Pemuja Rahasia episode 3

Chapter 3

Keesokan paginya Idris mendatangi kelasku dan entah malaikat mana yg merasuki pikiran Idris. Tiba2 dia datang dengan senyum tanpa dosanya.
“Selamat pagi sayang” katanya sambil duduk disampingku
“Apaan sih, malu diliat temen kali” kataku dengan ketus.
“Biarin aja, kamu masih marah sama aku? Aku minta maaf ya soal kemarin, dia cuma mantan aku kok aku ga ada hubungan apa2, aku sayangnya cuma sama kamu, aku bohong kemarin supaya kamu ga khawatir doang kok”
begitu katanya panjang lebar dan aku hanya mendengarkan tanpa berkata apapun.
“Ih sayang kok kamu diem aja sih?”
Katanya lagi.
“Udah selesai ngomongnya?” Sahutku
“Kok gitu?” Katanya
“Ayo keluar dulu, ga enak sama yg lain” ajakku, dan dia pun mengikutiku dari belakang.
Sampai depan tangga aku membuka percakapan lagi.
“Apanya yg kok gitu?, kemarin kemana aja kamu? Baru sekarang minta maafnya?, bullshit words ever tau gak sih semua alasanmu tadi, klasik. Kenapa ga kemarin kamu langsung ngejelasin? Hah? Kenapa? Takut sama mantanmu? Atau emang kamu mau ngabisin waktu dulu sama mantanmu baru aku? Iya? Gitu?” Dengan cepatnya aku bicara tanpa kuberi sedikitpun dia kesempatan untuk menyanggah.
“Enggak yang, aku ga gitu. Yaudah aku minta maaf ya yang, pliss jangan marah lagi ya, kita ulang lagi dari awal, plisss!!” Pintanya.
“Ah aku ga mau, aku mau fokus belajar aku udah ga mau pacaran lagi” sambil berlari pergi ga mau denger apapun yg dia bilang. Idris mengejarku terus, berasa kayak film indoa (LOL). Akhirnya dia terhenti karna ada guru yg melihat. Sedikit informasi sekolahku dulu sangat ketat dan memang tidak diperbolehkan berduaan dgn lawan jenis. Bahkan untuk sembunyi2 pun dulu tak ada yg berani berkencan.
Akhirnya aku sampai juga dikelas, dan sudah kuduga pasti beberapa teman langsung menginterogasiku, aku ceritakan saja apa adanya tanpa kututupi karna aku sudah jengkel.
Salah satu dari temanku bernama Ami berkata “Er udah deh mulut cowo mah emang kaya gitu, baik kalo ada maunya aja, ga usah diterima lagi kalo ngajak balikan, udah lagu lama kayak gitu itu”
“Ya aku juga tau kali Am, ngapain cobak aku bodoh untuk kedua kalinya” sahutku.
Saat tengah asyik bercerita ternyata bel berbunyi.
Ah waktunya pelajaran matemika, pelajaran yg sangat amat membosankan dan otakku benar2 menolak pelajaran ini untung saja guruku ini tampan dan masih lajang LOL. Tapi tetap jadilah aku badmood total, dan cuma bengong ngeliatin Bapak tampan ini menulis serta menjelaskan rumus. Sebenarnya kasihan juga sama guruku satu ini, beliau orangnya pendiam, ga banyak marah, tapi sering banget di bully, abis ngejelasinnya “nggeremeng”(red: pelan banget suaranya) jadi kita2 ga ada yg ngerti, jadilah guruku ini bahan bullyan anak2 dikelas.
2 jam pelajaran matematika membuatku benar2 merindukan kasur, ngantuk penat ditambah lagi dengan pagi2 sudah ada hal yg menjengkelkan. “Ah lengkap sudah” batinku dalam hati.
Entah kenapa saat penat seperti itu yg kuingat adalah Beni, apa kabar ya dia sekarang? Pasti sudah mau lulus sekarang? Mungkin dia sudah bertambah besar? Ah Sudah lama, aku tidak pernah tau apapun tentangnya. Tak terasa bel pergantian pun berbunyi. Aku mengikuti pelajaran sebagaimana mestinya hingga tiba waktu istirahat dan sholat dhuha. Masih ingat dengan teman sekelasku yg bernama Faiz? Seseorang yg mampu sedikit menggeser posisi Beni dari hatiku? Ya, anak itu anak yg mampu mengalihkan perhatianku. Saat itu seketika hati yg panas karna kejadian pagi tadi langsung adem melihat Faiz keluar dari tempat wudhu dengan wajah basah karna wudhu, Subhanallah betapa indahnya ciptaan Mu. Haruskah lagi aku mengagumi diam2? Haruskah lagi aku membohongi hati? Ah sudahlah aku terlalu lelah dan bodoh untuk mengerti soal hati ini. Biarkan saja mengalir seperti yg diinginkan hati.
Setelah kegiatan ISHOMA aku kembali ke kelas dan menjalani kegiatan belajar seperti biasa, akan tetapi dengan keadaan hati yg sangat berbeda dari sebelumnya. Entah kenapa jantung terasa mau meledak melihat dia duduk di seberang bangku ku duduk, sedikit mencuri pandang, ah aku tak tau kenapa seperti ini? Lalu aku berfikir, biarkan saja aku tak mungkin menjadi yg dia inginkan, lupakan saja, mari kita lupakan saja rasa yg aneh ini, mungkin aku hanya sekedar kagum, wanita mana yg tidak kagum akan ciptaannya yg begitu meneduhkan ini.
Tidak terasa jam terakhir pelajaran sebentar lagi akan berakhir.
Rutinitas kami sebelum pulang sekolah membiasakan do’a bersama dan sholat dhuhur bejamaah, jika tidak mengikuti hukuman sudah menanti. Jadi kami berjamaah hanya semata karna absen saja (astaghfirullah).
Sesampainya di rumah aku melihat motor Yamaha MX merah terparkir di halaman depan rumah. Aku sudah menebak pasti Idris, ah mood ku seketika anjlok. Dirumah tidak ada orang sama sekali karna pagi tadi Bude dan Nenek ku berpamitan untuk menghadiri hajatan di desa sebelah. Aku melangkahkan kaki mendekat aku sudah melihat Idris duduk di teras depan rumahku masih menggunakan pakaian sekolah. Dengan ketus aku berkata “ngapain sih kesini? Pake baju sekolah pula, ga punya etika amat”
“Aku mau minta maaf yang, aku janji ga gitu lagi” katanya sambil terisak.
oh God! Dia menangis. Batinku.
Lalu aku mulai pelankan nada bicaraku.
“Ih, udah dong masak cowo nangis sih?, iya iya aku maafin, jangan gitu lagi”. Aku luluh begitu saja.
“Bener nih? Kamu jangan marah2 lagi ya. Aku janji ga gitu2 lagi” sambil mengangkat 2 jarinya
“Iya deh” sahutku seketika lupa akan kejengkelan pagi tadi.
“Btw, kok sepi ya rumah kamu? Pada kemana?” Katanya
“Iya lagi pada pergi ke mantenan” jawabku
“Aku ga disuruh masuk nih?” Pintanya
“Ga ah diluar aja, takut ada setan di dalem” kataku
“Tapi aku haus, pengen minum” sahutnya
“Yaudah tunggu bentar, aku ambilin, disini aja jangan masuk” jawabku sedikit ketus
Aku melangkahkan kaki ke dapur dan aku ambilkan air di kulkas, tiba2 saat aku menutup kulkas dan berbalik badan dia memelukku dari belakang. Aku kaget bukan main, dan kudorong saja dia, aku tidak terbiasa seperti itu, aku maki habis-habisan. Dia berkata “ah kamu ga kaya yg lain, liat tu temen2 aku pada dibolehin melukin pacarnya, pada dibolehin nyium, kok kamu ga asyik sih yang?” Katanya.
Kemarahanku kembali memuncak, “oh jadi ini yg kamu mau kemarin? Sana cari lonte yg bisa diajak kayak begituan, dasar mesum” kataku.
Aku benar-benar tidak menyangka Idris berani melakukan itu dalam posisiku masih menggunakan pakaian sekolah dan berjilbab. Sekedar informasi disekolahku diwajibkan semua siswa putrinya untuk berjilbab.
Dan apa yg terjadi ketika aku berusaha untuk menghentikan dia…
Disini, dititik ini semuanya mulai berantakan.


cerbung.net

Pemuja Rahasia

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2016 Native Language: Indonesia
Lucunya cinta monyet anak baru gede (ABG) , malu ? iya , takut ? iya , panik ? IYAAAA , itulah yang kita alami ketika bertemu dengan cinta(monyet) pertama , perasaan cinta yang besar tapi kecanggungan selalu terjadi ketika kedua merpati saling yang bertemu...

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset