Pemuja Rahasia episode 4

Chapter 4

Dititik ini semua mulai berantakan. Aku dulu berjilbab yg masih buka tutup seperti warung. Akan tetapi aku sangat menghormati jilbabku, aku tidak akan mau melakukan hal yg aneh2 ketika jilbabku masih terpasang dikepalaku.
Siang itu, ketika aku memaki habis2an apa yg terjadi? Dia semakin berusaha memeluk ku dengan erat, hingga aku tak dapat bernafas dengan sempurna. Dia memaksaku bagaikan setan yg kelaparan. Lalu tiba-tiba dia mendorongku, aku tersungkur ke lantai dan air yg tadi kupegang tumpah membasahi diriku. Tiba2 aku merasa ketakutan, dia bagai monster, dia berjalan mendekatiku, aku terus mundur menjauhi langkahnya. Aku ingin berlari dan berteriak tapi tenggorokanku tercekat seolah tak bisa berkata2, hanya rasa takut dan air mata yg mendampingi.
Kerudung yg kukenakan dengan sekejap ditariknya lepas dari kepalaku, “Yaa Allah kenapa aku tidak bisa menolak ini?” Batinku dalam ketakutan.
Dia berkata “mau teriak? Sana teriak, mau keluar? Sana keluar kalo bisa” “berani kamu nolak ajakan aku jangan harap besok kamu masih bisa ngeliat temen2mu” ancamnya dengan mata merah melotot
“Ya Tuhan, Kamu kenapa kak? Kamu kenapa kayak gini, istighfar” isakku
“Alaah diem, aku udah capek tau gak sih, mati2an ngambil hatimu, mati2an siapin gift kecil buat kamu, tapi aku ga pernah dapet kayak temen2ku yg dikasi pacarnya” katanya masih dengan amarahnya.
Aku hanya diam dan menangis.
“Maaf aku ga bisa” sahutku lirih
Tiba2 dia berdiri dan memecahkan satu buah piring dihadapanku, aku sudah sangat ketakutan saat itu, seperti nyawaku tinggal hari itu saja.
Praaaang, suara piring pecah membuatku semakin gemetar dan tidak memiliki daya untuk lari dari rumahku sendiri.
Dia mendekat, sambil mengangkat daguku, dia menatap mataku, semakin mendekat, aku merasakan amarahnya masih sangat kuat, aku takut tetapi aku pun seperti terhipnotis oleh tatapan itu. Aku berusaha menunduk tapi tangannya di daguku terlalu kuat, aku ingin mendorongnya, tapi aku tak memiliki tenaga karna gemetar ketakutan begitu hebatnya. Akhirnya dia berkata sambil menangis “Maafin aku, maaf banget aku ga bisa ngontrol amarahku” sambil menangis seperti orang yg depresi.
Aku kaget, kenapa dia bisa tiba2 berubah drastis? Banyak pertanyaan yg terlintas di pikiranku. Apakah dia mengidap DID? Atau mungkinkah dia Psikopat? Ah aku masih ingat ancamannya yg tadi, membuatku juga menangis terisak isak, aku takut seakan semesta runtuh siang itu menimpaku. Kenapa hal seperti ini terjadi pada kehidupan nyataku?
Aku masih ketakutan tapi dia berusaha menenangkan, dengan ribuan kali permintaan maaf.
Aku belum bisa menanggapi apapun itu dan masih tetap terisak dalam tangis ketakutanku.
Dia berusaha membersihkan semua kekacauan yg dibuatnya.
Semenjak kejadian itu, aku seperti boneka yg bisa dimainkan oleh Idris, entah kenapa aku jadi gadis yg penurut seperti anjing pada majikannya. Aku mulai tertutup pada semua temanku, kehidupanku mulai dibatasi oleh Idris. Semuanya dibatasi, mulai dari HP, sahabat, semuanya hingga hubunganku dengan orang tuaku. Hidupku seperti hanya ada dia tanpa yg lain, begitu tersiksanya batinku selama 1tahun, bahkan aku pernah berfikir untuk mengakhiri hidupku karna aku sudah lelah seperti ini, hatiku tidak ada untuk dia tapi kenapa aku tak mampu mengendalikan semua ini? Aku gelap, semuanya hitam, aku tak tau harus seperti apa, apakah selamanya aku akan seperti ini? Aku ingin keluar dari lingkaran ini, tapi kenapa aku seperti tidak memiliki energi. Aku merindukan orangtuaku, aku merindukan sahabatku, tapi aku tidak bisa keluar dari lingkaran orang ini. Semenjak saat itu juga aku melupakan Tuhanku, aku mulai jarang sholat, karna setiap aku berpamitan akan sholat dia selalu menelponku hingga waktu sholat berakhir.
Dia berkali kali ketahuan selingkuh tapi aku selalu memaafkan, sungguh aku berbeda sekali. Setiap kali aku bertanya dia selalu menjawab “aku selingkuh karna aku hanya mengingingkan dia bukan mencintainya”. Aku pun percaya, betapa bodohnya aku.
Hingga akhirnya aku mendengar berita burung, dia bercerita kepada semua temannya bahwa dia sudah berhasil meniduriku. GILA!! Selama setahun aku menuruti apa yg dia mau, menuruti perintahnya, menurut seperti anjing peliharaannya. Bisa2nya dia menyebarkan gosip tentang diriku seperti itu. Aku semakin yakin bahwa dia mengidap kelainan mental. Iya lebih layak disebut seperti psikopat. Selama aku dengannya, orang lain melihat aku bahagia, tertawa, padahal kenyataannya tidak seperti itu, selama dengan dia aku tertekan.
Dan kabar yg beredar akhirnya sampai pada keluargaku, dan aku pun menjelaskan yg sesungguhnya, bahwa aku tidak PERNAH MELAKUKAN HAL-HAL YG DISEBUTKAN oleh Idris. Itu hanya seperti khayalan dia semata, itu seperti obsesi dia semata. Karna aku sudah pernah berjanji bahwa tidak akan ada sex before marriage, alhamdulillah sampai saat ini pun aku masih tetap sama, masih tetap memegang prinsip itu. Sekalipun saat itu aku seperti dibawah kuasa Idris aku masih tetap bisa membatasi diriku masalah prinsip itu.
Setelah terdengar kabar itu, dan Idris sebentar lagi akan lulus dari sekolah aku mulai bisa membuka diriku untuk orang lain, aku sudah mulai bergaul lagi dengan teman dan sahabatku. Ah aku merindukan semuanya. Terutama orang tuaku. Aku ingin liburan tahun ini ke mengunjungi orangtuaku di Pulau B. Sudah 4 semester aku tidak berkunjung. Aku ingin membalas waktu yg sudah terbuang walaupun tak akan pernah bisa memang setidaknya aku mampu melepaskan dahagaku.
Aku sudah mulai tidak terlalu peduli dengan Idris, sering kuabaikan, karna memang aku tidak pernah mencintainya. Aku mulai memperbaiki diri, memperbaiki sikapku, memperbaiki ibadahku, hingga akhirnya aku memutuskan untuk tetap menggunakan jilbab tanpa melapasnya lagi. Alhamdulillah semua dimudahkan, begitu sayangnya Allah terhadapku yg penuh dosa ini. Hubunganku dan Idrispun sudah merenggang, aku mulai membatasi diriku. Dia memohon untuk dimaafkan tp hatiku terlampau sakit karna perlakuannya. Aku pun mulai memutuskan hubungan dengannya dan mengganti nomor ponselku.
Tiba saat liburan, aku pun ke pulau B. Disini lagi2 rasa itu menyelinap, aku seperti De Javu, seperti pernah merasakan ini.
Ada sesuatu yg lain dalam dada. Getarnya tak bisa ku mengerti. Apa ini? Untuk siapa? Untuk Faiz kah? Ternyata bukan. Aku tanpa sengaja melihat Beni lewat bersama adik kelas yg kuingat itu. Yaa Tuhan sekian lama, baru sekali ini, ternyata dia sudah nampak besar, sudah seperti seorang pria bukan lagi anak-anak yg dulu. Aku berusaha untuk pura2 tidak melihatnya saja. Aku takut menyapa. Aku tidak berani. Karna aku takut semua getarnya akan berubah, karna kadangkala ada cinta yg harusnya disimpan dalam hati saja dan tak perlu menyapa agar getarnya tetap terjaga. Aku merindukan orang ini, orang yg selalu bersembunyi didalam hatiku. Entah berawal darimana, tak terasa aku mulai mengeluarkan air mata, akupun bingung untuk apa ini? Karna apa ini? Ah aku cengeng sekali, hanya karna begini saja membuatku menangisi makhlukNya dan lupa akan dosaku.
Esok pagi harinya tanpa sengaja lagi aku bertemu dengan Ayah Beni, beliau menyapaku “Ini Er Mauza yg dulu ya, wah udah gede ya sekarang, makin cantik” beliau berkata seperti itu. Bukan aku ke PD an tapi karna memang seperti itu yg beliau ucapkan. Hehehe
“Iya pak, yg kecil dulu, hehehe. Beni dimana pak?” Aku bertanya dengan nada biasa saja.
“Beni ada tuh dirumah, dimana sekolah Er? Lagi liburan sekarang?” Tanya beliau
“Di jawa pak, di Lamongan, iya lagi liburan panjang pak. Beni dimana sekolah pak?” Tanyaku
“Di * ***, main2 nae sana” kata beliau.
“Oh iya deh pak, kapan2. Hehe” sambil aku berpamitan.
Hanya bertanya seperti ini saja membuatku merasakan getar2 aneh.
Aku tersenyum sendiri mengetahui kabar tentang nya, aku merasa tenang dia baik2 saja. Apakah ini kebetulan semata? Aku yakin ini semua rencana Tuhan, karena setiap kebetulan sekecil apapun tidak lepas dari setiap rencana Nya.
Aku sudah memiliki akun facebook, aku coba untuk mencari namanya, tapi aku gagal, aku tidak menemukan satu pun akunnya. Aku terus berusaha, menuliskan namanya dengan benar di pencarian facebook. Masih tidak kutemukan akunnya. Aku belum menyerah, tetap tidak kutemukan. Aku menghentikan sejenak. Seminggu berusaha akhirnya aku temukan akunnya, yup, dengan foto profil sendal dipinggir pantai saat itu, aku sangat ingat masih sangat ingat sekali, aku coba add dan mulai stalking ternyata benar memang ada foto wajah itu. Iya dia, aku masih ingat, sangat ingat tak ada yg berubah, hanya saja dia berubah menjelma sebagai lelaki bukan cowok lagi. Ah dia masih tampan, tetap tampan seperti dulu. Entah, dia begitu tampan untukku.
Akhirnya permintaan pertemananku diterima, aku tidak berani menyapa, aku hanya menjadi silent reader, aku mengikuti semua aktivitasnya di media sosial. Dan akhirnya ada satu postingan yg membuatku berani untuk memulai komen…


cerbung.net

Pemuja Rahasia

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2016 Native Language: Indonesia
Lucunya cinta monyet anak baru gede (ABG) , malu ? iya , takut ? iya , panik ? IYAAAA , itulah yang kita alami ketika bertemu dengan cinta(monyet) pertama , perasaan cinta yang besar tapi kecanggungan selalu terjadi ketika kedua merpati saling yang bertemu...

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset