Misteri Hutan Tawengan episode 17

Makam Nyi Asih

“Dimana kau kuburkan jasad ibuku mbah?” Permadi bertanya tanpa menghentikan langkahnya, bahkan tanpa menoleh sama sekali.

“Dibawah pohon randhu alas di dekat Jurang Bangkai sana,” jawab mbah Mo.

“Kita kesana!” kata Permadi tegas.

“Tunggu,” Anggi menyela. “Bagaimana dengan Bang Angga?”

“Bukan urusanku!” dengus Permadi sambil terus berjalan.

“Hey, setega itukah dirimu?!” Suara Anggi meninggi.

“Dengar nona,” Permadi berbalik dan menatap Anggi tajam. “Aku sudah peringatkan agar kalian tidak datang kemari. Kalau kalian sekarang terlibat masalah, itu karena kalian yang keras kepala. Jadi tanggung sendiri akibatnya. Jangan coba coba melibatkanku dalam masalahmu!”

“Oh, seperti itu,” Anggi tak kalah tajam menatap Permadi. “Baiklah! Aku juga tak butuh bantuanmu. Kita berpisah disini. Aku akan mencari abangku dengan atau tanpa kalian!”

“Tunggu,” mas Parto menyambar tangan Anggi yang sudah bersiap untuk beranjak pergi. “Tahan emosi kalian. Kita bisa bicarakan baik baik masalah ini.”

“Tidak mas,” Anggi mencoba melepaskan tangannya dari pegangan mas Parto. “Aku sudah muak dengan laki laki sombong yang tak berperasaan itu!”

“Aku juga muak dengan gadis cengeng yang sok kuat sepertimu!” Permadi tak mau kalah.

“Begini saja,” mbah Mo mencoba menengahi pertikaian itu. “Nak Anggi, lebih baik kamu memang tetap bersama kami. Hutan ini berbahaya. Jangan sampai kamu nanti justru menjadi korban. Soal abangmu, aku yakin, selamat atau tidak, dia pasti berada tak jauh dari Jurang Bangkai itu. Dan kau Permadi, bersikaplah sedikit lembut kepada seorang perempuan.”

Anggi terdiam. Permadi mendengus. Rombongan itu melanjutkan perjalanan dalam diam.

“Oh ya mbah,” mas Parto mencoba memecah kesunyian. “Bagaimana si mbah begitu yakin kalau sosok putih itu adalah nyi Asih?”

“Sebenarnya aku juga tak begitu yakin,” jawab mbah Mo. “Namun belakangan ini, beberapa kali nyi Asih menemuiku, kadang dalam mimpi, kadang juga melalui bisikan bisikan yang kuterima saat menyepi.”

“Apa yang disampaikan beliau mbah?” tanya mas Parto lagi.

“Intinya, ya dia hanya ingin bertemu dengan anaknya yang dulu dititipkan padaku,” mbah Mo melirik sekilas kepada Permadi. “Dan juga ia menyesali segala perbuatannya yang terdahulu.”

“Menyesali? Perbuatan apa yang ia sesali mbah? Bukankah beliau orang baik baik yang justru menjadi korban fitnah mbah Atmo?” mas Parto sepertinya semakin penasaran. Ternyata banyak misteri yang tersimpan dibalik sejarah desa Patrolan.

“Yang baik tak selamanya baik nak, demikian juga sebaliknya,” kembali mbah Atmo menyulut rokok tingwenya. “Dendam dan sakit hati bisa merubah sifat seseorang. Meninggal dengan cara yang mengenaskan, ditambah harus berpisah dengan anak yang ia lahirkan, bahkan tanpa sempat untuk menyusuinya, membuat arwah nyi Asih tak tenang. Dendam yang ia bawa, membuatnya memilih jalan yang salah. Perempuan itu menjual jiwanya kepada siluman monyet penghuni hutan ini, dengan imbalan, para siluman itu membalaskan dendamnya kepada orang orang yang menghabisinya. Jadilah desa Patrolan mendapat teror habis habisan dari siluman monyet itu. Satu persatu warga yang dulu ikut melenyapkan nyi Asih lenyap secara misterius.”

“Mengerikan!” desis Anggi pelan.

“Itu belum seberapa nak,” lanjut mbah Mo. “Kang Atmo yang menyadari hal itu, tentu saja tak mau tinggal diam. Dengan kesaktian yang dimilikinya, ia berhasil mempengaruhi raja siluman monyet itu, dari yang awalnya membantu nyi Asih, kini berbalik memusuhinya. Jiwa nyi Asih dikurung, dan anak keturunannya diincar untuk dilenyapkan. Itulah sebabnya dulu Permadi dan istrinya sampai terjebak di hutan ini. Dan karena itu juga dulu aku ikut mendukung untuk mengusir Permadi dari desa. Bukan karena aku membencimu nak, tapi itu aku lakukan semata mata demi keselamatanmu. Selama kau masih di desa ini, kang Atmo akan terus mencoba untuk menlenyapkanmu.”

“Laki laki biadab!” Permadi kembali merutuk. “Setelah masalah ini selesai, akan kuhabisi laki laki itu!”

“Jangan terlalu menurutkan dendam nak, biar bagaimanapun dia adalah ayah kandungmu. Dan yakinlah, segala perbuatan baik ataupun buruk, suatu saat pasti akan mendapatkan balasannya.”

Permadi terdiam. Demikian juga Anggi dan mas Parto. Mereka kembali melanjutkan perjalanan dalam diam.

“Nah, kita hampir sampai. Itu pohon randhu alas yang kumaksud. Dan yang disana itu, itulah yang disebut Jurang Bangkai. Sebisa mungkin hindari tempat itu.” jelas mbah Mo.

Tiba tiba Anggi mendesis, sambil memegangi lengan kirinya. Lengan yang kemarin nyaris remuk dicengkeram oleh mbah Atmo, kembali terasa sakit san berdenyut.

“Kenapa mbak?” mas Parto menyadari gerakan Anggi.

“Nggak papa mas, cuma lenganku yang kemarin dicengkeram oleh mbah Atmo kembali terasa sakit.” sahut Anggi.

“Hmmm, ini tidak bagus. Kita harus bergegas. Jika tanda yang dibuat kang Atmo di lenganmu itu sudah bereaksi, itu artinya kehadiranmu di tempat ini sudah diketahui oleh para siluman itu. Mereka akan memburumu nak, jadi hati hati.”

Pucat wajah Anggi mendengar kata kata mbah Mo barusan. Teringat dengan kebuasan monyet siluman yang menyerang kakaknya beberapa waktu yang lalu.

“Tenang mbak,” mas Parto menyentuh keris yang terselip di pinggangnya. “Kami akan menjagamu.”

Akhirnya sampailah mereka di bawah pohon besar itu. Permadi segera berlutut di depan makam sang ibu. Doa ia panjatkan dengan khusyu’. Tanpa terasa air mata mengambang di kedua kelopak matanya. Ketiga orang yang menyertainya hanya bisa terdiam seribu bahasa.

*****

cerbung.net

Misteri Hutan Tawengan

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2020 Native Language: Indonesia
Anggada dan Angginita, dua orang kakak beradik kembar, merupakan novelis terkenal yang sudah menerbitkan puluhan novel best seller dengan nama pena Angganita, gabungan dari kedua nama mereka.Spesialisasi mereka adalah cerita cerita horor dan misteri. Dan karena totalitas mereka dalam berkarya, tak jarang mereka harus mengunjungi lokasi lokasi yang dikenal angker untuk mendapatkan inspirasi dalam membuat cerita.Hingga suatu saat, berawal dari sebuah thread sederhana yang di unggah di sebuah media sosial, membawa mereka ke sebuah petualangan mistis yang tak akan pernah mereka lupakan seumur hidup.Bagaimana kisah petualangan mereka? Simak kisahnya di bawah ini.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset