Nasi Goreng Parkiyem episode 4

Panji Pulang

Lebaran kurang seminggu anak-anak Parkiyem sudah libur Narto mengantar ibunya ke pasar Kabluk untuk membeli jeroan memakai sepeda motor pak Koco, ketika melewati jalan Gajah Raya sepintas Narto melihat Panji bapaknya tapi karena lampu sudah hijau sepeda motor harus jalan Panji menuju arah berlawanan. Narto mencari jalan arah balik tapi lampu sudah merah. Ibukya bingung dengan arah jalan Narto dan bertanya.

Parkiyem      : ” Ini mau kemana to…kok muter-muter..?”

Narto             : ” Narto melihat bapak buk….?!”

Parkiyem      : ” Benere..?! dimana tadi kau temukan..?!” Parkiyem agak kaget sedikit bungah karena masih ragu.

Narto             : ” Tadi waktu mau belok bangjo bapak menuju arah Medoho..pakai baju kotak-kotak…”

Parkiyem      : ” Yo ayo Le..dikejar mumpung belum jauh….”

Lampu hijau , Narto menuju arah Medoho mencari keberadaan bapaknya…

Narto hampir menangis tenggorokannya rasanya tertekan sementara  matanya kethap-kethip membendung air mata, Narto amat rindu bapaknya tapi yang di cari tak ketemu.

Parkiyem       : ” Sudah …nanti dicari lagi, sekarang kita ke Kabluk dulu sudah dinanti mbak Susi karena belum diambil-ambil jeroannya”. Narto memutar balik lagi menuju Kabluk, mbak Susi menunggu Parkiyem harena Susi sudah mau pulang.

Susi                  : ” Kesiangan ya mbak Parki…?”.

Parkiyem       : ” Iya jeng maaf…” Parkiyem segera membayar babat, iso dan parunya. ” Jeng Susi besok ditambahin dua kilo ya…”.

Susi                 : ” Inggih mbak..jadi besok 10 kg ya…”

Parkiyem       : ” Ya, tapi babatnya di banyak kin, wis gini saja..babate 5kg, iso 3 kg dan paru 2 kg …mana telurnya jeng ?”

Susi                : ” Laah lupa, bentar tak ambile…”

Susi seorang janda beranak 4 dan memiliki usaha jualan daging sapi yang didapat dari mantan suaminya yang sudah meninggal , anaknya masih kecil-kecil yang terbesar  masih SD kelas 6. Usia  Susi hampir sama dengan Parkiyem cuma Susi  kehidupannya lebih baik ketimbang Parkiyem. Narto memasukkan jeroan, telur, tomat , ketimun , kobis , juga jeruk kedalam tas ibuknya. Sampai rumah Palupi sudah menunggu untuk mengupas ketimun dan dibuat acar.

Lebaran tahun ini Parkiyem mempersiapkan tabungan untuk sekolah anak-anaknya Palupi tahun depan ujian dan membelikan pakaian buat mereka. Gilang sudah dibelikan baju baru 2 setel, Palupi baru satu rok dan meminta satu lagi sedangkan Narto esok hari mau dibelikan, belum sepatu-sepatunya sudah pada robek. Selesai sholat Tarweh Narto meminum es cao yang manis , Gilang ingin minta tambah karena haus sekali. Akhirnya membagi dua dengan Gilang.

Parkiyem meminta tolong Narto membeli es batu di depot es batu dan Palupi sudah mengambil es batu yang ada di kulkas rumah, pelanggan yang baru masuk meminta es teh karena pada kehausan lalu menunggunya karena tadi yang membantu pada sholat tarweh untung masih ada aqua gelas yang dingin tapi pelanggan masih menginginkan es teh dan belum mantap kalau belum minum es teh. Palupi membuat teh panas manis yang dimasukkan dalam jumbo dan sudah di incip Parkiyem tinggal menunggu es batunya.

Gilang membungkusi es batu setengah kiloan dengan air hangat karena persediaan di kulkas habis dan hanya terisi dua bungkus, Narto datang dan memotong-potong es tersebut lalu memasukan dalam termos dan membawa ke warung. Narto langsung mencuci piring dan gelas.

Pelanggan 1  : ” Lebaran mremo rak mbak…?”

Parkiyem      : ” Karepe mas….mboh cah-cah maunya apa…siangan lah,

Pelanggan 1   : ” Mau pulang kemana ..?”

Parkiyem         : ” Saya orang ontang-anting mas… sebetulnya saudara suami banyak…tapi aku takut dikatain yang endak-endak…”

Pelanggan 2  : ” Lo…namanya lebaran sambil bermaafan to….”

Parkiyem       : ” Maunya siiih tapi nunggu suami belum pulang….sedih he mas…”

Pelanggan  1  : ” Yo wis lah moga-moga lekas pulang suamimu mbak..maaf lahir batin sik yo..aku pulang Klaten besok..”.

Parkiyem       : ” Geh, sami-sami , maaf lahir batin juga ” Orang itu kembali lagi dan memastikan,  “mremo ‘gak ?”
Parkiyem       : ” Gih mas lebaran ke 2 jam 16.00″

Pelanggan 1 langsung nyetater motornya dan pergi.

Jam 23.00 Parkiyem menutup warungnya karena capek. Narto dan Palupi mengunci pintu dan menggemboknya sambil membawa jeroan untuk sahur nanti. Karena kecapekan jelang Imsyak Parkiyem baru mau sahur untung Palupi sudah menyiapkan semuanya dan nasi gorengpun sudah matang.

Parkiyem     : ” Alhamdulillah nduuk wis ayo ndang sahur…”. Semua menikmati nasi goreng buatan Palupi semua tertawa karena asin…Narto menambah nasinya biar gak asin.

Narto           : ” Tobaaat asinneeee….buk-e dicampur lagi pakai nasi putih…jiiiaaaaannn”.

Parkiyem     : ” Apo rak diincipi dulu to nduukk…?”

Palupi           : ” Lali oq buk….selak imsak

Parkiyem     : ” OOO…la iki..telur dadare anyep njejeb….kleru le nglebokke uyahe…”.

Narto tertawa begitu juga Gilang, Parkiyem mengolah ulang lagi

Narto           : ” Hla ini baru oke, joos ko joss ko joss, mak-e Narto cen jempol tenan..!”. Palupi tertawa dan berharap besok akan mencobanya lagi.

Parkiyem    : ” Sebenarnya bumbunya sudah pas karena baunya sudah harum banget kok…cuma salah naruh garam, telur 4 garamnya masuk ke nasi doreng…wiiis sudah..sudah ayuk sahur “. Mereka makan bersama dan menbaca doa puasa sambil menunggu subuh.

Pak Gareng memeriksa keamanan Rusunawa Banjardowo, di halaman parkir ada sesuatu yang berherak-gerak seperti orang jatuh dan pingsan, karena sudah jelang pagi dan lampu sudah dimatikan sehingga agak gelap,  mata pak Gareng yang mulai ngantuk tapi masih bisa memapah orang tersebut dan menanyainya.

Pak Gareng  : ” Kamu mau maling ya….”. tapi orang tersebut diam saja lalu pak Gareng mengambilkan minum sambil menghidupkan lampu rumahnya Parkiyem. Orang itu kelaparan karena sudah lima hari belum kemasukan makanan.

Pak Gareng  : ” Kamu apa ‘gak puasa…?” Orang itu menggeleng lalu pak Gareng mengeluarkan roti disakunya dan memberikannya, orang itu kelaparan dan melahapnya.

Pak Gareng  : ” Kamu mau kemana…..namamu siapa…..?”

Orang itu bernama Panji, lalu Ia menangis…..dan bertanya, : ” Ini rumah siapa….?”

Pak Gareng  : ” Ini rumahku….wis sudah…kamu disini saja, jangan kemana-mana tidur saja dulu…aku ngantuk soalnya karena habis jaga malam…ayo tidur, kalau kamu tak tidur nanti aku teriaki maling repot kamu….”. Laki-laki itupun tidur di lantai karena badannya kotor. Pak Gareng tak tega dan memberinya bantal sambil mematikan lampu karena hari sudah pagi.

Parkiyem sudah janji pada anaknya Narto untuk membelikan baju baru dan mengajaknya ke toko sandang di Tlogosari saja sambil membelikan sandal untuk pak Gareng. Narto memilih dua celana panjang dan satu baju koko juga satu kemeja lalu memilihkan sandal untuk pak Gareng.

Narto           : ” Buk ini cukup karena pak Gareng tingginya sama dengan Palupi juga kakinya kecil “.

Parkiyem    : ” Mas, kalau kekecilan atau kebesaran bisa ditukar..?”

Pelayan      : ” Boleh buk batasannya cuma sehari dan ada nota pembeliannya”.

Parkiyem segera pulang dan mengambil pesanan jeroan ke Kabluk dengan diantar Narto lagi.

Susi              : ” Mbak saya lebaran libur satu minggu kalau mbak Parki mau ambil jeroan sama Hanafi dia jaga rumah sampai saya pulang dari Salatiga”.

Parkiyem     : ” Harga bagaimana jeng…?”

Susi               : ” Yang ambil disini kan pelanggan jadi tidak naik harganya tetap seperti kenaikan kemarin mbak ”

Parkiyem      : ” Alhamdulillah, semoga lancar terus usahanya ya jeng..?!”

Susi                : ” Aamiin…Aamiin Ya Robbal Allamin matur suwun mbak, nanti sore saya sudah berangkat”.

Parkiyem      : ” Setir sendiri jeng….”.

Susi                : ” Inggih kalih sinten malih mbak, Maaf lahir batin dulu ya mbak jika ada salah mohom dimaafin saja gih mbak..?”

Parkiyem      : ” Inggih sami-sami…kalau ada kesalahan mohon dimaafin saja ya, saya pulang dulu dik Susi…AssalamuAlaikum”.

Susi                : ” WaAllaikum salam “.

Narto meletakkan pakaian barunya dan mencobanya , dia senang sekali karena bisa memilih sendiri pakaian kesukaannya.

Parkiyem memasak jeroan kembali biar lebih empuk sambil bertanya sama Narto kapan perginya ke Rusun Banjardowo dam dijawabnya nanti jam 15 nunggu ibuk siap warungnya.

Jam 2 siang pak Gareng bangun dan baru ngeh kalau laki-laki itu berambut panjang , Ia masih tidur. Pak Gareng mandi dan persiapan jaga, laki-laki itupun bangun dan pak Gareng menyuruhnya mandi biar bersih. Lalu pak Gareng kliling rusun sambil membawa tongkat dan melenggang dengan bangganya. Panji menangis melihat handuknya Palupi ia lalu memeluknya.

Panji            : ” Nak…bapak kangen sama kalian semua…..”. Panjipun segera mandi dan menyabuni badannya yang kotor karena jarang mandi dan mengramasi rambutnya yang panjang dan mengikatnya, waktu menyisir rambut ia ingat istrinya karena sisir itu sisir istrinya. Panji menciumi sisir itu lalu memakai pakaian itu lagi.

Narto           : ” Pak Gareng….pak Gareng….ini ada titipan dari ibuk…” . Panji kaget ia baru ingat kalau penjaga keamanan itu namanya pak Gareng, Panji membuka pintu alangkah kagetnya Narto karena orang itu yang selama ini Ia cari. Nartopun berteriak, ” Bapaaak….bapak….bapak pulang…..bapak pulang…..”sambil menciumi bapaknya.


cerbung.net

Nasi Goreng Parkiyem

Score 0.0
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2018 Native Language: Indonesia
Parkiyem menangis sudah tiga bulan suaminya tidak kembali ke rumah, boro-boro uang dikirim, anak-anak untuk makan saja sulit, sementara pinjam tetangga sudah gak dipercaya, menjadi buruhpun gajian mingguan, Parkiyem ke pasar untuk mencari kerjaan yang tiap hari bisa didapat untuk makan. Mulanya dia ragu kerja sebagai apa...? tapi apapun ia lakukan, angkat junjung barang, antar belanjaan, buruh cuci gosok ia lakukan apa saja asal dapat duwit. Dari mata melek pagi otaknya terus jalan, melihat anak-anak sekolah dari yang besar Narto kelas4, Palupi kelas 3, dan Gilang kelas 1 cuciannya sudah lumayan menggunung. sarapan mereka beli karena sudah tidak ada beras, mereka beli bubur sayur Rp 1.500,- kali 4 orang dan 1000 untuk kerupuk, untuk sarapan saja sehari 10.000, makan siang beli nasi 5000 sayur bayam 5000, Parkiyem tidak membeli minyak goreng paling kerupuk untuk gorengannya dan sambel tempe vitamin C nya, ada rezeki ya malam bisa makan seadanya. pokoknya sekali makan 10.000 tiga kali makan 30.000,  sangu sekolah masing-masing 2.000  dan ia harus menyisihkan tiap hari 5.000 untuk listrik dan air, makanya ia harus memasak sendiri dan agar lebih ngirit lagi.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset