Kontrakan Kampung Leyangan episode 19

Badai Telah Berlalu

Cremlin sudah pulang ke Ungaran  dan menemui Mince yang sudah mulai menata bagian produksinya , Anthony pagi ini dibantu beberapa bagian yang sudah direncanakan untuk menunjang jalannya pabrik roti Mando-Mando yang menyerap tenaga kerja ratusan orang . Cremlin mendapat pesan dari adik perempuannya kalau dia sudah memulai masa kuliahnya dan dia juga sudah dapat kerja sebagai tukang cuci piring di sebuah hotel dekat dengan kontrakannya di Singapore , serta mengabarkan ibunya Evgenia Arnanovna bekerja tidak di bar lagi tapi menjaga bayi disebuah penitipan anak balita di Moskwa.

Cremlin yang membantu sebagai pemasok terigu dari Ukraina yang membutuhkan gudang luas karena juga ingin berbisnis, untuk keperluan di Semarang.

Mince      : ” Serius emgkau ingin berbisnis tepung terigu di Semarang…di sini banyak saingannya lho….? ”

Cremlin   : ” Aku akan berusaha memasukkan di Semarang , karena banyak pabrik kerupuk disana ….kan lumayan …tapi sementara aku pakai terigu kamu dulu…bolehhkah…? ”

Mince       : ” Aku tak enak sama Chef Taranoki sebagai pemilik saham terbesar… dan selanjutnya baru aku , dilanjut Chef Singh Prakast …tapi kalau untuk sample saja bolehlah….”

Cremlin   : ” Terima kasih sayang…aku akan belajar sebagai pemasuk yang ilegal untuk yang perdana sambil minta bantuan ibu Susiyati membuatkan akte perusahaan sebagai sarana legalnya ..”

Mince      : ” Baik aku akan membantu untuk pemulanya agar engkau nyaman dalam bekerja ”

Cremlin   : ” Terima kasih sekali sayangku…karena aku hanya ingin fokus ke tepung terigunya dan yang jelas aku sudah ada pelanggan PT Mando-Mando Biscuit yang akan mengirimkan perdananya ke Jepang…. ” Mince memeluk kekasihnya dan mengucapkan  ” Semoga sukses karena untuk kehidupan kita bersama ”

Cremlin   : ” Tentu….untuk usaha kita bersama….”

Mince       : ” Tapi usaha ini yang bertanggung jawab kamu karena masih CV belum menjadi PT  lho…?!”

Cremlin    : ” Iya…tapi aku berharap engkau bisa memegang sebagai komisarisnya agar usaha ini lancar…bagaimana…?! ”

Mince       : ” Baiklah…biar di urus ibu Susiyati ”

Mince sebagai analis formula roti Mando-Mando sedang mempersiapkan pengiriman perdananya ke Jepang dan sudah dimasukkan dalam kontainer berukuran 40 feet yang sudah dikemas dalam kaleng-kaleng , dan rencana akan dikirim 4 kontainer  sedangkan sisa produksinya diberikan pada Indonesia dan marketingnya dikelola Anthony baik yang untuk ekspor maupun impor.

**************

Cremlin sudah menerima akte perusahaannya yang bernama ” Tepung Terigu Indonesia Maju ”  dan memulai berkeliling di Semarang. Dengan menggunakan mobil bekas yang dibelikan Mince sebagai modal awal beserta seorang sopir segera menuju pelabukan untuk menawarkan terigu buatannya . Ternyata di pelabuhan banyak pabrik yang membutuhan terigu karena harga sangat baik pemberiannya dari Cremlin, ini sangat menguntungkan Cremlin yang masih tinggal bersama Mince karena belum memiliki rumah tinggal di Ungaran tepatnya Leyangan

Karena kesuksesan Cremlin dan Mince dalam mengelola usahanya  maka mereka segera melangsungkan pernikahannya di Hotel Grand Candi , banyak kolega yang diundangnya Chef Taranoki mengajak  semua rekan bisnisnya yang berada di Jepang untuk menghadiri pernikahan Mince. Rekanan bisnis Chef Taranoki senang sekali dengan pertemuannya bersama Mince dan Cremlin yang diharapkan membawa keberuntungan dimasa depan akan mengalami  lonjakan pendapatan . Dalam pernikahan tersebut ibu Cremlin Evgenia Arnanovna bersama keluarganya hadir. Banyak tamu yang salut dengan Mince bersama keluarganya yang memiliki handai taulan orang luar negeri.

Tamu  1        : ” Hebat ya mbak Mince yang tamunya banyak dari luar negeri…. ”

Tamu  2        : ” Sekolahnya saja di Luar Negeri ya wajarlah tamunya orang asing …”

Tamu  3        : ” Denger-denger tamu yang berada di daerah Ungaran menggunakan Hotel Wujil yang disewakan selama empat hari…berarti banyak sekali tamunya ya…. ”

Tamu-tamu pada ngerumpi tentang keluarga Mince juga Cremlin Lavrop yang ikut menyambut kedatangan tamu-tamunya. Sergey Pinyaev berpakaian seragam angkatan udara tampak ganteng sekali dengan menggandeng adiknya Medvedeva yang jangkung dan berhidung mancung sepintas seperti sepasang kekasih . Anaskhon Rakhmatov adalah ayah kandung Cremlin yang berkebangsaan Uzbekistan turut hadir , dia datang sendirian ternyata dia sudah bercerai lagi dengan istri barunya yang merupakan pelakor dari ibunya Evgenia Arnanovna. Anaskhon memeluk Evgenia Arnanovn sambil meminta maaf telah menghancurkan rumah tangganya yang sudah dibina selama dua puluh tahun dan sekarang dia menerima karma akibat perbuatannya istrinya berselingkuh dengan teman kerjanya sebagai pengantar jasa paket.

Anaskhon Rakhmatov : ” Maafkan semua kesalahanku….kini aku ditinggal pergi oleh istriku Angelica dan memilih menikah dengan Alexander teman kerjaku ”

Evgenia Arnanovna      : ” Itu sudah berlalu…lupakan saja…dan engkau tetap menjadi bapak dari anak-anakku….”

Anaskhon Rakhmatov : ” Terima kasih…, aku di undang Cremlin yang menentangku dulu dan kini Dia memintaku untuk mendampinginya dalam pernikahannya, dia yang telah mengongkosi aku selama ini dan tetap memberi semangat hidupku..sungguh aku tak mengira semua anak-anakku begitu perhatian padaku….” Anaskhon Rakhmatov mengusap air matanya karena amat terharu pada semua anak-anaknya. Sebetulnya Anaskhon Rakhmatov amat takut dengan Cremlin yang telah mengecewakannya disaat itu, serta amat sedih dengan pulangnya Medvedeva untuk menemani Evgenia Arnanova yang terjatuh saat musim dingin berlangsung dan menemaninya sambil bersekolah SMA yang kebetulan dekat rumahnya.

Evgenia Arnanova      : ” Sekolah dekat rumah memang sudah menjadi pilihan kita saat itu , dan anak-anakku bisa menerimaku bekerja sebagai pelayan bar tanpa malu dengan penghasilan yang amat minim mereka berusaha mencari tambahan untuk memenuhi kebutuhan sekolahnya dengan loper koran…, menyemir sepatu ataupun berjualan roti dan makanan kecil saat aku pulang kerumah. Itu adalah hal terindah dalam hidupku…, terutama saat ini Cremlin sudah memiliki usaha sendiri dan aku diharapkan akan menemaninya…tentu saja aku terima sambil beristirahat dan menikmati masa tuaku”

Anaskhon Rakhmatov : ” Iya …Cremlin sudah menceritakan padaku dan Ia meminta padaku untuk menemani  Medvedeva di Singapore untuk membantu  kebersihan kontrakannya serta menjaga keamanannya biar dia bisa belajar dengan baik dan aku juga diberikan uang saku tiap bulannya …sungguh anak-anakku amat berbudi luhur masih memikirkan aku orang tua yang tak becus….”

Evgenia Arnanovna     : ” Sudahlaaaah…jangan bersedih, mungkin itu sudah menjadi suratan nasib kita dan agar bisa menerima semua itu dengan lapang dada dan merupakan kisah hidup kita yang indah yang harus kita jaga okeyyy…?! ” Evgenia Arnanovna menerima uluran tangan tamu-tamunya dengan perasaan yang lega dan Anaskhon mendampinginya penuh senyum dan semangat lagi. Dengan menggunakan bahasa Rusia Evgenia dan Anaskhon merasa nyaman karena mereka ada yang berkebangsaan Jerman , Swedia , Norwegia sahabat-sahabat Anantha yang kuliah di Jerman sekalian reonian dan juga berwisata ke Bali karena kebetulan Mince berbulan madu di Sanur sedangkan yang lainnya berada di Tanjung Benoa untuk menikmati liburannya sekalian berwisata .

Tamu-tamu dari Jepang lebih memilih di Yogyakarta di Pantai Parangtritis dengan aneka kulinernya serta merupakan kota bersejarah .  Cremlin merasa badai di dalam keluarganya segera berakhir dan sebentar lagi adiknya yang menjadi angkatan Udara segera menikah dengan pacar lamanya dari Moskwa serta berharap mereka akan selalu baik-baik saja. Cremlin berharap papi dan maminya akan balikan tetapi Evgenia sudah tak menginginkan pernikahan dan lebih baik berteman saja sampai entah kapan hatinya bisa terbuka lagi dan mengisi kekosongan hatinya. Tapi Cremlin tak akan memaksanya karena mereka sudah pada tua dan hanya menginginkan anak-anaknya sukses dalam berumah tangga saja.

Mince memandang foto-foto pernikahannya dan Foto kenangan almarhum papi Andrean dan mami Paula berjajar dengan pernikahannya yang berada di ruang keluarga. Meskipun belumbisa ketemu dengan orang tua kandungnya dan panti asuhannyapun telah tak ada tapi Mince tetap saja mencari bersama kedua kakaknya karena merekapun akan melangsungkan pernikahan seperti adiknya saat ini.

 


Kontrakan Kampung Leyangan

Kontrakan Kampung Leyangan

Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2019 Native Language: Indonesia
Susi membuat kopi untuk Sugeng suaminya, yang baru saja pulang jaga malam di Rumah Sakit Umum Ungaran. " Kok gak manis dik...." " Maaf gulanya habis yah, jadi cuma sedikit gula yang ada..." "Maaf ya istriku ...ayah baru bisa kasih ini , tapi untuk makan masih amankah...?" . Dengan menunjukkan ekspresi muka sedih Susi mengatakan: " Ayah..untuk makan masih terjaga, cuma kalau seperti ini terus pendapatannya kita akan jadi orang susah yah...Susi akan bekerja bareng mbak Rosa di pabrik tepung boleh gak yah..?" " Benar yang ajak mbak Rosa..? bukan yang lainnya..? " Bener Yah, emang kenapa kalau bukan mbak Rosa..?" " Karena mbak Rosa orangnya jujur dan lurus..." " Jadi boleh dong Yah, aku diajak kerja bareng mbak Rosa..?" mata Susi berbinar - binar senang tapi sekejap diam lagi karena bingung siapa yang akan memasak dan membersihkan rumah, karena Susi dan Sugeng adalah penganten baru tiga bulan dan masih kontrak rumah di Dukuh Beji Ungaran Timur. " Pikirkanlah dulu, ayah ingin kamu bekerja di rumah agar nanti anak-anak kita tak kelantar pendidikkannya, ayah tak melarang dik Susi bekerja". "Yah.. tapi itukan masih lama apa salahnya Susi bantu ayah bekerja, trima kasih ya Yah sudah menyetujuinya ". Jawab Susiati dengan senang sambil mencium pipi suaminya dengan manja. Sugeng kasihan juga kalau melihat istrinya sendirian di rumah makanya dia menyetujuinya. Ketika jelang sore mbak Rosa main ke rumah Susi sepulang kerja, dan menanyakan keputusannya, " Piye...sido melu kerjo po ra..( bagaimana...jadi ikut kerja 'gak ..?) Iki butuh tenaga loro tinggal siji lo Sus...?

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset