Kontrakan Kampung Leyangan episide 8

Penghuni Kontrakan Baru

15 Tahun sudahSusiati,S.H,M.M bekerja di Pabrik Tepung Tapioka Melati, Susi yang sekarang ber Ulang Tahun ke 38 mengajak putrinya Rustiana Damayanti dan Bagus Sasongko  adiknya mengikuti lomba menggambar di Kawasan Simpang Lima.

Sugeng yang sekarang menjadi komandan satpam dan masih mengurusi pendidikan satpam yang dikelolanya bersama Susiati istrinya ikut andil di Yayasan Abdi Negara demikian nama pendidikan satpam yang di kelolanya. Sugeng amat disiplin dan berjiwa mandiri sudah banyak melahirkan satpam yang handal dari perusahaan ataupun perkantoran selalu memesan tiap tahun kepada Sugeng yang memiliki tenaga  berkuwalitas dan mumpuni.

Pak Rodiat sudah pindah di rumah Bukit Leyangan Baru yang ada disamping kiri rumah Susiati dan masih menjalankan usaha laundry yang sekarang tambah besar.

Mbak Yeti membuka Toko Roti Arnold , tinggal di sebelah kanannya sedangkan pak Zulkarna menjadi guru SMPN8 Leyangan dan tinggal berhadapan dengan  rumah Susiati.

Kontrakan Kampung Leyangan sudah tertata rapi dan ada di belakang rumah Susiati yang berbatasan dengan perkampung penduduk. Abbas yang dulu mengurusi laundry sekarang bekerja menjadi asistennya Sugeng dan mengurusi administrasi . Angga yang meneruskan  laundrynya dibantu istri Abbas bernama Safitri dan sudah memiliki 2 orang anak. Arnold yang sekarang Mahasiswa Kedokteran dan merupakan sahabat Angga selalu mengsuportnya sehingga Angga bisa jalan normal kembali meskipun badannya amat kecil tapi lincah.

Pak Rodiat yang kini mengasuh anak-anak Abbas bersama bu Alfiah istrinya merasa legowo dan nyaman memiliki menantu yang pandai memasak dan sayang mertua, Angga yang membantu mencarikan pelanggan dengan motor Hercules yang ada baknya sebagai tempat barang dan selalu berkeliling sambil mengirimkan laundrynya dan menerima imbalan sambil membunyikan nada rekaman Laundry  ” Laundry ‘AA’ Siap antar dan jemput”.

Angga memutar kampung Leyangan saja tiap pagi dan sore hari, lalu mencucinya dan mengeringkannya dibantu ibu dan bapaknya kalau Angga kecapaian . Safitri menggosok dan membungkusnya sesuai catatan Angga dan jumlahnya sesuai juga benar. Tiap daerah memiliki warna plastik sendiri-sendiri dan diberi nama sehingga memudahkan yang membungkus.

Jika waktu senggang Angga berbelanja bahan laundry seperti sabun cuci , pengharum pakaian untuk seterika dan pembilas cucian.

Abbas yang di didik bela diri keselamatan juga mengatur pendaftaran dan mengadministrasikan  dibantu empat pensiunan marinir yang menggodok mental security menjadi mental baja. Susiyati mengajar Hukum Tata Negara dan Ke Palang Merahan untuk menanamkan jiwa sosial yang tinggi.

Susiyati yang membuat izin sertifikasi,  kelayakan security menghadapi era Globalisasi harus siap jika dibutuhkan . Mereka yang belum mendapat penempatan kalau ingin cepat kerja disarankan tinggal beberapa minggu di mes karena setiap bulan ada yang meminta tenaga security sedangkan kelulusannya tiap 6 bulan, sehingga harus mengantri tenaga yang sudah siap.

Pendidikan Satpam sekarang mulai diminati dan menjalani kursus kadang pihak kantor yang memberikan tenaga untuk mengikuti kursus apabila lulus langsung kembali ke instasinya jadi tak harus menunggu lagi tapi pihak instansi yang mengatur kebutuhannya sendiri

Rustiana Damayanti sudah kelas 4 SD  adiknya Bagus Sasongko baru kelas 1 mereka sekolah di SDN 1 Leyangan.

Zuraida putri Farida istri pak Zulkarna  sekolah di SMPN 1 Ungaran dia tak memiliki adik sampai sekarang karena Farida keguguran dan menderita kista ovarium, badannya yang dulu gemuk menjadi kurus karena menahan sakit. Farida takut untuk operasi  karena kistanya termasuk ganas dan hanya operasi angkat kandungan yang bisa menyelesaikan penyakitnya.

Zuraida amat sayang pada ibunya, Dia menunggui ibunya dan memandikannya sepulang sekolah dan bergantian dengan ayahnya Zulkarna.

Pak Sali orang tuanya Farida yang menjaga malam hari sampai Zuraida datang , nampak loyo sekali pak Sali karena Farida adalah anak satu-satunya dan  ibunya baru saja meninggal dunia karena sakit stroke. Untung Zulkarna pegawai negeri sehingga biaya diurusin negara.

Setelah menunggu tiga tahun akhirnya Farida bersedia untuk operasi angkat kandungan dan merelakan cukup satu anak saja. Susiati bersama Bu RT Kontrakan Kampung Leyangan yang baru dan bernama Tobagus Oding memberikan suport pada Farida ditemani Zuraida menunggu jalannya operasi.

Pak Zulkarna sepulang mengajar langsung ke rumah sakit dan istrinya baru selesai operasi dan tidak boleh dibangunin , Susiyati menemani Zuraida sementara Bu RT Tobagus  Oding sudah pulang dijemput suaminya. Susiyati yang menyetir sendiri dan menunggu Zuraida pulang bersama karena sudah janjian .

Zuraida       : ” Pak , ibu jangan dibangunkan, katanya biar bangun sendiri dan tak boleh memberikan makanan atau minuman kalau belum kentut”.

Zulkarna    : ” Iya nduk, anak wedokku sing cantik”. Zulkarna nampak capek sekali dan mohon diri untuk mandi pada Susiyati. Susiyati membelikan makan malam dan sneck serta buah untuk yang jaga  malam dan pak Zulkarna dan beberapa air mineral. Mendengar suara Zulkarna Farida terbangun , Zuraida senang sekali dan memeluk ibunya.

Zuraida      : ” Ibuk…kalau ibuk masih ngantuk bisa tidur lagi…biar sehat…”.

Farida        : ” Ibuk baik-baik saja …tolong  bantalnya dinaikkan sedikit”.  Zulkarna membantunya dan mencium keningnya, Farida tersipu karena dilihat Susiyati.

Zulkarna   : ” Bagaimana perutnya …masih sakit..?”

Farida       : ” Sudah gak kayak kemarin mas..”. Terdengar bunyi deritan pintu yang aneh karena pintu tertutup, Zulkarna mencari sumber suara tersebut ternyata Farida yang kentut.

Farida        : ” Maaf jeng Susi…saya kentut..karena gak ketahan….”. Farida tertawa tapi takut jahitan di perutnya nanti membuka, hingga mesam mesem harena malu.

Susiyati      : ” ‘gak apa mbakyu jangan malu malah baik itu berarti mbak dah boleh makan dan minum”.

Zulkarna  : ” O…jadi itu kentut to…”. Zulkarna bergurau sendiri

Farida      : ” Mas , Rida biar pulang untuk belajar karena tadi mbolos nungguin ibuk operasi “.

Susiyati     : ” ‘Gak papa mbak nanti Rida bareng sama saya “.

Farida     : ” Maaf jeng ngrepoti terus, semoga Allah yang membalas kebaikan sampeyan”.

Susiyati    : ” Makasih doa nya mbak… Oh ya hampir lupa  ini dapat titipan dari ibu-ibu Dawis “. Susiyati mengeluarkan amplop dari  tasnya dan memberikan pada Farida.

Farida     : ” Jeng Susi ini kalau kesini pasti bawa-bawa, makasih sekali lagi ya Jeng”. Susi tersenyum. Amplop tersebut di terima Farida lalu diberikan suaminya agar di simpan.

Susi pulang bersama Zuraida, sampai rumah kakeknya sedang sholat Zuraida mengeluarkan makanan untuk kakeknya yang dibelikan Susi.

Pak Sali   : ” Bagaimana ibukmu nduk…?”

Zuraida    : ” Ibuk lebih segar kek…”.

Pak Sali    : ” Alhamdulillahi Robbil Alamiiiin ”

Zuraida     : ” Ayo kek kita makan dulu…”.

Pak Sali dan Zuraida makan bersama  sementara Zulkarna menyuapi istrinya karena sudah mendapat makan malam. Dr Ario melakukan visit pasca operasi dan melihat Zulkarna sedang menyuapi istrinya, : ” Waah mesranya…. bagaimana bu…masih pusing ‘gak..”

Farida       : ” Alhamdulillah…’gak dokter..” . Zulkarna menarik baki makanannya karena sudah habis dan perawat memasang temperatur suhu tubuh sambil memeriksa tekanan darah.

Dr Ario     : ” Coba dari dulu dioperasi kan gak begini sakitnya…sampai kurus sekali…makannya yang banyak ya…biar lekas sehat lagi”.

Farida      : ” Iya dokter…makasih”.

Seminggu kemudian Farida diperbolehkan pulang karena sudah membaik dan Zulkarna amat gembira juga Zuraida lebik-lebih pak Sali dia langsung sujud sukur, ” Ya Alloh…terima kasih tlah Kau angkat penyakit anakku, semoga kesehatannya akan lebih baik lagi…aamiin”.

Bukit Leyangan Baru sekarang ramai karena warganya pindahan dari Kontrakan Kampung Leyangan yang mendominasi kos-kosan pelajar juga pegawai dan  para pengikut khursus satpam sehingga Sugeng mudah melakukan pengawasan dan kebugaran dengan melatih jogging tiap hari dan merubah  Kampung Leyangan menjadi kawasan olah raga dengan diperindah dengan taman-taman santai agar lebih asri

Susi pulang kerja sudah ditunggu tamunya lima orang muda yang duduk di teras karena ingin mendaftar khursus satpam. Mereka langsung berdiri melihat Susi keluar dari mobil. Susi minta maaf karena akan mandi dulu, dan kelima orang tersebut mengecek kembali berkas yang mau dikumpulkan ke Susi.

Susiyati     : ” Bagaimana …? sudah diisi formulirnya..?” Lalu Susi mengeceknya.

Susiyati     : ” Johan.., mana yang namanya Johan…”. Lalu seorang yang kurus mengangguk.

Susiyati     : ” Apakah kalian sudah mendapatkan kontrakan ?”

Johan      : ” Sudah bu..di  Kampung Leyangan sesuai saran ibu…”.

Susiati     : ” Bagus, sekarang  kalian pulang ke kosan dan pagi-pagi jam 06.00 sudah siap memakai pakaian olah raga karena besok akan ada instruktur yang melatih kalian…ingat jangan sampai kalian terlambat bangun dan harus selalu mengingatkan, okey….selamat beristirahat.


cerbung.net

Kontrakan Kampung Leyangan

Score 0.0
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2019 Native Language: Indonesia
Susi membuat kopi untuk Sugeng suaminya, yang baru saja pulang jaga malam di Rumah Sakit Umum Ungaran. " Kok gak manis dik...." " Maaf gulanya habis yah, jadi cuma sedikit gula yang ada..." "Maaf ya istriku ...ayah baru bisa kasih ini , tapi untuk makan masih amankah...?" . Dengan menunjukkan ekspresi muka sedih Susi mengatakan: " Ayah..untuk makan masih terjaga, cuma kalau seperti ini terus pendapatannya kita akan jadi orang susah yah...Susi akan bekerja bareng mbak Rosa di pabrik tepung boleh gak yah..?" " Benar yang ajak mbak Rosa..? bukan yang lainnya..? " Bener Yah, emang kenapa kalau bukan mbak Rosa..?" " Karena mbak Rosa orangnya jujur dan lurus..." " Jadi boleh dong Yah, aku diajak kerja bareng mbak Rosa..?" mata Susi berbinar - binar senang tapi sekejap diam lagi karena bingung siapa yang akan memasak dan membersihkan rumah, karena Susi dan Sugeng adalah penganten baru tiga bulan dan masih kontrak rumah di Dukuh Beji Ungaran Timur. " Pikirkanlah dulu, ayah ingin kamu bekerja di rumah agar nanti anak-anak kita tak kelantar pendidikkannya, ayah tak melarang dik Susi bekerja". "Yah.. tapi itukan masih lama apa salahnya Susi bantu ayah bekerja, trima kasih ya Yah sudah menyetujuinya ". Jawab Susiati dengan senang sambil mencium pipi suaminya dengan manja. Sugeng kasihan juga kalau melihat istrinya sendirian di rumah makanya dia menyetujuinya. Ketika jelang sore mbak Rosa main ke rumah Susi sepulang kerja, dan menanyakan keputusannya, " Piye...sido melu kerjo po ra..( bagaimana...jadi ikut kerja 'gak ..?) Iki butuh tenaga loro tinggal siji lo Sus...?

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset