Nasi Goreng Parkiyem episode 1

Keluarga Parkiyem

Parkiyem menangis sudah tiga bulan suaminya tidak kembali ke rumah, boro-boro uang dikirim, anak-anak untuk makan saja sulit, sementara pinjam tetangga sudah gak dipercaya, menjadi buruhpun gajian mingguan, Parkiyem ke pasar untuk mencari kerjaan yang tiap hari bisa didapat untuk makan. Mulanya dia ragu kerja sebagai apa…? tapi apapun ia lakukan, angkat junjung barang, antar belanjaan, buruh cuci gosok ia lakukan apa saja asal dapat duwit. Dari mata melek pagi otaknya terus jalan, melihat anak-anak sekolah dari yang besar Narto kelas4, Palupi kelas 3, dan Gilang kelas 1 cuciannya sudah lumayan menggunung. sarapan mereka beli karena sudah tidak ada beras, mereka beli bubur sayur Rp 1.500,- kali 4 orang dan 1000 untuk kerupuk, untuk sarapan saja sehari 10.000, makan siang beli nasi 5000 sayur bayam 5000, Parkiyem tidak membeli minyak goreng paling kerupuk untuk gorengannya dan sambel tempe vitamin C nya, ada rezeki ya malam bisa makan seadanya. pokoknya sekali makan 10.000 tiga kali makan 30.000,  sangu sekolah masing-masing 2.000  dan ia harus menyisihkan tiap hari 5.000 untuk listrik dan air, makanya ia harus memasak sendiri dan agar lebih ngirit lagi.

Parkiyem menyewa kamar di rumah rusun Banjardowo, sebulan 300.000, Ia tidak percaya menyimpan uang dirumah karena ada pencurinya meskipun tetangga sendiri ia tak berani menuduh karena sama-sama miskin. Jadi uang simpanan dia disimpen di saku celananya. Pernah Parkiyem ada rezeki ia berjualan es campur, hanya bertahan dua minggu karena mereka pada ngutang, gak bisa bayar, ia pingin keluar dari lokasi itu tapi  tak kuat membayar kontrakan, lingkungan di rusun amat buruk. anak-anak sehabis pulang sekolah diwajibkan belajar dan sholat, Parkiyem akan mengantar makan siang kerumah rusun. Sungguh pait penderitaannya, suami sudah tidak menghiraukannya lagi

Langkahnya sudah gontai Parkiyem sedang berjalan menuju pasar Genuk, tiba-tiba dia menemukan dompet, didalamnya banyak uang, dia simpan dompet itu dan ia lihat KTP nya ternyata dompet milik Pak Sukoco alamat di Tlogosari. Maka Parkiyem segera mencari alamat orang itu ..alhamdulillah ketemu alamatnya walaupun tanya-tanya beberapa kali. Parkiyem berjalan sepanjang jalan dan ia diberi segelas air es sirup oleh pak Sukoco kebetulan pak Sukoco berjualan kuliner sehingga Parkiyem diberi makan oleh bu Sukoco.  Parkiyem ya namamu..saya ucapkan terima kasih sekali dompet ini bisa kembali, karena ada cek yang belum saya cairkan, ini uang terima kasih saya buat bu Parkiyem, Parkiyem diberi uang banyak sekali dan dia simpan di dompet kumuhnya dan dimasukkan ke saku celana panjangnya.

Pak , bu, terima kasih saya sudah dikasih makan dan juga sudah dikasih uang, kalau boleh saya mohon kerjaan bu buat saya…?

” Bu Sukoco bingung mau dikasih kerjaan apa..? apa mau dia memasak dan mencuci piring ya..atau jaga warung ..kelihatannya wanita ini memang baik kalau jujur jelas pasti.”

” Buk..apa sajalah…membantu di warung saya juga mau..cuci piring juga gak apa-apa..memasakpun saya mau buu….tolong saya bu…?!”

” Ya sudah, besok kamu masak, ya cuci piring, pokoknya mbantu saya apa saja ya..?”

” Inggih bu…saya mau..saya besok jam tujuh sudah ada di sini ”

” Ya mbak Parkiyem besok saya tunggu kamu”

Parkiyem bungah sekali, ia ciumi tangan bu Sukoco, dan segera pamit pulang, diperjalanan dia melihat ada sepeda bekas masih bagus, ia segera mendekati dan bertanya pada penjualnya.

” Pak ini dijual berapa..?”

” Itu tiga ratus ribu mbak…masih bagus ada kuncinya dan ada tempat belanjanya ”

” Duh pak kalau 150.000 bagaimana..?”

” Jangan …tadi ditawar 175.000 saja gak tak kasihkan”

Parkiyem mundur sebentar ia mau menghitung uang yang dikasih pak Sukoco berapa ya jumlahnya..?

Ya Allah pak Sukoco ngasih 2 juta, subkhanallah semoga pak dan bu Sukoco mendapat rezeki yang berlimpah. Uang itu ia bagi di beberapa tempat, di dompetnya 1juta dikantong baju 500.000, dan di BH nya ada 500.000, dompet ia masukkan ke saku celananya. Parkiyem mendekati lagi sepeda itu,

” Bagaimana pak…, boleh ya pak 175.000 ”

Pak penjual sepeda bekas itu merasa kasihan akhirnya dilepas 175.000.Parkiyem mengeluarkan uang 200.000. ” La ini ada 200.000 ”

” Iya pak yang 25.000 untuk belanja .”

” Ini cara mengunci dan membuka kunci sepedanya, kalau ban nya kempes itu didepan ada isi angin nya” Parkiyem segera menaiki sepeda itu…alhamdulillah bisa antar anakku sekolah dan memjemputnya. Parkiyem belanja beras, gula, mie, kecap minyak goreng dan kue buat jajan anak-anaknya.Sampai rumah ia memasukkan belanjanya dan mengambi tabung gas untuk ditukar isinya,

” Waah sepeda baru ya mbak Par” tanya bu Gendut.

” Alhamdulillah, hadiah dari bu Sukoco Tlogosari”

” Sekarang pindah kerja di Tlogosari to mbak..?”

” Iya bu..di warung makan ”

” Kalau nanti butuh tenaga saya diajak ya mbak..?”

” Inggih bu…” Parkiyem mengayuh sepeda di Toko Tombo ati dia melihat anaknya Gilang berjalan dan Parkiyem memanggilnya , Gilang berlari melihat ibunya sambil memanggil ” Ibu…ibu…ibuuu…” Parkiyem memeluk anaknya dan menawari roti, Gilang senang sekali. ” Ini sepeda siapa bu..?”

” Sepeda Ibu…” jawab Parkiyem singkat, Gilang senang bukan main

” Ayook naik kita pulang” Parkiyem mengajak pulang Gilang.

” Ibu nanti masak ya…? kok ada gas didepan .”

” Iya , ibu akan masak mie goreng dan mie kuah kesukaan bapak”

” Horeee…horeee…” perasaan gembira Gilang mendengar ibu mau masak

” Emang bapak mau pulang bu..?”

” Gak tahu nak…semoga bapakmu mengerti dan tahu kalau kita semua kangen” meleleh air mata Parkiyem tapi segera diusap air mata itu…takut kalau Gilang melihatnya nanti sedih . Parkiyem memasukkan sepedanya didalam rumah,karena didalam masih ada ruang kosong. Gilang memandanginya terus menerus, sesekali keluar menunggu kakaknya pulang dari sekolah, lalu menemui ibunya sedang masak apa..?

” Ibuk goreng mendoan ya…assiiik..sama ceplok telur..buk mie nya belum dimasak ya…?”

” Nanti…nunggu kakakmu sekalian…”

” Iya buk nunggu kak Narto dan kak Palupi..”

” Gilang..itu ibu beli jajanan banyak ada susu juga lo kesenangan Gilang”

” Iya buk ada susu …Gilang mauu…buuuk…” Parkiyem mengambilkan jajanan sekalian ia istirahat,menunggu anak-anaknya pulang, sambil memasak air dan menanak nasinya sebentar lagi mateng di Magic com. Pingin Parkiyem menyetel tv tapi rusak tvnya. nanti kalau Narto pulang akan aku ajak beli tv baru, tv yang lama aku jual biar bersih ruangan ini. Yang difikirin akhirnya pulang Narto  bersama Palupi.

” Kak..kak..lihat…taaraa……” gaya Gilang menunjukkan sesuatu

” Sepeda…ibuuk..ibu…itu sepeda siapa…?”

” Itu sepeda kita…” sahut ibu. Narto dan Palupi menciumi ibunya…kita sudah punya sepeda…horeee…” Parkiyem bangun dan menuangkan air yang masak ke dalam termos. ” Sekarang ibu mau buat Mie kuah dulu..selanjutnya mie goreng.” Anak-anak senang sekali melihat ibunya sudah dirumah dan memasakkan mie seperti dulu lagi Parkiyem menyuruh Narto mandi dan akan  diajak keluar ibunya, Narto menurut saja ibu membungkus televisi pakai kain taplak meja, dan mengajak Narto ke service tv tapi malah habisnya banyak, kalau dijual cuma laku 50.000. Akhirnya tv itu dijual dan membeli yang bekas seharga 200.000 Parkiyem langsung membayarnya dan membawa pulang. Narto menaruh tv itu ditempat semula, dan menyetelnya, Narto bisa mencari gelombang dengan remute, dan bisa mencari sinyal yang baik. Mereka bisa nonton tv lagi. Parkiyem mengatakan pada anak-anaknya ” Kalau besok kalian berangkat sekolah ibu juga berangkat kerja tapi pulangnya ibu belum tahu harap kalian sabar ya..?”  ” Buk..kuncinya nanti dititipkan pak Gareng..?” tanya anak-anak

” Iya minta sama pak Gareng saja, dia kan ada di rumah terus” Jawab Parkiyem

Anak-anak pada belajar, Parkiyem mencuci pakaian mereka dan mengeringkan nya sekalian di belakang rumah yang tertutup tembok diluarnya jadi aman. Jam 21.00 anak-anak sudah mengantuk mereka pindah di kamar, kamar tidur di rusun cuma ada satu untuk tidur 4 orang masih cukup karena mereka masih kecil-kecil.

Jam o5.00 Parkiyem sudah bangun dan mempersiapkan sarapan juga untuk makan siangnya. Nasi sampai siang masih cukup. Parkiyem segera mandi sebelum mereka bangun. jam 05.30 Narto bangun langsung mandi disusul Palupi dan Gilang, merekapun sarapan bergantian sudah tertata dikamar depan buat makan. Jam 06.15 mereka semua sudah pada berangkat dan terakhir Parkiyem pamit sama pak Gareng sambil menitipkan kunci. Jam 07.00 Parkiyem sudah sampai di rumah Bu Sukoco, tapi masih sepi. Parkiyem ke samping dan mengambil sapu untuk membersihkan kotoran, Bu Sukoco keluar  halaman  sudah bersih tanaman sudah disirami, dan menyuruh Parkiyem masuk. Parkiyem sangat cekatan dan rajin dalam bekerja piring-piring sudah bersih dan Parkiyem membuat nasi goreng sangat lezat membuat ketagihan bapak dan ibu Sukoco.

” Ibu rencana untuk warung masak apa ya bu..? ” tanya Parkiyempada bu Sukoco

” Buka nasi goreng saja, ayook antar pak ke pasar cari jeroan yang sudah mateng  pak!! kamu ikut sekalian Par..!”  ” Gih buk…” jawab Parkiyem

Bertiga mereka ke pasar Kabluk mencari jeroan yang sudah mateng, mereka masih menemukan penjual jeroan dan menyarankan untuk memesan dulu” Kalau mau jualan nasi goreng ini tinggal 2kg saja. kira-kira besok pesan berapa kilo bu..? ” tanya penjual Jeroan

” 10 kilo pak ” Parkiyem memutuskan karena kelamaan mikir, pak beli tomat, lombok,kobis dan ketimun,  dan beras satu zak. Mereka segera pulang ke rumah. Sampai di rumah Parkiyem langsung mengecek Jeroan, tinggal manasin sebentar biar lebih empuk, jeroan harus dibersihkan sekali lagi. Parkiyem memasak nasi satu kilo setengah pakai magic  com telur di kulkas masih 2kilo cukup. Parkiyem membersihkan warung dan merombak ruangan mengatur tempat menggorengnya menata piring dan gelas-gelasnya, jeruk minuman masih ada 15 biji cukup , gula pasir masih ada satu kilo cukup,saringan jeruk di siapkan, termos panas diisi penuh, tomat dicuci kobis diiris tipis semua sudah beres lalu Parkiyem memindahkan nasi ke wadah bakul, kecap masih ada satu botol dan yang plastik ada 5 kali setengah kiloan cukup pakai sekali..dah siap jualan sekarang. Pak Sukoco dan Ibu melihat kegesitan Parkiyem jadi bingung sendiri dan disuruh Parkiyem menurut saja tapi dia senanglihat kerja Parkiyem. Nah pak, Bu…kita sudah siap jualan nasi goreng  babat dan telur, maaf tadi Parki nyuruh-nyuruh bapak dan Ibu…karena Parki sudah biasa bekerja keras. Pak itu warung makannya di ganti nasi goreng babat dan nasi goreng telur. buk saya disini nunggu pembeli nanti yang bikin minum siapa.? Biar ibu saja yang urus minuman dan cuci piring gak apa-apa asal laku jualannya.

Datang pembeli nasi goreng dimakan ditempat,” Bauknya MasyaAllah lezat sekali, mbak yang dibawa pulang 2 bungkus pedas semua. Bu Sukoco ikut mengiris iris jeroan  dan  dadar telur. Parkiyem meminta bu Sukoco menanak nasi karena tadi cuma satu kilo setengah saja, dan sekarang memasak satu kilo setengah lagi karena masih jam 11.00. Harum nya nasi goreng Parkiyem ke mana-mana. membuat perut lapar.Orang keluar masuk di warung nasi goreng, saat ini menanak nasi putaran ke 3 dan jeroan mulai menipis karena cuma 2kg saja sedangkan jam masih menunjukkan pukul13.00. Jam 14.00 nasi goreng habis uang yang diperoleh 1.250.000 rupiah. Bu Sukoco melongo, pak Sukoco ngakak nggak percaya tapi memang ada uangnya. ” Parki kamu memang rezeki kita mari kita bagi tugas

Yang mengolah masakan kamu Par, ibuk dan bapak belanja dan menata kebutuhan makanan, serta menyiapkan jeroan yang empuk,bapak nyiapin minuman dan ibu tetep iris jeroan dan goreng telur. Setiap hari kamu dapat seratus ribu untuk harian kamu dan warung tutup jika jeroan sudah habis. Sudah seminggu Parkiyem bekerja dan uang sudah terkumpul 700.000.  Alhamdulillah semoga anak-anakku selalu diberi kesehatan

 


cerbung.net

Nasi Goreng Parkiyem

Score 0.0
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2018 Native Language: Indonesia
Parkiyem menangis sudah tiga bulan suaminya tidak kembali ke rumah, boro-boro uang dikirim, anak-anak untuk makan saja sulit, sementara pinjam tetangga sudah gak dipercaya, menjadi buruhpun gajian mingguan, Parkiyem ke pasar untuk mencari kerjaan yang tiap hari bisa didapat untuk makan. Mulanya dia ragu kerja sebagai apa...? tapi apapun ia lakukan, angkat junjung barang, antar belanjaan, buruh cuci gosok ia lakukan apa saja asal dapat duwit. Dari mata melek pagi otaknya terus jalan, melihat anak-anak sekolah dari yang besar Narto kelas4, Palupi kelas 3, dan Gilang kelas 1 cuciannya sudah lumayan menggunung. sarapan mereka beli karena sudah tidak ada beras, mereka beli bubur sayur Rp 1.500,- kali 4 orang dan 1000 untuk kerupuk, untuk sarapan saja sehari 10.000, makan siang beli nasi 5000 sayur bayam 5000, Parkiyem tidak membeli minyak goreng paling kerupuk untuk gorengannya dan sambel tempe vitamin C nya, ada rezeki ya malam bisa makan seadanya. pokoknya sekali makan 10.000 tiga kali makan 30.000,  sangu sekolah masing-masing 2.000  dan ia harus menyisihkan tiap hari 5.000 untuk listrik dan air, makanya ia harus memasak sendiri dan agar lebih ngirit lagi.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset