Petualang Masa Lalu episode 28

Chapter 28 : Kembang Api

Usai pembuatan pagar ghaib dan makan-makan, kami semua diperbolehkan pulang oleh Ki Gede Pamungkas.
Kami berpencar dan kembali ke rumah masing-masing.
Aku berjalan dengan pikiran yang melayang ke mana-mana.
Mau ngapain coba di rumah nanti? Ga ada kerjaan…
Masak mau tiduran terus sih? Khan ga asik… Bisa-bisa saat keluar dari jaman ini aku bertambah tambun…

Aku memandang pada Zulaikha dan Menik yang berjalan di sampingku.

“Mau ngapain kita seharian ini? Bosen do rumah mulu!” ujarku pada mereka.
“Main-main aja yuk mas… Ke bukit atau ke sungai lagi..!” kata Menik.
“Gimana kalo kita ke hutan tempat Mas Aji pertama datang di sini?” usul Zulaikha.
“Mau ngapain kita ke sana?” tanyaku.
“Sekedar nyari petunjuk aja… Siapa tahu bisa nemu portal itu!” jawab Zulaikha.
“Iya tuh Mas… Siapa tahu dapat petunjuk buat nyari portalnya!” Menik menyambung.
“Tapi khan udah dapat petunjuk di goa itu? Kenapa mesti cari petunjuk lagi sih?” tanyaku.
“Namanya juga usaha.. Khan ga ada salahnya?” Zulaikha menjawab.
“Males ah… Jauh banget tau nggak? Buat ke sana aja lama jalannya…!”
“Mas Aji… Lupa ya ada kita berdua. Tinggal clink aja dah nyampe…!” sahut Menik.

Aku memandang Zulaikha, dan dia mengangguk. Wah…bakalan melakukan perjalanan cepat nih…

“Ayo dah berangkattttt…..!” kataku sambil memeluk pinggang mereka.
“Ish…apaqn sih, main peluk-peluk…!” kata Zulaikha ssmbil mendorongku menjauh.
“Katanya mau berangkat ke hutan itu….!”
“Tapi ga peke peluk2 juga kali….!”
“Ya udah. Aku peluk Menik aja. Oke Nik?”
“Oke Mas… Yuk berangkat….!” kata Menik sambil menggelendot padaku.
Sambil manyun, Zulaikha memegang tanganku dan..ZRRTTTTT….
Dalam hitungan detik, kami sudah sampai di dekat hutan tempat pertama kali aku terdampar di jaman ini.
Ssking cepatnya, saat berhenti kepalaku terasa puyeng dan hampir terjatuh.
Untunglah Zulaikha segera meraihku, sehingga aku ga jadi jatuh.
Posisi seperti cowo nolongin cewe yang mau jatuh di cineteron2 itu terjadilah.
Namun posisinya kebalik, ini cewenya yang menjaga cowonya biar ga jatuh…(silahkan berimajinasi)..

Mata kami saling berpandangan, dan aku tersenyum pada Zulaikha, sambil kukedip-kedipkan mataku.
Zulaikha merezpon dengan tersenyum…
Tapi waittt….senyumnya kayak senyum yang aneh…licik…dan…
GUBRAKKKK…..
Zulaikha melepaskan pegangannya dan dengan sukses aku jatuh di rerumputan
HUAASEEMMMMMM…..
Wah…sial amat yak? Belum lagi tawa membahana dari Kunyil Menik…. Membuatku ingin segera bisa masuk ke dalam tanah dan ngumpet di sana.

Skip….

Kami berdiri di dekat hutan itu… Semua berdiam diri.

“Gimana, jadi masuk atau tidak?” tanyaku.
“Ayo masuk… Siapa tahu ada ayam hutan, khan lumayan….!” kata Menik.
“Emang kamu makan ayam hutan juga?” tanyaku.
“Enggak juga…hihi…!”
“Yuk ah .. Kita jelajahi hutan ini!”

Kami segera beranjak masuk ke hutan itu. Aku agak berdebar-debar juga. Berharap menemukan portal itu sebelum 17 hari.
Khan bisa lebih cepat ketemu Desi yang kucintai…

Saat kami masuk semakin dalam, suasana berubah menjadi sangat sunyi.

“Kita sudah masuk ke alam ghaib. Rupanya hutan ini adalah gerbang masuk ke alam ghaib.” kata Zulaikha.
“Wah…makanya suasananya berubah. Tempat aku pertama tiba di sini, masih jauh ke dalam sana.”
“Ayo kita kesana….!” teriak Menik dan melesat cepat ke depan.
Aku dan Zulaikha menyusul Kunyil satu itu ke depan.
Kugandeng tangan Zulaikha…
Dia menoleh padaku dan tersenyum manis sekali. Asli…dia kelihatan cuantik banget saat tersenyum.
Coba ga ada si Kunyil di depan, mungkin dah aku cium dia.

“Apaan…mikir mau nyium segala…!” kata Zulaikha sambil melotot.
Aku cuma meringis aja… Mau berpikir aja ga bisa bebas kalo dekat dengan Zulaikha.

Oke abaikan…

Kami ubek-ubek hutan itu seharian, sampai aku kehausan dan kelaparan. Tapi kami tak menemukan apapun.
Sedikit petunjukpun tak ada…
Yah..terpaksa kami pulang dengan tangan hampa…sehampa hatiku berpisah darimu…(lebay mode on..)

Sesampai di rumah, sudah ada makanan di atas meja. Entah siapa yang mengirimnya…
Karena lapar, ya langsung sikat aja lah…. Paling kiriman dari rumah Ki Gede.

Yah…akhir yang tak sesuai harapan.. Dan kami cuma bermalas-malasan hingga malam tiba. Hidup yang sangat netral menurutku.
Ga perlu mikirin tugas kuliah, ga perlu ngapa-ngapain.
Tapi malah bikin jenuh… Bikin kangen sama tugas kuliah. Kangen ketemu temen-temen. Kangen Desi dan Renita. Kangen Firda. Kangen mbak Tanti yang janda…
Kangen semua deh….

Malam menjelang, tapi aku masih ga bisa tidur. Bayangin aja, cuman bengong seharian, tanpa kegiatan yang melelahkan, jadi ga ngerasa capek dan ngantuk.
Alhasil, aku malah ngobrol ga jelas sama Zulaikha dan bercanda sama Menik.
Saat lewat tengah malam, rasa kantuk sudah menyerangku. Aku segera merebahkan diri di ranjangku yang keras.
Tak lama, aku mulai terlelap…namun mendadak aku tersentak kaget.
Gimana ga kaget coba? Banyak suara letusan mirip acara kembang api di tahun baru.
Dengan kepala pening akibat baru saja tidur lalu terbangun karena kaget, aku mengingat-ingat.
Apakah sudah tahun baru? Tapi aku khan di jaman baheula…jaman entah kapan.
Dengan kepala yang masih pening, aku mencoba keluar dari dalam rumah untuk melihat apa yang terjadi.
Karena pening dan buru-buru, aku malah menabrak pintu dengan keras.
Dan…itu malah menyadarkan aku dan menghilangkan rasa peningku.
Tapi, tetep aja sakit…
Sambil ngedumel panjang pendek, aku membuka pintu dan keluar rumah. Suara kembang api itu masih sangat ramai terdengar.
Aku mendongak ke langit…
Walah…ternyata benar ada kembang api. Pantas rame banget…. Ada acara apa ya? Atau aku sudah kembali ke jamanku?

Kulihat sekitarku… Ah…masih di jamsn kuno ternyata. Lalu kembang api itu buat acara apa ya?

Aku menghampiri Zulaikha dan Menik yang juga sedang memandang ke langit yang dipenuhi oleh letusan kembang api.
Sejauh mata memandang hanya terdapat kembang api di mana-mana.

“Rame banget, ada acara apa ya?” tanyaku pada Zulaikha dan Menik.
“Acara ulang tahun Mas…?” jawab Menik sambil cekikikan.
“Ulang tahun siapa? Kok meriah banget sih?”
“Omongan Menik kamu dengerin. Itu adalah serangan ghaib yang ga mampu menembus pagar ghaib yang dibuat tadi pagi!” jelas Zulaikha.
“Hah….serangan ghaib? Aku pikir kembang api. Waduh…bahaya nih. Lihat aja, seluruh angkasa dipenuhi ledakan-ledakan!” sahutku.
“Iya Mas. Dan kalau diperhatikan, dsatangnya dari 4 arah yang berbeda.”
“Walah… Mesti laporan Ki Gede ini!” kataku panik.
“Pasti udah ada yang laporan lah. Yang masang perisai pasti ngerasa juga kalo ada serangan!” kata Zulaikha.
“Lha..terus kita mau ngapain?”
“Ya nonton aja sementara ini…!”


cerbung.net

Petualang Masa Lalu

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2021 Native Language: Indonesia
Hai...namaku Bayu Satriaji, biasa dipanggil Aji. Tadinya aku adalah mahaslsww Teknik Sipil di sebuah Universitas Swasta di kota XX. Aku mempunyai kemampuan super...eh...bukan ding.. Kemampuan supranatural, sebut saja begitu. Aku berasal dari kota YY, yang berjarak sekitar 4 jam perjalanan menggunakan motor. Di kota XX, aku tinggal di kost dan punya pacar satu kost bernama Desi.Merupakan seri kedua lanjutan dari cerita Sang Pamomong

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset