PARMIN episode 14

Membangun ruang praktek

Jam 09.00 Parmin bersama pak Rahmat sudah sampai bengkel, Parmin melihat buku tamu dan mencari teman-temannya yang kemarin ke bengkel, Tanto, Herman, Adit, Firman dan Desi. Ini dia aku telpon Firman dulu

” Hallo…”

” Firman ini aku Parmin..”

“OK siang ini hari jam 14.00 ya kesini sekalian Herman dan yang lainnya ya..?”

Parmin menelepon mereka semua dan pembicaraannyapun sama, ketika hendak telpon Desi Parmin teringat Miciko..bayangannya mengganggu..ada apa dengan Miciko..? eeehh malah telpon Miciko

” Hallo….” Parmin mendengar suara Miciko

” ogenkidesuka ?”

” Baik my love..sebentar lagi aku ujian, doakan nilaiku bagus ” Begitu manja suara Miciko

” Watashi wa anata ga koishi……”  air mata Parmin sedikit  menggenang, suara agak kelu…

” Aku juga amat merindukan kamu, aku akan segera ke Indonesia kalau hasil ujian sudah keluar dan mendaftar kuliah di musim gugur sekalian,  terus berangkat bareng sama Mister Tanaka.” Miciko agak sedih mendengar suara Parmin. ” Janganlah kamu bersedih my love, bersemangatlah…”

” Iya aku akan menunggu kamu.. bye my sweet heart ”

” Bye..bye..see you again…muacchhh”

” muuaaaacchhh” Parmin membalasnya

Hati Parmin cukup lega dan segera menelepon Desi

” Piye Des kabarmu..?”

” Wualah ..awakmu sombonge…sakplok-e duwe pacar Jepang…”

” He..he…ya orak koyok ngono sakjane, aku ora pingin dadi wong sombong, keadaan sing gawe kudu ngene…”

” Wuaalaaaahhh…alasanmu wae…piye jam piro ketemuane..?”

” Jam 14.00 yo..?”

” Mbok ojo jam 14.00 bar maem , jam 13.00 sekalian mbok traktir maem ngono loo..?”

” Yo kabari Firman, Adit, Herman karo Tanto pisan, soale aku wis ning bengkel tinggal ngenteni awakmu kabeh ”

” Yo tak kabarane kabeh, yen iso sak cepete ngono yo Par..?””

” Yo ssiiiipp , makasih yo Des ”

Parmin mengecek kerjaan mobil dari pak Trisna kurang satu, disitu ada Tarjo dan Andi, suara klakson mobil pak Ruslan terdengar memasuki bengkel

” Selamat pagi wong gantheng ”  salam pak Ruslan dan pak Wondo

” Pak Ruslan, pak Wondo selamat pagi juga ” balas Parmin ” Monggo pak silakan duduk ” Bu Rahmat melihat pak Ruslan dan pak Wondo segera mengambilkan minuman

” monggo pak di unjuk”

” Oh…bu Rahmat..kok malah ngrepotke..”

” mboten punopo..sak wontene kemawon ”

” matur suwun bu..”

Pak Wondo minta tolong bantuannya Parmin untuk bekerja sama dengan sekolahan dalam mata pelajaran Prakter Dasar Pengenalan Otomotif, harinya Sabtu jam 11 sampai dengan jam 13. “Bagaimana mas Parmin ? atau mungkin ada solusi lain..?”

” Saya kira itu baik untuk pelajar SMK, tapi jangan sekarang pak , kapasitas bengkel kurang, jadi akan saya bangun ruang belakang sebagai kelas dan terdapat loker penyimpan tas dan dua kamar mandi agar tidak mengganggu suasana kerja…Ya kira-kira satu bulan baru selesai pembangunannya pripun pak..?”

” OOOhh ya..ya..bagus itu ,  pas waktunya ” sahut pak Wondo

” Terus ada guru prakteknya kan pak..? yang atur kegiatannya..?”

” Iya sudah ada, pak Najib sama satu guru bantu ”  ” terus mau dibangun kapan mas Parmin ?”

” Minggu-minggu ini sebelum saya berangkat ke India, dan saya  berangkat ke Jepang bangunan harus sudah jadi.

” Siip..semoga cepat selesai, dan pelajaran bisa segera dimulai secepatnya, Okey mas Parmin saya akan kembali ke Sekolah lagi untuk laporan pak Kepala Sekolah.” Pak Ruslan dan pak Wondo pamit sama bu  dan pak Rahmat. Parmin menemui bapaknya untuk merencanakan pembangunan di bagian belakang yang sisa 10m x5m. Pak Rahmat menelpon pak Santo agar nanti sore datang ke bengkel jam 16.00 dan pak Santo menyatakan kesiapannya. Firman dan teman-teman datang mereka langsung memeluk Parmin, ” Kamu pantas jadi artis beneran kok Par, kagum dan salut aku padamu.” Firman memuji Parmin atas kesuksesannya dalam lima tahun ini.

” Aku bersyukur atas anugerah yang diberikan Allah padaku dan aku harus menjalankan semua dengan baik tanpa pamrih.” ” Ayuk kita ke rumah makan Mbok Brerek kita nikmati makanan khas Jawa” mereka berangkat menggunakan innovanya Pamin. Reni pulang cepat karena Besok Senin akan Ujian smesteran waktu yang singkat dipergunakan ke bengkel sambil belajar, ” Ibu bagaimana pendapatan hari ini..?” tanya Reni pada Ibu yang selama Ujian Ibu menghendel pekerjaan Reni.

” Coba di cek Ren ..siapa tahu ibu salah menghitung…”

” Bener kok bu, ibu dulu kan juga mengurus keuangan sebelum mas Parmin, jadi gak begitu sulit kan..? ini sudah betul dan rapi ibu menulisnya juga jelas”

” Alhamdulillah selama kakakmu di Jepang kan  ibu yang bantu kamu sedangkan kamu konsen di logistik, benar kan nduukk..?”

” Iya ibu benar sekali.. Reni cuma seminggu kok buk…ibuk jangan capek-capek ya..?”

“Pasti…anak ku..ibu akanjaga kesehatah juga bapak, kalian lanjutkan sekolah dengan baik.

Pak Santo sudah datang lebih awal dan langsung menemui pak Rahmat,” hallo pak Rahmat, ada perlu bantuan apa gih ?”

” Pak Santo, iya nih pak…kemarin terakhir yang betulin perluasan bangunan untuk otomotif ya pak ?”

” Inggih pak leres…la sekareng mau buat ruangan yang belakang ya pak..?”

” Lo..kok tahu pak..?”

” Kan dulu direncanakan sama mas Parmin perluasan bagian belakang mau dibuat tingkat pak, cuma gambarnya belum jadi ”

” Ohh..ya..ya… tapi nunggu mas Parmin ya pak, paling sebentar lagi sampai bengkel atau bapak mengukur sisa ruangan yang pasti ”

” Nggih..nggih ..pak saya ukur ya pak..?”

” Ya monggo..”

” Jok piye….bisa tak stater durung..?” Pak Rahmat mengawasi pekerjaan Tarjo yang hampir selesai

” Sebentar pak , masih disambungkan ke kabel …..nah sudah pak…bisa di stater sekarang ”

” Joooossss…. mantab…biar dipanasin dulu..” Pak Rahmat senang akhirnya minibus terakhir hambir kelar tinggal tes  lapangan saja”

Mobil Parmin masuk bengkel, dan teman-temannya turun dan langsung pamit sama pak Rahmat dan ibu  dan menyalamai Reni. ” Bagaimana hasilnya mbak Desi..?”

” It’s Okey Ren…seminggu lagi jalan…”

” Syukurlah…” sahut Reni

Parmin langsung menemui pak Santo, dan membicarakan bangunan baru, Pak Santo menggambar sesuai keinginan Parmin, dan membuat dua kamar mandi serta loker di dalam kelas. setelah itu menghitung Rencana Anggaran Biayanya, Parmin kurang setuju terlalu besar biaya anggarannya. Parmin menelepon Pak Ruslan dan yang ditelpon menyuruh mengurangi secukupnya saja. Parmin meinta tolong pak Santo menghitung ulang…olala..ternyata setelah dihitung ada angka yang tidak sesuai.

” Nah ini yang betul mas Parmin” Pak Rahmat dan Parmin mengecek lagi.

” Baiklah kalau Rencana Anggaran Pelaksanaan nya senilai ini.”

” Terus kapan dimulainya mas Parmin..?”

” Besok bisa dimulai dan DP nya Selasa ya pak ?”

” Siap mas besok saya kerjakan , saya mohon pamit mas Parmin .”

Parmin meminta segera tutup, karena sudah waktunya. Jupri memohon pada Tarjo untuk menunggu dulu…karena ada yang mau mencucikan motornya

” Jupri..! kamu sudah melanggar peraturan…itu kesalahan kamu sendiri..kalau janjian sesuaikan jam kerja, kamu harus nyuci di rumahmu sendiri” Andi ikut marahin, ” Kamu itu ndak sekali dua kali melakukan seperti ini…nanti biar aku laporkan ke mbak Reni..puas..!!”

” Ndik…jangan…! Iya aku yang salah….dah tutup saja…maafin aku ya …mas Tarjo ..mas Andik ” Jupri segera menutup. Pak Rahmat, Parmin, Ibu dan Reni segera pulang, Tarjo segera keluar diikuti Kabul, Jupri dan Andi, Reni segera menggembok bengkel, semua pada pulang kerumah masing-masing.

” Tumben Kinanti gak ikut ke bengkel Buk..?”

” Dia ikut les bahasa Inggris di sekolahnya  jam 17.00 Kinan baru nyampai rumah, kenapa..? kangen sama adik bontotmu ya..?”

” Iya buk, sepi…”

” Sepi lagi kalau kakak ke Jepang…” celetuk Reni

” Kok sepi……?”

” Iya dong..bapak paling takut kalau mas Parmin marahin…tidurnya jam 21.00 ibu juga”

“Sebetulnya kakak gak suka marahin sejak dulu…kakak hanya ingi yang terbaik buat bapak dan ibu”

” Oh ya pak itu uang Dp untuk pak Santo akan Parmin keluarkan hari selasa tunai terus sisanya Parmin transfer ke rekening bapak.”

” Jadi mbangun kantor to Nak…? la nanti untuk pembayaran rumah bagaimana..?”

” Tenang bu sudah Parmin siapin, tolong besok kasih tahu pemilik rumah agar datang ke rumah  dan melanjutkan jual beli rumah kita ya Bu..?”

” Iya …malahan mereka pingin DP dulu gak apa..?”

” Langsung besok Senin saja gak usah pakai DP DP an Bu…”

” Tapi mereka nanti mau kerumah, kalau bisa minta DP gitu nak..?”

” Ya , nanti biar ketemu saya saja buk..”

” Nah gitu dong nak..ibu lega..” Parmin tersenyum melihat ibunya senang

Sampai di rumah ternyata Bapak dan ibu Basuki sudah nunggu ditemani Kinanti dan ibunya Kabul

” Maaf pak bu Basuki kami baru nyampai ”

” Ya..gak apa-apa..maaf kalau saya keburu -buru..”

” Nah ini anak saya yang mau membelikan saya rumah ini”

” Iya , ini mas Parmin kan..?’

” Semakin dewasa semakin cakep…ganteng…kaya lagi…”

” Alhamdulillah berkat do’anya bapak sama ibu Basuki”

” Monggo mlebet pak…Bu…”

Parmin menemani Ibunya menyambut bu Basuki, dan bu Basuki menceritakan maksudnya..ternyata bu Basuki cuma butuh 2juta , Parmin mengeluarkan uangnya dua juta serta memberikan kwitansi  , dan meminta besok Senin jam 14. ketemu di Notaris Hamidah. Bu Basuki menyetujui kalau bisa berangkatnya satu mobil sekalian biar tidak riwa iwi, kita kan tetangga dekat dan Parmin menyetujuinya. Pak Basuki beserta ibu memohon pamit.

cerbung.net

PARMIN

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2018 Native Language: Indonesia
Tambal Ban pak Rahmat begitu kecil dan kurang terawat, tapi sejak anaknya yang bernama Parmin lulus STM 3 Semarang membantu usaha bapaknya, lingkungan jadi bersih dan rapi, tambal ban sepeda motor itu jadi ramai karena keramahan Parmin dan ketelatenan menghadapi pelanggan, dan Parmin menambah buka cuci sepeda motor . Baik yang mau cuci sepeda motor maupun tambal ban dilakukan berdua dengan semangat dan penuh kesabaran otomatis pendapatan mulai meningkat, sehingga atas persetujuan bapaknya Parmin menambah tenaga cuci sepeda motorParmin sangat piawai mengatur keuangan karena dia harus mengurusi kedua adik perempuannya untuk sekolah dan dia juga ingin melanjutkan kuliah nantinya, adik perempuannya masih masuk SMP klas satu  dan kelas 3 SD Cita-cita Parmin ingin sekali bengkel itu besar dia sering membaca buku-buku tentang perbaikan sepeda motor dan mobil sambil menghafal cara kerja onderdil-onderdilnya dan memperhatikan sepeda motor yang dicucinya dan selalu menstater motor  dan meng cek semua hasil pekerjaannya, hal ini membuat pelanggan puas atas hasil kerjanya, kadang Parmin mendapat tip dan ia kumpulkan untuk keperluan cuci dan tambal Rahmat miliknya. Karena dari membaca dan kebutuhan pelanggan dia menambah pengadaan olie seperlunya , sehingga tambal Ban dan cuci motor tersebut berubah nama jadi Bengel RahmatSuatu hari Parmin mendapat seorang pelanggan cuci yg menawarkan motornya untuk dijual, karena kebutuhannya untuk anaknya masuk SMA ." Saksikan perjalanan Parmin untuk mengubah hidupnya".

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset