Petualang Masa Lalu episode 11

Chapter 11 : Ki Among

Sebuah benda berujung tajam menempel di leherku. Lalu terdengar sebuah suara parau…

“Jangan bergerak atau mati…!”

Aku mencoba melirik ke atas..
“Jangan coba-coba melihat ke atas. Turuti perintahku…!”
“Iya den ayu…!” jawabku asal-asalan.
“Den ayu siapa maksudmu?” suaranya yang dibuat parau masih terdengar kekanakan.
“Den ayu Menur…!” sahutku menerka-nerka.
“Ah…ketahuan. Ga seru ah…!” suaranya berubah menjadi cempreng.
Ujung benda tajam itu terlepas dari leherku.
Aku bangun dari tidurku dan duduk di balai-balai.
Tampak sesosok gadis dengan topeng di wajahnya.

“Den ayu kenapa berbuat begitu?”
“Ah..hanya ingin melihat reaksi orang yang ditodong saat tidur kok!” jawabnya sambil melepas topengnya.
“Trus sudah tahu gimana reaksinya?”
“Ga tahu.. Lha sudah ketahuan duluan sih. Eh..kangmas, katanya akan ada yang menyerang tanah perdikan ini ya?”
“Ah..kata siapa? Siapa sih yang berani menyerang tanah perdikan ini?”
“Halah..jangan bohong. Aku nguping tadi waktu kangmas, kanjeng romo dan Ki Santiko berembug di pendopo!”
“Oh…ternyata kamu tukang nguping ya? Ga baik tahu !!”
“Hehe…ga sengaja kok…!”
“Halah… Pasti sengaja tuh…!”
“Nggak sengaja… Yakin deh..!”

Daripada bersitegang dengan anak kecil, mending ngalah aja. Kulirik Zulaikha dan Menik cekikikan melihatku berbantahan dengan Menur.
Makanya tadi mereka diam saja saat tahu Menur masuk, rupanya insting mereka tidak menangkap tanda bahaya…

Saat bingung mau ngomong apa dengan Menur, aku dengar suara bedug bertalu-talu. Wah…sudah dzuhur nih.
Kesempatan menghindar dari Menur.

“Saya ke Langgar dulu ya den ayu!”
“Silahkan kangmas.. Aku juga mau sholat sama kanjeng ibu dan mbakyu.” katanya sambil beranjak keluar kamarku.
Huft..selamat. Bingung kalo berlama-lama dengan bocah seperti Menur… Apalagi dengan Menik. Bisa habis aku dibully…

Usai sholat dzuhur, kami makan siang bersama. Sedap sekali walaupun hanya dengan bobor pepaya muda (pepaya muda dimasak santan cair) dengan sambal kelapa.. Lauknya? Tempe bakar…
Minum air kendi yang dingin dan segar.. Nikmatnya..

Usai makan, tentunya kaum lelaki sepertiku dan Ki Gede, membuat rokok dan menghisapnya.
Nikmatnya dunia…haha.

Aku merokok di samping rumah, di bawah pohon rambutan yang sedang berbuah. Tapi masih hijau dan kecil-kecil.
Angin sepoi-sepoi membuatku terlena dalam alam mimpi.

“Nak….!” sebuah suara membuatku terbangun.
Aku membuka mataku…duh..dimana lagi ini? Sebuah taman yang indah dan aku duduk di kursi taman di bawah pohon trembesi yang rimbun.

Kulihat Nyi Among duduk di hadapanku dengan seorang lelaki yang umurnya sebaya dengan Nyi Among.

“Ibu…?”
“Iya nak… Ini ibu. Dan perkenalkan, ini adalah Ki Among! Dia juga yang memomongmu dari saat engkau bayi. Hanya saja tak pernah menampakkan diri!”

Ah…Ki Among, seorang pamomongku juga? Dan aku teringat dulu waktu kecil, saat kenduri, dan sesepuh desa membeberkan isi nasi berkat (nasi yang dibagikan saat kenduri. Di daerah ane, biasanya sebelum didoakan, diujudke dulu/dibeberkan maksud dan artinya makanan yang ada di dalamnya).
Dan dikatakan bahwa salah satunya untuk menghormati Kaki Among dan Nini Among.
Jadi inilah Ki Among yang dulu selalu disebut-sebut pak modin?

Aku mengangguk hormat pada Ki Among.

“Nak, Ki Among ini mempunyai ilmu yang bisa menghubungkan dirimu dengan jamanmu. Tapi, tak bisa membawamu keluar dari jaman ini. Jika engkau membutuhkan hubungan dengan jamanmu, terutama dengan makhluk ghaibnya, kau bisa meminta tolong pada ki Among ini!”
“Oh…begitu ya Bu? Jadi, seandainya aku ingin memanggil jin dari jamanku, apakah bisa?”
“Bisa, tapi nanti jin itu akan kesulitan untuk menembus ke jaman ini. Karena dibutuhkan portal menuju jaman ini!’
” Berarti ga bisa dong Bu!’ kataku.
“Bisa nak… Nanti aku akan menghubungkan auramu dengan jin itu, hingga dia bisa kemari, tapi ya nantinya dia juga akan terperangkap di jaman ini juga!” jawab Ki Among.
“Jadi dia ga akan bisa kembali ke jamanku lagi?”
“Ya..seperti dirimu. Untuk kembali.ke.jamanmu, harus menggunakan portal itu!”
‘Wah..serba sulit ini. Tapi tunggu sebentar, bagaimana jika mereka bertemu dengan dirinya sendiri di jaman ini?”
“Maksudmu, karena jin itu sudah ada di jaman ini, bagaimana jika dia bertemu dengab dirinya yang lain?”
“Betul…!”
“Tentunya akan terjadi kebingungan dan salah paham dengan sosoknya di jaman ini. Pasti dikiranya jin yang lain, sedang meniru dirinya!”
“Wah…malah jadi ribet nantinya Ki Among!”
“Ya begitulah.”

Hmm..tadinya aku sudah senang karena bisa memanggil bantuan dari jamanku untuk membantuku, sekarang puous sudah harapanku. Aku ga mau nanti mereka akan bertemu dengan sosoknya yang lain di jaman ini.

“Lantas bagaimana baiknya Bu? Mungkin aku akan bertempur di sini, dan aku membutuhkan banyak bantuan untuk membantuku menghadapi musuh yang sangat banyak. Kabarnya ada ribuan makhluk halus yang bakal menyerbu ke sini!”

Nyi Among dan Ki Among saling berpandangan.

‘Begini saja Nak.., kau cobalah berinteraksi dengan Ki Sardulo di jaman ini. Coba panggil dia, kalau dia datang, aku akan membantumu berbicara dan Ki Among akan menghubungkan Ki Sardulo jaman ini dengan Ki Sardulo di jamanmu!” jawab Nyi Among.

Kupikir cara itu bisa dicoba juga. Tapi tentunya nanti setelah aku kembali ke alam nyata, bukan di alam ghaib seperti ini.

“Baiklah Bu, akan saya coba setelah saya bangun nanti..!” ujarku.

Nyi Among tersenyum dan mengusap wajahku. Aku langsung ngantuk aja bawaannya..
Tertidur pulas…
Dan terbangun di bawah pohon rambutan. Tanganku terasa memegang sesuatu. Ternyata puntunh rokokku yang sudah mati.
Untung ga tersundut apinya…

Aku segera berkonsentrasi, memanggil Ki Sardulo Seto. Sekali tanpa hasil…
Yang kedua masih gagal.juga.
Tak putus asa, aku memanggil untuk yang ketiga kalinya.

GROAARRR….
Suara auman harimau yang sangat dahsyat mengagetkanku. Aku membuka mata dan tampak sosok Ki Sardulo Seto di hadapanku. Wujudnya sama persis dengan yang di jamanku.

“Siapa kau yang telah memanggilku?”
“Maaf Ki Sardulo Seto, aku telah mengganggu dengan memanggilmu. Ada seseorang yang ingin bicara denganmu!”

Saat itulah Nyi Among dan Ki Among menampakkan diri.

Nyi Among menjelaskan bahwa di jaman yang akan datang, Ki Sardulo Seto akan menjadi pelindungku.

“Hmm..siapa kau yang berbicara omong kosong ini?”
“Kami adalah pamomong anak ini.
Dan anak ini terlempar ke jamanmu ini. Serta saat ini dia membutuhkan bantuanmu!”
“Cerita apa yang kau karang ini Nyai? Kau mencoba menipuki untuk membantu bocah ini?”
“Tenang Ki Sardulo, aku akan mencoba menghubungkanmu dengan Ki Sardulo di jaman beratus tahun kemudiian, yang selalu membantu anak ini. Cobalah kau berkonsentrasi. Tapi maaf sebelumnya, biarkan aku menyentuh tubuhmu!” kata Ki Among.
“Jangan berusaha menipuku… Apa yang akan kau lakukan padaku!” sentak Ki Sardulo.
“Kami tidak menipumu… Kalau kau memang pemberani, cobalah untuk kuhubungkan dengan dirimu di masa datang!” kata Ki Among memanasi Ki Sardulo.
“Grr..kau pikir aku takut? Ayolah, lakukan semaumu!”

Haha..kemakan juga dia dengan siasat Ki Among.
Tampak Ki Sardulo memejamkan mata dan Ki Among menyentuh tubuhnya.
Mendadak wujud mereka menghilang dari hadapanku.
Aku memandang Nyi Among…

“Kita tunggu saja hasilnya nanti nak… Bersabarlah…!” kata Nyi Among.
“Iya ibu…!”

Entah akan berlangsung berapa lama proses kontak dengan Ki Sardulo di jamanku.
Aku hanya bisa menunggu dengan hati was-was.
Menyadari bahwa musuh yang akan kulawan jumlahnya sangat banyak, dan aku butuh dukungan untuk melawan mereka.

Akankah Ki Among berhasil menghubungkan 2 jaman dengan jarak ratusan tahun?
Entahlah…
Aku hanya bisa menunggu…


cerbung.net

Petualang Masa Lalu

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2021 Native Language: Indonesia
Hai...namaku Bayu Satriaji, biasa dipanggil Aji. Tadinya aku adalah mahaslsww Teknik Sipil di sebuah Universitas Swasta di kota XX. Aku mempunyai kemampuan super...eh...bukan ding.. Kemampuan supranatural, sebut saja begitu. Aku berasal dari kota YY, yang berjarak sekitar 4 jam perjalanan menggunakan motor. Di kota XX, aku tinggal di kost dan punya pacar satu kost bernama Desi.Merupakan seri kedua lanjutan dari cerita Sang Pamomong

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset