Kuntilanak episode 2

Awal Permusuhan

Pak Kasidi bingung melihat anaknya diangkat Bu Hanifah dan adiknya dari angkot, segera pak Kasidi membantu mengankatnya dan memeluk anaknya. ” Nduukk nopo to nduukk..kok kayak begini..kamu?” Pak Kasidi memberikan air putih kepada anaknya..” Sadar ya nduuk…Tito sudah bangun menunggu kamu….sadar nduuukkk…ini kenapa to Bu Hanif…? mengapa bisa seperti ini…Yanti..sadar ya nduuk..?”Pak Kasidi menelepon lewat hapenya kepada Narto:” Tok….Yanti pingsan..dia diangkat sama bu Hanifah dan Adiknya di angkot tadi, kamu segera pulang sekarang ?”

Bu Hanifah melihat pak Kasidi seperti ini Ia jadi tak tega mengatakan sesungguhnya, ” Tadi saya bareng sama Bu Yanti dan adik saya se angkot dan bu Yanti kepalanya pusing terus pingsan… Ya langsung saya bawa ke rumah sekalian ngaten pak..” bu Hanifah dan Sabilla menunggu sampai Yanti siuman..” Alhamdulillah… bu Yanti dah sadar..biar sama saya saja pak….? pinta bu Hanifah

“Denook…dik Tito mana..? bawa sini…biar dekat mamahnya…” teriak pak Kasidi pada penjaga bayinya yang bernama Denok.

” Bu Hanifah….apakah bu Hanifah cerita sama bapak saya…tentang kejadian tadi…?” tanya Yanti sambil memberikan asi bayinya

” Enggak Bu Yanti , saya gak tega nyampaikan yang sesungguhnya..saya hanya bilang bu Yanti pingsan di Angkot saja..” jelas bu Hanifah

” Terima kasih bu saya tak ingin bapak bersedih biar nanti akan saya ceritakan sama mas Narto kalau pas suasana tenang , terus laki-laki itu dimana sekarang..?”

” Bu kita masuk di kamar saja bagaimana, bahaya jika didengar orang” kata bu Hanifah

” Ya..ya…mari bu…mari mbak Sabilla…” sambil menggendong Tito Yanti mengajak masuk ke kamar untuk istirahat. Bu Hanifah menceritakan yang sesungguhnya terjadi saat Yanti pingsan.

” Astaghfirullahaladzim….jadi dia sudah melecehkan tubuh saya…Ya Allah…bajingan banget laki-laki itu” Yanti menangis tersedu-sedu

” Sudahlah..bersabar…cobaan hidup orang itu bermacam-macam , janganlah menangis terus ..ntar suamimu pulang malah jadi curiga dan kasihan bapak kamu ..” Benar juga kata Bu Hanifah, Yanti mencoba diam dan menahan diri, karena sudah sore bu Hanifah dan Sabilla pamit pulang.

Yanti segera memandikan bayinya,  Dia mendengar sepeda motor masuk halaman itu pasti suaminya ternyata benar, Narto memanggil namanya tapi karena masih memandikan Tito bapaknya yang keluar dan membukakan pintu rumah.

” Asalamu’Allaikum pak.” kata Narto sambil mencium tangan pak Kasidi

” Yanti bagaimana pak, tadi Narto masih di luar kota waktu bapak menelepon”

” Ya Alhamdulillah dia masih memandikan Tito ”  Narto langsung menuju dapur karena antara dapur dan kamar mandi berhadapan. Narto melihat istrinya dan Tito, Yanti sedang menyanyikan lagu buat Tito. dan Tito tertawa mendengarnya sambil kakinya memancal air karena merasa segar. Narto ikutan menggoda Tito.

” Ehh…itu papahnya Tito sudah pulang…” sambil menyelimuti Tito Yanti menyuruh suaminya langsung mandi biar Tito bersih kalau nanti digendongnya. Bau harum Tito menyegarkan ruangan, pak Kasidi menggendongnya dan minta dibuatkan teh hangat. Yanti keluar dari dapur sambil membawakan dua teh hangat dan ketela pohon yang di rebus

barusan oleh Yanti merupakan kesukaan bapaknya. Yanti segera mandi setelah suaminya selesai mandi. Denok memanasi sayur dan membuat telur dadar buat makan malam.

Hape Yanti berbunyi dari Bu Hanifah dan langsung diangkat Narto

” Hallo Bu Hanifah..maaf Yantinya masih mandi, pripun ada yang perlu saya sampaikan ”

“Kalau begitu nanti tolong Bu Yanti menghubungi saya ya pak..penting… saya tunggu”

” Giiih..gih bu matur suwun” Ketika Yanti keluar kamar mandi suaminya mengatakan

” Yanti tadi Bu Hanifah menelepon  dan kamu disuruh menelepon secepatnya”

” Iya terima kasih mas..” Yanti masuk kamar dan segera telpon

” Bu Yanti tolong bu Yanti jangan menjawab pertanyaan saya, diluar ada Bajingan itu menunggu bu Yanti keluar…saya sarankan bu Yanti jangan keluar-keluar saya tetap mantau disini nanti saya WA kalau ada perkembangan, hati-hati bu Yanti, maaf telpon saya matikan dan jangan jawab apa-apa.” pembicaraan selesai. Yanti seperti dipermainkan laki-laki bangsat itu sebetulnya hatinya berontak ingin menampar kelakuan busuknya, tapi bangsat itu bermuka tebal sehingga dia berdiam dulu. suaminya menanyakan tentang Bu Hanifah Yanti menjawab ” Yanti disuruh ke rumahnya, dan Yanti bilang besok mas karena sudah malam”

” Katanya penting….?!”

” itu…bu Hanifah jualan  parfum siapa tahu Yanti mau membelinya.” Yanti berbohong

” Owh ya sudah kalau begitu ” dalam hati Yanti meminta maaf karena telah berbohong pada suaminya. Fikirannya masih pada Baharudin si bangsat itu, sejak SMA memang hanya Baharudin  yang selalu membuat masalah pada Yanti meskipun demikian Yanti tetap diam …malas meladeninya apalagi Yanti sudah berumah tangga, dia harus menjaga Rumah Tangganya sebaik mungkin.

Ketika Tito sudah tidur Yanti mengoreksi ulangan anak didiknya serta menyusun jadwal kerja dalam satu minggu. Yanti mulai mengantuk maka suaminya menyuruh untuk istirahat dulu karena  Narto masih nonton bola. Pagi itu Yanti mengajari Denok memandikan Tito karena kelas IX akan banyak melakukan tray out dan pulangnya sore-sore. Seminggu ini Yanti pilangnya diatas jam 16.00 dan kelihatan capek sekali. Denok kasihan banget melihat Yanti kecapekan

“Ibu dibuatkan teh hangat ya..?” Denok merayunya

” Iya Nok, trima kasih sekalian bapak ya..?”

” Bapak sudah kok bu, Denok bikinkan kopi tadi minta kopi..ohya kalau ibu mau Denok masakin air buat mandi sekalian ya…? biar ibu segar lagi ”

” Waahh kamu baik sekali..iya ibu mau ..makasih ya..” Denok senang karena Yanti mau menerima usulan Denok. Selesai mandi bapak memberikan Tito pada Yanti untuk di susuin dan pak Kasidi menanyakan sesuatu : ” Nduk ..apa kamu kenal sama Baharudin, katanya teman SMA dia tadi kesini mau minta telpon kamu tapi  nggak bapak kasih karena bapak kawatir sama orang itu…kamu kenal dia nduk..?”

” Baharudin memang teman saya waktu SMA tapi Baharudin itu nakal orangnya selalu menggoda Yanti dan selalu mamerin kemaluannya dia amat bejat kelakuannya pak, sebetulnya Yanti malu menceritakan ini pada bapak tolong pak kalau ke sini lagi  nasehatin saja , bilangin yang baik-baik saja Yanti tak ingin ada apa-apa pada bapak, maaf pak dia itu laki-laki hina untuk Yanti.”

” Yo wis nduk…ora susah dipikir sing dalam , yang sabar saja , dan banyak berdoa untuk Baharudin agar dia sadar atas perbuatannya, ya…?”

” Iya  pak, Yanti akan selalu berdoa untuk Baharudin agar dia tak menggamggu rumah tanggaku.”

Setahun sudah berlalu, Tito semakin berkembang pertumbuhannya dan Yanti hamil lagi anak keduanya dan sudah jalan empat bulan. Tito ulang tahun ke dua tahun..Denok mempersiapkan semua yang sudah di rencanakan tinggal menunggu Yanti danNarto sampai rumah. Narto sudah pulang dirumah , tinggal menunggu Yanti karena tadi Yanti pulang lebih awal sampai hampir maghrib Yanti belum sampai ke rumah para tamu sudah kelamaan nunggu akhirnya acara dimulai tanpa Yanti, selesai acara Tito menangis kencang sekali, Denok bingung apa yang terjadi…? Tito berteriak mamah…mamah…mamah…begitu terus menerus…  Bu Hanifah datang dan membantu menenangkan Tito. Pak Kasidi diam dan melihat sekeliling dia melihat anaknya pulang….tapi setelah keluar pak Kasidi tak melihat apa-apa…dia mengucek-ucek matanya..jangan-jangan pak Kasidi salah melihat. Tapi ternyata Denok juga melihat Yanti masuk kamar  sementara Tito makin kencang menangisnya, bu Hanifah mengajak Tito membuka hadiah-hadiah dari teman-teman Tito. Narto menelepon teman-teman Yanti tentang keberadaan Yanti. “Tadi saya memang pulangnya bareng.. tapi saya turun duluan dan bu Yanti paling akhir , saya berniat datang ke Ulang Tahun Tito  tapi ketika saya menelepon Bu Yanti dijawab mas Narto, ulang tahunnya di batalkan saya jadi bingung pak..dan hapenya langsung mati jadi saya gak jadi datang khawatir merusak suasana” kata bu guru Anita.

” Bu guru Anita, saya itu menunggu istri saya di rumah..dan saya gak menjawab telpon dari manapun”

Narto akhirnya mematikan hape dan mencoba telpon istrinya sekali lagi dan tak ada yang angkat.  Bu Hanifah pulang karena mau shollat maghrib, dan dijalan ia ketemu dengan Yanti ” Bu Yanti , ibu sudah ditunggu bapak dirumah saya pulang dulu untuk shollat maghrib ya..?” Bu Hanifah ngeloyor saja dan baru saja sampai rumah dia tersadar, mengapa bu Yanti tadi diam saja…? tiba-tiba badannya merinding kakinya jadi ngewel bu Hanifah mengucap ” La illahailallah..” dan ia segera mengambil air wudhu. Bu Hanifah meredam semua peristiwa tadi dan fokus shollat. Selesai shollat bu Hanifah sudah ditunggu anak laki-lakinya  Handoyo yang sudah SMA untuk mengantar ke Tito  memberikan hadiah ulang tahunnya

cerbung.net

Kuntilanak

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2018 Native Language: Indonesia
Yanti dan Narto adalah pasangan kekasih yang berikrar untuk membina rumah tangga dan tak ingin ada yang memisahkan cintanya selain maut, Yanti sudah tidak memiliki ibu sejak dia berusia empat tahun dan hanya ayahnya yang bernama Kasidi yang membesarkannya sampai Yanti lulus SMA . Yanti kuliah lagi di UNNES sambil bekerja di Direck Selling Cosmetica, Narto barusan bekerja diperusahaan asing . Sebagai karyawan baru Narto termasuk karyawan yang loyal dan rajin menabung untuk membina rumah tangga dengan Yanti. Dua tahun kemudian Narto diangkat menjadi karyawan tetap diperusahaan mebel Putra Nusantara. Pak Kasidi sudah pensiun dari kantor pos Semarang , setiap harinya dia merawat bunga dan membenahi rumah...sandaran hidupnya hanya pada anak semata wayangnya. Rasa haru dan bahagia pak Kasidi melihat anaknya di wisuda dan mendapatkan wiyata bakti dekat dengan rumah sebagai pengajar di SMPN 78 Semarang .Narto melamar Yanti sebelum dia ditugaskan ke Pontianak untuk mensurvay kayu yang akan dikirim lewat Tanjung Emas. Keluarga Yanti dan Narto sebenarnya sudah menyetujui sejak mereka pacaran, tapi mereka tetap tak mau menikah sebelum punya pekerjaan yang pasti, mereka sepakat akan melangsungkan pernikahannya  sepulang Narto dari Kalimantan. Rumah sudah rapi dan siap dipakai hajatan  , rencana masakannya menggunakan jasa katering  Saodah. Pak Kasidi meminta bantuan adiknya  yaitu tante Saodah dan hanya tante Saodahlah  keluarga dari ayahnya , untuk membantu acara pernikahan anaknya , karena  Yanti sudah tidak punya ibu.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset