PARMIN episode 24

Baturaden Purwokerto

Jam 02.30 petugas Hotel Lake Palace siap mengantar rombongan Seiko menuju Bandara Indira Gandhi Internasional dan sampai di Bandara jam 13.30 waktu ND . Mereka benar-benar bebas hari itu bisa bersantai dan menikmati makanan yang lainnya serta membeli oleh-oleh buat keluarga, sambil chek in menuju Mumbai. Jam 14.10 pesawat Air India membawa mereka ke Mumbai dan sampai ke Mumbai pukul 16.45. pak Tanaka disambut pak Ahmed Prajadswara dan memperbincangkan kalender tahunan, Pak Tanaka menolak pembayaran kalender karena sudah di traktir dan diberikan transport gratis kepada crew Seiko. Parmin dan Miciko diberi hadiah pakaian khas India begitu juga pak Tanaka dan crew. Pak Tanaka akan mengirim kalender sebanyak seribu lembar dan memperlihatkan foto ucapan selamat datang di Bandara Chhatrapati Shivaji dengan model Parmin dan Miciko memakai jam tangan terbaru dan pakaian tradisional Sari dari India yang sangat indah dan teduh sekali sungguh luar biasa pasangan ini sopan serta santun dengan senyum yang menawan.

Pesawat segera take off pukul 17.45  pak Ahmed mengantar mereka dengan say good bye amat sopan dan menghormati mereka semua rasa ingin bersama masih menyelimuti mereka . Selamat jalan sobat yang baik semoga kalian sukses selalu begitu isi hati pak Ahmed Prajadswara dan ketika naik tangga pak Ahmed mengambil selfi bersama-sama memeluk Parmin dan bergandengan tangan bersama Parmin Miciko. Selamat jalan semuanya salam negeriku untuk negeri kalian serta melambaikan tangan.

Memasuki pesawat Parmin langsung merem karena amat ngantuk sekali, Miciko membaca dan melihat-lihat majalah yang menawarkan souvenir, kayaknya tas ini cocok buat Reni dan Kinanti, dan ini buat Ibu juga bapak selendang dan koko India. Miciko membayarnya dengan uang Rupee yang ia tukarkan di bandara tadi. Lega sudah Miciko membelikan oleh-oleh dari India untuk keluarga nanti kalau transite di Bangkok akan aku belikan lagi pikir Miciko. Jam 19.00 waktu makan malam tiba, Parmin masih tidur dan Miciko membangunkan sebentar. ” Sayang…makan malam dulu  ada nasi goreng dan ini cofe juga buah sudah siap…” Parmin membuka mata meminum cofee dan meminta teh hangat lagi, minuman Miciko diberikan untuk Parmin dan meminta tambahan teh manis hangat sekali lagi.

Sampai di Bangkok jam 22.10 , pramugari memberikan pengumuman tentang selisih jam dengan Bangkok lebih cepat satu setengah jam harap mencocokkan jam sekali lagi setelah isi BBM pesawat terbang lagi pukul 23.35 waktu setempat dan sampai di Soekarno – Hatta pukul 03.15 . Pak Tanaka dan rombongan langsung menuju hotel Amaris untuk beristirahat disana. Parmin menelepon bapaknya kalau mereka sudah berada di Jakarta,

” Alhamdulillah Lee.. dijemput jam berapa besok..?” dengan nada gembira pak Rahmat mengabari istrinya yang baru selesai shollat tahajud.

” Kene pak tak ngomong delok..?!” pak Rahmat memberikan hape pada istrinya

” Cah gantheng…sehatkah anak ibu….? bagaimana dengan Nona Miciko ….?”

” Kami sehat semua ibuk…ini Miciko mau bicara…” Parmin menyerahkan hape ke Miciko.

” Ibu Miciko matikan hapenya ya…nanti akan kami video call …” sambil tersenyum ibu mematikan hape bapak yang membuat bapak kaget.

” Lo kok dimatikan buuuu…..”

” Sebentar lagi Nona Miciko mau videocall pak, naahh….ini panggilan lagi pakai video call ”

” Hallo anak-anak ibu yang ganteng dan cantiik…?”

” Miciko senang sekali melihat ibuk dan bapak sehat, ” Miciko minta tolong ingin melihat kinanti dan Reni biar Mas Parmin lega melihat adik-adiknya. Miciko dan Parmin mengikuti video yang di arahkan ke kamar Reni. ” Nduk…Reni ibu mau masuk…ini Mas Parmin dan Nona Miciko kangen sama kamu…” tenyata pintu tak dikunci.

Reni yang sedari tadi mendengar bisik-bisik suara bapak dan ibu, masih menggeliat dan di videocallkan ibu. Ibu membangunkan Reni dan Kinanti terlihat oleh Parmin. Reni kaget begitu melihat Parmin kakaknya  di layar. ” Kak….Parmin…Kak Keiko….kalian ada dimana…saat ini..?”

” Kami sudah ada di Jakarta Reni ” sahut Miciko

” Jemput jam berapa nanti kak ..?”

” Nanti nunggu Mr Tanaka dulu siapa tahu masih ada acara lainnya ”

” Besok Senin Reni dan Kinanti sudah masuk sekolah lagi, katanya Seminggu eh… kok molor …” sambil cemberut Reni manja sama kakaknya . Kinanti langsung menyahut hape bapaknya, ” Kak…katanya janji mau ke  Baturaden ”

” Iya kalau kita dah sampai ke rumah langsung persiapan ke Baturaden demikian kan sayang…?”kata Parmin pada Miciko.

” Iya ..tentu…bapak sewa charteran besok langsung jemput kami di bandara dan langsung ke Baturaden” Miciko menegaskan dan bapak mengacungkan jempolnya . Minggu libur dan Sabtu setengah hari ya kak semua karyawan ikut biar frezz kembali daya fikirnya …bagaimana kak…?”

” Boleh…boleh…kakak setuju Ren…mbok Kabul juga ikut , serta istri Kabul dan anaknya, sewa mobil dua HIACE saja yang besar dan longgar pak. ” kata Parmin. Ketika Miciko  bicara sama Reni, Parmin ditelpon Mr Tanaka kalau pulang ke Semarang pesawatnya jam 10.45 bersama Tamazagi dan Miciko sedangkan pak Tanaka langsung Pulang ke Jepang bersama crew dan berharap Parmin dan Miciko mengabari kalau akan berangkat ke Jepang akan dijemput pak Tanaka. Parmin segera menyampaikan pada Miciko.

” Bapak ini mas Parmin sudah dapat kabar kalau penerbangan ke Semarang pukul 10.45 besok pagi tolong jemput jam 12 ya pak”

“Okey siap anak-anakku yang ganteng dan cantik akan bapak siapkan charteran.”  Jam sembilan sudah datang mobil HIACE . keluarga pak Rahmat sudah mempersiapkan acara piknik anak-anaknya. Dan melaporkan ke pak RT kalau akan keluar kota dan  Senin sore paling lambat pulangnya. Kopor-kopor sudah masuk begasi Kinanti dan Reni didepan, Bapak dan Ibu di tengah . Reni sudah menelpon semua karyawan dan membawa keperluan piknik karena akan menginap dua hari. Ketika sampai di Bengkel mereka sudah menunggu di bahu jembatan sambil duduk untuk dibukakan pintu, Reni membukakan pintu dan langsung masuk charterannya. Tarjo sudah membuat tulisan libur Sabtu dan Minggu Senin buka sore jam 16.00 sampai jam 18.00. Selasa seperti biasanya jam kerja. Mereka masuk dan menuju mobil charteran untuk mengatur tempat.  Andi dan Tarjo di depan dekat sopir. Jupri dan Kabul di belakang sopir  mboke Kabul di belakang pintu istri Kabul di belakang bersama anak-anaknya  masih ada lima kursi untuk tas-tas mereka semua juga persiapan oleh-oleh.

Reni memerintahkan agar bersiap  karena sudah jam 11.00 segera menuju Bandara Ahmad Yani. mobil kedua mengikuti Reni melewati tol Gayamsari menuju Kalibanteng, sampai Ahmad Yani masih menunggu kedatangannya jam 12.15 baru ada pengumuman pesawat Garuda dari Jakarta akan segera mendarat. Reni memerintahkan driver satu menuju kedatangan dan terlihat Parmin dan Miciko sedang mengurus bagasi. Sambil melambaikan tangannya kepada keluarganya, tiba-tiba ada crew dari televisi suwasta mewawancarai Parmin dan Miciko selama berada di India, Miciko dan Parmin  dengan santainya menjawab kegiatannya sambil mengawasi kopor dan oleh-oleh yang dibantu Tamazagi juga. Banyak wartawan yang ingin meliput Parmin dan Miciko sejak ditayangkannya iklan-iklan dari India membuat hubungan Indonesia dan India semakin membaik  Indonesia dan Jepang juga semakin baik ini sangat menguntungkan pemerintah. Parmin cuma tersenyum ” Saya jalankan apabila itu memang harus saya jalankan untuk kebaikan beberapa pihak tanpa paksaan dan  rencana yang pasti…pokoknya jalani saja ” Micikopun ikut tersenyum lebar.

Karena semua begasi sudah didapat Parmin segera menemui keluarganya , Tarjok dan driver- driver membantu memasukkan ke mobil satu seluruh bawaan Parmin dan Miciko. Parmin dan Miciko mohon diri pada wartawan karena harus bersama keluarga saat ini  juga pamit pada Tamazagi yang memesan taxi  karena mobil masih ada di bengkel Rahmat dititipkan disana , Parmin memeluk Tamazagi ” Salam buat kedua orang tua kamu Tama, saya ngantor hari Selasa ”

” Aku tunggu kedatangan kamu dan oleh-oleh dari Baturadennya ya,,,? ” dengan senyuman dan lambaian Parmin Miciko masuk ke mobil di  tengah, Reni dan Kinanti ada di depan dan dibelakang ada bapak serta ibu  begasi Parmin dimasukkan ke Jok paling belakang agar mudah kalau Parmin dan Miciko ingin mengecek bawaannya tadi.  Parmin melihat adiknya Reni semakin mandiri demikian juga Kinanti, Bapak menurut apa yang Reni inginkan agar cepat selesai..Miciko senang melihat Reni begitu terampil.

” Ren..hotel sudah beres belum..?” tanya Parmin

” Beres semuanya kak , kita akan menginap di Hotel Grand Kanaya Reni ambil sweet room dua, pertama  buat keluarga dan kedua  untuk karyawan  agar mudah meetingnya nanti , untuk driver ada di kamar standart. ”

” Waah kamu semakin pintar Ren…jempol untuk kamu …” kata Parmin

” Kan yang ajari kak Parmin dan kak Keiko ” jawab Reni sambil tersenyum bangga . Driver dari tadi melihat Parmin dan Miciko lewat kaca spion depan dia merasa ikut bangga dengan keluarga Rahmat yang sederhana itu, dan sangat menghargai orang karena kebijakannya. Jam 17.15 mereka sampai di Grand Kanaya sesuai dengan keinginanReni ruangan itu  luas dengan kamar tidur no 1 ada dua buah, untuk tidur para wanita , Parmin tidur di Sofa besar dan bapak tidur di sofa satunya.

” Kinanti tidur dengan ibuk ya….dan kak Keiko dengan kak Reni…?! ” pinta Kinanti pada ibunya

” Iya tentulah….masak kak Reni minta dikelonin ibuk terus , ya ‘gak kak Keiko…?” sambil tertawa Reni dan Miciko menaruh bawaannya di lemari.

” Ren , acaranya apa mulai jam ini..?” tanya Miciko pada Reni

” Emm ada banyak lumayan kak, acara saat ini dikolam renang selanjutnya makan malam di kamar ini dan sudah Reni pilihkan makanannya yang enuaaakk dan sehat habis meeting sama karyawan kita istirahat. Oh ya nanti meetingnya yang pimpin kak keiko dan kak Parmin loooo…..silahkan apa saja yang akan diuraikan …semoga yang baik-baik ya kak…?” begitu padat fikiran Reni sehingga sedikit-sedikit harus diselesaikan. Reni menelepon ruangan Tarjok ” Ayoook kita berenang jatah waktu sampai  jam enam sore “. Parmin dan Miciko sudah ada di kolam renang , begitu santai dan tidak memiliki pemikiran berat karena sudah diatur Reni dan bapak serta ibuk, Ketika berenang Parmin dan Miciko begitu tertawa lepas. Ibu dan bapak gak mau berenang , mereka berdua hanya ingin memandang anak-anaknya dan karyawannya. Ketika pelayan Hotel mengeluarkan minuman susu dan buah segar untuk yang berenang sepontan istri kabul berkomentar : ” Waaahhh….seumur-umur baru kali ini kita dilayani dan di manja oleh keluarga Pak Rahmat, susunya aku mauuu…bisa tambah pak..?”

” Bisa mari bu saya isi…” jawab pelayan hotel .

” Mbak Reni…, ada telpon dari manager untuk mbak Reni….” kata pelayan memberikan telpon nya ,  Reni menuju pelayan sambil minum susu : ” Gak apa-apa sebentar lagi ibu dan bapak akan kembali ke kamar kalau makanannya sudah siap. sebaiknya jam tujuh mulai dari sup asparagus rasa kepiting bisa dimasukkan dulu baru makanan besarnya menyusul ”

” Baiklah …kalau begitu jam tujuh tepat saya antar ke kamar, permisi mbak Reni trima kasih. ”

” Sama- sama pak Ismanto , terima kasih kembali ” Reni mengucapkan kepada pak Ismanto manager Grand Kanaya Hotel. Semua berenang dengan riangnya, karena Parmin dan Miciko menyudahi berenangnya  makan semua mengikutinya. dan melanjutkan acara selanjutnya dengan makan malam.

Mbok Kabul dan Yayah istrinya Kabul melihat gurami bakar yang besar dan harumnya …hhmmm  enak sekali..ingin menyuwil tapi gak enak ..takut salah.

” Supnya enak..gurih…hhmmm…ya Allah…nikmatnya…” Jupri merasa keenakan, Tarjo dan Andi mengikuti gaya Jupri makan sehingga membuat Miciko dan Parmin ketawa karena lucu melihat mereka begitu gembira tingkahnya, sambil makan Miciko dan Parmin mengucapkan , “Terima kasih kepada Bapak, Ibu dan adik-adiknya, atas usaha bengkelnya yang semakin maju dan terkontrol juga karyawan yang rajin serta jujur maka saya dan Miciko nanti selesai makan akan membagikan Bonus kepada kalian , tolong pak Nasir dan pak Bambang nanti dos yang berwarna ungu di bawa ke sini dan kopor coklat bertuliskan Kings Sun. ” Begitu ucapan Parmin selesai pak Nasir dan pak Bambang driver dari charteran HIACE  segera melaksanakan tugasnya. dan pelayan memberesi ruang makan dan mengisi dengan sneck malam yang ringan dengan minuman teh hangat.

Kopor dan dos sudah datang dibawa pak Nasir dan pak Bambang. Miciko segera memulai acara meetingnya, dengan membagikan kotak dari dus yang seukuran amplop panjang yang tebalnya 10 cm berisi uang Rupiah  dibagikan mulai dari  Bapak, Ibu , Reni , Kinanti, Tarjo, Andi, Jupri, Kabul, Maknya Kabul, dan membagikan oleh-oleh khas India seperti : Muruku, keripik kentang Ebi , Piccalilli , keripik jamur  dan lain-lainnya kepada karyawan untuk keluarga sudah disiapkan masih di dalam mobil dan sebagian ada yang dibuka disini untuk dimakan bersama. ” Nah sekarang bisa di buka kotaknya ” Miciko mempersilakan mereka membuka isi kothak uang tersebut. Tarjo menangis pada Parmin menerima uang dari Miciko dan mengucapkan banyak terima kasih, begitu juga Andi, Jupri, Kabul dan Mbok Kabul. ” Nah besok acaranya bebas…kalian boleh keliling Baturaden sepuas-puasnya, dan besok pagi-pagi kita pulang ke Semarang.”

cerbung.net

PARMIN

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2018 Native Language: Indonesia
Tambal Ban pak Rahmat begitu kecil dan kurang terawat, tapi sejak anaknya yang bernama Parmin lulus STM 3 Semarang membantu usaha bapaknya, lingkungan jadi bersih dan rapi, tambal ban sepeda motor itu jadi ramai karena keramahan Parmin dan ketelatenan menghadapi pelanggan, dan Parmin menambah buka cuci sepeda motor . Baik yang mau cuci sepeda motor maupun tambal ban dilakukan berdua dengan semangat dan penuh kesabaran otomatis pendapatan mulai meningkat, sehingga atas persetujuan bapaknya Parmin menambah tenaga cuci sepeda motorParmin sangat piawai mengatur keuangan karena dia harus mengurusi kedua adik perempuannya untuk sekolah dan dia juga ingin melanjutkan kuliah nantinya, adik perempuannya masih masuk SMP klas satu  dan kelas 3 SD Cita-cita Parmin ingin sekali bengkel itu besar dia sering membaca buku-buku tentang perbaikan sepeda motor dan mobil sambil menghafal cara kerja onderdil-onderdilnya dan memperhatikan sepeda motor yang dicucinya dan selalu menstater motor  dan meng cek semua hasil pekerjaannya, hal ini membuat pelanggan puas atas hasil kerjanya, kadang Parmin mendapat tip dan ia kumpulkan untuk keperluan cuci dan tambal Rahmat miliknya. Karena dari membaca dan kebutuhan pelanggan dia menambah pengadaan olie seperlunya , sehingga tambal Ban dan cuci motor tersebut berubah nama jadi Bengel RahmatSuatu hari Parmin mendapat seorang pelanggan cuci yg menawarkan motornya untuk dijual, karena kebutuhannya untuk anaknya masuk SMA ." Saksikan perjalanan Parmin untuk mengubah hidupnya".

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset