Pengagum Rahasia episode 6

Chapter 6 : Hari H 2

Selesai nonton, kami shalat dulu di mushola dekat 21. Kemudian kami melanjutkan acara dengan makan di warung soto. Entah kenapa, Desi dan Nida tiba-tiba ingin makan soto. Nida juga rasanya tiba-tiba kurang bersemangat, atau cuma perasaanku saja ya. Nah, kali ini giliranku untuk bergerak.

“Nida, nanti pulangnya sama siapa?”

“Aku? Sendirian, soalnya Desi ada perlu nanti.” jawab Nida. Kebetulan! Atau tepatnya keberuntungan!!

“Nanti bareng aku aja ya, aku ada perlu ke arah ke rumah kamu, makanya sekalian bareng” tawarku, tentu dengan alasan yang dibuat-buat. Tidak sepenuhnya bohong, aku memang ada keperluan kok.

“Oh, gapapa, aku malah seneng kalau ada barengannya.” jawab Nida, sambil tersenyum.

“Terus aku sama siapa Ris?” tiba-tiba Adi memotong.

“Eh?” aku kelabakan. Adi selalu suka membuatku salah tingkah. Teman yang kurang ajar.

“Hahaha, aku bercanda, nanti aku mau pulang bareng Desi aja.” katanya sambil melirik Desi.

“Maaf, aku nggak mau.” tukas Desi sekenanya.

Aku yakin Desi sengaja. Dan Adi, rasakan kamu kena batunya.

Di perjalanan pulang, seperti biasa kami mengobrol banyak hal. Cuaca yang mendung membuatku bersemangat. Meski ini di dalam angkot, aku kurang begitu merasa mual, padahal biasanya aku langsung mual. Efek bersama Nida, membuat rasa mual kalah oleh rasa tegang. Aku memang tegang, sangat cemas. Setelah ini aku akan melewati jembatan berbahaya. Pertaruhan yang jarang sekali kulakukan. Tapi aku sudah memutuskan, aku tidak akan lari lagi dari perasaanku. Aku ingin Nida tahu, dan aku penasaran bagaimana perasaan Nida terhadapku. Apakah aku salah membaca tanda, atau keberuntungan ternyata di pihakku. Tapi aku tidak mau melakukannya di angkot. Memalukan rasanya kalau pada akhirnya aku salah, dan aku merana di angkot. Mualku bisa berlipat-lipat.

Akhirnya kami turun juga. Tepat di depan gang rumah Nida. Rasa-rasanya sekarang waktu yang tepat. Kalau kutunda lebih lama lagi, aku bisa kehilangan momen dan kepercayaan diri yang kubangun bisa-bisa luntur.

“Anu, Nida..” panggilku.

“Iya Daris?” dia berbalik ke arahku.

“…..” aku terdiam, bibirku tiba-tiba terkatup rapat.

“Kamu mau ngucapin makasih?” tebaknya sambil tersenyum.

“Eh? Bukan bukan.. eh nggak salah juga sih” aku tiba-tiba gelagapan sendiri.

“Kamu lucu seperti biasa ya, hihihi” dia tertawa kecil.

“Tapi bukan itu kali ini!!” selaku agak keras.

“…..” Nida tiba-tiba terdiam. Ekspresi wajahnya menegang.

Kukumpulkan keberanianku. Kali ini harus bisa. Momennya nyaris kudapatkan.

“Nida, aku.. aku.. sebenarnya dari dulu…”

“Daris, jangan!” potongnya tiba-tiba.

“…..” aku tertegun.

“Jangan diucapkan Daris,” tiba-tiba dia terisak.

Aku terdiam. Aku tidak tahu harus berbuat apa. Aku belum pernah berhadapan dengan gadis yang menangis.

Kuayunkan langkahku menjauhi rumah Nida. Di belakangku Nida setengah berlari menuju rumahnya. Rasa-rasanya aku tidak bisa percaya apa yang baru saja terjadi. Pikiranku tiba-tiba kosong. Yang bisa kulakukan cuma berjalan menjauh. Tiba-tiba hujan turun. Kebetulan ternyata memang ada. Kubiarkan diriku dibasahi tetes-tetes air hujan. Sambil tetap berjalan, ditemani gema rintik hujan, aku masih belum bisa memastikan dengan benar apa yang kudengar tadi, yang kurasa.


cerbung.net

Pengagum Rahasia

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2014 Native Language: Indonesia
Kisah anak SMA yang mengagumi teman sekelasnya , namun tokoh utama menyadari terdapat "jarak" yang tidak dapat ia capai dan berpikir tidaklah mungkin ia dapat bersama pujaan hatinya.Akankah cinta tokoh utama dapat terwujud?

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset