PARMIN episode 11

Ketulusan membawa rezeki

Parmin mengantar sekolah Kinanti dan Reni, rasanya kasihan melihat adiknya sudah bekerja walaupun usaha milik sendiri, tapi inilah kehidupan harus bisa dijalani walau seberat apapun.Karena orang tua sudah cukup untuk bekerja keras gantian yang muda menggantikan posisinya,” Pak kalau nanti sore mobil dari pak Trisna datang tolong ditangani jika Parmin belum sampai bengkel biar Tarjo yang mencatat semua keluhannya” Parmin berangkat kantor dulu pak , bu , AssalamuAllaikum .” Parmin pamitan  ke kantor Astra. Bapak /Ibu Parmin membalas salam Parmin dan melihat anaknya berangkat mengendarai sendiri kendaraannya. Tamazagi menunggu Parmin , dan yg di tunggu  baru sampai. ” Mas brow, kita cari sarapan yo..aku belum sarapan nih.. mumpung masih ada waktu”Tamazagi segera menyamperi  Parmin

” Okey deh,naik innovaku saja ya..?” Parmin menyarankan sebelum turun

” Siip…beres ” sahut Tamazagi langsung naik mobil

“Mau makan di mbok Sablah bagaimana, disana lengkap ada sup kegemaranmu” Parmin menawarkan mbok Sablah dan yang ditawari mengacungkan jempol.

” Kenapa belum sarapan ..? tumben…”

” Lagi males saja , pingin makan sama kamu pinginnya..”

” Bisa saja, tapi aku sudah sarapan lo…., kalau makan sup masih kuat lah”

” Gitu dong, masak aku gak ditemani..”

Akhirnya mereka sampai, dan segera memesan sup daging , mereka melahap dengan nikmatnya, setelah cukup mereka segera balik ke kantor, selama diperjalanan Parmin mengatakan pada Tamazagi, hari ini ada kiriman minibus dari pak Trisna sebanyak lima unit dan tiga bulan harus sudah jadi, mobil itu dari Bandung, tolong siapkan anak buah kamu agar tidak mengganggu kegiatan routinitas. Tamazagi senang mendengar kabar itu, ” Bagaimana ke Indianya, kapan..? aku ditawari sama Miciko, tapi gak brani menerimanya…tugas aku numpuk , bisa konyol nanti…tapi pengalamannya luar biasa.. kalau sudah sampai di sana jangan lupa kabari aku .”

” Pastilah akan aku kabari,  Miciko akan aku ajak ke Baturaden dulu biar dia tahu alam Indonesia juga gak kalah cantiknya ”

” Waaah,.. kalau itu aku ikuuut ahhhh…kantor biar asistent aku yang jadi penjaga gawang, toh minibus lima itu bisa menambah nilai prestasiku…ya gak Mas Brow..?”

” Semoga pak Sony memperbolehkan..sukur…sukur dia bisa ikutan..kan tambah seru…tapi waktu cuma satu bulan saja mas Brow, bisa jadi nggak . itu mini bus..?”

” Bisalaah gak usah khawatir, bentar lagi kan bisa lembur-lembur biar cepat selesai ”

Mereka sudah sampai kantor, menuju ruangan pak Sony tapi pak Sony masih dibelakang mereka, pak Sony melihat keakrapan Tamazagi dan Parmin dia cukup iri karena pak Sony tak memiliki sahabat yang seperti ia lihat antara Tamazagi dan Parmin Ia bergegas menuju ruangan kantornya , karena masih terkunci Parmin dan Tamazagi menunggu di luar sambil duduk,

” Wah jalan kalian cepat sekali aku gak bis mendahuluinya” kelakar pak Sony membuat Parmin kaget.

” Looo.. pak Sony ada dibelang kita ternyata, maaaf pak gak tahu kalau ada di belakang kita” Parmin meminta maaf

” Gak apa, selamat pagi  semuanya..” pak Sony masih ngosngosan

” Pagi juga pak Sony..” Tamazagi dan Parmin berdiri  mnghormat ala Jepang.

” Aaaah ..kalian ini apa-apaan, sudah ayo masuk ada keperluan apa coba katakan “.pak Sony mempersilakan duduk.

” Pak hari ini ada kiriman minibus dari Bandung untuk di perbaiki kerusakannya, mobil-mobil itu dari pak Trisna dalam rangka rehabilitasi, bapak bersedia menerimanya  hari ini.?”

” Waaahhh…tentu..tentu..kamu dapat link yang baik, okey biar diurus Tamazagi,..pantes kalian dari tadi aku perhatikan hapy terus ” Parmin dan Tamazagi mempersiapkan tenaga kerja yang akan mengerjakan lima minibus, telepon dari pak Trisno diterima Parmin katanya mobil sudah sampai Bawen, berarti bentar lagi masuk Ungaran,” Okey pak siap..!! sudah dikondisikan “. Melihat keramaian di otomotif pak Sony punya ide dia membicarakan sama Tamazagi akhirnya Parmin diajak rapat bertiga.

” Mas Parmin saya minta tolong bantu marketing saya dengan mengandalkan model Mas Parmin…. bagaimana..?

” Boleh pak gak apa-apa,” Parmin menerimanya

” La nanti nona Miciko bagaimana…?

” Kalau sama Seiko memang kontrak bareng dengan Miciko, ini kan sebelumnya sudah ada ikatan pendidikan di Jepang lagian belum selesai ” jawab Parmin dan Parmin mencoba menghubungi Miciko.

”  Hallo , iya sweet heart apa kabar…tahu saja kalau sedang dikangenin..” suara Miciko manja karena kangen

” Jika aku bantu pak Sony ke marketing memakai model aku kamu marah nggak..?”

” Kok marah .?..ya enggak dong..itu kan komitmen antara mas Parmin dan Astra kalau ingin di buat kontrak ya nggak apa.. silakan biar jelas keadaan kamu…okey my love..”

” Siiippp jempol banget kamu sayang, thanks you ya…muuuaacchh”

” Muuaacchhh too…..”

Parmin lega karena Miciko tidak mempermasalahkan, dan segera menghubungi kantor pusat Jakarta tentang pengadaan pemotetan. Tamazagi bergoyang reage karena  sukses memecahkan masalah dan akan segera melaju pendapatan dari motor maupun mobil…sekretaris pak Sony membuat agenda kerja  dan harus meminta persetujuan Parmin karena akan dikirim ke pusat,

” Pak Sony, Miciko akhir Juli tahun ini akan ke Indonesia dan akan saya jamu di  Baturaden, bagaimana kalau sekalian kita adakan pemotretan, soalnya Awal September saya sudah harus ke Jepang untuk melanjutkan study lagi.

” Oh ya..ya..baik kalau begitu, tolong Tamazagi juga dikondisikan Lis ( nama sekretaris pak Sony)”

” Inggih siap pak” sahut Lis.  Hati Tamazagi menari-nari, pintar amat Mas Parmin ini mengambil kesempatan yang amat tepaaaat.

Telpon kantor berdering dari lan security, mengatakan lima minibus masuk dari Bandung, Tamazagi segera lari menuju bengkel sementara Parmin ditahan di ruangan pak Sony. ” Maaf Mas Parmin tadi saya dapat pesan dari kantor pusat agar besok Kamis ke Jakarta dengan saya  untuk mengklarifikasi model.

” Oya..ya..pak siap , besok jam berapa ya pak, biar saya siapkan nanti malam keperluan -keperluannya”

” Lis tolong urusin ticket untuk dua orang, pulangnya nyusul nanti saya kabari besok, jam 07. mas Parmin sudah siap ya, nanti ada yang jemput”

” Siap pak Sony” lanjut Parmin sambil minta izin ke bengkel ketemu Tamazagi.

Tamazagi masih mengecek mesin-mesin mobil sambil mencocokkan keluhan yang diterimanya ” Okey silakan dikerjakan kalau ada keluhan langsung ke saya, ”

Tamazagi melihat Parmin menungguinya, dan ia segera menghampirinya.

” Piye…ada apa mas Parmin..?”

” Kelihatannya aku gak bisa bantu kamu, besok aku ke Jakarta sama pak Sony”

” Gak apa mas Parmin sudah dapat orderan rasanya sudah cukup,…langsung ferifikasi nih..selamat ya …semoga keberuntungan untukmu dan untukku juga.” Parmin memeluk Tamazagi dan Tamazagi berbisik ” Kamu memang hebat mas Parmin …gak rugi aku memiliki teman seperti kamu” dan dibalas ” Kita saling membutuhkan ..kamu juga hebat Tamazagi .”

” Aku pulang dulu ya Tama, mau ke Bengkel Rahmat dulu, karena besok aku akan pergi”

Pak Sony meminta pulang sekarang, begitu juga Parmin.

” Sukses Parmin !!” teriak Tamazagi, dan Parmin melambaikan tangan ” Terima kasih , sukses untuk kamu juga.”

Sampai di Bengkel Rahmat Parmin segera menemui bapaknya, dan menceritakan kepergiannya ke Jakarta, Reni laporan keadaan keuangan dan menunjukkan rekening ibunya.”Adikku kamu jangan capek-capek ya..besok kakak akan ke Jakarta sama pak Sony tolong kamu awasi bener-bener semua karyawanmu maksimalkan kerjanya dan jangan pelit-pelit.”

” Tentu kakakku, Reni bercermin pada mas Parmin dan bapak serta ibu, pemasukan keuangan minggu ini meningkat 50%  pengeluaran juga meningkat tapi tak banyak cuma 15% karena bayar pengiriman suku cadang yang thar thir”

” Bagaimana apakah kamu merasa kewalahan, Ren..?”

” Sebenarnya Reni butuh belajar karena besok Senin semesteran, katanya ibu mau bantu tapi cuma pegang uangnya saja yang mencatat dilaporan Tarjo dan Andi,”

” Gak apa nanti kakak carikan oang untuk pemesanan dan pngecekan barang, Tapi kamu tetep awasi orang-orang kamu ya…?”

” Asiiikk, iya kak…Reni capek sekali..pingin belajar, tapi banyak orderan ya …sudahlah..”  Parmin kasihan pada adiknya, apaboleh buat..memang sudah keinginannya bekerja sambil belajar. ” Sabar dulu ya adikku yang piiiiiinter ” Parmin memuji jerih payah adiknya

Parmin mengamati Tarjo, Andi, Jupri dan Kabul kelihatannya mereka loyal dan mau membantu satu sama lainnya. Terdengar diluar ada suara truck pembawa minibus, Tarjo langsung keluar dan mengatur mobil masuk bengkel, dibantu Kabul, pak Rahmat ikut menyaksikan mereka yang amat kompak melakukan pekerjaannya.

Tarjo meminta surat dari sopir tersebut dan membacanya, selanjutnya deberikan Reni untuk dilaporkan ke pak Rahmat ataupun Parmin. Tarjo mengecek keadaan unit ketika diterima. dan meminta tembusan pada Reni untuk mencocokkan, kemudian diberikan ke sopir truck tersebut sebagai laporan kalau unit sudah diterima, Reni mengcopy lampiran keluhan permasalahan dan diberikan pada Tarjo. Andi sudah selesai segera ia membantu Tarjo membaca keluhan permasalahan ,Karena minibus sudah datang Parmin segera menghubungi pak Trisna

” Terima kasih pak, dua minibus sudah masuk bengkel rahmat jam 15.30.”

” Okey mas Parmin, selamat bekerja semoga cepat selesai.”

Ibu memanggil Parmin kelihatannya Ia belum makan

” Anak ibu, ayuk ibu temenin makan di dalam”

” Iya bu, perih ini perut, lupa belum makan siang, ibu denger perut Parmin bunyi ya…? he..he…laper bu….”  Ibu mengantar ke ruang makan dan menyiapkan makanan

” Jangan lupa makan to Leee..jangan sampai kena sakit mag, makan yang teratur ya..?”

” Iya bu.., biasanya tepat waktu kok, karena pingin pulang gasik eeee…malah lupa makan sampai bengkel” Karena sudah jam16.00 Kinanti menyapu bengkel, merapikan tempat duduk yang mulai ditinggal pelanggannya karena sudah selesai, dan memasang tanda TUTUP di canthelan rollingdor,semua sudah mulai bersih-bersih dan persiapan pulang, ” Pak besok mobil Parmin dibawa saja, karena Parmin ada yang jemput.” dan Pak Rahmat meng iyakan.

cerbung.net

PARMIN

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2018 Native Language: Indonesia
Tambal Ban pak Rahmat begitu kecil dan kurang terawat, tapi sejak anaknya yang bernama Parmin lulus STM 3 Semarang membantu usaha bapaknya, lingkungan jadi bersih dan rapi, tambal ban sepeda motor itu jadi ramai karena keramahan Parmin dan ketelatenan menghadapi pelanggan, dan Parmin menambah buka cuci sepeda motor . Baik yang mau cuci sepeda motor maupun tambal ban dilakukan berdua dengan semangat dan penuh kesabaran otomatis pendapatan mulai meningkat, sehingga atas persetujuan bapaknya Parmin menambah tenaga cuci sepeda motorParmin sangat piawai mengatur keuangan karena dia harus mengurusi kedua adik perempuannya untuk sekolah dan dia juga ingin melanjutkan kuliah nantinya, adik perempuannya masih masuk SMP klas satu  dan kelas 3 SD Cita-cita Parmin ingin sekali bengkel itu besar dia sering membaca buku-buku tentang perbaikan sepeda motor dan mobil sambil menghafal cara kerja onderdil-onderdilnya dan memperhatikan sepeda motor yang dicucinya dan selalu menstater motor  dan meng cek semua hasil pekerjaannya, hal ini membuat pelanggan puas atas hasil kerjanya, kadang Parmin mendapat tip dan ia kumpulkan untuk keperluan cuci dan tambal Rahmat miliknya. Karena dari membaca dan kebutuhan pelanggan dia menambah pengadaan olie seperlunya , sehingga tambal Ban dan cuci motor tersebut berubah nama jadi Bengel RahmatSuatu hari Parmin mendapat seorang pelanggan cuci yg menawarkan motornya untuk dijual, karena kebutuhannya untuk anaknya masuk SMA ." Saksikan perjalanan Parmin untuk mengubah hidupnya".

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset