Misteri Kematian Ibu Kos episode 10

Chapter 10

Kirana memandang tuspin emas yang ditemukan dalam salah satu buku milik Tita. Benaknya dipenuhi tanda tanya, mengapa tuspin kesayangan bu Asih bisa ada ditangan Tita.

Brem…bremm…brem

Suara sepeda motor yang distater sedikit keras membuyarkan lamunan Kirana. Dengan cepat dibukanya pintu, karena Kirana mengira itu adalah suara motor Bram.
Seorang laki-laki berperawakan tinggi tegap, berkacamata hitam dan berjaket kulit turun dari motornya.

“Selamat siang mbak !, kenalkan aku Roy,” ujarnya sambil menyodorkan tangannya ke arah Kirana.

Kirana ragu untuk menyambut uluran tangan Roy, sampai akhirnya Roy menyatakan bahwa ia adalah pacar dari Tita.
Kirana menjabat tangan Roy, sambil menyebutkan namanya.

“Oh..ini mbak Kirana. Tita sering menyebut nama mbak. Senang berkenalan dengan mbak Kirana.”
“Panggil Kirana saja mas.”

*******

Kirana terlibat dalam pembicaraan serius dengan Roy. Sesekali terlihat Roy menarik nafasnya.

“Begitulah ceritanya Na. Aku gak tau apa yang membuat Tita memutuskan hubungan kami. Mungkin karena hubungan kami terhalang oleh jarak. Ya..namanya juga kuli Na, mau tidak mau, suka tidak suka, ya.. harus manut pada perintah atasan.”

Kirana menganggukan kepalanya.

“Kalau boleh tau, Tita sekarang tinggal dimana ?, dan siapa laki-laki yang sedang dekat dengannya ?.”
“Aku juga gak tau mas Roy, dimana Tita sekarang. Kemarin dia bilang akan tinggal sama bibinya. Aku coba hubungi hpnya juga gak aktif. Kalau yang lagi dekat, aku juga gak faham ya, karena Tita gak terbuka sama aku. Yang aku tau ya pacarnya Tita mas Roy.”

Roy menghela nafasnya, pandangannya menatap jauh ke rerumpunan pohon akasia.

duarr..duarrr, suara petir terdengar sangat keras, membuat Kirana tanpa sengaja memeluk tubuh Roy.

Awh….

Desir hangat mengalir di tubuh Kirana saat tangan kokoh Roy mendekapnya.

“Ya Tuhan, mengapa aku begitu nyaman berada dalam dekapnya,” batin Kirana.

“Ma…maaf, maaf mas.”

Roy hanya tersenyum, saat Kirana melepaskan pelukannya.

*********

Awan hitam bergulung gulung di cakrawala disertai gemuruh petir yang sahut menyahut. Sesaat kemudian hujan seperti dicurahkan dari langit, turun dengan derasnya.

“Na, boleh aku bermalam disini. Maksud aku, disalah satu kamar kosong yang ada disini, karena sepertinya aku gak mungkin pulang malam ini.

*********

Kirana menghidupkan gawainya dan menghubungi seseorang.

“Hallo mang Dadang, maaf Na ganggu istirahat mamang.”
“[ Iya mbak Kirana, ada yang bisa mamang bantu ?].”
“Anu mang, ini sahabat saya, pacarnya mbak Tita kehujanan, mau ijin bermalam di kamar yang kosong. Bisa minta kuncinya mang ?.”
“[ Oh bisa..bisa mbak, nanti mamang antar kesana].”
“Terimakasih ya mang, Na tunggu.”
“[Iya mbak].”

********

Dengan sedikit berlari mang Dadang, menghampiri Kirana.

“Ini kuncinya mbak.”
“Terimakasih ya mang. Oh iya, perkenalkan ini mas Roy, pacarnya Tita. Mas Roy, ini mang Dadang yang jaga kos-kosan di sini.

Roy menjabat tangan mang Dadang, namun mang Dadang tak menyambut tangan itu, pandangan matanya menyiratkan ke tidak sukaan atas kehadiran Roy.

********

Roy berjalan membuntuti langkah Kirana yang sudah lebih dulu berjalan di depannya.

Kreekkk, suara derit terdengar saat tangan Kirana membuka daun pintu.

uhuk…uhukkk, Kira menutup hidungnya menahan debu yang mencoba masuk menerobos hidungnya
Dinyalakan lampu kamar, dalam sekejap ruangan yang tadinya gelap menjadi terang benderang.

“Siapa yang tidur disini Na ?.”
“Gak ada mas. Kamar ini gak ada yang isi, kosong.”
“Tapi koq ada rokok tergeletak disini ya,” ujar Roy, sambil menunjuk sebuah bungkusan rokok.

*******

Netra Kirana mengikuti arah telunjuk Roy, dalam hatinya berkecamuk tanya, siapa gerangan yang tidur di kamar kosong ini.

“Kenapa Na ?.”
“Gak…gak apa-apa mas. Aku hanya sedikit bingung.”

Roy manggut manggut sambil mencoba tersenyum.

“Mungkin mang Dadang Na. Kata kamu yang ngebersihin kos-kosan ini kan mang Dadang. Mungkin saat ngebersihin ruangan ini rokoknya tertinggal.”
“Iya mas. Kalau gitu aku balik ke kamar dulu ya mas.”
“Iya Na. Terimakasih ya.”

Roy mengantarkan Kirana hingga ke kamarnya, dan tanpa disadarinya sepasang mata sedang mengawasinya. Menatapnya dari kejauhan, diantara derasnya hujan.


cerbung.net

Misteri Kematian Ibu Kos

Score 0.0
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2021 Native Language: Indonesia
Angin dingin berhembus menerpa wajah Kirana, yang tengah berjalan menembus pekatnya malam. Hari ini ia kebagian shift sore, hingga ia pulang ke kos-kosannya mendekati tengah malam. Dipersimpangan jalan langkahnya terhenti, saat netranya menangkap sosok wanita paruh baya yang sedang duduk disebuah halte. Wajahnya terlihat pucat dan sepertinya ia hanya seorang diri.Kirana menghempaskan tubuhnya di kursi halte. Dengan senyum ramah Kirana coba menyapa. Dan ia kaget saat wanita itu menoleh ke arahnya."Bu Asih ?...ibu mau kemana ?, ini sudah tengah malam loh. Ibu sama siapa ?."Wanita itu ternyata adalah ibu pemilik tempat kos yang Kirana tinggali. Bu Asih tak menjawab, hanya diam terpaku. Wajahnya terlihat sangat pucat.Penasaran dengan kelanjutannya? yuk segera simak cerita dibawah ini...

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset