Raisyah mendapatkan Bea Siswa karena kemenangannya pada cabang olah raga senam lantai, untuk bulan ini dan setahun yang akan datang Raisyah tak membayar uang sekolah, karena sudah di tanggung yayasan dan akan diperpanjang bila Raisyah bisa mempertahankan gelarnya. Sebulan lagi Raisyah ujian tengah semester ke 2 dan jelang kenaikan ke kelas 3.
Raisyah yang dijuruskan ke IPA berdasarkan bakat dan minat , tapi Ia ingin pulang ke Dieng dulu untuk minta restu ayah ibunya dan mbak Dewi sudah menberikan acc pengambilan cutinya sebanyak 3 hari. Basyiah kakaknya menerima uang gajinya dan cukup untuk pulang pergi bersama Raisyah dan sedikit oleh-oleh buat yang di rumah.
Chef Prita : “Wah yang mau cuti, mau berangkat kapan Rais…?”
Raisyah : “Kamis pagi chef…”. sambil membawa menu pesanan baru Raisya mengambil minuman Ice Bland coffee dan Ice Bland Cookies and cream.
Chef Prita : “Hmm..lumayan pesananmu mengalir terus , oh ya Rais tolong sarankan Hot chocolate ya..jam-jam 21.00 …”.
Raisyah : “Ini ada chef pesan 2 Hot Chocolate dan ini 1 Ice chocolate “.
Chef Prita : “Siip… mau mengganti stok biar baru terus dan ini Onion Ringnya sudah jadi silahkan diberikan ke meja 17″. Raisyah membawa makanan tersebut dan seseorang memanggilnya dari meja 5 mau menambah Chicken finger 1 dan minta dibungkus 2. Chef Prita merasa senang karena Raisyah ikut membantunya mengambilkan peralatan dan bahan makanan sehingga pesanan cepat tersajikan. Chef Andang baru sampai dan langsung membantu.
Raisyah memanggil Nadia untuk membersihkan meja 6 dan 9 yang sudah selesai tapi kerja Nadia lamban dan perpaksa Raisyah mengangkatnya ditempat cucian karena Pipin masih membersihkan lantai yang ketumpahan susunya anak kecil. Meja 9 langsung terisi dan memanggil raisyah untuk memesan dan Raisyahpun segera datang.
Bu Lanjar sebenarnya ingin ikut tetapi lama perjalanannya ke Dieng lagi pula amat dingin kalau malem jadi hanya titip salam saja buat simboknya Basyiah. Inekke minta maaf kalau sudah menyakiti perasaan Raisyah. Basyiah mengangguk saja karena Basyiah sudah ngantuk.
Chef Andang senang sekali karena banyak tamu dan mengecek stok depan sudah harus di tambah, chef Andang memerintahkan chef Prita menambah stok depan dan mencatat stok bahan baku yang perlu ditambah .
Raisyah : ” Malam chef Andang ini ada pesanan dari meja 9 “.
Chef Andang : “Malam Raisyah cantik…ramai sekali kelihatannya malam ini…”.
Raisyah : ” Iya chef dari jam 17.00 sampai sekarang masih ramai, mbak Linda dan mbak Tiara juga masih melayani pesanan”. Sambil mengambil pesanan siomay 3 dan orange juice 1, Manggo Jelly milk ice 1, Es Thai Tea 1 dan Chicken finger 2 lalu langsung dibawa ke meja 9. Tiara menunggui pesanan dan chef Prita sudah selesai merapikan stok depan lalu memberikan catatan pada chef Andang dan chef Prita menggantikan pekerjaan chef Andang.
Raisyah mencuci piring dan mangkok-mangkok serta mengeringkannya lalu Nadia membawa gelas-gelas yang hendak dicucinya, ternyata piring-piringnya sudah dikeringkan dan pasti Raisyah yang bersihkan.
Nadia : ” Makasih Raisyah sudah dibantu ”
Raisyah : “Sama-sama mbak, eh meja 3 sudah selesai apa sudah diambil gelas-gelasnya ?”
Nadia : “Sudah …ni gelasnya aku cuci….”. Sambil mencuci gelas Nadia bertanya: “Cuti berapa hari kamu Raisyah?”.
Raisyah : “Tiga hari mulai besok”.
Nadia : “Waaaah..tak ada yang bantu nyuci nih…”.
Chef Andang : ” Raisyah…kamu cuti ya…aku ikutan cuti juga ah…” lalu bilang sama chef Prita kalau besok of dulu .
Chef Prita : “Habis itu gantian ya chef cutinya…”.
Chef Andang : “Boleh…boleh..tapi sehari saja ya…”.
Chef Prita : “Masak sehari chef…”.
Chef Andang : “Emang mau ke mana , perlu apa cutinya…kalau Raisyah kan mudik ya gak Rais…?” Raisyah sudah berlalu karena ada pelanggan minta pesanan makanan, sedangkan Nadia mengambil kotoran meja dan membersihkannya.
Chef Andang : ” Eah..dah hilang semua…”. Chef Prita ketawa melihat chef Andang mencari Raisyah dan Nadia. Chef Andang bertanya mengenai Raisyah yang katanya cuti.
Chef Andang : “Betul nih Raisyah mau cuti….?” Karena yang di cooking room cuma mereka berdua maka chef Prita yang menbalas
Chef Prota : “Lo…Chef Andang sudah tahu gitu kok tanya saya…?!”
Chef Andang : “Aku kan denger dari pembicaraan Raisyah dan Nadia barusan, menurutmu itu benar ?!”
Chef Prita : “Mbak Dewi juga sudah laporan sama saya ini surat cutinya sudah di acc tinggal chef Andang yang belum tanda tangan”. Andang membaca surat cuti Raisyah yang diberikan Prita dan menanda tanganinya.
Chef Andang : ” Besok saya akan pergi paling cepat 2 sampai 6 hari mencari resep terbaru, kamu jaga ya cafe ini semoga ‘gak merepotkan kamu ?”
Chef Prita : ” Baik chef, oleh-olehnya jangan lupa…, eh Chef boleh saya ajak mas Tommy menemani di sini?!”
Chef Andang : ” Boleh sih tapi harus berpakaian rapi dan tak boleh memasak , kalau mau bantu saja mgak apa?”.
Chef Prita : ” Trima kasih Chef…..” Prita amat senang dengan kebijakan Andang lalu menelepon pacarnya.
Raisyah membawa pesanan meja 4 dan mengambilkan 2 piring dan 2 gelas untuk siomay dan Taro Milk Tea, ternyata di dryer room ada chef Andang sedang memilah-milah piring.
Chef Andang : “Besok tungguin aku ya…aku juga akan ke Dieng bisa bareng , brangkat jam 09.00 nanti aku telpon okey..?” Raisyah agak kaget, tapi tersenyum
Raisyah : ” Iya , makasih Chef bisa nunut angkutannya…”. Andang memberikan jempol tangannya lalu keluar membawa piring dan gelas.
Sambil menunggu pesanan Raisyah meminta spaghetti buat berdua bengan Nadia, chef Andang membuatkannya dan minumannya Taro Milk Tea, wow Raisyah senang sekali.
Raisyah : ” Chef kok tahu sih aku pingin Taro Milk Tea.., hhmmm.. yummi…gurih..gak begitu manis…”
Chef Andang : ” Ya tahu laaahhhh…dari tadi ngliatin meja 4 lalu ngeces…ya kan….?”.
Raisyah : ” Ah…siapa yang ngecesss…”. Muka Raisyah memerah karena malu….Nadia meminta spaghetii pada Raisyah dan minumannya paroan juga karena perut mereka kecil-kecil jadi gak sanggup ngehabisin.
Jam 00.30 Raisyah dan mbak Dewi sudah sampai kosan, Raisyah langsung mandi karena pakai water heater , Raisyah membuka kotak makan dari Chef Andang, ternyata puding. Mbak Dewi dikirimi gambar puding langsung ngibrit mengambilnya. Basyiah menelepon Raisyah kalau jam 05.30 sudah sampai kosan,
Basyiah : “Aku gak bawa ganti biar di bu Lanjar saja, pakaian yang di rumah masih banyak”.
Raisyah : “Ya Yu kalau aku bawa pakaian, soale yang di rumah sudah gak muat”.
Basyiah : “Yo wis aku mau tidur sik ya…dah Raisyah cantik..muah..”.
Raisyah membawa buku Biologi dan catatan seperlunya toh cuma tiga hari saja, Ia membuka dompetnya yang masih tersisa 800 ribu karena untuk bayar kosan dan bayar pinjaman mbak Dewi , sepertinya cukup untuk makan minum sebulan dan jajan.
Jam 05.00 Basyiah sudah mulai jalan dari Wiroto menuju kosan Raisyah di Amarta , Basyiah membelikan bubur pendhem 3 bungkus yang satu untuk penjaga pos satpam kosan
Agung satpam : “Naik saja mbak Basyiah ….matur nuwun buburnya”.
Basyiah : “Gih sami-sami ” Basyiah langsung menuju kamar 24 dan mengetuknya.
Raisyah : ” Masuk saja gak dikunci Yu….”
Basyiah : “Kamu tu sembrono…kalau ada orang lain masuk dan tahu bebiasaanmu begini piyeeee….?” Basyiah kesal dengan bebiasaan buruk Raisyah, tapi Raisyah tak mendengarnya. Basyiah menata tempat tidur adiknya . Basyiah membuka kulkas portable yang isinya buah, dan minuman juga puding sisa semalem, lalu Ia mengambil piring di rak samping kamar mandi dan menaruh bubur pendhem untuk sarapan. Raisyah keluar kamar mandi masih pakai daster kakaknya menegurnya.
Basyiah : “Kapan berangkatnya kalau kamu masih pakai daster…..”.
Raisyah : “Nanti jam sembilan Yu…” pintu diketuk mbak Dewi yang mau berangkat kuliah.
Dewi : ” Raisyah mbak Dewi berangkat dulu, jaga dirimu dan pulang dengan selamat sampai tujuan, kabari kalau mau balik semarang”. Basyiah membuka pintu kamar.
Dewi : ” Eh , mbak Basyiah…berangkat kuliah dulu mbak salam buat Raisyah ya……”
Raisyah : ” Mbak Dewi…..” mendengar namanya dipanggil Dewi berhenti, lalu mencium Raisyah.
Dewi : “Kabari kalau sudah sampai ya….daaaagggg”. Basyiah melihat betapa sayangnya Dewi sama Raisyah.
Basyiah : “Ayuk sarapan dulu…” Raisyah menurut dan memulai sarapan.
Chef Andang menelepon kalau sudah mau sampai kosan Amarta, Raisyah segera ganti kaos pink didobelin kemeja lengan panjang kotak-kotak dan celana panjang warnanya senada dengan kemeja , memakai sepatu yang biasa dipakai untuk olah raga.
Cantik Raisyah rambutnya digerai panjang sebahu, badannya langsing tas punggung dah siap melingkar di bahu kirinya.