Petualang Masa Lalu episode 19

Chapter 19 : Misi Pengintaian

Singkat cerita, sampailah kami di Rumah Ki Gede.
Kami melaporkan apa yang kami lihat dan kami alami.
Ki Gede tampak berpikir hingga dahinya berkerut.
Lalu beliau berkata…

“Tidak bisakah pagar halimun itu dihancurkan atau dihilangkan, agar bisa dilihat apa isi di dalamnya, sehingga kita tidak hanya menduga-duga?”
“Aku kurang begitu paham tentang pagar halimun itu kakang.” jawab Ki Santiko.
“Nak Aji bagaimana? Apakah kau tahu tentang ilmu itu?”
“Maaf Ki Gede, saya tidak tahu. Baru kali ini saya menemui yang seperti ini!” jawabku.
“Hmm..berarti tidak ada yang bisa kita lakukan untuk saat ini!” kata Ki Gede dengan wajah lesu.
“Kakang, janganlah berputus asa. Nanti akan kucoba membuka naskah-naskah kuno yang ada di rumah. Barangkali saja ada petunjuk untuk menghadapi pagar halimun tersebut.” kata Ki Santiko.
“Baiklah Adi.. Jika ada yang kau butuhkan, bicaralah padaku!”
“Baik kakang. Sekarang aku permisi pulang dulu kakang. Dan aku minta bantuan Aji, kakang!”
“Silahkan Adi. Nak Aji, bersediakah kau membantu Adi Santiko?”
“Saya bersedia Ki Gede!”

Dan aku ikut lagi ke rumah Ki Santiko. Sesampai di rumah beliau, kami segera masuk ke rumah kecil tempat Ki Santiko biasa bermeditasi.
Setelah masuk, Ki Santiko membuka lantai rumah itu dan mengambil sebuah peti.kayu yang kusam.
Dibukanya peti itu, dan isinya adalah gulungan kulit, gulungan lontar, gulungan kain, gulungan kulit kayu.
Aku bengong melihatnya… Untuk apa gulungan-gulungan itu?
Ki Santiko mengambil sebuah gulungan dan membeberkannya di lantai.
Ternyata isinya tulisan mirip.huruf jawa tapi berbeda.
Pikirku, ini pasti tulisan jawa kuno.

‘Ini adalah naskah kuno yang aku punyai. Kusimpan di tempat rahasia, karena naskah ini sangat berharga dan akan bahaya jika jatuh ke tangan orang jahat!”
“Apakah isinya pelajaran ilmu kesaktian Ki?”
“Sebagian iya, sebagian berisi tentang pengobatan, penggunaan racun, dsb. Cuma aku juga tak bisa menguasai semuanya. Yang pertama karena bakatku terbatas. Yang kedua, ada beberapa ilmu yang laku-nya, bertentangan dengan syariat agama!”
“Wah, kalo bisa menguasai itu ssmua, bakal jadi orang pilih tanding ya Ki?”
“Betul nak Aji… Nah, mari kita cari cara mengatasi pagar halimun itu.”
“Silahkan Ki, saya ndak.paham tulisannya!”

Ki Santiko tertawa.. Lalu dia mulai sibuk mencari. Setiap.gulungan dibukanya, dan diperiksa.
Aku sampai.bosan menunggu…
Untinglah, saat sedang bosan, minuman hangat dan makanan kecil.datang…haha
Segera kunikmati saja minuman dan makanan, lalu melinting rokok.
Biar ga gabut..

“Ah…ini dia. Alhamdulillah….!” seru Ki Santiko.
“Ketemu Ki?”
“Iya nak Aji…. Ketemu.nih..!”
“Alhamdulillah… Isinya bagaimana Ki?”
“Sebentar… Aku mau minum dulu…!”

Selesai minum, Ki Santiko mulai membaca isi dari naskah itu.

Ngelmu iki sinebut ngelmu panglimunan

Ilmu ini disebut ilmu panglimunan.

Ngelmu kanggo ngilang lan tan biso sinawang dening liyan

Ilmu untuk menghilang dan tidak.bisa dilihat oleh orang lain.

kadya sirneng ing pandulu

Seperti hilang dari pandangan.

lakune yaiku…….ngene…ngene..

Lelakunya yaitu..begini..begini…(aku lupa….ngoahaha)

Yen perlu biso ginawe angumpetake sakehing wadya

Jika perlu bisa menyembunyikan banyak prajurit.

Kanthi karyaning manungsa karo kang bisa ngelmu panglimunan

Dengan kerja sama dua orang yang bisa ilmu panglimunan.

Tan biso katon sakabehing ing sajroning iku

Tak akan kelihatan semua yang ada di dalam situ.

Kajaba dening manungsa kang matak aji iki

Kecuali oleh orang yang menggunakan ajian ini.

Seingatku begitulah kata-kata yang tersurat dalam naskah itu. Sebenarnya jauh lebih panjang, tapi aku ambil intinya saja. Karena yang lain isinya lelaku atau cara mendapatkan ilmu itu.
Jadi aku lewatin aja, soalnya lakunya berat, bikin aku ga tertarik….haha.
Kalaupun ada kata yang salah ya maklum, cuma mengandalkan ingatan sih…hehe.
Yang penting isinya, yang menyatakan bahwa pagar itu hanya bisa dilihat isinya oleh seorang yang bisa ilmu itu juga.

Nah..sekarang siapa yang bisa ilmu tersebut?
Ki Santiko menerawang jauh… Seolah sedsng mengingat-ingat seseorang atau memikirkan sesuatu.

Aku menoleh pada Zulaikha…

“Kamu.bisa ilmu panglimunan?”
“Kalau lmu itu sejenis ilmu menghilang, aku bisa. Dan rata-rata, jin bisa ilmu.itu!” jawab Zulaikha.
“Hmmm… Misalnya nih, saat kamu sedang menggunakan ilmu itu, apakah kamu bisa mengajak.orang lain seperti aku nggak terlihat pandangan manusia lain?”
“Maksudmu, aku membawa kamu menghilang gitu?”
“Iya, seperti itu..!”
“Bisa sih…. Syaratnya satu, yaitu tidak boleh bersuara.”
“Iya…iya… Kenapa kamu ga menggunakan ilmu itu untuk melihat isi di dalam pagar halimun itu?”
“Aku sudah berpikir begitu sih.. Tapi belum ada perintah dari kamu sih.. Jadi ragu-ragu.”

“Lha aku juga belum kepikiran, setelah Ki Santiko membaca naskah tadi, baru kepikiran!”

Kami kembali diam…merenungi apa yang bisa kami lakukan.
Menik malah sok mikir. Sibuk mondar-mandir sambil mendongak, seolah sedang berpikir.
Aku ga yakin dia mikirin masalah ini. Pasti dia lagi mikirin keusilan yang lain…batinku.

“Jangan suudzon dong mas Aji. Aku lagi mikir beneran ini…!” Menik melotot menatapku.
Aku cuma bisa nyengir…

Ki Santiko berbalik menghadapku.

“Ah…aku belum menemukan orang yang mempunyai ilmu penglimunan ini. Ilmu ini sudah jarang sekali yang memguasai, karena syarat dan lelakunya yang berat!”
“Tapi hampir semua jin bisa Ki!”
‘Memang benar… Dan kita bisa meminta tolong mereka. Tapi, bagaimanapun, aura mereka akan tetap keluar walaupun wujudnya tak tampak. Jika yang ada dalam pagar halimun itu waspada, pasti akan segera ketahuan ada yang memyusup.”
“Hmm…benar juga Ki!”
“Maaf Ki, saya lancang ikut campur!” kata Zulaikha.
“Silahkan cah ayu…!”
“Kami bisa menekan aura kami sampai titik terendah Ki. Dan akan sulit menyadari kehadiran kami.”
“Tapi, aku dan Nak Aji pasti juga ingin ikut melihat ke dalam. Semakin banyak yang masuk, jika ketahuan, kita bisa saling membantu!” kata Ki Santiko.
“Susah itu Ki, karena aura Ki Santiko dan Aji sangat kuat, dan tidak bisa menyembunyikan aura. Tentu akan cepat ketahuan!” lata Zulaikha.
“Lalu bagaimana baiknya cah ayu?”
“Begini Ki.. Biarkan saya dan adik saya, serta beberapa jin milik Ki Santiko yang masuk ke dalam dan melakukan pengamatan. Akan lebih baik jika Jin telik sandi itu yang dikirim. Mereka pasti lebih paham tentang pengintaian!”
“Wah….benar juga. Biar aku panggil dulu mereka!”

Ki Santiko lalu memusatkan pikirannya dan memanggil 2 jin telik sandi.
Mereka segera muncul dengan cepat. Sampai aku kaget juga.
Tanpa tanda tanda, tanpa suara… Benar-benar bikin kaget.
Ki Santiko berbicara pada mereka.
Lalu satu dari mereka menoleh pada Zulaikha dan Menik.
Mereka berdiri.diam agak lama, sepertinya sedang berkomunikasi antar jin.
Setelah itu, Zulaikha berpamitan padaku.

“Kami berangkat. Jaga dirimu baik-baik!”
“Kalian juga… Berhati-hatilah…! Jika keadaan berbahaya, segera keluar dari sana. Oh…iya, lacak juga aura Melati. Siapa tahu dia berada di sana!”
“Baik….!” jawab Zulaikha, namun bibirnya manyun.

Dalam sekejap, sosok dua jin telik sandi serta dua gadis ghaib itu menghilang dari hadapan kami.
Semoga misi mereka berhasil….


cerbung.net

Petualang Masa Lalu

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2021 Native Language: Indonesia
Hai...namaku Bayu Satriaji, biasa dipanggil Aji. Tadinya aku adalah mahaslsww Teknik Sipil di sebuah Universitas Swasta di kota XX. Aku mempunyai kemampuan super...eh...bukan ding.. Kemampuan supranatural, sebut saja begitu. Aku berasal dari kota YY, yang berjarak sekitar 4 jam perjalanan menggunakan motor. Di kota XX, aku tinggal di kost dan punya pacar satu kost bernama Desi.Merupakan seri kedua lanjutan dari cerita Sang Pamomong

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset