Petualang Masa Lalu episode 33

Chapter 33 : Nawala Tresna (Surat Cinta)

Sulit juga menjawab pertanyaan Damar.
Terus terang aja, sebagai cowo yang super normal, jelas aku tertarik pada Melati. Andai kita satu jaman, pasti dah aku tembak si Melati.
Tapi karena berbagai pertimbangan, aku ga melakukan pedekate arau apapun dengan Melati. Takut baper…heuheu..

“Sebagai lelaki yang normal, aku jelas tertarik pada gadis secantik Melati. Memangnya kenapa kau tanyakan iru?”
“Haha…kalau kau punya rasa pada Melati, aku akan ngalah saja. Lagian aku belum melihat wajahnya… Jadi ga masalah!” jawab Damar
“Kalau yang kau maksud rasa cinta, aku ga punya. Aku cuma tertarik pada kecantikannya. Itu saja!” jawabku sedikit berbohong.
“Jadi, kalau aku jadi berjodoh dengan Melati, kau tidak akan patah hati atau kecewa?” tanya Damar lagi.
“Ya jelas kecewa lah….!”
“Tuh kan…kamu bakal patah hati…!”
“Aku belum selesai… Kecewa karena Melati jadi jodohmu, sehingga aku nggak akan bebas lagi menikmati kecantikan Melati….hahaha…!”
“Oalah…ternyata… Nanti aku jodohin kamu sama adikku. Cantik banget lho adikku. Kamu mau ya?” bujuk Darma.
“Nggak…. Aku nggak mau beehubungan dengan gadis di jaman ini. Karena aku ingin kembali ke jamanku sendiri!”
“Ah…sayang. Padahal aku sudah mulai cocok denganmu lho…!”kata Damar.
” Kalau memang cocok,.kita nikah aja yuk….hahaha!”
“Hahaha….sana nikah sama adikku. Aku sih ga mau sama kamu. Emang mau main perang-perangan?” kata Damar sambil tertawa.
Akupun ikut tertawa dengannya.
Asik juga ngobrol sama Damar, ga ngebosenin. Dia pintar mencairkan suasana.

Malam makin larut, dan pertunjukan kembang api dimulai lagi. Tapi sekarang ga seramai kemarin malam.
Tampaknya benar prediksi Ki Gede bahwa mereka belum mendapat pengganti dukun yang tertangkap atau tewas.
Tapi kok ya masih juga menyerang dengan cara ghaib. Udah tahu kemarin dengan lebih banyak dukun mereka gagal, tapi masih juga menyerang dengan cara itu…

“Hei… Banyak sekali serangan ghaib yang menuju kemari. Ada apa ini?” tanya Damar.
“Kemarin lebih banyak lagi, tapi 2 arah sudah kami lumpuhkan. Sekarang cuma dari arah barat dan timur.’
“Oh…sudah dari kemarin ya? Pantesan pada ga gubris. Lalu kenapa ga sekalian yang dari barat dan timur dilumpuhkan?”
“Kata Ki Gede, kita harus menunggu dulu perkembangan selanjutnya. Menurut beliau, mereka saat ini pasti sudah lebih waspada dibandingkan kemarin!”
“Hmm…Ki Gede memang hebat dalam strategi perang. Beliau tidak asal main tubruk saja.!” puji Damar.
“Yang aku heran, kemarin dengan dukun lebih banyak saja mereka gagal, kok sekarang masih juga menyerang dengan cara yang sama?” kataku.
“Mungkin mereka memancing untuk diserang seperti kemarin malam. Tapi saat ini, persiapan mereka sudah matang. Jadi, jika diserang, mereka berharap memdapatlan kemenangan dan mengurangi kekuatan Tanah Perdikan ini walaupun sedikit!” kata Damar.
“Wah..iya juga sih. Kalau kita menyerang malam ini dengan formasi yang sama dengan kemarin, kita pasti bakal masuk.jebakan mereka dan kalah!”
“Nah…begitulah. Makanya Ki Gede yang paham strategi perang malah cuma menunggu perkembangan saja. Ini juga merupakan perang mental dengan musuh. Mereka akan menunggu serangan yang ternyata ga datang. Dan itu akan melemahkan fisik dan semangat mereka!” urai Damar panjang lebar.

Hmm…mungkin kalo sekarang, perang psikologis kali yak? Merusak psikologi musuh agar mereka lemah di dalam.
Benar-benar rumit siasat perang itu ternyata.

Yah..karena ga ada kegiatan lain, kamipun menonton serangan ghaib yang selalu gagal menembus pagar ghaib itu.
Kayak lihat kembang api di tahun baru saja deh.

Esok paginya, seorang prajurit datang dan memberikan pesan bahwa Ki Gede memanggil Damar untuk menghadap. Wah, pasti masalah perjodohan ini.
Karena aku ga ikut diundang, aku nangkring saja di depan rumah.
Setelah Damar pergi bersama prajurit tadi, tak lama datang pelayan dan Menur mengantarkan sarapan pagi.
Setelah meletakkan bakul dkk di balai-balai, Menur menghampiriku, dan merogoh ke kemben di dadanya lalu menyerahkan sebuah lipatan kain padaku.

“Apa ini Nimas?” tanyaku.
“Sstt…ini nawala dari mbakyu Melati untuk kangmas!”
“Surat apa?”
“Silahkan dibaca sendiri kangmas. Nanti aku akan kembali ke sini agak siang, untuk mengambil balasannya.’ kata Menur sambil berlalu begitu saja.

Tinggal.aku yang jadi.bingung… Ngapain juga Melati mengirim suray.buatku coba?
Penasaran, aku membuka lipatan kain itu dan……olala… Aku lupa bahwa aku ga bisa baca huruf jawa kuno.
Bagaimana ini? Aku khan jadi ga tahu isi surat itu… Trus gimana membalasnya?

Aku mengacak-acak rambutku saking kesalnya. Pengin tahu isi surat tapi ga bisa baca…gimana rasanya coba?
Penasaran banget ……

Aha…tiba-tiba aku ingat Zulaikha dan Menik. Bukankah mereka udah berusia ratusan tahun? Kenapa ga tanya mereka saja?

” Zul…zul….!” panggilku.
“Apaan sih. .? Manggilnya mbokya yang lengkap.”
“Maaf mbak Zulaikha yang cantik!” kataku.
“Halah…pasti ada maunya nih. Ada apa?” tanya Zulaikha sambil manyun.

“Hehe…aku dapat surat dari Melati tapi ga bisa bacanya! Abisnya pakai tulisan jawa kuno!”
“Mana suratnya ..sini aku bacain!”

Kuberikan surat itu pada Zulaikha. Dibukanya lipatan surat itu dan mulai membacanya.
Inti surat itu adalah sebagai berikut:

Kepada Kangmas Aji yang selalu.di hati. (Suit…suittt….)

Mohon maaf dinda memberanikan diri mengirim nawala ini pada kangmas. Semua karena desakan suara hati yang tak bisa dinda tahan.
Seperti yang kangmas ketahui, kemarin Arya Damar, putera Ki Gede Munggangsari, telah menyampaikan sebuah nawala kepada kanjeng romo yang berisi tentang perjodohanku dengan Arya Damar.
Dan sebagai seorang puteri dari seorang penguasa di tanah perdikan, dinda tidak bisa mengelak dari perjodohan ini. Apalagi Arya Damar sendiri sudah setuju. Jadi mau tidak mau, dinda harus menerima perjodohan ini, karena dinda tidak mau kedua tanah perdikan akan saling bermusuhan gara-gara dinda.
Namun sebelum dinda menerima perjodohan ini, ijinkanlah dinda untuk berterus terang mengungkap isi hati dinda. Sebenarnya, sejak bertemu dengan kangmas, hati dinda sudah terpaut dengan kangmas. Tapi rasa ini dinda simpan karena dinda merasa tidak pantas sebagai seorang gadis menampakkan perasaannya. Apalagi dinda sudah mendengar dari nimas Menur, bahwa kangmas tidak bersedia menjadi jodoh dinda. Hancur rasanya hati dinda saat mendengar hal itu. Tapi dinda sadar bahwa kangmas tentunya mempunyai alasan tersendiri. Maka melalui nawala ini, dinda hanya ingin kangmas tahu perasaan dinda yang sebenarnya. Semoga kamgmas mau mengingat dinda selamanya, walaupun kita tidak berjodoh. Dan dinda bersumpah, kelak setelah dinda mati, dinda akan menitis pada seorang gadis dan akan mencari diri kangmas dan mewujudkan impian dinda untuk bisa bersanding dengan kangmas.

Sekian saja nawala curahan hati dinda untuk kangmas.
Maafkan dinda jika selama ini banyak berbuat salah pada kangmas.

Yang selalu merindukan kangmas:

Melati

Aku bengong mendengar isi surat Melati yang dibacakan Zulaikha.

“Beneran begitu isinya?” tanyaku ga yakin.
“Kalau ga percaya, baca aja sendiri!” kata Zulaikha sambil melemparkan surat itu ke mukaku.

“Dasar galak….!” batinku.
“Bilang apa? Galak….?” kata Zulaikha melotot padaku.
Aku cuma bisa nyengir dan melipat surat itu.

Asli, tadinya penasaran banget dengan surat dari Melati. Setelah tahu isinya, sekarang malah bingung mau ngapain dan bagaimana membalas surat itu.
Benar-bemar aku dibikin pusing…..

“Zul…gimana ini baiknya?”
“Zal zul zal zul…manggilnya yang bagus dikit ngapa…!” sentaknya.
“Iya Zulaikha cantik…..!” rayuku

Wajah Zulaikha bersemu merah….gayanya sedikit malu-malu…
“……tapi galak…!” lanjutku.
“Apaan sih… Galak galak mulu. Emang aku galak ya?”
“Iya… Emang kamu ga ngerasa?”
“Iya sih… Tapi cuman sama kamu galaknya kok!” katanya
“Udahlah… Ini baiknya gimana?” tanyaku.
“Ya terserah kamu… Kamu bales aja kalo kamu juga suka sama dia, trus diajak kimpoi lari!” kata Zulaikha.
“Edan… Enak aja kalo ngasih usul!”
“Ya pokoknya terserah kamu. Kan kamu yang dikasih surat!”

Yah ..tambah pusing deh…
Zulaikha ga bisa bantu… Semua tergantung padaku sekarang.

Apa yang mesti aku lakukan?
Aku mesti balas apa?
Aku mesti gimana?

ARGH…….pusiinngggg…..


cerbung.net

Petualang Masa Lalu

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2021 Native Language: Indonesia
Hai...namaku Bayu Satriaji, biasa dipanggil Aji. Tadinya aku adalah mahaslsww Teknik Sipil di sebuah Universitas Swasta di kota XX. Aku mempunyai kemampuan super...eh...bukan ding.. Kemampuan supranatural, sebut saja begitu. Aku berasal dari kota YY, yang berjarak sekitar 4 jam perjalanan menggunakan motor. Di kota XX, aku tinggal di kost dan punya pacar satu kost bernama Desi.Merupakan seri kedua lanjutan dari cerita Sang Pamomong

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset