PARMIN episode 25

Kembali ke Jepang

Miciko mendapat telepon dari Mr Ohagi untuk segera ke Jepang ditunggu tanggal 21 Agustus jelang musim  gugur. Miciko menyampaikan pada Parmin akan keberangkatannya ke Jepang.

” Aku siap berangkat sayang….. karena melihat laporan Reni yang begitu memuaskan pajak juga sudah di selesaikan tuntas, kita persiapkan sekarang sayang ”

” Tentu dengan segera my love” Miciko menerima dengan baik penjelasan Parmin. Parmin akan mengecek sekali lagi  administrasi dan keuangan mumpung Reni masih di sekolah dan Miciko ikut membantunya, Ibu membuatkan minuman dingin untuk mereka berdua. Hape Parmin berbunyi ternyata dari pak Sony.

” Hallo pak Brow…apa kabar..?” sahut Parmin

” Baik keadaan saya, aku minta tolong sama kamu karena ini jelang keberangkatan kamu ke Jepang untuk ke kantor menyaksikan serah terima jabatan wakil saya  kepada pimpinan baru di Ungaran pindahan dari Magelang namanya pak Ananta dan ada beberapa bagian yang mengalami perubahan sementara karena saya harus ke New Delhi paling tidak dua tahun, kamu sudah ditunggu pak Tamazagi.”

” Baik pak Sony saya berangkat sekarang ” jawab Parmin dan terpaksa batal cek administrasi kantor tapi Miciko akan mengcek lanjutan bersama ibu, Parminpun segera meninggalkan bengkel. Pekerjaan Reni sangat rapi Miciko enak sekali mengeceknya karena Miciko sendiri yang membantu membuatkan program administrasi perkantorannya. dan memang hasilnya memuaskan.

” Ibu , Reni amat rajin mencatat hariannya , apakah dia tidakcapek antara pekerjaannya dan sekolahnya..?” Miciko bertanya pada ibu

” Iya … sebenarnya amat capek dia dan selalu memberikan lembur kepada karyawannya sekalian menyelesaikan administrasi kantor, karena ia akan mengambil kursus kalau diperbolehkan menambah karyawan satu untuk membantunya.”

” Tentu boleh ..kak Parmin pasti menyetujuinya ” jawab Miciko menegaskan.  Reni datang ketika ibu sedang membicarakannya. ” Kamu kok sudah datang Ren…tumben gasik pulangnya…” tanya Ibu

” Iya buk ada jam kosong, bu Dina melahirkan jadi guru-guru pada nengok ke rumah sakit, tadi Reni juga ikut mampir kok buk…anaknya laki-laki .”

” Waah senang ya sudah punya anak…laki-laki lagi…” Miciko ikut mengomentari Reni

” Ren…maaf ya…tadi kak Parmin mencoba mengecek administrasi keuangan kamu…karena kita akan segera berangkat ke Jepang ada karnaval musim gugur menyambut  perkuliahannya.”

” Gak papa to kak…kalau kak Parmin mengecek lagi karena selaku direktur dia harus mengecek setiap saat dan tanpa memberi tahupun tak apa. …bagaimana kak…apakah ada kesalahan menjumlahnya..?”

” Tidak Ren , hitungan kamu rapi dan benar, kakak senang kamu bisa semaju ini…kata ibu kamu butuh tenaga ya….? ”

” Iya kak….Reni ingin kursus tambahan, kira-kira kak Parmin punya pandangan gak ya…?”

” Reni saja lah yang milih dan cari tenaga itu ”

” Kalau suruh milih Reni akan memilih ibuk, karena ibu teliti, dan nanti Reni yang pilih tenaga logistik pengganti ibuk …begitu kak…”

” Wow…bagus itu kalau kamu dan ibuk memang pasangan kerja yang baik ..silahkan Ren menambah tenaga satu…Kak Parmin setuju kok tadi barusan kirim pesan katanya setuju begitu..” Miciko menyampaikan pesan Parmin. Ibu sedang melayani pembeli onderdil dan ada beberapa pesanan yang jumlahnya cukup besar, maka ibu meminta Reni untuk memesankannya. Miciko ikut mengawasi pemesanan logistik ke Jakarta dan melihat formatnya, cukup sederhana ..Reni membuatnya dan hal ini mengundang rasa untuk membantu membuatkan format yang lebih canggih lagi. ” Reni sini lihat kak Keiko akan membuat format baru untuk kamu.” begitu Miciko menjelaskan perbedaan formatnya dan sistem terbaru, hasilnya ..olala…Reni senang sekali.

” Kak Keiko ini format yang bagus, aku akan memakainya…! Terima kasih kak Keiko ..! ”  Reni segera mempelajari input-input apasaja yang perlu dimasukkan dan mencoba menampilkannya.

” Kalau seperti ini aku ndak capek-capek mikir lagi, kenapa nggak dari dulu aku minta format sama kak Keiko…”

” Ya…mungkin belum saatnya kali….nah sekarang mulailah dibenahi dari logistik dulu, terus kebagian – bagian yang lain oke…? nanti kalau sudah selesai akan kak Keiko cek. Ibu amat  senang melihat Miciko  begitu perhatian pada Reni yang perlu dukungan kecanggihan. ” Buk ini format untuk logistik jadi nanti kalau ibu mau pesan suku cadang akan mengikuti langkah-langkah yang benar dan otomatis bisa digunakan sebagai arsip juga akan terkirim ke Reni ibu pesan apasaja karena sudah dibuat otomatis pasti terkirim ke Reni begitu buk ..besok akan Reni ajarin ya buk…Reni lapar nih buk…?!”

” Oh iya…iya..ayuk ibu temenin ke dapur ” Ibu dan Reni menuju ke dapur , Michiko tetap mengecek isi logistik dan ketika Parmin datang Ia tak melihatnya. Parmin langsung menuju ke dapur disana ada Ibu , bapak , dan Reni , disusul Kinanti yang dijemput Kabul.

” Ibuuuukkkk….” Kinanti ingin menunjukkan nilai ulangan hari ini.

” Wow fantastis nilainya seratus tanpa coretan apapun ” Teriak Reni

” Adiknya siapa dulu…..? kak Miciko punya….yyeeee…” Kinanti teriak kenceng membuat Miciko kaget dan keluar dari logistik menuju dapur. Parmin yang sedari tadi mencari mIciko jadi lega.

” Sayang….kamu ku cari kemana-mana gak ada memang dimana tadi..?” tanya Parmin pada Miciko

” Dari tadi aku ada di logistik membantu pengisian form sebagai data input suku cadang persediaan dan pengeluaran serta pemesanannya. Agar Reni dan Ibu mudah menyelesaikan pekerjaannya,,,my love ” Miciko heran melihat kekasihnya Parmin kebingungan mencari dirinya. Ibu tertawa melihat Parmin yang begitu bingung, ibu mengambilkan minuman untuk Parmin. Bapak  keluar dari kolong mobil dan minta makan bareng Parmin dan Miciko . Ibu mempersiapkan makan buat mereka , Reni dan Kinanti di Logistik dan melihat catatan Miciko dengan tulisan Jepang.

” Kak Miciko hebat ya Kinan …? ” kata Reni

” Iya…mana cantiiiiik lagi , ” Kinanti memberikan dua jempol dan Reni tersenyum  sambil  melihat situasi ruang teknisi motor disana Tarjo sudah mulai mengerjakan motor yang terakhir hari ini bersama Andi, cucian motor tinggal 3 dan Kabul membantu cuciannya karena tambal ban sudah ditutup dan bersih, Reni meminta catatan motor yang masuk dan membawa kotak uangnya sekalian Tarjo dengan penjelasannya. Selesai sudah urusan denganTarjo, Andi , Jupri dan Kabul hampir selesai mengerjakan  cucian motornya. Reni langsung menuju Logistik untuk menutup buku harian, Kinanti ikut membantu karena ibuk masih meeting sama Bapak dan kak Parmin juga kak Miciko. Kinanti menyapu ruangan – ruangan bengkel sambil menunggu mereka selesai meeting. Reni mengambil piring-piring yang sudah tidak dipakai makan untuk dicuci, dan membersihkan ruang direksi. Dan meetingpun selesai Parmin dan Miciko mencium tangan orang tuanya  diikuti Miciko, mata kedua kakaknya memerah habis menangis Ibu sama bapakpun demikian. Ada apa dengan mereka ? mengapa pada sembab matanya…? Reni tak berani menyapanya dan menemui Kinanti yang masih mengelap meja direksi. Ada taxi masuk rupanya Tamazagi akan mengambil mobilnya, Tamazagi heran mengapa mata Miciko dan Parmin sembab juga bapak dan ibu Rahmat ? namun Tarjo memberitahukan kalau mereka habis rapat, Parmin menemui Tamazagi dan tersenyum. ” Semoga lancar diperjalanan brow…besok ngantor yang terakhir kan…? aku tunggu besok ya…. oh ya trima kasih mobilku kinclong..”

” Okey Tama hati-hati di jalan ya…?”

” Yooo…ooo…. . thanks .” sahut Tamazagi sambil atret mobil dan melambaikan tangan pada Miciko .

Bengkel segera ditutup dan karyawan menunggu pak Rahmat sekeluarga keluar bengkel, Reni mengunci pintu dengan gembok dan Kabul segera menjemput ibuknya di rumah pak Rahmat. Pak Rahmat mengutarakan keinginannya pada Reni dan Kinanti setelah shollat Isyak . Reni agak bingung sekali sebenarnya ada apa..? Bapak menelepon pak Santo, pak Rohani untuk datang ke rumahnya dan mengundang Jamaah masjid beserta modin di kampungnya juga pak RT dan warga setempat .

Bapak  dan ibu masuk ke kamar Reni dan mengajak mereka bicara, karena Parmin dan Miciko akan segera menikah tetapi hanya nikah sirih karena kak Parmin hanya ingin menenangkan perasaan masyarakat agar tidak memfitnah yang bukan-bukan kepada bapak dan keluarga karena kak Parmin dan Kak Keiko hanya ingin menikah resmi setelah lulus study jadi besok tidak ada keramaian hanya Ijab dan Khobul saja agar kakakmu selamat dalam gunjingan , dan kalian tolong besok libur dengan izin sukuran karena kak Parmin dan kak Keiko akan berangkat ke Jepang melanjutkan study. Lalu Parmin dan Miciko masuk dan memeluk adik-adiknya.

” Kak …kenapa begitu mendadak…menikahnya…kan gak seru….?!” Kinanti sedih karena tidak sesuai apa yang ia inginkan pernikahan itu, dan Kinanti belum begitu mengerti . Sedangkan Reni cukup mengerti cuma waktunya begitu mendadak Reni sedih sekali. Parmin menjelaskan kepada adiknya bahwa yang ia lakukan untuk menjaga kemungkinan agar menjauh dari fitnah. Karena kakak akan lama di Jepang kurang lebih dua tahun sampai lulus dan akan pulang kalau ada situasi yang amat urgen. Maka untuk Reni segala tanggung jawab perusahaan dipegang penuh dan bapak yang mengawasinya tapi komunikasi terus berlanjut seperti biasanya dan kak Keiko akan selalu videocall untuk melampiaskan rasa rindu pada kalian ini perintah Mr Ohagi dinas pendidikannya Jepang.

Pagi itu Tarjo dan yang lainnya sudah datang membantu menata rumah pak Rahmat, dan cateringan mbok Sablah sudah datang menata keperluan semuanya Bridal salon sudah mempercantik Miciko dan Parmin tinggal menunggu penghulu karena jam 07.30 akad akan segera dimulai. Tamu-tamu sudah datang semuanya termasuk Tamazagi  dan pak Ananta serta  papi dan maminya . Ijab khobul itupun tiba Parmin merinding amat terharu dengan situasi seperti ini. Tarjo memfoto seluruh acara penting itu. Pak Hiroyuki papinya Tamazagi berfoto sebagai wakil Miciko . Pak Widodo dan pak Junarto serta bu Retno datang terlambat karena jalanan macet. Miciko dan Parmin memakai pakaian adat Jawa cantik sekali juga ganteng banget mereka menyalami yang hadir karena bersedia menghadiri acara tersebut.

Parmin dan Miciko segera berangkat ke Jepang, keluarga mengantar sampai bandara A Yani diiringi isak tangis Parmin dan Miciko serta keluarga, ” Nak semoga kalian dipermudah jalannya oleh Allah dan segera kembali menemani kami di sini ” begitu ucapan pak Rahmat kepada kedua anaknya Parmin dan Miciko. Lama mereka berpelukan , ” Semoga sukses sahabatku Parmin” kata Kabul, Tarjo malah ikutan nangis, Tamazagi memeluknya sambi berkata ” Jaga Miciko adikku dan kamu yang kuat disana hubungi aku kalau ada kesulitan , Keiko jagalah dirimu kamu selalu dalam pengawasan jadi waspadalah ” Miciko mengangguk , pak Hiroyuki memeluk mengucapkan ” Kamu meski sudah lepas dari tanggung jawabku tapi papi akan terus memantau kamu setiap waktu .”

” Terima kasih papi ” Miciko memeluk bu Rahmat tak kuasa ia melelehkan air matanya  berderai  kencang karena  harus berpisah dengan mertuanya yang menuntunnya jalan hidup , mengajari shollat dan mengaji. panggilan untuk segera boarding pass sudah terdengar Miciko melambaikan tangan sambil berurai air mata.


cerbung.net

PARMIN

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2018 Native Language: Indonesia
Tambal Ban pak Rahmat begitu kecil dan kurang terawat, tapi sejak anaknya yang bernama Parmin lulus STM 3 Semarang membantu usaha bapaknya, lingkungan jadi bersih dan rapi, tambal ban sepeda motor itu jadi ramai karena keramahan Parmin dan ketelatenan menghadapi pelanggan, dan Parmin menambah buka cuci sepeda motor . Baik yang mau cuci sepeda motor maupun tambal ban dilakukan berdua dengan semangat dan penuh kesabaran otomatis pendapatan mulai meningkat, sehingga atas persetujuan bapaknya Parmin menambah tenaga cuci sepeda motorParmin sangat piawai mengatur keuangan karena dia harus mengurusi kedua adik perempuannya untuk sekolah dan dia juga ingin melanjutkan kuliah nantinya, adik perempuannya masih masuk SMP klas satu  dan kelas 3 SD Cita-cita Parmin ingin sekali bengkel itu besar dia sering membaca buku-buku tentang perbaikan sepeda motor dan mobil sambil menghafal cara kerja onderdil-onderdilnya dan memperhatikan sepeda motor yang dicucinya dan selalu menstater motor  dan meng cek semua hasil pekerjaannya, hal ini membuat pelanggan puas atas hasil kerjanya, kadang Parmin mendapat tip dan ia kumpulkan untuk keperluan cuci dan tambal Rahmat miliknya. Karena dari membaca dan kebutuhan pelanggan dia menambah pengadaan olie seperlunya , sehingga tambal Ban dan cuci motor tersebut berubah nama jadi Bengel RahmatSuatu hari Parmin mendapat seorang pelanggan cuci yg menawarkan motornya untuk dijual, karena kebutuhannya untuk anaknya masuk SMA ." Saksikan perjalanan Parmin untuk mengubah hidupnya".

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset