Nasi Goreng Parkiyem episode 7

Pulau Bawean

Panji tak tega meneruskan ceritanya karena anak-anaknya pada menangis, tapi Narto minta diteruskan agar bapaknya lega tak lagi mengingat-ingat kisah yang mencekam yang dialaminya.

Panji    : ” Bapak di dorong oleh ikan lumba-lumba sampai ketepian laut dan mulai berenang menuju pantai, ikan lumba-lumba tersebut sudah kembali ke tengah laut….Bapak amat lapar sekali tapi apa yang akan dimakan  didepan bapak menjumpai hutan belukar tak ada manusia ataupun rumah penduduk sementara perut mulai melilit. Bapak tak berani menembus hutan yang lebat maka bapak menyusuri pinggiran laut sambil mencari ikan dan mencari ranting kayu ataupun semak-semak yang sudah kering untuk membakar ikan .

Baju yang bapak pakai sudah kering lagi, bapak membuat api untuk membakar ikan.

Gilang    : ” Pak rasanya gimana ….? kan gak ada bumbunya…?”

Panji       : ” Rasanya gurih sekali, meski tak berbumbu karena air laut sudah membumbuinya…lezat sekali”.

Gilang     : ” Bapak makan gak pakai nasi ya….?”

Narto        : ” Bapak gak ada beras……kan kapalnya hancur…Gilang…”.

Gilang      : ” O   iya…kasihan bapak ya buk….? Bapak ….Gilang dan mas Narto selalu berdoa agar bapak lekas kembali….” Gilang menangis sesenggukan.

Palupi      : ” Palupi sama ibuk juga berdoa setelah shollat agar bapak diberikan keselamatan dam kesehatan…” Air mata Palupi mengalir perlahan.

Panji meminta Palupi turun dari kasur Panji ingin memeluk anak perempuannya. Palupi menangis , ” Bapak…Palupi sayang sama bapak….”.

Panji       : ” Bapak sayang sama anak-anak bapak dan ibuk juga “.

Narto      : ” Lanjut pak……”. Narto masih ingin mendengar cerita bapaknya

Panji       : ” Malam itu dingin sekali…tak ada selimut menutupinya, bapak tidur dibebatuan yang tadi siang panas kini menjadi dingin lagi , deru ombak terdengar kadang keras dan kadang pelan. Bapak teringat kalian semua anak-anak bapak dan ibuk….rasanya sepi…sedang apa kalian semua…apakah sudah makan atau belum…?”

Panji menangis mengenang kala itu. Panji berjalan dan terus berjalan entah sudah berapa hari Panji tak tahu , sampai suatu ketika Panji ketemu dengan laki-laki tua sedang menjala ikan.

Panji mengikuti terus dan ingin membantunya tapi sayang pak tua itu tak tahu apa yang dibicarakan Panji dan Panjipun tak tahu apa yang diucapkannya, Panji terus membantu dan mengikuti kemana pak tua itu berjalan dari memasuki hutan sampai perkampungan.

Panji diberi makan oleh pak tua tersebut dan disuruh membersihkan surau, Panji merasa senang meskipun berbicara tak jelas baru setelah Panji bertemu Pak Hartanto yang berbicara bahasa Indonesia, ternyata Panji berada di Pulau Bawean daerah Tambak masyarakatnya berasal dari Mandar , Jawa, Madura.  Pak Hartanto orang Gresik di tugaskan pemerintah survey pembangunan jalan dan jembatan.

Panji          : ” Saya bantu sampeyan boleh..?”

Hartanto  : ” Boleh saja , tapi saya tak bisa membayar bapak..?”

Panji          : ” Saya hanya butuh makan saja serta beberapa lembar pakaian, tolonglah pak….saya hanya ingin pulang ke Jawa saya rindu keluarga saya….?!”.

Hartanto   : ” Tapi saya hanya seminggu saja di sini dan esok sudah digantikan orang lain?!”  Panji menangis karena keinginannya untuk sampai ke Jawa sirna saat itu. Pak Hartanto di gantikan pak Rudi, sebagai pelaksana proyek.

Pak Rudi orangnya baik , Hartanto menitipkan Panji untuk menemani dan memasakkannya, karena Panji pintar memasak dan orangnya tak menuntut.

Hartanto  : ” Panji orangnya baik dia hanya ingin kembali ke Jawa saja, bantulah dia cukup sampai Surabaya dia nanti akan usaha sendiri “.

Rudi          : ” Baiklah biar pulang bersama saya saja besok…kalau sudah saatnya pulang “.

Pak Hartanto memberikan sarung dan meninggalkan beberapa baju , celana dan kaosnya untuk dipakai Panji. Pak Hartanto pulang naik kapal di Pelabuhan Bawean.

Pembangunan dengan membuka hutan untuk akses jalan dengan penebangan pohon dimulai dari  Tambak, Sukaoneng sampai ke Pelabuhan Bawean. Panji hanya melayani pak Rudi memasakkan dan mencuci pakaian sebagai pekerja rumah tangga. Tiap hari Panji mendengar suara gergaji mesin chainsaw yang memotong kayu besar-besar.

Panji disuruh mencari kontrakan di daerah Sangkapura karena  seminggu lagi sudah pindah di sana untuk membuka akses jalan, Panji bertemu dengan orang Madura yang bernama Kasman. Kasman bermata lebar dan memiliki cambang yang lebat berkesan keras perawakannya dan memperbolehkan menyewa rumah kecilnya. Karena sudah dapat rumah Panji langsung pulang sore itu juga ke Sukaoneng , kalau ada motor Panji menyewanya sampai motor tersebut berhenti lalu berjalan lagi karena belum ada alat transportasi lagian juga baru buka akses jalan yang belum di ratakan keadaannya .

Kira-kira hampir 2 tahun Panji ikut pak Rudi menemani menebang hutan dan membuat akses jalan yang kini mulai pindah di Sangkapura , Panji sering menjumpai kera maupun ular yang cukup panjang dan besar, untung saja pak Rudi bisa menjinakkan ular.

Narto         : ” Bapak enggak jijik ngliat ular ya pak….?”

Panji          : ” Bapak takut dan jijik sama ular, bapak pernah tidur kejatuhan ular waktu di Sangkapura untung pak Rudi menyelamatkan bapak”.

Narto         : ” Kok bisa pak ….? Bukannya bapak tidur dalam rumah bukan di luar kan…?”

Panji          : ” Namanya kecelakaan, atap rumah sudah rapuh …saat itu diatas ada ular sanca yang lumayan besar dan bapak sedang tidur….karena rapuh ular jatuh menimpa bapak….”.

Narto         : ” Hiiiii….bapak ‘gak lari….?” Narto agak kaget dan memegangi tangan bapaknya.

Panji          : ” Bagaimana bapak lari……?”

Narto         : ” Terus bapak diapain sama ular tersebut…?”

Panji          : ” Badan bapak kaku…..sulit bernafas…?!”

Narto         : ” Bapak di gigit ular ya…..yang dimana pak…? kaki apa tangan….?”

Panji          : ” Bapak gak tahu apa-apa….karena bapak pingsan….ular itu mengenai dada bapak, dan bapak kaget…?!”

Narto         : ” Terus sadarnya bapak masih di samping ular itu…?”

Panji         : ” Bapak sadar-sadar sudah di bawa tetangga dirumahnya….ular itu dingin banget..hhhiiiii…” . Narto mendekap bapaknya ikut merasakan ngeri juga.

Parkiyem mulai mengingatkan suaminya karena hari sudah malam, dan besok hari pertamanya bekerja tapi Narto masih ingin mendengarkan cerita bapaknya katanya”  Tanggung buk ini sudah sampai Sangkapura sebentar lagi buat akses jalan Pelabuhan kan pak?” Panji mengangguk. Parki terpaksa membiarkan mereka saling ngobrol dan bercerita karena Parkipun masih mau mendengarkan meski mata merem melek.

Panji mulai mengerjakan akses Sangkapura ke Pelabuhan, tapi karena sakit pak Rudi harus dibawa ke Gresik dan meninggalkan uang untuk Panji sebesar Dua Juta Rupiah . Panji bersukur dan menyimpan uangnya di tumpukan baju paling bawah selanjutnya akan ditabungkan ke BRI di Sangkapura besok pagi. Pengganti pak Rudi orang Medan namanya pak Anton karena pekerjaan kurang sedikit lagi selesai pak Anton segera melakukan percepatan . Panji sudah menyingkirkan baju-baju yang di tinggal pak Rudi dalam dos , seminggu kemudian pak Rudi kembali lagi untuk membuat laporan kemajuan kerja. Ternyata pak Rudi terkena gejala typus dan kini sudah membaik.

Panji       : ” Syukur Alhamdulillah pak Rudi saya akan berhati-hati lagi mengolah makanannya…”.

Rudi       : ” Bukan masakanmu yang buat aku sakit…., tapi ke rakusanku memakan makanan yang aku beli di sekitar pelabuban yang kurang bersih , memakan yang pedas-pedas dan yang asam-asam…tapi kini dah baik lagi dan saya kesini mau ambil dokument foto-foto sebagai pelengkap data “.

Pak Anton sore itu sudah pulang dan menyelesaikan laporan pekerjaannya pada pak Rudi juga memberikan uang pada Panji, Pak Anton orangnya amat tegas sehingga terkesan galak dan keras hati sehingga tenaga kerja pada takut ditambah pak Anton tak suka ngobrol . Pak Rudi memesankan kapal untuk kepulangan pak Anton di Keagenan Kapal, Panji dan pak Rudi masih sebulan lagi dan sudah dipesan pula sambil menunggu data di acc kepala pelabuhan.

Kapal amat penuh karena jelang tahun baru 2007 mereka bertiga makan sate ayam kas Madura Cak Rambing yang terkenal di Bawean. Pak Anton kapalnya kurang sehari berangkat tapi uang belum cair, pak Rudi menanyakan bagian keuangan pelabuhan katanya hari ini sudah di kirim dan pak Rudi melihat bukti transfer tersebut. Karena uang limit pak Anton meminjam uang pak Rudi dan sesampai Gresik akan di kembalikan dan pak pak Rudi meminjamkannya.

Narto     : ” Bapak uangnya banyak…tapi kenapa kemarin sampai rumah badan bapak kotor dan kelihatan kumuh sekali…?”

Panji      : ” Ceritanya masih panjang anakku…hidup di kota besar amat membahayakan …banyak orang jahat di sekitar Tanjung Perak dan itu bapak alami, nah Narto….ceritanya disambung besok lagi ya…bapak sudah ngantuk sekali…”. Narto memeluk bapaknya dan berbisik, ” Pak sate ayam Madura enak ndak….?”. Panji sudah terlelap

 

 

 

 


cerbung.net

Nasi Goreng Parkiyem

Score 0.0
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2018 Native Language: Indonesia
Parkiyem menangis sudah tiga bulan suaminya tidak kembali ke rumah, boro-boro uang dikirim, anak-anak untuk makan saja sulit, sementara pinjam tetangga sudah gak dipercaya, menjadi buruhpun gajian mingguan, Parkiyem ke pasar untuk mencari kerjaan yang tiap hari bisa didapat untuk makan. Mulanya dia ragu kerja sebagai apa...? tapi apapun ia lakukan, angkat junjung barang, antar belanjaan, buruh cuci gosok ia lakukan apa saja asal dapat duwit. Dari mata melek pagi otaknya terus jalan, melihat anak-anak sekolah dari yang besar Narto kelas4, Palupi kelas 3, dan Gilang kelas 1 cuciannya sudah lumayan menggunung. sarapan mereka beli karena sudah tidak ada beras, mereka beli bubur sayur Rp 1.500,- kali 4 orang dan 1000 untuk kerupuk, untuk sarapan saja sehari 10.000, makan siang beli nasi 5000 sayur bayam 5000, Parkiyem tidak membeli minyak goreng paling kerupuk untuk gorengannya dan sambel tempe vitamin C nya, ada rezeki ya malam bisa makan seadanya. pokoknya sekali makan 10.000 tiga kali makan 30.000,  sangu sekolah masing-masing 2.000  dan ia harus menyisihkan tiap hari 5.000 untuk listrik dan air, makanya ia harus memasak sendiri dan agar lebih ngirit lagi.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset