Pengagum Rahasia episode 12

Chapter 12 : Nida...

Kemarin sore Rama sudah mengajakku berjalan-jalan di sekitar ITB dan memeberitahuku letak sekolah Nida.Ketika dia bertanya kenapa aku ingin tahu tentang sekkolah ini, aku hanya menjawab kalau ada temanku yang bersekolah di sini. Jalan menuju kesana lumayan berliku, diperlukan dua kali naik angkutan umum dari kost Rama menuju sekolah Nida. Karena tak mungkin aku memakai sepeda motor di kota yang sama sekali asing buatku, maka angkutan umum jelas satu-satunya pilihan yang ada. Dan buatku, itu tak bisa disebut pilihan yang baik.

Hari ini sudah sejak pukul sepuluh aku berada di sekitar sekolah Nida. Beruntung di depan sekolahnya ada kedai makanan sehingga menghindarkanku dari berpanas-panas di depan sekolahku, juga menyamarkan kehadiranku yang cukup mencurigakan. Dari sini aku bisa dengan jelas mengamati siapa saja yang keluar masuk sekolah. Aku menggantungkan harapan akan menemukan dia di antara lautan putih abu-abu yang lalu lalang. Aku cukup percaya diri untuk bisa langsung mengenalinya meski sudah setahun terlewat. Aku benar-benar merasa seperti seorang penguntit.

***

Kenyataan konyol yang kemudian menamparku adalah aku sedkit lupa kalau sesudah UN anak-anak kelas tiga diijinkan untuk bebas memilih untuk masuk sekolah atau tidak. Mungkin aku tak hanya sedikit lupa, tapi melupakan sepenuhnya hal itu. Kepalaku terlalu penuh dengan rasa tak sabar ingin bertemu dan kemungkinan dia muncul dari dalam gerbang sekolah. Tapi kemudian kenyataan yang membenturku adalah, sekolah yang mulai sepi dan gelas keempat minuman yang kupesan mulai mendingin. Sepertinya pencarian hari pertama ini akan berbuah kegagalan. Aku tak bisa terlalu mengeluh, sedari awal aku hanya berharap pada kebetulan dan keberuntungan. Buatku hal-hal seperti keajaiban itu hanyalah kebetulan yang dipaksakan.

Tak lama akhirnya aku beranjak dari sana, ketika kuputuskan bahwa hari ini rasanya aku belum cukup beruntung untuk bisa menemukannya. Menaiki angkot dalam keadaan perut kembung dan hati tak karuan bukanlah kombinasi yang baik. Aku benar-benar tak bisa menikmati perjalanan pulang ini, mual dan rasa kecewa bergolak berkejaran tak memberiku ruang untuk beristirahat. Ketika akhirnya di depan terlihat tempat berhenti untuk bepindah angkot, aku bergegas turun. Badanku yang limbung seturunnya dari angkot langsung kusandarkan di pohon, sekedar menenangkan diri sejenak sebelum memulai kembali perjalanan memabukkan. Bandung memang terasa sangat sejuk.

Ketika itulah ekor mataku menangkap sosok yang tak asing di seberang jalan. Mataku membulat dan tubuhku sekejap saja langsung kaku. Rasa tak percaya, bahagia, marah, sedih dan rindu bercampur tak karuan membuatku hanya bisa terbengong-bengong menatapnya. Bola matanya, bentuk wajahnya, gesture tubuhnya, cara jalannya, caranya memakai kerudung sungguh sangat-sangat kukenal. Rasa rindu menggelegak memenuhi rongga dada, menelusuk keluar melalui kerongkongan. Inginnya membentuk teriakan yang mampu memecahkan kaca, namun yang muncul hanya desis pelan nyaris tak terdengar.

“Nida..”

Hingga akhirnya aku mampu menguasai diri dan ingin langsung beranjak ke tempatnya, namun badanku yang limbung tak mau bergerak sesuai perintah. Dan ketika aku tersadar, dia sudah menaiki angkot menuju arah sebaliknya. Aku benar-benar merasa bodoh.


cerbung.net

Pengagum Rahasia

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2014 Native Language: Indonesia
Kisah anak SMA yang mengagumi teman sekelasnya , namun tokoh utama menyadari terdapat "jarak" yang tidak dapat ia capai dan berpikir tidaklah mungkin ia dapat bersama pujaan hatinya.Akankah cinta tokoh utama dapat terwujud?

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset