Kontrakan Kampung Leyangan episode 2

Seminggu sudah Susi bekerja di Pabrik Tepung Tapioka hari-hari dilaluinya dengan gembira dan hari ini Susi akan mendapat gaji yang dikeluarkan mingguan pak Andrean menyuruh lembur karena pada saat kalender merah kerjaan menumpuk, baru kali ini Susi akan kerja lembur tiga jam selama satu minggu dan Sugeng bersedia menjemputnya . ” Dik nanti dijemput jam berapa? ” tanya Sugeng saat makan siang. ” Jam 17 Yah, cuma satu jam kok lemburnya”. ” Oke aku jemput ya..”. ‘Kalau jemput masuk di dalam saja karena Susi mandor, kalau tenaga buruh diluar Yah “. ” Oke ibu mandor yang cantik ” jawab pak Sugeng dengan bangga. Susi senang sekali dijemput suaminya. Susi yang saat ini berumur 23 tahun dan Sugeng berumur 27 tahun, adalah pasangan muda yang harmonis dan saling menyayangi, segala urusan terkontrol dengan rapi dan tak memilah-milah pekerjaan. Hari ini Mingggu Susi akan mengajak suaminya jalan-jalan sambil berolah raga seperti biasa, jalan yang berbukit menambah suasana segar dan nyaman, udara yang bersih hinggap ditubuh mengencangkan kulit membuat kekuatan langkah-langkah kaki mereka. Ibu Alfiah tetangga depan rumah menyapa Susi : ” Selamat pagi mbak Susi mbok tolong anak saya diajak kerja bareng..?” ” Bu Alfiah selamat pagi, saya masih seminggu kerja nanti kalau ada lowongan pekerjaan akan saya kasih tahu ya Buk.” ” Bener lo mbak, laundrynya jadi gak mbak diambil hari ini ?” “Iya jadi , nanti sore diambil Abbas ya bu ” Bu Alfiah yang tinggal di depan rumah no 16 senang meskipun belum yakin ada lowongan apa tidak untuk anak laki-lakinya yang sudah menganggur lama dan sekarang bekerja membantu ibunya yang buka laundry dan satu-satunya laundry di kontrakan tersebut. Cucian itu diambil setiap sore dan sorenya lagi dikembalikan ke masing-masing rumah , sebetulnya penghasilannya lumayan cuma karena anak keduanya sakit lumpuh sejak umur 15 tahun sehingga seakan membuat berat beban keluarga Alfiah . Laundryannyapun sampai di luar kontrakan dan Abbas yang antar jemput pakaian kotor tersebut, bapaknya pak Rodiat yang mencuci pakaian dan bu Alfiah yang menggosok. ” Sebenarnya Abbas kan sudah bekerja ya Yah, tapi kenapa bu Alfiah menginginkan Abbas bekerja ke tempat lain, ke pabrik… kenapa ya Yah..? ” Tanya Susi pada suaminya. ” Bu Alfiah mungkin ingin melihat anaknya lebih baik lagi ” jawab Sugeng sekenanya sambil lompat-lompat karena sedang olah raga di depan rumah Dan Susi mengunci pintu.. ” Selama Susi belum bekerja pakaian Susi cuci sendiri dan Abbas selalu menawarkan jasa cuciannya, Abbas rajin Lo Yah”. ” Loh kok kamu malah mikirin Abbas, ayo kita jalan ” potong Sugeng yang tak mau istrinya memikirkan urusan orang lain dan fokus pada keluarga sendiri. Susi agak cemberut sambil lari kecil mengikuti langkah suaminya. Disepanjang jalan banyak buah-buahan ditawarkan dan Susi membeli mangga arumanis kesukaan suaminya sekalian belanja di pasar Babatan dan memutar arah pulang karena hari sudah siang.

Di kontrakan digegerkan perselisihan antara nomor 10 kontrakan pak Sali dan nomor 12 kontrakan anaknya pak Sali yang bernama Farida yang sedang dilabrak wanita seumurannya kira-kira 30 tahun wanita itu marah dan menuduh Farida telah mengganggu rumah tangganya dengan merebut suaminya. Wanita itu memaki Farida dan menggedor-gedor pintu rumah no 12 . Pak Sali gak terima anaknya dikatakan sebagai pelakor karena Zulkarna menantunya pria baik-baik dan bekerja sebagai kepala Sekolah SD Leyangan Baru dan baru saja memiliki bayi perempuan. Farida tak terima juga ngeyel meskipun perkawinan Farida dan Zulkarna sederhana karena memang kurang mampu bukan berarti merebut suami orang. Cekcok yang diikuti saling jambak rambut tersebut sulit didamaikan karena Zulkarna sendiri sedang keluar kota menghadiri pernikahan sepupunya di Magelang. Wanita itu menunjukkan foto suaminya yang masih memakai seragam kedinasan sedang Farida tak memiliki baju tersebut dan tak pernah mencuci baju itu. Farida diam foto yang ditunjukkan wanita itu memang suaminya dan lebih sakit lagi ketika wanita itu menunjukkan foto bersama suami sedang mengikuti acara di diknas. Farida tak tahan menangis sejadinya , dia menelepon zulkarna tapi hapenya mati. Wanita yang mengaku istri syah Zulkarna menelepon suaminya dan diangkat. Dengan marah wanita itu memberikan telepon pada Farida. ” Ini suara suamiku coba benar apa tidak dia suamimu .” Farida menerima hape wanita itu dan mendengarnya. ” Maa… hallo… ada apa.. kamu baik-baik saja kan? ” Farida menangis lalu berkata ” Mas ini Ida…. ” Tangisan Farida tertahan tersendat-sendat lalu hape mati . ” “Bagaimana sudah jelas kan dia tak mau menerima telepon kamu dan menerima panggilan saya istrinya”. Pak Sali melihat anaknya dipermalukan menjadi marah dan mengusir wanita itu. Ibu-ibu yang tadi berbondong-bondong pada masuk kerumah masing-masing termasuk Susi dan Sugeng yang barusan sampai kontrakan seperti orang bingung. Mbak Yeti tetangga sebelah menemui Susi dan disuruh masuk ke dalam , di kamar Yeti menceritakan kejadian tadi. ” Ternyata Farida itu pelakor, istri syah pak Zulkarna tak mau pulang dan menunggu di kontrakan no 13 milik pak RT Danu Kuncoro. Wanita itu menangis menunggu suaminya menjemput pulang. Bu RT Danu menanyai wanita tersebut yang bernama Astiti yang amat garang serta tak mau basa-basi menelepon pak Zulkarna segera pulang dan menjemputnya. Bu RT Danu ikut bicara karena pada dasarnya pak Zulkarna itu laki-laki yang baik Dan dimohon menyelesaikan masalahnya.

Sugeng keluar dari kamar mandi Dan masih blebetan handuk, melihat suaminya keadaan seperti itu Susi mengajak keluar Yeti dan duduk di kursi depan. Karena gak enak dilihat orang akhirnya Yeti pulang di kontrakan sebelah kanan Susi. Sugeng menegur istrinya ” Kenapa kau masukkan Yeti ke dalam dik, kan gak boleh itu?! “. ” Iya maaf Yah… Susi malu dilihat orang tiba-tiba mbak Yeti ngajak ngomong”. ” Ya sudah besok jangan ulangi lagi ayah gak suka orang lain masuk ke kamar kita, kan ada kursi di luar” ” Iya Yah, maaf tak kan terulang lagi “. Sugeng melihat muka istrinya memerah lalu memeluknya, Susi yang merasa bersalah menangis dalam pelukan Sugeng. Tiba-tiba perut Sugeng bunyi dan Susi mendengar ” Oalah Yah, aku siapin sarapan yang tadi beli di pasar wah ini gara-gara gosip tadi”. Susi menata makanan di meja kecil dekat kasur Dan sarapan bersama apa adanya. Abbas mengetuk pintu untuk mengambil pakaian kotor yang sudah disiapin Susi dan ditimbang sekalian lalu Susi membayar dan berpesan “Besok sore kalau saya pergi pakaian jangan ditaruh diluar biar saya ambil sendiri di rumah ” Abbas menyetujui dan memberikan bukti pengambilan lunas. Zulkarna sampai dirumah kontrakan hampir isyak karena sejak sore hujan deras sekali sepanjang jalan dari Magelang sampai Ambarawa . Ditambah macet karena ada truck oleng terpeleset karena sopirnya ngantuk dan masuk parit bawaannya telur sebagian hancur. Zulkarna menceritakan pada pak RT Danu tapi Astiti sudah pulang karena takut kemalaman karena ia mengendarai motor. Zulkarna minta pamit kembali ke kontrakan menemui Farida istrinya, yang menanti hasil keputusan pak RT Danu. ” Mas sebenarnya apa yang terjadi semua ini apakah benar? ” keluh Farida pada Zulkarna. ” Aku gak ngerti semua ini Astiti siapa aku juga gak kenal aku hanya kepikiran kamu Ida, terus bapak bagaimana? ” Zulkarna pusing dengan kejadian ini , untung pak Sali datang Dan menyuruh mantunya mandi Farida membikinkan kopi untuk bapak Dan suaminya Zulkarna minta dibuatkan telur ceplok karena sejak sore belum makan. Farida menggoreng untuk bapaknya juga yang biasa menemani makan menantunya kalau malam gini. Sambil makan bareng menantu dan mertua itu ngobrol sana sini dan mulai membahas Astiti. ” Setahu bapak kalian ini kan menikah karena perjodohan kok bisa ada nama Astiti itu hadir di kehidupanmu Zul, kenapa bapakmu tak menceritakan kalau Astiti itu…. ” Zulkarna langsung memotong percakapan itu karena bayinya bangun dan Zulkarna menggendong serta mencium bayinya lalu diserahkan Farida. “Pak bayiku akan aku kasih nama Zuraida seperti nama istri Fatoni sepupuku yang baru menikah tadi bagaimana pak? “. ” Terserah kamu saja, kenapa kamu gak merasa sedih atas kejadian hari ini Zul “. “Saya gak mau aneh-aneh karena memang Zul gak pernah aneh-orangnya jadi biarkan saja Astiti mau ngomel apa saja diamkan saja biar dia menemui saya di kontrakan dan akan aku ladeni perempuan itu”. Pak Sali melihat Zulkarna dengan mantap dan menepuk bahu menantunya sambil berkata ” Jaga anakku selama hidupnya dan jangan buat Farida menangis “. Zulkarna memeluk mertuanya ” Terima kasih pak telah mempercayai Zul Dan Ida akan selalu bahagia bersama saya” Pak Sali menghabiskan kopi dan memohon diri.

cerbung.net

Kontrakan Kampung Leyangan

Score 0.0
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2019 Native Language: Indonesia
Susi membuat kopi untuk Sugeng suaminya, yang baru saja pulang jaga malam di Rumah Sakit Umum Ungaran. " Kok gak manis dik...." " Maaf gulanya habis yah, jadi cuma sedikit gula yang ada..." "Maaf ya istriku ...ayah baru bisa kasih ini , tapi untuk makan masih amankah...?" . Dengan menunjukkan ekspresi muka sedih Susi mengatakan: " Ayah..untuk makan masih terjaga, cuma kalau seperti ini terus pendapatannya kita akan jadi orang susah yah...Susi akan bekerja bareng mbak Rosa di pabrik tepung boleh gak yah..?" " Benar yang ajak mbak Rosa..? bukan yang lainnya..? " Bener Yah, emang kenapa kalau bukan mbak Rosa..?" " Karena mbak Rosa orangnya jujur dan lurus..." " Jadi boleh dong Yah, aku diajak kerja bareng mbak Rosa..?" mata Susi berbinar - binar senang tapi sekejap diam lagi karena bingung siapa yang akan memasak dan membersihkan rumah, karena Susi dan Sugeng adalah penganten baru tiga bulan dan masih kontrak rumah di Dukuh Beji Ungaran Timur. " Pikirkanlah dulu, ayah ingin kamu bekerja di rumah agar nanti anak-anak kita tak kelantar pendidikkannya, ayah tak melarang dik Susi bekerja". "Yah.. tapi itukan masih lama apa salahnya Susi bantu ayah bekerja, trima kasih ya Yah sudah menyetujuinya ". Jawab Susiati dengan senang sambil mencium pipi suaminya dengan manja. Sugeng kasihan juga kalau melihat istrinya sendirian di rumah makanya dia menyetujuinya. Ketika jelang sore mbak Rosa main ke rumah Susi sepulang kerja, dan menanyakan keputusannya, " Piye...sido melu kerjo po ra..( bagaimana...jadi ikut kerja 'gak ..?) Iki butuh tenaga loro tinggal siji lo Sus...?

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset