Bener Yah, emang kenapa kalau bukan mbak Rosa..?" " Karena mbak Rosa orangnya jujur dan lurus..." " Jadi boleh dong Yah, aku diajak kerja bareng mbak Rosa..?" mata Susi berbinar - binar senang tapi sekejap diam lagi karena bingung siapa yang akan memasak dan membersihkan rumah, karena Susi dan Sugeng adalah penganten baru tiga bulan dan masih kontrak rumah di Dukuh Beji Ungaran Timur. " Pikirkanlah dulu, ayah ingin kamu bekerja di rumah agar nanti anak-anak kita tak kelantar pendidikkannya, ayah tak melarang dik Susi bekerja". "Yah.. tapi itukan masih lama apa salahnya Susi bantu ayah bekerja, trima kasih ya Yah sudah menyetujuinya ". Jawab Susiati dengan senang sambil mencium pipi suaminya dengan manja. Sugeng kasihan juga kalau melihat istrinya sendirian di rumah makanya dia menyetujuinya. Ketika jelang sore mbak Rosa main ke rumah Susi sepulang kerja, dan menanyakan keputusannya, " Piye...sido melu kerjo po ra..( bagaimana...jadi ikut kerja 'gak ..?) Iki butuh tenaga loro tinggal siji lo Sus...?

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset