Me or She? episode 4

Chapter 4

Ya, hari-hari berikutnya Dira mengganti sepatunya dengan pantopel tanpa haq, sebenarnya ia tidak nyaman dengan sepatu itu, tapi dari pada harus bersi tegang dengan ibu manager galak itu, lebih baik Dira menuruti semua perkataannya. Bukan karna takut Dira tak melawan, tapi ini dikantor, karirnya dipertaruhkan penuh pada atasannya yang menyebalkan baginya.

Dan siang ini saat makan siang bersama kawan-kawannya yang lain dikantin. Manager baru jadi buah bibir satu tim. Mereka duduk disatu meja dan saling mengeluhkan sikap manager baru itu. Dira jelas jadi salah satunya.

“Gue disuruh bersihin toilet, gara-gara ketauan ngerokok diwc dijam kerja”.

“Celana gue dipotong, gara-gara kepanjangan”.

“Gue disuruh push up gara-gara nanyain “jam berapa” sama si Dan”.

Terakhir Dira angkat bicara penuh kebencian. “Kalo gue sih jangan ditanya, dari hari pertama dia masuk aja gue udah dibikin jengkel, orang sakit masih disuruh kerja. Belum lagi beberapa hari yang lalu, gue dimarahin gara-gara pake sepatu kets dan seharian dihukum gag boleh pake alas kaki”.

“Dia lebih mirip ibu tiri, dari pada manager”. Celetuk seorang pria berbadan tambun.

Yang lain tertawa mengiyakan. Termasuk Dira dan Dan.

Dulu bekerja dikantor menyenangkan. Satu tim kompak, seperti keluarga. Manager yang lama orangnya serius tapi santai, beliau tidak banyak menuntut kalau soal penampilan, tidak banyak aturan pribadi saat jam kerja. Yang penting pekerjaan selesai tepat pada waktunya. Kalau ada yang meleset, barulah kena teguran.

Tapi semua berubah setelah negara api menyerang. Tidak, maksudnya setelah ibu manager galak itu datang. Kantor lebih terasa seperti tempat pendidikan TNI dibanding tempat bekerja.

Setiap hari selalu saja ada yang kena hukuman, selalu saja ada ketegangan disana, terutama dengan Dira. Gadis ini sudah menganggap managernya sebagai musuh besarnya. Tak jarang Dira melawan kata-kata ibu manager galak yang dianggapnya keterlaluan.

Satu hari Dira pernah tak sengaja melakukan kesalahan. Ia salah menuliskan nama nasabah. Ibu manager galak bukan main kesalnya, Dira dicaci maki habis-habisan, dibilang tak becus, bodoh dan asal-asalan.

Dira mencoba mengendalikan diri agar tak terbawa emosi dan menjawab “Waktu saya untuk memperbaiki pekerjaan saya jadi hilang lima menit untuk mendengar omelan ibu”.

Ibu manager galak yg bertubuh langsing itu menatap Dira, kesal. Dira balik menatapnya tanpa rasa takut atau segan. Hal ini sudah jadi pemandangan biasa dikantor akhir-akhir ini. Dira vs ibu manager.

—-

Pagi ini hari sabtu, libur. Dira bangun lebih awal dari biasanya. Hari ini adalah hari meninggalnya sang ibu. Dua puluh tahun sudah Dira ditinggal ibunya dan dua puluh tahun sudah setiap tanggal ini dia dan ayah berdoa bersama dipagi buta, duduk menggelar tikar dihalaman belakang, melantunkan ayat-ayat suci.

Dira duduk dibelakang ayah. Ayah terlihat sangat khusyuk dengan doanya, dipeluknya foto ibu yang sedang menggendong dira kecil. Dira tersenyum manis melihat kasih sayang ayah pada ibu yang tak kunjung padam.

Dua puluh tahun berlalu, ayah masih memilih sendiri, tidak ada keinginan untuk berumah tangga lagi, sejak awal ayah lebih memilih jadi single parent. Padahal ayah belum terlalu tua, usianya baru 45 tahun dan dia tampan, tubuhnya juga bagus, tinggi dan berisi, tapi ayah tak kepikiran untuk cari pendamping lagi, setidaknya sampai detik ini belum pernah ada keinginan itu terucap dari bibirnya.

Selesai berdoa Dira menyalami ayahnya, lalu memeluknya hangat. Selesai berdoa mereka pun makan pagi bersama, Ayah sudah memasak dari jam tiga tadi.

“Nanti siang kita jadi kemakam ibu kan, yah?”

“Iya, jadi. Tapi ayah mau keluar dulu nanti sebentar”.

“Ayah mau kemana?”

“Ada perlu”.

“Yaudah, jangan siang-siang, takut hujan. Sekarang kan lagi musim hujan”.

“Iya sayang”. Ayah tersenyum

Tapi apa yang terjadi siangnya! Sampai jam 14:00 ayah masih belum kembali. Dira menunggu dengan cemas, ditelepon tak diangkat, disms tak dibalas. Kemana dia. Ini pertama kalinya ayah tak tepat janji. Dihari yang penting, dimana sebelumnya selama 20 tahun ini mereka selalu datang berdua ke makam. Sesibuk apapun mereka pasti datang berdua, bahkan jika waktunya bertepatan dengan hari kerja, mereka akan memilih cuti hari itu.

Kesal sampai sore tetap tak ada kabar dan hari sudah mulai gelap. Dirapun meminta Dan menemaninya untuk berziarah. Dan dengan senang hati mengantarnya. Wajah Dira terlihat sebal. Dan tak berani banyak tanya.

Dimakam, Dira membaca doa dan menyapa ibunya. Dan ikut berdoa dibelakang. Wajah Dira terlihat tak menyenangkan hari ini, tak riang seperti biasanya.

Ayah pulang larut malam. Entah dari mana. Dira menunggunya diruang tamu. Ayah terlihat merasa tak enak pada Dira. Ia tau anaknya pasti seharian menunggunya.

“Maafin ayah nak. Tadi ada urusan mendesak, baru bisa ditinggal tadi”. Ayah duduk disamping Dira, Dira menjauh.

“Urusan mendesak apa yang lebih penting dari ibu?”

Ayah tertunduk “Ayah belum bisa cerita sekarang”.

“Ayah mulai melupakan ibu”.

Ayah terluka mendengar kata-kata Dira. “Tidak, bukan seperti itu. Kamu salah”.

“Ini hari penting. Apa gak bisa urusan itu dipindahkan ke hari lain”.

“Semua mendadak, nak. Ayah…”

“Terserah ayah deh, Dira capek. Mau tidur”.

Dira bangun lalu pergi meninggalkan ayah yang belum selesai bicara.

Ayah jadi serba salah. Siap-siaplah dia harus dimusuhi anaknya selama seminggu. Dira kalau marah pasti diam, tak mau bicara dengan orang yang membuatnya marah, siapapun itu, termasuk ayahnya. Kalau ada hal yang sangat penting baru ia bicara, itupun sangattt singkat.


cerbung.net

Me or She?

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2015 Native Language: Indonesia
Dira , seorang pegawai kantoran biasa yang harus merelakan sang kekasih menikah dengan wanita lain......Karena sang kekasih merupakan keturunan yang akan meneruskan perusahaan besar orang tuanya , dia dipaksakan untuk menikahi anak dari rekan bisnis orang tuanya...Bagaimana Dira akan menghadapi hidupnya ? mampukah Dira move on dari masa lalunya?

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset