Nasi Goreng Parkiyem episode 11

Penyembelihan Sapi di Kabluk

Setelah seminggu pindahan langganan nasi goreng lancar kembali,  Panji yang mengurusi perbelanjaannya, dan mbak Susi memperkenalkan mas Mangun  sebagai tukang jagal sapi yang mau berbagi jeroan sapi serta dagingnya ini merupakan kesempatan untuk berjualan di los daging pasar Parang Kusumo dan yang jual menjadi dua . Panji belum berani nyetock daging sapi maupun jeroan karena tak ada tempat penyimpanannya, jadi harus memesan dulu untuk pemakaian diatas 10 kg per harinya. Mas Endar  pasangan bisniz mas Mangun pindah rumah di luar kota dan mbak Susi mengenalkan mas Panji sebagai pengganti mas Endar yang membuka lahan bisniz di Banyuwangi.

Mbak Susi membantu mas Panji mengumpulkan pelanggan mas Endar dan mengkoordinir semua kebutuhannya yang dipimpin mas Panji dan membantu keuangannya selama satu bulan , Mas Mangunpun memperkenalkan peternak sapi sekitaran Purwodadi , Pati dan Rembang sebagai komoditi penghasil hewan sapi serta peternak sapi lokal.

Mbak Susi   : ” Yu Parki suwun yo….. mas  Panji ternyata cepet nyanthel le kerjo..lan konco-konco cocok orangnya enak di nego”

Parkiyem     : ” Sama-sama yo mbak, sudah mbantu mas Panji usaha serta bantuan sampeyan kabeh muga-moga Gusti membalas kebaikan budi sampeyan”.

Parkiyem main ke rumah bu Sukoco dan bertemu dengan mbak Lastri yang baru saja menikah , Bu Sukoco  keluar kamar begitu mendengar suara Parkiyem.

Bu Sukoco   : ” Parki…..piye kabarmu….kangen aku sama kamu…”.

Parkiyem     : ” Bu Koco…alhamdulillah kami sekeluarga baik dan sehat, bu Koco dan bapak semoga selalu sehat…bapak mana bu…? ” Mereka saling berpelukan dan bercerita -cerita perkembangan kampung di Tlogosari.

Bu Sukoco    : ” Waah…hebat kamu Parki dah punya rumah dan suamimu dapat kerjaan orderan daging sapi “.  Parkiyem membawakan mie goreng dan sayur sop  untuk makan siang pak Koco dan ibu. Pak Koco yang masih tidur terbangun karena bau masakan yang dibawa Parkiyem.

Pak Koco     : ” Baunya wangi sekali sayur sop siapa ini bu…?”

Bu Koco       : ” Parki yang membawakan pak…ni coba di incipi….”

Pak Koco     : ” Kangen aku sama masakannya Parkiyem…..sopnya bening dan rasanya khas….seminggu sekali mbok main ke sini sambil orderkan sop bening ”

Parkiyem     : ” Ng gih pak….. ” Parkiyem menyuapi pak Koco yang sudah loyo…di temani bu Koco.

Sejam kemudian Parkiyem pulang dan dijemput anak sulungnya Narto karena sudah pesan Palupi adiknya untuk menjemput di rumah pak Koco

Gilang mengerjakan tugas sekolahnya sambil menunggui ibunya karena ibunya sudah janji pada Gilang akan membelikan jeruk di pasar Parang Kusumo dan sudah disiapin YuJum penjualnya. Parkiyem mampir sebentar mengambil jeruknya Gilang dan membukakannya, Palupi yang melayani penjualan Nasi goreng masih uplek dengan pelanggannya  dan Parkiyem mengganti posisi Palupi untuk beristirahat.

Gilang        : ” Buk besok  Gilang ada tugas membawa makanan empat sekat, ibu bisa nyiapin…?”

Parkiyem  : ” Ya..akan ibu siapin besok pagi, buahnya jeruk saja ya….dan ini ibu ambil satu untuk besok pagi ” Gilang minta dibuatkan nasi goreng dan lalapannya mentimun dan daun kemangi , Parkiyem menyetujuinya .

Panji pulang diantar pakai mobil pickup oleh mas Mangun yang mengincipi nasi goreng olahan istrinya.

Mangun       : ” Nasi gorengmu enak tenan…laris pasti ”

Panji             : ” Alhamdulillah, lumayan mas Mangun…istriku bisa membeli rumah ini berkat nasi gorengnya “.

Mangun       : ” Waaahh hebat dong….anakmu pun lancar sekolahnya “.

Panji             : ” Aamiin…, trima kasih mas…”.Panji minta maaf kerena mau mandi dulu  Parkiyem yang mesam-mesem mendengar gurauan mereka ikut nimbrung

Parkiyem     : ” Kata mbak Susi mas Panji akan keluar kota juga ya mas Magun..? ”

Mangun       : ” Iya..lha ini habis pulang dari Pati membawa 6 ekor sapi tiga kali pulang pergi .

Parkiyem     : ” Pakai pickup ini ya mas….? kok bersih  …”

Mangun       : ” Inggih mbak…sudah kita bersihin tadi dan kami juga sudah mandi…tapi kenapa mas Panji mandi lagi…?

Parkiyem     : ” Kebiasaan kalau habis keluar mana saja selalu mandi…biar bersih “. Pesanan online dari gojek sebanyak sepuluh bungkus mengakhiri pembicaraan mas Mangun dan Parkiyem, Palupi membantu membungkusnya dan Panji sudah selesai mandi serta harum baunya, mas Mangun tertawa sambil menggoda Panji,

Mangun       : ” Wah la ini baru harum jooss tenan penampilanmu…”

Panji             : ” Biasa mas…pingin seger saja, dibungkuskan buat mbakyu ya mas…do Mangkang kan jauh kalau mau pesan nasi gorengnya Parkiyem…”

Mangun       :  ” Ya…makasih mas Panji…malah jadi merepotkan , oh ya tidak pedas gih…?!”

Parkiyem yang sudah memberikan pesanan onlinenya langsung dan sang gojek sudah membayarnya pula ,  Pak Wahyu RT mampir dan memesannya  untuk dimakan ditempat selesai membuatkan nasi gorengnya mas Mangun  dan menghidangkan untuk pak Wahyu rt lama.

Wahyu          : ” Waaah sekarang agak jauh kalau pingin makan nasgornya mbak Parki ”

Parkiyem     : ” lewat online saja pak…kalau kangen…”

Wahyu          : ” Kadang kangen ngobrole bareng ma pelanggan…crito-crito..apalah gitu….”

pelanggan    : ” Tak kiro kangen bakule…so dibalang gelas karo mas Panji…”

Parkiyem     : ” Kumat..kumat…wis ndang di makan ini es jeruknya pak Wakyu…”

Wahyu          : ” Siap…mari makan mas Kribo…”

Kribo             : ” ‘geh mari silahkan …sekarang terkenal mas Kribo aku di sini gara-gara pak Wahyu  sama mbak Parki ”

Mas Panji nyengenges saja dan mengganti pisisi Parkiyem mengaduk nasi gorengnya . Parkiyem permisi karena Palupi menanyakan sesuatu.

Parkiyem         : ” Mas Asuransi jalan U dowo itu dimana ya…? ”

Mas Asuransi : ” Mana ya…( sambil mikir ) nasabahku belum ada daerah Udowo..tapi aku pernah membacanya..aahh pusing buk…

Parkiyem         : ” Nduk kata mas asurasi cari di google map …pasti ketemu…”

Mas Asuransi   : ” Ya.. bener buk….”

Pak rt Wahyu segera pamit karena akan hujan dan meminta nasi goreng yang dibungkus buat orang rumah , hujan turun dengan lebatnya mas Kribo dan mas Asuransipun ikutan pulang dan jalan raya mulai menggenang karena banjir.

Pagi ini Narto terlambat kesekolah karena banjir, los pasar Parang Kusumo juga ikut klelep mas Panji dan mas Mangun saling telepon akhirnya mas Panji dijemput mas Mangun dan menuju penyembelihan sapi di Kabluk.

Panji mengirim daging di Makro yang mulai berlangganan dan seminggu sekali mengisi stock daging sesuai permintaannya , dan Panji menginstrusikan daging-daging dalam potongan dan dipisah-pisahkan lalu di bungkus plastik dan dinamai karena Panji mengirim ke supermarket lainnya juga.  Melihat kepiawaian Panji sebagai angsa jual daging mengalami kemajuan , Susi mengajak kongsi bersama dalam penjualan.

Di Supermarket biasanya sering memesan tenderloin/Has dalam, Sirloin/ Has luar , top side /paha serta daging Iga/ Rib meal juga oxtail atau ekor ( buntut ) tapi ada juga pedagang pasar yang membutuhkan  daging tanjung/punggung (Rump) atau daging gandik (siver side), Daging kelapa ( knuckle ),daging sengkel ( shank ),daging Sancan ( flank ), Sandung Lamur(brisket), paha depan / sampil ( chunk ) dan juga daging punuk (Blade) semua itu harus dihafali Panji agar konsumen puas sedangkan kulit sapi dan kepalanya sudah ada yang atur dan jeroan urusannya Panji .

Jeroan selain dipakai sendiri juga di perdagangkan di pasar untungnya amat banyak kalau sudah dipisah-pisahkan dan pemasak jeroan sudah ada yang pegang , khusus paru , hati , serta jantung harus segar selalu dan dijual dalam keadaan fresh , mbak Susi senang dengan sistim kerja yang diurus Panji yang mendatangkan untung besar lagian rata pendapatannya dan mas Mangunpun bisa membeli sepeda motor sedangkan ongkos sewa pickup sudah ada dalam anggaran.

Penyembelihan daging melonjak besar-besaran karena banyak rekan bisniz yang mendatangkan ternaknya langsung ke Panji antara jam lima pagi sampai jam delapan, ternak yang datangnya telat harus nginap di kabluk agar disiplin dalam berdagang dan dalam tempo dua tahun usaha ini menjadi andalan Panji sampai datangnya wabah pandemi yang berlangsung sampai saat ini , wabah itu adalah hadirnya Corona Virus yang membawa petaka semua pedagang, petani , pelajar, Pegawai Negeri dan swasta semua masyarakat merasa lumpuh ekonominya , keamanannya , usaha macet-cet. Korban berjatuhan ribuan nyawa menghilang karena covid-19 beserta variantnya termasik pak Sukoco sebagai korbannya disusul bu Sukoco Innalillahi wa innaillaiho roziun.

Pemerintak membantu dengan pembarian vaksin di seluruh tanah air tak terkecuali yang berlansung hampir tiga tahun, pelaksanaannya serentak di setiap kelurahan, kabupaten, kota madya.

 


cerbung.net

Nasi Goreng Parkiyem

Score 0.0
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2018 Native Language: Indonesia
Parkiyem menangis sudah tiga bulan suaminya tidak kembali ke rumah, boro-boro uang dikirim, anak-anak untuk makan saja sulit, sementara pinjam tetangga sudah gak dipercaya, menjadi buruhpun gajian mingguan, Parkiyem ke pasar untuk mencari kerjaan yang tiap hari bisa didapat untuk makan. Mulanya dia ragu kerja sebagai apa...? tapi apapun ia lakukan, angkat junjung barang, antar belanjaan, buruh cuci gosok ia lakukan apa saja asal dapat duwit. Dari mata melek pagi otaknya terus jalan, melihat anak-anak sekolah dari yang besar Narto kelas4, Palupi kelas 3, dan Gilang kelas 1 cuciannya sudah lumayan menggunung. sarapan mereka beli karena sudah tidak ada beras, mereka beli bubur sayur Rp 1.500,- kali 4 orang dan 1000 untuk kerupuk, untuk sarapan saja sehari 10.000, makan siang beli nasi 5000 sayur bayam 5000, Parkiyem tidak membeli minyak goreng paling kerupuk untuk gorengannya dan sambel tempe vitamin C nya, ada rezeki ya malam bisa makan seadanya. pokoknya sekali makan 10.000 tiga kali makan 30.000,  sangu sekolah masing-masing 2.000  dan ia harus menyisihkan tiap hari 5.000 untuk listrik dan air, makanya ia harus memasak sendiri dan agar lebih ngirit lagi.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset